
Devia masih mensngis Di mobilnya. Di parkiran Rumah sakit. Devia ga tau kalo bakal ketemu Galih lagi. Devia mengira, Galih sudah mati.
Sebenarnya Galih tak salah. Yang salah. Ayahnya sendiri. Mas Ardian. Itu sebutan Devia untuk ayah Galih.
Devia hanya ingin uang lelaki tua itu. Lelaki tua itu memang tampan dan gagah. Tapi Devia tak pernah mencintainya..Walau sudah beberapa kali tidur dengan om tampan itu.
Hampir Enam bulan. Devia tak mengubungi Mas Ardian. Devia sendiri sudah mengganti Nomor nya. Sekarang Devia ingin Nattan.
Laki laki yang sudah orang tua mereka jodohkan sejak kecil. Nattan memang tak pernah menganggap Devia sebagai kekasihnya. Hanya Devia saja yang menganggap Nattan seperti itu. Mungkin karna sedari kecil Nattan dan Devia tumbuh bersama. Makanya Devia memcintai Nattan.
Devia mendekati Mas Ardian. Karna dendam sama Gilang. Dia ga pernah menganggap Devia. Sebagai kekasihnya. Hanya sebagai mainan untuknya.
Devia sendiri tak tau. Kenapa Devia jadi seperti ini. Menjual diri demi hidup mewahnya. Semua karna Gilang. Gilang yang sudah mengancurkan hidupnya yang Dulu polos. Jadi Binal seperti ini.
Dulu, Devia membalas Gilang dengan mempermainkan perasaan Galih. Dan bermain main dengan Mas Ardian. Tapi sekarang Devia hanya seorang wanita penggoda. Devia menolak lamaran mas Ardian. Padahal Mas Ardian akan menikahi Devia walau berbeda agama juga. Mas Ardian tak masalah. Tapi Devia menolak. Devia masih ingin bersama Nattan.
Devia masih menangis. Membuat matanya bengkak. Salahkan Devia. Masih menginginkan Nattan. Sekarang Devia bukan Devia yang dulu yang polos dan bersih. Devia sudah menjadi wanita kotor.
Devia menyesal karna perbuatan kini. Devia masih menginginkan Nattan. Egoiskah. Itu yang ada di pikiran Devia kali ini.
Suara telpon berbunyi. Membuyarkan lamunan Devia.
"Hallo" Suara Devia saat menggangkat telpon.
"Akhirnya kamu menjawabnya"
"Kenapa mas, tau. No aku"
"Apapun untuk mu, Aku kangen kamu"
"Aku ga"
"Ayolah sayang, aku udah siapkan hadiah yang istimewa untukmu"
"Mas, bisa kasih yang lain. Sama istri mas Mungkin"
"Kamu lupa, aku seorang duda"
"Tapi aku sibuk sekarang"
__ADS_1
"Kamu bohong, aku dari tadi liat kamu"
"Dimana"
"Coba kamu, buka jendela mobil kamu"
Devia menengok ke arah kanan. Terlihat, Mas Ardian sedang berdiri. Di samping mobil Devia. Devia langsung membuka kaca mobilnya dan mematikan ponselnya. Devia berpikir kalo sedari tadi mas Ardian melihat semuanya di rumah sakit itu. tentang perlakuan Galih.
"Bolehkah aku masuk"
Devia langsung menggeser tempat duduknya. Biar Mas Ardian yang menyetir. Mas Ardian pun duduk di depan kemudi mobil. Segera melaju meninggalkan rumah sakit.
"Maafkan, kekakuan galih anakku Sayang" Ucap Mas Ardian masih menyetir mobil Devia.
"Dia, tak bersalah, aku yang salah. Karna dulu menyakiti nya begitu dalam"
"Apakah Tawaran aku, masih kamu pikirkan sayang"
"Yang mana"
"Kita menikah, biar kamu jadi milik aku"
"Entah lah, aku belum mau berkomitmen"
"Anakmu sudah begitu benci sama aku. Apa tak akan membuatnya semakin terluka kalo aku jadi ibu tirinya"
"Sejak kapan? kamu peduliin perasaan dia"
"Kita seperti ini saja".
"Aku tak suka, kamu di sentuh laki laki lain selain aku".
