
Reno masih memperhatikan Sarah yang langsung memilih tantangan. Membuat Reno penasaran apa alasan Sarah.
"Yakin nih, milih tantangan. Ga nyesel
kaya Aqila?" tanya kembali Reno penasaran dengan jawaban Sarah.
Aqila melempar Reno dengan bantal. Tepat ke muka Reno. "Ngeledek aku yah" guman Aqila sebel sambil cemberut di barengi tawa anak anak yang lain.
"Aku yakin, aku pilih tantangan" jawab Sarah pasti.
"Baikah, kalau begitu siapa yang memberikan tantangan untuk Sarah?" tanya Reno pada semua peserta.
Semua terdiam, memikirkan tantangan yang akan di berikan pada Sarah. Sedangkan Nattan masih melihat Sarah. Sarah masih berpaling tak ingin melihat ke depan. Sarah ingin sekali melihat Nattan. Namun Sarah tak ingin hatinya semakin sakit melihat Nattan yang kini ada di hadapannya.
"Sar, bikinin kita makanan dong, Aku lapar" celetuk Abdul merasa kelaparan karna sejak tadi, Abdul menahan laparnya.
Habibie, Reno dan Rojak tersenyum. Mereka juga sama sama lapar. Malahan perut Rojak sampe bunyi karna lapar. Membuat semua tertawa.
"Aku cuman punya mie ma telor mau ga?" tanya Sarah lagi.
"Boleh dari pada ga?" jawab Abdul yang sudah sangat lapar.
"Ren, boleh aku bantu Sarah yah, kasihan kalau Sarah nyiapin sendiri. Soalnya kasihan Sarah, nyiapin sembilan mangkok" ucap Renata beranjak bersama Sarah.
Reno melanjutkan permainan nya. Sedangkan Sarah dan Renata memasak mie. Renata melihat Sarah diam saja. Matanya sudah berkaca kaca. Perlahan Sarah meneteskan air matanya.
"Udah, jangan di pendem terus" guman Renata.
Sarah menghapus air matanya dan tersenyum pada Renata. Renata ikut membalas senyum Sarah.
Reno mulai memutar botol kecap itu, melanjutkan permainan tanpa Sarah dan Renata. Botol itu, memutar dan berhenti tepat di depan Habibie.
"Giliran kamu bie,!" seru Reno.
"Aku pilih pengakuan deh, Siapa yang mau bertanya duluan?" Habibie, mulai menantang semua peserta tanpa Sarah dan Renata.
"Aku yang tanya duluan?" tanya Rojak bersemangat.
"Kamu mau tanya apa'an? awas loh, jangan nanya aneh aneh!" gerutu Habibie dengan nada mengancam.
"Ga, kok, cuman satu macem?"
__ADS_1
"Apa?"
"Kamu harus jujur, di depan semua peserta permainan di sini"
"Udah lama amat, cepetan kamu mau tanya apa!" seru Aqila penasaran apa yang akan di tanyakan Rojak pada Habibie.
"Kamu, mau tanya apa sih ma aku?" tanya Habibie mulai serius ingin tau, Rojak ingin bertanya apa pada Habibie.
"Sebenarnya, siapa gadis yang kamu suka?. jujur ga boleh bohong" tanya Rojak memastikan, kan Rojak penasaran Habibie yang katanya suka sama Alea namun malah dekat sama Mili, yang katanya mantan Habibie waktu SMA.
Alea memperhatikan Habibie. Alea juga penasaran siapa gadis yang di sukai Habibie.
"Duh pertanyaan yang sulit"
"Jujur yoi jujur" teriak Reno sama sama penasaran, gadis mana, yang di sukai oleh Habibie.
"Kalo, boleh jujur sih, sebenarnya aku suka gadis yang duduk di sebelah aku"
Alea masih belum menyadari maksud dari Habibie. Semua terkejut termasuk Aqila. Secara ga langsung Habibie sudah menyatakan cinta pada Alea.
Abdul senyum senyum sendiri, mendengar pengakuan Habibie. Abdul sudah tau perasaan Habibie pada Alea. Namun sepertinya Alea ga peka sama sekali. Alea masih cuek. Tak mengerti dengan maksud Habibie.
Ehmmmm Rojak berdehem, Alea masih cuek. Habibie melihat wajah Alea dengan tatapan serius. Alea masih cuek aja.
