KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Sembilan.


__ADS_3

"Ayah Ibu jangan tinggalkan Alea" Teriak Alea langsung bangun dari tidurnya yang panjang. Air matanya terus keluar tanpa henti. Merasakan kesakitan yang luar biasa.



Sarah yang saat itu. Menjaga Alea langsung memeluk Alea dengan Erat.



"Terima kasih ya Tuhan. Kamu akhirnya bangun" Guman Sarah langsung Melepas kan pelukan nya.



"Aku berada dimana?" Tanya Alea merasa bingung dengan apa yang terjadi. namun masih menangis.



"Kamu ada di rumah sakit, Kamu baru bangun setelah tiga hari koma" Ucap Sarah.



"Benarkah" Ucap Alea merasa tak percaya dengan apa yang terjadi padanya. Dan mencoba mengingat kembali apa yang terjadi.



Sarah pun, berlari keluar memberitahukan Renata dan Aqila Kalo Alea sudah sadar. Dan Berlari mencari dokter untuk memberitahu kalo Alea sudah Sadar.



Renata dan Aqila langsung masuk ke ruangan Alea. Renata langsung memeluk Alea sahabatnya itu.



"Kamu siapa?" Tanya Alea tak mengenali gadis yang memeluknya.



Renata melepaskan Wig dan kaca matanya setelah melepaskan pelukannya. Agar Alea tau, Kalo ia Renata sahabatnya.



Begitu tau, itu Renata Alea langsung memeluk kembali Renata sambil menangis. Karna Alea begitu merindukan Renata sahabatnya ini.


__ADS_1


"Rere, kamu kemana aja? Aku nyari kamu kemana mana?" Ucap Alea masih sambil menangis karna bahagia melihat Sahabatnya lagi.



Alea pun melepaskan pelukannya. Alea bingung melihat Aqila yang masih berdiri di dekat pintu. Dan Sarah yang jadi orang pertama yang memeluknya.



"Apa yang terjadi Re, Kenapa ada Aqila dan Sarah?" Tanya Alea bingung. Ada yang Alea lewatkan selama ini.



"Ceritanya panjang. Aqila dan Sarah yang nolong aku, Sekarang mereka berdua bakal jadi sahabat kita Al" Ucap Renata kembali memakai Wig dan kaca matanya.



Beberapa saat kemudian. Sarah datang bersama Dokter dan polisi untuk memeriksa dan mengintrogasi Alea. Karna hanya Alea korban yang selamat dalam kecelakaan maut itu.



Alea langsung menangis tersedu-sedu saat tau. Kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan itu. Alea masih dalam keadaan kurang baik. Perlu satu atau dua hari lagi di rawat inap. Agar kondisi membaik.



Pelan pelan. Renata menceritakan semuanya pada Alea tentang keluarga pamannya yang mengambil seluruh harta warisan peninggalan Orang tua Alea. Dan yang lebih buruk lagi. Renata juga menceritakan Kenyataan pahit itu. Bahwa Alea bukan anak kandung kedua orang tuanya.




Sekarang Alea tak berhak lagi tinggal di rumah Pak Tomi dan Bu Dian lagi. Karna rumah itu sudah menjadi milik Pak Topan. Dan barang barang Alea sudah ada di rumah Sarah sekarang.



Mendengar Kenyataan pahit itu. Membuat Alea menangis. Hatinya begitu sakit dengan Kenyataan itu. Padahal Alea begitu bahagia dengan Orang tua Alea Pak Tomi dan Bu Dian. Mereka berdua begitu baik merawat Alea sampe sekarang. Walau sekarang mereka kini meninggalkan Alea sendiri.



Alea masih menangis. Kenyataan pahit itu. Tak mudah ia terima begitu saja. Renata, Sarah dan Aqila hanya bisa terdiam. Bingung bagaimana menenangkan Alea. Mungkin lebih baik seperti ini. Membiarkan Alea meluapkan semua sakit hati dan kesedihan nya. Seperti Renata kemarin.



