KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter 120 | The Last: Welcome Baby K


__ADS_3

“Ululululu... gemes banget, sih.”


Nia mengecupi pipi kemerahan baby girl dengan gemas. Setelah menanti lumayan lama, akhirnya dia bisa menggendong bayi yang notabenenya adalah cucu kandung.


Ah, rasanya begitu menggembirakan!


Riana ikut nimbrung, mengecupi pipi cucunya tanpa henti karena terlalu gemas. Pokoknya, kedua wanita itu tidak memedulikan sorot tajam dari ibu dan ayah kandung sang baby. Tetap cium sana-sini tanpa rasa gentar.


Sementara Anton dan Natashya mendengkus sebal. Keduanya menyesal sudah menghubungi kedua orang tuanya lebih awal. Harusnya besok aja, atau mungkin lusa.


Pasalnya, Anton dan Natashya sama sekali tidak diberi kesempatan untuk menggendong anak mereka sendiri. Hanya satu kali, itupun sebelum mereka semua datang. Semuanya diambil sama emak-emak rempong itu. Huh, ingin marah, tapi tidak bisa.


Mereka berusaha maklum karena kedua ibu itu sedang menikmati perubahan status menjadi nenek. Jadi.. ya sudahlah.


“Namanya siapa, Yo?” tanya Nia ingin tahu.


Lah? Baru tanya sekarang? Kenapa nggak dari tadi coba?


Anton cuma bisa menggerutu di dalam hati, ia tidak mau merusak suasana hati keluarganya yang sedang diliputi rasa bahagia yang melebihi kapasitas. “Sesuai nama yang Nio kasih sebelumnya, Baby K, jadi Nio kasih baby girl nama...”


“Kayfa Lana Alfiansyah,” sambung Anton dengan bangga.


Iya, dia bangga karena berhasil menemukan nama yang terdengar menakjubkan itu. Natashya yang masih terbaring lemah cuma bisa tertawa geli melihat tingkah suaminya. Emang agak rada-rada, ya, Anton sekarang.


“Baby Kay?” tanya Heru.


Anton mengiyakan.


Sontak seluruh insan yang hadir mengembangkan senyum, menatap ke satu titik yang hingga detik ini masih berada dalam dekapan Riana. Heru, Riana, Tio, Nia, Anton, dan Natashya bersamaan menyeru sebuah kalimat sambutan untuk sang member baru,


“Welcome in the world, Baby Kay.”


...❄️❄️❄️...


Natashya diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan selama tiga hari di rumah sakit. Baby Kay sekarang tengah berada di dekapan sang ibu, Natashya. Bayi mungil yang masih berusia beberapa hari itu sama sekali tak terganggu dengan bisingnya suara.


Randy yang sejak empat hari lalu menjadi babysister dadakannya Aruna, menyambut kedatangan adik dan keponakannya dengan sukacita di rumah Anton-Natashya. Lelaki itu juga mengundang Tian, Azlan, Azizah, Naufal, Laily, Hafi, Rio, Aisha, dan Alka untuk hadir pula.


Balon warna-warni menghiasi ruang tamu rumah Anton-Natashya. Tulisan ‘Selamat Datang, Kayfa’ tergantung di dinding. Hiasan yang didominasi warna pink dan ungu ini begitu cantik dan manis.


“Ah, gue juga mau gendong Kayfa dong.” Randy buru-buru menyerahkan Aruna pada Riana, lantas beralih menggendong Kayfa dengan gerakan pelan, takut keponakannya kenapa-napa.


“Ih, gemes..” Laily menoel-noel pipi Kayfa yang terlihat chubby. Sumpah, lucunya nggak tertolong lagi, nih.


”Makanya, cepetan punya anak juga dong,” imbuh Tian menggoda. Dia terkekeh melihat wajah malu-malu Laily yang terus melirik suaminya.


“Laily lagi hamil, kok, Bang,” kata Hafi bangga.


“Eh?” Semua orang kaget, lanjut tersenyum bahagia dan mengucapkan selamat pada sepasang suami-istri itu.


Natashya duduk di sebelah Laily yang sibuk memakan kue. “Udah berapa bulan?”

__ADS_1


Laily menoleh, senyum malu-malu lagi-lagi terukir di bibir wanita itu. “Baru tiga minggu, kok.”


“Oh.”


“Oh doang?” balas Laily sengit. Tatapannya terlihat kesal kepada sahabatnya ini. Apa wanita itu tidak bahagia mengetahui dirinya hamil?


Natashya menatap Laily dengan alis terangkat sebelah. Baru saja ia ingin menjelaskan, Natashya mengurungkan niat. Ia tahu, hormon kehamilan pasti sedang mempengaruhi sosok Laily.


Sahabat Natashya itu jadi lebih mudah terpancing emosinya.


“Selamat, ya, Ly. Sorry baru ngucapin, gue juga baru balik dari rumah sakit.” Karena Natashya tahu bagaimana rasanya berbadan dua, jadi dia lebih memilih mengalah saat ini. Tidak mau membuat sahabatnya kesal.


“Gitu dong.” Laily tersenyum puas.