Reno tertawa melihat reaksi Alea. Yang cuek setengah mati. "Ayo ada yang mau di tanyain lagi ma Habibie ada dua pengakuan lagi, siapa lagi"
"Kamu beneran suka gadis yang di sebelah kamu ini, serius apa cuma main main" tanya Aqila memastikan.
"Aku serius suka ma gadis ini, walau seperti nya gadis ini, emang beneran ga peka. Atau cuma pura pura" jawab Habibie.
"Kamu yakin, ma perasaan kamu, terus kalo mantan kamu itu mau balikan gimana? tanya lagi Aqila mulai interogasi.
"Masa lalu ya masa lalu. Toh yang aku suka gadis di sebelah aku" jawab Habibie lagi.
"Kalian ngomongin apa'an sih dari tadi. Kira masih main kan!" seru Alea polos.
Aqila menepuk jidatnya sendiri. Aqila bingung, kenapa bisa punya teman kaya Alea yang cueknya tingkat dewa gini.
Nattan yang sedari tadi diam, tersenyum mendengar ucapan Alea. Rojak, Reno, Abdul dan juga Habibie tertawa dengan ke polosan Alea. Semua menepuk jidatnya masing masing. Apalagi Habibie mengelengkan kepalanya. Heran pada dirinya sendiri. Kenapa bisa menyukai Alea.
"Kalian kenapa sih?" tanya Alea bingung dengan sikap semuanya.
__ADS_1
"Lea, kamu gimana sih?" tanya Aqila gemes pengen nampol wajah Alea yang polos itu.
"Gimana apanya?"
"Lea, Habibie itu..."
Ucapan Aqila terhenti saat Habibie langsung memotong ucapan Aqila.
"Udah Qila, biarkan dia sendiri yang menyadari nya, ga usah kamu bilangin"
"Terserah aja" Aqila gemes banget ma Alea.
"Qila, Habibie kenapa?"
"Kamu tanya sendiri, ma orangnya" Aqila sebel langsung berpaling.
Semua tertawa melihat reaksi Aqila. Hanya Alea yang bingung di sini. Hingga Sarah dan Renata datang. Membawa mie di tambah telor ceplok sudah siap. Sembilan mangkok full sama minumanya air teh hangat.
"Kita makan dulu yah, ntar lanjut lagi" guman Sarah.
Abdul begitu semangat melihat mie sama telor ceplok itu. Sarah memberikan mangkok yang paling besar untuk Abdul.
"Ini khusus untuk Abdul Mie special isi dua, sesuai sama badan" seru Renata memberikan mangkok paling besar untuk Abdul.
"Wah, makasih yah Re, tau aja kalo porsi aku lebih banyak dari teman teman aku" guman Abdul langsung menerima mangkuk besar itu, dari tangan Renata.
Sarah memberikan, satu persatu mangkuk berisi mie ma telor ceplok itu, pada setiap orang yang berada di sana. Dari Habibie, Reno, Rojak dan terakhir Nattan.
Saat Sarah memberikan mangkuk itu, pada Nattan. Tak sengaja tangan Sarah ke pegang Nattan. Sarah dan Nattan saling memandang saat Sarah memberikan mangkuk berisi mie dan telor ceplok itu. Cukup lama Sarah dan Nattan saling berpandangan. Semua membiarkan itu terjadi begitu saja, sampai Reno berdehem.
Hmmmmmm
Sarah berpaling, Nattan mengambil mangkuk itu dari tangan Sarah dan segera menyantap mie itu. Wajah Nattan sudah merah begitu juga Sarah. Semua pandangan berpusat pada Sarah dan Nattan. Sarah hanya menunduk tak berani melihat. Sedangkan Nattan berpaling.
Renata dan Aqila memperhatikan itu. Kalau Alea yang cuek, menyantap mie itu, sendiri tanpa memperhatikan sekitar. Habibie terus mengelengkan kepalanya.
"Alea oh Alea kamu sungguh terlalu" itu yang ada dalam pikiran Habibie saat ini. Reno terus tertawa melihat pemandangan itu. "Pasangan satu saling jaim. Pasangan satu lagi, yang cewe kurang peka" itu yang dipikirkan Reno saat ini. Sembari menyantap mie yah.
Bersambung...
Maafnya Up yah telat...
__ADS_1
Like yah jangan lupa yah..
Mampir juga, Sama karya Author yang lain. "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo" terima kasih