Alea tak sendiri. Masih ada Renata Sarah dan Aqila yang jadi Sahabatnya kini. Melihat Alea menangis. Membuat Renata ikut menangis bersama Sarah Dan Aqila. Sekali lagi mereka menangis bersama saling berpelukan. Merasakan kesedihan Mading masing.

__ADS_1



Mereka menangis meluap kan semua kesedihan dalam hati mereka masing masing. Untuk kali ini. Mereka berempat menangis. Setelah itu, mereka tak akan menangis lagi.



Keempat gadis itu. Merasakan tentang cobaan hidup mereka yang begitu berat. Di usia Meraka yang belum genap 17 tahun. Mereka saling melengkapi dan memiliki sekarang. Membentuk sebuah keluarga untuk mereka sendiri. Memutuskan menjadi sahabat selamanya sampai maut yang memisahkan mereka.



Mereka akan hidup akur hidup bersama dalam atap yang sama. Menjadi sahabat selamanya.



Setelah keluar dari rumah sakit. Untuk yang terakhir kalinya, Alea datang ke rumahnya. Rumah milik Pak Tomi dan Bu Dian. Alea datang bukan untuk kembali. Namun untuk menanyakan Dimana Orangtuanya di makamkan.



Alea tak mendapat perlakuan baik dari paman dan bibinya terutama anaknya Mili dan Sisi. Yah Alea harus di usir mereka. Untung ada pak Rom yang memberikan Alamat dimana Pak Tomi dan Bu Dian di makamkan. Pak Rom penjaga rumah Alea. Pak Rom masih setia menjaga rumah Pak Tomi dan Bu Dian yang di Rebut Topan dan Ningsih. Pak Rom sudah tua tak bisa mencari kerja lagi. Dengan terpaksa masih bekerja di situ. karna tak bisa mencari pekerjaan yang lain karna usianya.



Ternyata orang tua angkat Alea di kuburkan tak jauh dari komplek rumah Pak Tomi dan Bu Dian.



Alea berjanji, suatu hari Rumah itu akan Alea ambil kembali dari paman nya. Rumah itu begitu berharga bagi Alea. Banyak kenangan indah yang Alea habiskan bersama orang tua angkat Alea di sana. Walau tidak sekarang tapi nanti. Alea bisa mendapatkan rumah itu lagi.



Sampai di pemakaman. Alea menangis lagi. Karna tak bisa melihat kembali kedua orang tua angkatnya. Alea begitu sedih, tak bisa bertemu dengan mereka. Alea masih di temani Renata Sarah dan Aqila.



Sekarang kemana mana mereka bersama. Masa SMA sudah mereka lewati. Yah Walaupun Renata tetep di ejek saat masuk SMA lagi. Karna Anak koruptor. Namun Renata tak peduli. Renata sudah bahagia dengan hidupnya sekarang. Alea pun sudah tak sedih lagi di tinggal orang tua angkatnya. Aqila tak kesepian lagi Dan Sarah berhasil lulus SMA tanpa batuan orangtuanya.



Mereka berempat saling memiliki sekarang. Sarah Aqila Renata dan Alea sudah berdiri kokoh dengan kaki mereka sendiri. Persahabatan Meraka tak tergoyahkan Masa SMA sudah mereka lewati. Dengan begitu luar biasa. Mereka lulus dengan nilai terbaik. Yah walau masih Sarah yang paling tinggi di antara Mereka berempat. Sekarang mereka masuk kuliah dengan jurusan yang mereka Suka.



Sarah mengambil Bahasa Satra. Sarah ingin menyusul kakaknya ke Mesir. Aqila dengan Jurusan Arsitektur bangunan untuk meneruskan perusahaan ayahnya. Karna Permintaan Ayahnya agar Menjadi Orang tua asuh 3 temanya. Aqila harus masuk jurusan Arsitektur bangunan. Aqila menyetujui karna Aqila memang Suka gambar. Renata masuk jurnalistik Karna ingin menjadi Wartawan. Dulu Renata sempat jadi Model. Sekarang Renata ingin berada di balik layar dan Alea ingin menjadi pembisnis Agar bisa mengambil kembali apa yang menjadi miliknya.

__ADS_1



Bersambung..


__ADS_2