KISAH KITA

KISAH KITA
Episode 150 Akhir cerita


__ADS_3

Dua bulan sudah berlalu, kini Ryan dan Risa sudah resmi menjadi suami-istri. Pernikahan yang digelar seminggu dari kesepakatan waktu, berjalan dengan khidmat dan juga sederhana.


Pengantin baru itu tengah mandi bersama. Tak ada habisnya keromantisan diantara keduanya. Risa mengerucutkan bibirnya, lelah. Itu yang Risa rasakan. Semalaman dia harus melayani suaminya, pagi ini pun sama.


"Sayang, ayo cepetan! Nanti kita telat lho. Kamu lama banget sih dan-dannya!" gerutu Ryan dari ambang pintu.


Perempuan itu acuh saja. Memangnya siapa yang membuat waktu menjadi lama. Dia bukan? Risa memakai lipstik dibagian akhir riasannya. Sempurna! Wanita itu sudah sangat cantik dengan gaun berwarna pastel. Lantas melangkah menghampiri suaminya yang sudah sangat frustrasi menunggunya.


*******


Di kediaman Zayna sudah ramai. Tamu undangan sudah mulai berdatangan. Wanita yang tengah hamil muda itu sedang duduk di sofa sembari memijat pelipisnya. Pusing sedang menderanya akhir-akhir ini. Beruntung, Zayna tak mengalami mual. Dia menjadi bebas memakan apa pun tanpa rasa takut akan mengeluarkannya lagi.


"Sayang, kamu ke kamar saja kalau begitu. Nanti saja keluarnya kalau acara ijab kabul akan dilaksanakan," bujuk Zain.


Lelaki itu begitu khawatir melihat keadaan istrinya. Wajahnya pucat pasi, padahal sudah memakai make up. Semenjak Zayna hamil, Zain menjadi suami siaga. Padahal yang mengalami ngidam dimoninan dirinya. Zain sering meminta makanan pada tengah malam.


Terkadang lelaki itu di dera morning sicknes. Bahkan kesukaannya membuat kue karena bawaan ngidam. Pantas saja akhir-akhir ini kelakuannya menjadi bertolak belakang dari biasanya.


"Aku gak apa-apa, kok. Sebentar lagi mempelai prianya datang, Mas. Aku duduk di sini saja. Kamu ke depan sana! Sambut para tamu," titahnya pelan.


Akhirnya Zain meninggalkan istrinya di ruang keluarga. Sebab ruang utama dan tengah sudah disulap menjadi pelaminan mini. Kerabat dan para sahabat sudah berdatangan. Sahabat Zain dan Zayna pun sudah sampai.


Arya dan Asty, Ryan dan Risa, Jojo dan Nadya. Ketiga pasangan itu terlihat bahagia. Mereka terlihat semakin dewasa saja. Sekelebat bayangan masa kuliahnya dulu. Zain begitu tak menyangka akan jatuh cinta pada Zayna. Wanita yang menyeramkan menurut versinya.


Ryan-si cowok dingin itu, bisa luluh juga dengan keceriaan dan kecentilan Risa. Sedangkan Arya-cowok paling ramah, paling petakilan, mendapatkan istri seperti Asty. Wanita yang mandiri dan juga cerdas. Jojo dan Nadya yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Mungkin, diantara semua teman, kisah cinta mereka yang tak banyak melalui hambatan.

__ADS_1


Ah ... manis sekali mereka ini. Zain tersadar dari lamunannya, ketika Jojo menepuk bahunya pelan. Lelaki itu tersenyum kikuk. Lantas mempersilakan masuk dan duduk di kursi yang sudah di sediakan.


*****


Pengantin pria sudah duduk di hadapan wali nikah dari keluarga Greyna. Dokter muda itu nampak gugup. Butiran dari dahinya jelas terlihat. Telapak tangan yang dingin dan basah. Membuat orang-orang yang melihatnya mengulum senyum. Toh setiap lelaki juga merasakan hal yang sama, begitu bukan? 


Ijab kabul telah selesai lima menit yang lalu. Zaky mengucapkannya dengan satu helaan napas. Ibu Zaky menyeka bulir bening yang membasahi wajah rentanya. Wanita itu begitu bahagia. Semua orang tampak penasaran, menunggu kedatangan pengantin wanita. Semua mata, memandang ke arah tangga.


Wanita yang memakai kebaya putih dengan riasan bunga melati itu, tersenyum manis. Diapit oleh ibu dan juga kakaknya. Ketiga perempuan itu begitu cantik. Namun, tetap yang di tengah paling cantik. Sebab, dia akan menjadi ratu sehari untuk hari ini. Greyma menerima uluran tangan dari suaminya lantas mencium punggung tangannya. Zaky mencium kening isrtinya mesra. Memberikam satu set perhiasan sebagai mahar.


