
Habibie masih memperhatikan Nattan yang sejak tadi jadi pendiam.
"Kamu, suka sama Sarah?" Tanya Habibie hati hati.
Nattan melihat wajah Habibie. Rasanya Nattan tak tega bila harus berkata jujur pada temanya. Apalagi Nattan tau, Habibie juga menyukai Sarah.
"Udah jujur aja" Senggol Habibie. Sambil tersenyum.
"Kamu ga marah sama aku bie." Tanya Nattan lagi.
"Ngapain juga, Aku harus marah sama kamu. Toh Sarah bukan cewe aku" Ucap Habibie lagi.
"Aku cuma mengagumi saja. Tak lebih" ucap Nattan pelan.
"Lebih juga tak apa apa kok. Sarah memang cantik pintar dan baik. Semua laki laki di kampus ini. Pasti suka dengan Sarah."
"Tapi kamu gimana?".
"Aku tak mau bersaing dengan Kaha. Aku jauh di bandingkan Kaha" Ucap Habibie lagi.
"Kamu benar bie," Nattan tak melanjutkan kata katanya lagi. Hatinya langsung Ciut. Bila berhubungan dengan Kaha. Putra dari seorang Kiayi yang paling berpengaruh di dalam negri. Tak ada yang bisa bersaing dengan ya. Namun Dalam lomba Menulis Kemarin. Nattan mendapatkan nilai tertinggi di banding Kaha yang jadi Runner Up. Bagi Nattan itu menjadi keberuntungan Nattan. Berbeda dengan Kaha. Yang menjadi Awal dari rasa bencinya terhadap Nattan. Karna baru kali ini. Kaha kalah dari seorang Nattan. Yang bukan siapa siapa bagi Kaha.
Renata masih duduk di bangku kampus. Renata sedang membaca. Sebuah Komik online di ponselnya. Renata masih fokus pada hapenya. Sampai Ia tak memperhatikan kalo seseorang sudah duduk di sampingnya.
Renata masih tak menyadari dengan kehadirannya.
"Ehmm" Suara seseorang membuatnya tersadar. Renata menoleh ke samping. Terlihat Rivan teman kampusnya tersenyum ke arahnya.
"Hay, Van. Sejak kapan kamu disini? Tanya Renata baru menyadari kehadiran Revan.
"Cukup lama. Untuk melihatmu senyum senyum sendiri. Membaca Komik Online di ponselmu" Ucap Rivan tersenyum walau di cuekin Renata.
Renata tersenyum.
"Maafnya Aku tak menyadari kehadiran mu" Ucap Renata masih melihat Ponselnya.
"Tau ga, Kamu mengalihkan Duniaku" Guman Rivan pelan.
Renata melihat ke arah Revan sesat. Tak mengerti maksud perkataan Revan.
__ADS_1
"Kamu fokus ke ponselmu. Sedangkan Aku fokus terhadapmu". Ucap Rivan lagi.
Renata semakin tak mengerti dengan ucapan Revan. Renata pun mematikan Ponselnya dan menyimpannya ke tasnya. Dan mulai melihat Revan.
"Kamu ngomong apa sih? Ga jelas banget?" Ucap Renata masih mencerna ucapan Revan. Renata benar benar tak mengerti dengan ucapan Revan.
"Aku selalu mengharapkanmu untuk selalu di hatiku. Aku ingin kamu. Ada di hidupku. Menemaniku di setiap hariku" Ucap Revan masih dengan kata kata Romantis.
Revan sendiri Teman sekelas Sarah. Namun Akhir akhir ini. Revan jadi sering deketin Renata. Dan mulai sering bertanya tanya pada Sarah tentang Renata. Dan sudah 2 kali. Main kerumah Sarah. Untuk bertemu Renata.
Selama ini, Sarah memang peka. Kalo Revan menyukai Renata. Cuma Renata saja yang tak peka. Alea dan Aqila juga menyadari kalo Revan suka sama Renata. Namun Mereka tak selalu mendukung dengan keputusan Renata. Yang tak pernah memaksa untuk menerima Revan. Karna sesungguhnya Renata masih belum menyadari kalo Revan menyukai Renata.
"Aku ga ngerti kamu ngomong apa" Tanya Renata.
"Kamu kok gitu. Apakah kamu tak menyadari kalo Aku itu suka sama kamu" Ucap Revan to the poin.
Karna Renata tak pernah peka selama ini.
Renata terkejut dengan pengakuan cinta dari Revan. Renata pernah berpacaran dengan Wily sekali. Renata tak pernah membuka hatinya untuk siapapun lagi. Rasa sakit hatinya karna Wily dan Friska dulu. Membuat Renata sakit hati. Tak ingin membuka hatinya lagi.