“Tataaa..!” seru Aruna yang berada di pangkuan Tian. Tangan dan kaki bayi itu bergerak heboh menunjuk Natashya. Sampai-sampai pihak keluarga yang mengenal bagaimana tingkah Aruna selama ini dibuat tercengang.


Hei, apa yang Natashya lakukan sampai bayi itu bisa bertekuk lutut seperti itu?!


Natashya tergelak. Ia mengambil alih adiknya dari Tian, kemudian mengecupi Aruna hingga bayi itu tertawa kencang. Aruna mengoceh panjang pada kakaknya itu dan Natashya mengangguk-angguk, sok mengerti.


“Oeekk.. oeekk...”


Sontak Natashya menoleh. Kayfa menangis di pangkuan Rio. Lelaki yang hingga detik ini masih berstatus lajang itu dengan sigap membawa Kayfa ke arah Natashya.


“Keknya haus, deh, Shya,” tebak Rio seraya menyerahkan Kayfa kepada ibunya.


Natashya menggendong dan menimang bayinya. Aruna yang berada di pangkuan Randy cemberut, seolah merasa sedih karena sang kakak telah menemukan bayi gembul lainnya untuk ditenangkan. Aruna cemburu, kawan-kawan!


“Tataaa... huaaaa..!” Aruna meraung kencang. Ia mengulurkan tangannya ke arah Natashya, ingin digendong oleh wanita itu.


Heh! Ayah macam apa itu?!


“Bang, bawa Aruna ke kamar gue, bisa?” tanya Natashya.


“Mau lo apain adek gue?” Randy memicing curiga.


Natashya memutar bola matanya jengah. “Gue tenangin, Bang.”


Pada akhirnya, Randy menurut saja walaupun kesal setengah mati. Kedua adiknya tidak ada yang normal, menyebalkan, mengademkan, dan membekukan! Huh!


“DIJAGA YANG BENER, SHYA! ARUNA ASET BERHARGA AYAH!” teriak Heru tanpa malu. Riana yang berdiri di samping pria itu cuma bisa tepuk jidat.


“SOK NGAKU ASET AYAH! TAPI, MAUNYA SAMA TASHYA! HALUNYA KETINGGIAN, YA!” balas Natashya tak mau kalah.


“Sial! Anak siapa, sih, dia?”


...❄️❄️❄️...


Tanpa butuh waktu yang lama, Aruna bisa ditenangkan oleh Natashya. Bahkan, saat ini, Natashya tengah terlelap dengan Aruna dan Kayfa di kedua sisi wanita itu. Senyum di bibir Natashya terukir tipis, menunjukkan bahwa dia begitu bahagia dengan takdirnya saat ini.


Akhirnya, Natashya bisa mencapai akhir bahagia untuk kisahnya di season ini. Tapi, bukan berarti rumah tangganya akan berjalan tanpa kerikil tajam yang ingin mencari celah ke depannya. Semua kehidupan akan selalu punya masalahnya masing-masing.

__ADS_1


Yang bisa kita lakukan sebagai manusia adalah selalu percaya.


Percaya bahwa takdir Allah adalah yang terbaik.


Percaya bahwa apa yang terjadi pada kita saat ini, entah itu buruk ataupun baik, akan selalu membawa hikmah dibaliknya.


Jangan pernah mencela, terus bersyukur dan bersabar. Terima apa yang ada, jangan mengeluh dan iri dengan yang lain.


Karena buah dari kesabaran itu... sangatlah manis.


“Karena gue sudah rasakan itu. Rasanya manis walaupun nggak pernah gue cobain pake lidah. Gue, Nio, dan Kayfa...”


“Doakan kami selalu bahagia, ya. Ini permintaan gue sebelum kita berpisah semuanya.”


“Thanks udah mau baca cerita kehidupan gue dari awal gue nikah sampai punya anak. Gue nggak tau lagi harus bilang apa sama kalian, but—”


“TOLONG KOMPORIN AUTHOR KITA BIAR KASIH BANYAK CHAPTER BONUS, YA. SOALNYA GUE MAU BERBAGI KEBAHAGIAAN GUE SAMA KALIAN.”


“Terutama.. ehm, sama yang jomblo.”


Haha...


^^^END^^^


...❄️❄️❄️...


Done, guys!


Akhirnya, “Kisah Kita” sudah tamat, yeay...


Maaf, ya, nggak update kemarin. Dari tanggal 27 Mei-8 Juni, Ay bakalan ikut ujian di sekolah. Jadi, nggak bisa update dulu. Kalaupun bisa, mungkin Ay lagi curi-curi waktu senggang, hehe.


Kita ketemu di chapter bonus, ya. Kemungkinan, sih, masih agak nanti mengingat Ay lagi ujian dan Ay berniat untuk revisi sedikit cerita ini. Ada beberapa hal yang mau Ay perbaiki.


Jadi, agak lama😁


See you di cerita Ay yang lain..


Salam sayang dari keluarga es!


...Antonio Riko Alfiansyah...



...Kariva Diana Natashya...



...Kayfa Lana Alfiansyah...


__ADS_1


Good bye, guys!


Kasih kesan dan pesan kalian tentang cerita ini, ya, di kolom komentar!


__ADS_2