Hari semakin siang, acara semakin meriah. Para tamu sedang menikmati makanan yang sudah tersedia. Ditemani lantunan lagu romantis yang sudah disediakan WO. Semua pasangan terlarut dalam suasana romantis itu. Lagu milik Yovie and Nuno yang berujudul "Janji suci" itu mampu membius para tamu.


Zayna berada dalam pelukan suaminya. Semenjak hamil, Zayna sangat betah berada dalam dekapan suaminya.


*****


Selepas shalat isya, Gryena dan Zaky nampak canggung berada di atas ranjang yang sama. Keduanya hanya bisa saling melempar senyum. Greyna memakai piyama tidur yang sexy pemberian dari Zayna. Gadis itu sempat menolak.


Sebab, ini benar-benar sexy. Pahanya yang mulus dan belahan dada yang akan jelas terlihat, membuat Greyna merasa malu. Namun, dengan gigih Zayna meyakinkan adiknya. Bahwa ini akan membuat suaminya mabuk kepayang.


Akan sangat tergila-gila padanya. Bahkan Zayna tak segan memberi wejangan yang absurd untuk adiknya. Zain hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah aneh istrinya. Greyna yang polos, hanya menurut saja.


Terjadilah malam ini, dengan memakai gaun tidur pemberian kakaknya. Zaky memberanikan diri memegang jemari Greyna. Wanita itu terperanjat, tetapi sekejap kemudian dia rileks kembali. Entah siapa yang memulai, bibir mereka telah menyatu.


Mereka berusaha untuk mengimbangi satu sama lain. Mungkin karena minim pengalaman, mereka menjadi kesulitan. Sebelah tangan Zaky meraih pinggang istrinya, mengeratkan pelukannya. Greyna sudah merasa kehabisan oksigen. Ciuman mereka terlepas. Mereka beradu tatap.

__ADS_1


Jari Zaky sudah mulai membuka tali pita yang melingkar di perut istrinya. Perlahan tapi pasti, semuanya terbuka. Pasangan itu sudah menanggalkan pakaiannya. Wajah mereka kembali dekat, tak berjarak. Jemari Zaky mendekat lantas menyentuh buah **** istrinya.


Meremasnya pelan, sembari bibirnya tak berhenti beraktivitas di leher jenjang istrinya. Malam pun semakin larut. Namun, keduanya masih belum tuntas melepaskan hasrat. Suara desahan bersahutan dari kamar tersebut.


Sementara itu, di kamar yang lain, Zain tengah melakukan yang sama. Dia berdalih iri dengan pasangan pengantin baru itu. Tak ingin kalah, Zayna dan Zain melakukan aksi yang lebih panas lagi.


"Aku mencintaimu," ucap Zain dengan napas terengah. Mereka baru saja mengakhiri permainan yang menguras tenaga itu.


"Aku juga mencintaimu, Zain Adi Tama," balasnya seraya mendaratkan bibirnya ke bibir suaminya.


Sepertinya malam panjang, bukan hanya milik pengantin baru saja. Mereka pun sama, akan melakukannya lagi dan lagi.


TAMAT


*****


Assalamu'alaikum Readers. Alhamdulillah akhirnya aku bisa menyelesaikan novelku ini. Terimakasih buat kalian yang sudah setia mantengin dari awal sampai akhir. Sudah memberikan dukungan lewar like, komen dan juga vote. Mungkin ada juga yang hanya baca tapi tak like, hehe


Oh iya, mungkin ada sebagian dari kalian yang merasa bingung dengan judulnya. kenapa sih judulnya "Kisah kita" apa maksudnya.


Aku jelasin ya, yang namanya "kita" tuh, bukan hanya 'aku dan kamu' tapi dalam artian luas ya. Makanya aku memasukkan banyak tokoh. Menceritakan bahwa perjalan hidup itu berbeda-beda. Jangan merasa bahwa masalah kita paling berat, tetapi ada yang lebih berat lagi dari masalah kita.


Maaf ya kalo endingnya gak sesuai dengan pikiran kalian 😆 Semoga kalian suka. InsyaAllah akan ada bonus chapter untuk kalian. Oh, jangan lupa mampir juga ke karyaku yang satunya, "Suamiku mahal pujian" kalian boleh cek di profil aku. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak.


See you Readers, Author cinta kalian 🤗😘😍

__ADS_1


__ADS_2