KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Dua Puluh Delapan.


__ADS_3

Galih masih melihat Wajah Aqila dari dekat. Membuat Aqila tak nyaman.


"Sampai kapan kamu liatin Aku" Tanya Aqila membuyarkan lamunan Galih.


Aqila langsung bangun dan duduk di ranjang ruang inaf rumah sakit. Namun Aqila tak berani melihat wajah Galih. Aqila masih berpaling kesisi yang lain.


Galih tersenyum dengan ucapan Aqila. Galih mereka kapergok oleh Aqila.


"Maaf, aku lancang datang kesini. Aku hanya ingin memastikan keadaan mu saja. Bila kamu tak suka. Aku akan langsung pulang." Ucap Galih langsung berdiri. Karna Aqila masih berpaling tak melihat wajah Galih.


Aqila menoleh ke arah Galih. Membuat sepasang mata mereka bertemu. Aqila tak bisa menyembunyikan kegugupannya pada Galih. Begitu juga Galih yang terus berdebar saat melihat Aqila. Mereka berdua saling memandang. Berpikir tentang hati masing masing.


Aqila pun tersadar dari lamunannya dan Kembali berpaling. Galih masih berdiri melihat Aqila.


"Bisa kamu liat aku ga apa apa"


"Tapi kepala mu"


"Aku bilang tak apa apa yah apa apa" Aqila berucap bernada tinggi. Membuat Galih tak bisa berbuat apa apa selain pergi.


Baru saja Galih, Melangkah Dua langkah. Aqila memangil.


"Galih, makasih sudah bantu aku" Guman Aqila pelan.


Galih masih mematung. Membelakangi Aqila. Galih pun menoleh.


"Sama sama" Jawab Galih.


Galih kembali berjalan membelakangi Aqila. Aqila hanya bisa melihat punggung Galih saja. Yang sudah mulai pergi.


Aqila terkadang merasa bersalah pada Galih. Karma membuat kesalah pahaman ini terus berlanjut..Aqila sudah tak takut lagi dengan Wajah Galih.


Galih dan Gilang adalah orang beda. Tak mungkin disamakan. Tapi tetap saja Aqila merasa kalo mereka sama.


Sarah begitu terkejut begitu melihat Nattan. Laki laki yang terbaring lemah tak sadarkan diri itu. Adalah Laki laki yang membuat Sarah bergetar. Hatinya begitu resah karena laki laki ini. Tanpa di sadari nya. Air mata Sarah menetes melihat Nattan.


"Kamu kenapa Sar?" Tanya Renata melihat Sarah menangis.


"Aku tak apa apa" Ucap Sarah menghapus air mata nya dengan ujung jarinya.

__ADS_1


Renata melihat Sarah. Heran. Mengerutkan keningnya. Tanda tanya besar dalam hati Renata. Kenapa Sarah menangis melihat Nattan? Renata tak pernah tau tentang perasaan Sarah pada laki laki yang telah berbaring lemah ini. Pasti ada sesuatu yang? Itu yang ada dalam pikiran Sarah.


Alea menangis melihat Nattan. Tapi Renata tak ada pertanyaan buat Alea. Hanya Sarah saja yang membuat Renata bertanya tanya.


"Aww, Ada kembang kampus nihh. Mending kamu sama aku aja. Aku ga bakalan selingkuh kok, Kaya Revan itu " Seru Reno tiba tiba membuyarkan lamunan Renata tentang Sarah.


Renata memlihat Reno. Namun segera memalingkan Wajahnya. Renata malas melihat Reno. Apalagi Reno terus menyebut Nama Revan. Bikin kesel aja.


Habibie sedari tadi memperhatikan Alea. Yang meneteskan air matanya bersama Sarah. Habibie bingung harus mulai dari mana untuk menyapa gadis yang diam diam ia suka ini.


Alea masih memperhatikan Nattan yang terbaring lemah. Tanpa menyadari kalo Habibie sedari tadi memperhatikan nya.


Sarah berpaling tak ingin membuat yang lain curiga. Kalo Sarah menangisi Nattan. Sarah terdiam dengan Lamunannya namun menyadari tatapan Renata yang sedari melihat Sarah dengan Serius.


Sarah, mengembuskan Nafas panjang. Kali ini, Sarah tak bisa menyembunyikan perasaan nya lagi pada Nattan. Sarah baru mengetahui kalo. Laki laki yang membuatnya Resah itu bernama Nattan.