"Gimana? Tanya Revan lagi. Membuyarkan lamunan Renata yang sedari tadi bingung harus menjawab apa.
"Hmm. Kasih aku waktu buat aku perpikir yah" Ucap Renata lagi.
"Aku kasih waktu 3 hari ga lebih. Terserah kamu mau Nerima atau nolak" Ucap Revan. Agak sedikit kecewa dengan jawaban Renata.
Revan terlalu banyak berharap pada Renata. Perhatian nya selama ini. Revan kira, bisa membuat Renata luluh. Tapi, entahlah. Renata seperti nya tak memiliki perasaan terhadap Revan.
Revan, tak menyerah. Dengan Waktu 3 hari yang di berikan Revan untuk Renata. Semoga Renata menerimanya. Itu yang Revan harapkan. Walau masih ada 50 persen kesempatan Revan di tolak Renata.
Revan langsung pergi meninggalkan Renata. Yang masih terkejut dan bingung dengan pengakuan cinta Revan.
Kali di pikir lagi. Revan memang memberikan perhatian lebih pada Renata. Walau Renata tak menyadari itu. Sudah banyak laki laki yang menyatakan perasaannya pada Renata. Namun Renata langsung menolaknya. Tapi kenapa dengan Revan malah meminta Waktu untuk berpikir?.
Renata bingung dengan hatinya sendiri. Adakah Revan di hati Renata. Rasa sakitnya Dulu karna Wily dan Friska masih membekas di hati Renata.
__ADS_1
Pikiranya kacau sekarang. Semua karna Revan. laki laki itu, Membuat hati Renata goyah. Bagaimana ini?. Mungkin Renata harus bertanya pada 3 sahabatnya untuk masalahnya ini.
Aqila masih menjakanya motornya dengan kecepatan sedang. Aqila kangen dengan seni tatonya. Sudah lama sekali Aqila tak menambah Tato di tubuhnya.
Aqila pun. Mendatangi tempat seni Tato di salah satu mall milik temanya yang sudah menjadi langganan semenjak Aqila pindah ke kota ini.
Selesai memarkir motor ninja ya. Aqila langsung berjalan ke dalam mall. Aqila langsung menuju lantai atas tempat Seni Tato di buat menggunakan Eskalator.
Sudah lama Aqila tak jalan jalan ke Mall. Biasanya Aqila datang bersama ke 3 temanya. Namun kali ini. Aqila datang sendiri. Untuk menambah seni Tato di tubuhnya.
Aqila langsung masuk ruangan tempat Aqila biasa di tato. Aqila langsung duduk mencari Seseorang yang biasa menatonya.
"Mas Farel. Mas Farel" Panggil Aqila karna di ruang itu tak ada seorangpun pun. Tiba tiba dari Arah belakang ruang itu keluar seorang laki laki yang berbadan Atletis tinggi putih menghampiri Aqila.
"Hay" ucapnya sambil tersenyum. Mendatangi Aqila yang sedang duduk sendiri. Dan laki laki itu langsung duduk di hadapan Aqila.
"Kamu bukan Mas Farel?" Ucap Aqila pada laki laki itu. Aqila tak mengenal laki laki itu. Biasa hanya ada mas Farel sendiri. Aqila berpikir sejenak tentang siapa laki laki yang ada di hadapannya ini.
"Kenalin, Aku Galih temanya, Farel. Farel sedang ke luar. Mungkin sedang mencari makanan. Kamu mau di tato. Biar aku saja yang menggambar nya" Ucap Galih sambil tersenyum.
Aqila melihat Galih sinis. Aqila malas berkenalan dengan laki laki yang baru di lihatnya ini. Aqila pun beranjak.
"Aku datang lain kali aja" Ucap Aqila mulai beranjak pergi.
Galih bingung dengan sikap Aqila. Gadis ini begitu dingin dengan ya. Pasti ada yang salah dengan gadis ini. Galih melihat Gadis ini keluar begitu saja dari ruangan itu. Membuat Galih merasa.
Deg.
Entah kenapa? Dia gadis pertama yang membuat hatinya berdebar. Jantungnya terus berdegup kencang. Galih memegang Dadanya.
"Gilang, Siapa Gadis ini?" Itu yang di ucapkan Galih dalam hatinya.
Sampai keluar, Aqila bertemu dengan Farel.
Dan Aqila pun masuk kembali keruangan itu. Dan Galih semakin gelisah melihat gadis yang baru pertama kali bertemu ini. Membuat Galih penasaran siapa gadis ini sebenarnya?.
Bersambung.
Jangan lupa Like nya..
__ADS_1
.