KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Lima Puluh Tujuh.


__ADS_3

Sarah masih belum juga bisa tidur. Begitu juga yang lainya, Tak ada yang memejamkan matanya di sini. Semua masih sadar.


Apalagi Alea, mulai teringat dengan ucapan Habibie. Tentang permainan tadi. Alea baru menyadari tentang ucapan Habibie yang katanya "Gadis yang di sukainya ada di sampingnya" Alea berpikir keras. Gadis yang duduk di sampingnyakan dirinya sendiri. Masa iya, Habibie menyukai Alea.


Alea berpikir tak mungkin Habibie, menyukai Alea. Bukanya Habibie sedang dekat dengan Mili. Aku semua membuat kepala Alea pusing.


Sarah masih melamun sendiri. Mengingat kejadian tadi. Sekarang semua pasti menyadari kalau Sarah menyukai Nattan. Sarah menutup mukanya sendiri karna, malu.


"Kamu kenapa Sar?" tanya Aqila masih belum juga bisa tidur.


"Loh, kok kamu belum tidur?" tanya Sarah bangkit dari ranjangnya.


"Bagaimana aku bisa tidur, kalau pemuda-pemuda itu masih ada di bawah?" Aqila terlihat cemas dan Kwatir.


"Mereka baik, tak mungkin berbuat senonoh" ucap Renata ikut ikutan bangkit.


"Aku percaya mereka ko!" seru Alea ikut bangkit, menyadari kalau teman-temanya belum ada yang tidur.


"Semuanya belum tidur" guman Sarah lagi.


"Tak tau lah, Aku mendadak seger gini, nih mata ga ngantuk sama sekali" guman Aqila beneran tak mengantuk.


"Aku juga ga ngantuk, biasanya kalau kenyang ngantuk kok ini malah seger" ucap Renata.

__ADS_1


Alea masih melamun memikirkan, tentang Habibie dan ucapanya dalam permainan tadi. Serius atau bohong.


"Hey" cubit Aqila pada Alea yang tidur di sebelah Alea.


"Ikh Qila" guman Alea mengelus-elus tangannya yang di cubit Aqila.


"Kamu kenapa sih Lea?" tanya Renata penasaran. Ga biasanya Alea melamun seperti ini.


"Qila, tadi ucapan Habibie, itu bener apa bohong sih?" tanya Alea masih penasaran.


Aqila menepuk keningnya, "Haduch, kok baru sadar sekarang sih!" seru Aqila gemes banget sama temanya yang satu ini.


"Itu bener Qila" Alea masih terkejut dengan semuanya. Alea benar-bebar baru menyadari tentang ucapan Habibie tadi.


Renata yang di samping Sarah. Tak mengerti dengan Aqila dan Alea. Mereka berdua sedang membicarakan apa?.


Aqila mengebuskan nafas panjang. Harus menjelaskan dari awal lagi pada Alea. Yah kalau pada Sarah dan Renata menang wajar, Mereka berdua tak menyaksikan tentang pernyataan Habibie tadi. Tapi Alea, aduch Aqila sudah sebal duluan.


Aqila menceritakan tentang pengakuan Habibie, di permainan tadi. Tentang perasaannya pada Alea. Cuman Alea baru menyadari sekarang padahal itu, sudah dari beberapa jam yang lalu.


"Itu, beneran Aqila" tanya Sarah terkejut. Karna, Habibie berani sekali menyatakan perasaannya di hadapan orang banyak.


"Bener lah, cuman dasar aja nih, ci Alea dong-dong ga peka!" seru Aqila gemes banget nih.

__ADS_1


"Aku udah ga kaget sih, kalo Habibie itu memang suka sama Alea. Ya cuman Alea menang kurang peka" Renata tertawa sendiri dengan perilaku temanya ini, Renata benar-benar sudah mengenal Alea dari waktu SMP.


Alea cemberut.


"Aku kan tidak tau, kalau yang dimaksud Habibie itu, aku" guman Alea polos.


"Harusnya, Dia itu sadar kalau ga ada gadis lain yang duduk di sebelah Habibie selain Dia sendiri" Aqila menceritakan dengan semangat sambil ketawa-ketawa lucu dengan sikap Alea yang cuek dan polos.


"Terus aku, harus bagaimana sekarang?!" Alea merasa bingung setelah sedari tadi memikirkan ucapan Habibie.


"Lea tuh, lucu semua sadar dan peka dengan perasaan Habibie. Menyatakan cinta secara tak langsung. Tapi Lea masih diem aja, ga tau polos atau pura pura polos" Aqila masih semangat. Karna, sikap Alea tadi membuat Aqila merasa terhibur dan lucu buka di ingat kembali.


"Udah dong Qila, Aku beneran tak tau kalau maksud Habibie itu aku" guman Alea merasa malu sendiri. Menutup mukanya dengan kedua tangannya.


"Aku harus gimana?!" guman Alea lagi. Membuka kedua tangannya yang menutup mukanya itu.


"Perasaan kamu gimana sama Habibie?"tanya Renata mulai serius.


"Aku juga ga tau, aku bingung harus jawab apa?. Tapi aku sebel banget waktu Mili deket Deket dengan Habibie" jawab Alea jujur dari dalam hatinya.


Alea, Renata, Sarah bahkan Aqila jika sedang bersama tak ada yang di sembunyikan di antara mereka. Semuanya akan berkata jujur sesuai dengan isi hati mereka masing-masing.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like yah


Jangan lupa mampir yah ke karya Author yang lain. "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo".


__ADS_2