Renata beranjak. Namun segera di tahan Reno yang memegang tangannya.


"Lepasin aku" Seru Renata kesal.


"Ga"


Reno langsung bangun. Karma Habibie dan Rojak sudah tertawa melihat Reno yang kocak .


Alea ikut tertawa melihat Reno. Dan sepasang mata Habibie dan Alea bertemu.


Dan " DEG" kedua hati mereka berdebar. Baik Habibie atau pun Alea keduanya berpaling. Karna keduanya sudah merah mukanya.


Reno memperhatikan mereka. Ada rasa tak suka melihat dua orang itu sedang jatuh cinta. Reni mulai Iri dengan Habibie. Bagi Reno rasanya tak adil. Karna Reno belum mendapatkan Cinta sama sekali. Ga ada gadis yang mau menjadi pacar Reno.


Rojak menyenggol tangan Reno yang terlihat kesal.


"Ga usah sirik ma orang lain" Guman Rojak. Karna Rojak sama sama jomlo dan tak berniat untuk mencari pacar. Masalahnya belum ada yang membuat Rojak jatuh hati. Kecuali Sarah. Tapi sepertinya Sarah menyukai Laki laki lain.


Rojak menyadari itu. Sarah menangis melihat


Nattan. Tangis Sarah begitu pilu. Seperti merasakan sakit yang teramat berat di hatinya. Beda dengan Alea yang menangis karna Kasihan saja Nattan jadi seperti itu.


Rojak termasuk laki laki yang peka. Yang menyanyangi Teman teman seperjuangan nya.

__ADS_1


"Ada yang kamu mau katakan Sarah" Tanya Renata mendekati Sarah.


Sarah melihat ke arah Renata. Bingung harus mulai dari mana.


"Kamu belum siap cerita" Tanya Renata lagi. Kecewa karna sikap Sarah yang diam.


"Aku akan cerita. Tapi ga sekarang. Maafkan aku ya Re" Sarah merasa bersalah pada Renata. Namun Sarah masih belum bisa menceritakan semuanya. Bagi Sarah semuanya terasa rumit. Bingung harus berkata dari mana.


"Baikah, Tapi janji kamu harus cerita ke kita" Pinta Renata tak memaksa dan menekuk Erat tubuh Sarah. Karna Sarah membutuhkan ini.


Sarah menang membutuhkan pelukan hangat seorang Sahabat. Sarah tak tau kenapa hatinya ikut sakit melihat Nattan seperti itu.


Sarah masih belum tau, Kalo Nattan beragama Nasrani. Pasti itu akan membuatnya semakin hancur. Perasaan ini saja sudah menggangu Sarah setiap waktu. Apalagi dengan perbedaan agama yang begitu sulit untuk bisa bersama.


Aqila membaringkan tubuhnya di ranjang ruang inaf rumah sakit. Sakit di kepalanya begitu menyakitkan dari yang tadi..Aqila tak tau. Kenapa harus sesakit ini.


Suster pun datang. Suster melihat Aqila yang merasa kesakitan. Langsung memanggil Dokter lama Dokter menerima. Dan Aqila harus segera di operasi karna keadaan gawat.


Galih masih di rumah sakit. Tak bisa pulang meninggalkan Aqila. Galih melihat Dokter keluar ruangan Aqila. Melihat ke kiri dan ke kanan.


"Ada apa dok" Tanya Galih bingung.


"Kamu, keluarga pasien"


"I. i iya., Ada apa dok?" Tanya Galih lagi Ragu.


"Bisakah kamu, mennanda tangani dokumen ini"


Galih mengerutkan keningnya.


" Untuk Apa?"


"Keadaan Pasien sedang gawat. Harus segera di tangani. Aku harus segera mendapatkan tindakan..."


Belum selesai Dokter itu berbicara. Galih langsung mengambil Dokumen itu. Dan segera menandatang tangani. Dokumen itu. Tanpa pikir panjang. Yang ada di pikirannya Aqila harus selamat. Bagaimana pun caranya. Aqila harus hidup. Aqila belum tau kenyataan kalo Galih sodara kembar Gilang. Galih janji bila Aqila selamat. Galih akan menceritakan semuanya.


Bersambung...


Jangan lupa like yah

__ADS_1


__ADS_2