
Zaky dan Greyna sedang menikmati malam yang begitu sunyi. Greyna tengah fokus menonton drama korea kesukaannya. Sang suami hanya bisa mendelik kesal. Dokter muda itu merasa terabaikan. Dia berajak dari atas ranjang, akan mengambil makanan ringan untuk menemani kejengkelannya.
"Sayang, kamu mau ke mana?" tanya Greyna seraya menoleh.
"Mau mengambil camilan, habisnya bete! Kamu fokus sama dramanya!" sahut Zaky kesal.
Greyna langsung meletakkan ponselnya. Latas beranjak untuk menghampiri suaminya. Zaky memasang wajah cembeeut sedemikian rupa. Sang istri hanya 'cengengesan' seraya mencubit pipi Zaky.
"Jangan ngambek, Sayang. Coba deh, kamu ikutan nonton, pasti suka." Bujuk sang istri seraya bergelayut manja pada lengan suaminya.
Zaky tak tahan berlama-lama kesal pada Greyna. Lelaki itu luluh juga.
"Iya, Sayang. Aku ke dapur dulu, ngambil makanan. Jadi nontonnya tambah semangat," ucap Zaky seraya mengacak rambut istrinya.
Wanita itu mengerucutkan bibirnya. Lantas merapikan lagi rambutnya. Zaky hanya terkekeh melihat wajah kesal istrinya.
__ADS_1
Sesampainya di dapur, Zaky membuka lemari dekat kulkas. Di situ ada banyak makanan. Zaky mengambil beberapa bungkus camilan dan juga minuman. Setelah yang dibutuhkannya dapat, Zaky bergegas kembali ke kamarya. Namun, langkahnya terhenti saat melewati kamar kakak iparnya.
Ya, saat ini Zaky dan Greyna sedang menginap di rumah Ibu Aisyah. Rasa penasaran yang kuat, Zaky mencoba mendengarkan apa yang terjadi di dalam. Mengapa sampai berisik sekali. Dokter muda itu mencoba menempelkan telingaya ke pintu.
Mata Zaky membulat sempurna. Sesuatu di bawah sana sudah sangat menegang. Bagaimana tidak, suara desahan saling bersahutan tanpa henti. Zaky segera menuju kamarnya. Untung saja dia sudah menikah. Kalau belum? Bagaimana nasib 'junior'nya.
Zaky memasuki kamar dengan napas memburu. Greyna menoleh ke arah suaminya. Merasa aneh dengan sikap suaminya. Zaky menatap Greyna begitu intim, wajahnya yang sudah terbakar gairah menjadi merah bagaikan kepiting rebus.
Zaky mulai mendekati istrinya. Menyelipkan anak rambut Greyna ke belakang telinga. Gadis itu menaruh ponselnya di atas nakas. Mencoba mencari tahu, apa yang terjadi dengan suaminya.
"Mm ... aku--aku, tadi tak sengaja mendengar sesuatu," jawab Zaky terbata.
"Mendengar apa?"
Lantas Zaky membisikkan apa yang dia dengar. Greyna membuka mulutnya, matanya membulat sempurna. Menoleh ke arah suaminya, lantas menelan selivanya. Greyna paham sekarang, mengapa raut wajah suaminya begitu beda.
__ADS_1
Tanpa menunggu persetujuan dari sang istri, Zaky langsung mendaratkan bibirnya ke bibir mungil istrinya. ******* bibir itu dengan mesra. Menyesapnya perlahan, membuat Greyna merasa berada di atas awan. Betapa memabukkannya dokter tampan ini.
Tangan Zaky sudah mulai tak terkendali. Sudah meraba ke mana-mana. Meremas dibagian **** lantas mengecup dan menyesapnya. Menciumnya hingga meninggalkan jejak kemerahan. Greyna sudah berada di ujung kenikmatannya. Rangsangan yang diberikan Zaky begitu membuatnya menggelora.
Akhirnya, Greyna mencapai klimaks pertamanya. Napasnya terengah, Zaky membiarkan istrinya beristirahat sejenak. Setelah Greyna siap, Zaky melanjutkan lagi aktivitasnya yang sempat tertunda.
*******
Pagi sudah menyapa, kedua wanita yang berstatus istri itu, tengah sibuk mempersiapkan makanan untuk sarapan. Greyna menjadi canggung berdekatan dengan kakak-nya. Ucapan suaminya semalam membuat dia merasa malu sendiri.
"Aku mendengar, Kak Zayna mendesah begitu kencang. Erangan dari keduanya begitu jelas terdengar."
Seperti itulah ucapan Zaky semalam. Greyna tak habis pikir, kakaknya yang pendiam itu bisa seagresif itu di atas ranjang. Pantas saja suaminya langsung mengajaknya 'bekerja'.
Memang ya seperti kata pepatah, "yang pendiam itu suka menghanyutkan" Greyna menggelengkan kepalanya tak percaya.
__ADS_1