"Kamu ganteng kaya, gagah. Keren. Kenapa harus milih aku"
"Aku terlanjur suka, mau gimana lagi"
Devia tersenyum miring.
Mas Ardian membawa Devia kesebuah hotel tempat biasa mereka check in.
__ADS_1
Sampai kamar Hotel. Mas Ardian langsung menyergap Devia dengan hujan ciuman dari ujung kepala sama ujung kaki. Mas Ardian memang sering membuat Devia langsung menyerah dengan perlakuan yang begitu agresif.
Maklum Duda, Mas Ardian terus melumat bibir Devia..Sampai Devia merasa sesak. Namun Devia menikmati itu.
Menikmati setiap sentuhan. Yang membuat Devia menyerah dengan damai. Membiarkan Mas Ardian menciumi tubuh Devia. Dari pake baju sampe polos tanpa baju.
Mas Ardian terus menyerang Devia. Kejantanan terus masuk ke dalam rahim Devia. Membuat Devia terus mengerang mendesah. Tak tahan. Dengan permainan om tampan ini.
Semua terjadi begitu saja, Begitu lama mereka bermain di atas ranjang. Di hotel langganan mereka berdua. Mas Ardian begitu merindukan Devia.
Gadis itu, membuat Mas Ardian menggila. Mas Ardian rela memberikan apapun hanya untuk gadis ini. Gadis ini membuat Mas Ardian berada di puncak kenikmatan.
Devia sudah jadi pemain yang aktif. Segala gaya sudah di coba. Segala gaya yang ada di blue film. Devia bisa. Itu yang membuat Mas Ardian tergila gila dengan gadis cantik ini.
Devia selalu bisa, memuaskan Om Tampan ini. Om tampan ini. Selalu bermain lama. Tenaganya selalu kuat saat bermain. Tak kalah sama anak muda.
Berkali kali Devia merasakan Klimsk. Namun Om tampan ini, terus menyerang Devia. Om tampan ini. Selalu bermain lama. Sampai tiga jam. Om tampan ini. Terus bernafsu. Umurnya tak jadi penghalang untuk terus menyerang Gadis itu. Dengan tembakan tembakan yang begitu. Membuat Devia puas.
Dan hanya om tampan ini. Yang membuat Devia mencapai Klimak beberapa kali.
Mas Ardian masih memacu kecepatan. Tempo bermain di ranjang hotel. Cairan itu belum keluar dari kejantanan itu yang membuat Mas Ardian bersemangat menghantam dinding rahim Devia. Devia menikmati itu.
Menikmati setiap sentuhan om tampan itu. Menang benar. Om tampan itu. membuat Devia terangsang hebat. Merasa kan cinta karna nafsu di atas ranjang.
Surga dunia yang begitu indah. Untuk mereka berdua. Setelah cairan itu keluar dari kejantanan mas Ardian.
Sekarang om tampan itu merasa kelelahan. Setelah mengeluarkan seluruh tenaganya untuk gadis itu.
Devia dan Om tampan itu. Masih polos. hanya berbalut Selimut. Mereka sudah jadi pemain handal. Sampai merasakan Klimsk bersama.
Mas Ardian masih mengelus rambut Devia yang panjang. Mas Ardian begitu lelah sesudah bermain dengan Devia. begitu juga dengan Devia.
Cairan lengket itu. Sengaja mas Ardian tumpahkan kerahim Devia. Agar Devia hamil anak ya. Itu caranya agar Devia mau menikah dengan mas Ardian.
Mas Ardian benar benar mencintai gadis ini. Gadis ini membuat Mas Ardian mengila. Karna kehebatan nya di ranjang.
Mas Ardian tak peduli dengan agama gadis ini. Toh Mas Ardian bukan orang baik. Mas Ardian ingin jadi suami dari gadis ini. Biarpun semua melarang. bahkan anaknya sendiri tak mengakui. Mas Ardian tak peduli.
Yang Mas Ardian inginkan jadi suami Gadis itu. Agar tak perlu sembunyi sembunyi untuk bercinta lagi dengan gadis ini. Tapi sepertinya gadis ini selalu menolak di ajak serius. Membuat Mas Ardian tak menyerah untuk terus mengejar gadis muda ini. Mas Ardian ingin memiliki gadis muda ini seutuhnya. Tak peduli lagi orang mau berkata apa tentang Dirinya.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa like yah..