KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter 88 | Waktu Berdua


__ADS_3

Chapter ini sangat pendek, huhu. Otak Ay sudah tidak dapat berpikir banyak lagi—maksudnya Ay lagi puyeng, ntar dikira Ay... udahlah!


...Happy reading:)...


.......


.......


.......


“Na–Natashya?” panggil Anton.


Wanita yang disebut namanya bergeming. Anton ketakutan setengah mati melihat itu, bayangan masa lalu kembali menghantuinya.


Namun, ketakutan itu sirna seketika kala Natashya berbalik. Wanita itu mengerutkan alisnya. “Kenapa?” tanyanya.


Anton menghela napas lega. Ia segera mendekati istrinya dan merengkuh pinggangnya. “Kalau kamu masih ragu buat tidur di kamar ini, kita bisa pindah ke kamar lain. Aku nggak pa pa, kok,” pinta Anton sungguh-sungguh.


Natashya tersenyum kecil, kepalanya menggeleng pelan. “Di sini aja, nggak apa-apa.”


“Yakin?”


“Hm.”


Anton tidak membantah lagi. Ia membawa Natashya masuk ke dalam kamar. Wajah istri Anton itu terlihat tenang, tidak menunjukkan kesedihan seperti dulu.


Huh.. sepertinya istrinya ini memang sudah sembuh. Anton tidak perlu khawatir lag—


Kruyuukk..


“Eh?”


Hening. Keduanya terdiam.


Natashya terkikik geli, sementara Anton merasakan wajahnya memanas karena malu. Perutnya baru saja mengeluarkan suara dangdutan yang khas dan suara itu kencang sekali. Ah! Ini gara-gara dia belum sarapan!


“Ayo makan kalo gitu,” ajak Natashya. Ia melingkarkan tangannya ke lengan Anton.


Keduanya turun lagi ke lantai bawah, duduk di kursi makan dan sarapan bersama. Anton makan dengan selera tingkat tinggi karena Natashya menyuapinya.


“Kita jalan-jalan, ya, habis ini,” kata Anton di sela makannya.

__ADS_1


Natashya tersenyum. “Okay.”


“Kita pergi ke taman, pantai, dan mall.”


“Iya.”


“Kita makan siang di luar.”


“Iya, Nio.”


“Kita makan malam di luar sekalian, ya.”


“Iya.”


“Habis itu kita mampir ke hotel?” Anton tersenyum lebar.


Natashya hanya tersenyum. “Iya, Sayang.”


...❄️❄️❄️...


Sesuai perkataan Anton, pasangan suami-istri yang baru bersatu itu benar-benar pergi ke semua destinasi yang Anton berikan. Dimulai dari berjalan di taman, bermain di pantai, dan berbelanja di mall. Makan siang pun mereka lakukan di restoran.


Dan, Natashya hanya menurut ke mana pun Anton membawanya. Ia lebih memilih untuk menikmati setiap momen yang terjadi daripada membantah sang suami.


Natashya tersenyum kecil. “Kita pulang aja.”


“Kok, pulang?” protes Anton tak suka. Dia masih belum puas berjalan-jalan dengan istrinya.


“Kita habisin waktu di rumah.”


“Hmpt! Nggak mau di luar aja?”


“Nggak, Nio. Nanti aja waktu makan malam.”


Anton akhirnya mengiyakan permintaan Natashya. Ia tidak mau ada keributan saat ini.


“Oke, comeback home! Kita berdiam di kamar seharian!”


...❄️❄️❄️...


Turun dari mobil, Anton langsung menggendong Natashya. Wanita itu memekik kaget, ia memukul dada suaminya kesal. Anton terkekeh saja.

__ADS_1


Bi Jati yang melihat majikannya begitu bahagia turut senang. Akhirnya, pasangan itu kembali dipersatukan. Jangan pisahkan mereka lagi, Ya Allah...


Anton merebahkan tubuh Natashya di ranjang perlahan-lahan. Lantas ia bangkit lagi dan mengunci pintu. Anton ikut berbaring di samping Natashya, memeluk istrinya erat dengan mata terpejam.


“Akhirnya, habis ini aku udah nggak perlu peluk guling lagi,” kata Anton senang.


Natashya tergelak. Ia membalas pelukan suaminya dan menghirup aroma maskulin yang terkuar dari tubuh Anton. Aroma yang selalu menenangkan hatinya.


Natashya berguling hingga tengkurap di atas dada Anton. Ia tersenyum pada suaminya yang terlihat menatapnya penuh damba.


Cup!


Natashya mencium sekilas bibir suaminya. Lelaki itu tergelak senang. Ia menggulingkan tubuhnya lagi hingga Natashya berada di sampingnya.


“Jangan pergi lagi, ya, Sayang. Aku kacau banget satu bulan kemarin,” tutur Anton manja.


“Oh, ya?”


Anton mengangguk yakin. Ia mulai bercerita soal dirinya selama satu bulan ini tanpa Natashya. Wanita itu mendengarkan dengan serius pula. Bibirnya terkulum gemas, ternyata Anton sekacau itu tanpa kehadirannya.


“Jangan pergi lagi, ya, Sayang,” pinta Anton.


“Iya.”


“I love you, my wife.”


Cup!


Anton mencium bibir Natashya sekilas. Lanjut berbaring dengan wajah terbenam di dada Natashya.


“I love you too, my husband.”


Cup!


Satu kecupan mendarat di kepala Anton. Lelaki yang sedang berusaha memejamkan mata itu tersenyum dalam diam. Ia mendusel-dusel di dada Natashya. Satu kata yang tepat untuk menggambarkan situasinya saat ini.


Empuk, hehe.


^^^To be continue...^^^


...❄️❄️❄️...

__ADS_1


Apaan yang empuk dah?😆


__ADS_2