
Sarah masih menangis, Tak tahan menahan sakit hati yang teramat sangat yang ada dalam hatinya. Seharusnya, Sarah tak seperti ini. Sarah dan Nattan tak ada hubungan apa apa. Tapi Sarah merasa sesakit ini. Begitu sakit teramat sakit.
Sampai rumah, Sarah masih menangis. Membuat Renata bingung harus bagaimana?. Sarah masih terus menangis. Hati Renata pun, Merasa iba. Renata pun mencoba memeluk Sarah. Yang sedari tadi terus terusan menangis tanpa henti.
Lama, Sarah menangis. Matanya sudah bengkak. Sarah masih belum mau cerita. Renata hanya bisa menenangkan Sarah saja. Karna Renata benar benar tak tau, apa yang terjadi pada Sarah.
Beberapa saat kemudian. Sarah berhenti menangis saat Alea dan Aqila pulang ke rumah. Semua bertanya pada Sarah dan Renata. Tapi Renata hanya menggeleng kepalanya. Sedangkan Sarah mulai diam. Menghapus air matanya dengan ujung jarinya.
Renata mengembuskan nafasnya begitu panjang. Sekarang Sarah sudah tenang. Membuat Renata tak kuatir lagi.
"Kamu sudah mendingan?" Tanya Renata hati hati. Sedangkan Alea dan Aqila masih memperhatikan mata Sarah yang sudah bengkak.
"Aku juga, ga tau, aku kenapa???"
Renata, Alea dan Aqila semakin bingung. Maksud Sarah gimana?. Kalo Sarah sendiri ga tau. Kita gimana?. Ucapan Sarah itu, membuat ketiga temannya, Tak tau lah, harus bagaimana?.
"Mending, kamu jujur sama kita??" Tanya Renata penuh penekanan.
Aqila dan Alea saling melihat satu sama lain. Tak mengerti maksud Renata gimana?.
"Ini maksudnya apa???" Tanya Alea masih bingung. Masih belum bisa mencerna dan sama sekali tak tau, Sebenarnya, Ada apa dengan Sarah.
"Aku harus cerita apa?. Apa yang ingin kamu tau?" Ucap Sarah bernada tinggi. Karma Sarah sendiri benar benar tak tau dengan hatinya.
__ADS_1
"Kamu, menyukai Nattan?"
Sarah langsung melihat wajah, Renata. Wajahnya serius sekarang. Mendengar nama itu, Membuat Sarah berdebar. Apakah ini yang dinamakan Suka.
"Kamu serius Sar???" Tanya Alea. Merasa tak percaya dengan pertanyaan Renata.
"Tapi, Nattan itu, Nasrani Sar" Ucap Alea lagi. Karna Alea tak percaya kalo Sarah bisa menyukai Nattan yang berbeda agama dengan Sarah yang seorang muslim.
Sarah melihat ke arah Alea. Seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan Alea. Kali ini. Sarah benar benar harus melupakan Nattan. Sarah kembali menangis. Di pikir lagi pun. Sarah dan. Nattan memang tak bisa bersama.
Aqila melihat Sarah, Kini Alea dan Renata benar benar yakin. Kalo Sarah benar benar menyukai Nattan. Mungkin ini cinta pertama Sarah.
"Kita, tak masalah, Kamu mau menyukai Nattan. Itu hak kamu. Cinta tak bisa di paksakan. Dan Cinta juga tak bisa memiliki. Tapi perbedaan kamu dan Nattan begitu besar. Apakah kamu masih yakin sana hari kamu" Tutur Aqila yang mendekati Sarah yang masih menangis.
Sarah terus terusan menangis. Alea, Renata dan Aqila hanya bisa memeluk Sarah. Mereka bertiga ga tau harus bagaimana?. Mereka bertiga tau, Cinta ini yang pertama untuk Sarah. Tapi harus Sarah buang jauh jauh rasa itu. Rasa yang tak mungkin. Sarah bisa gapai Sendiri. Biarlah hatinya yang sudah terlanjur sakit. Dari pada semakin sakit pada akhirnya. Sarah harus me ikhlas kan dari sekarang. Tentang hatinya. Yang sudah terlanjur terluka.
Di sisi lain. Nattan masih bersandar di ranjang rumah sakit. Sikap Sarah tadi itu apa?. Nattan mulai bertanya tanya tentang hatinya. Tak ingin menghayal yang belum pasti. Tak mungkin juga Gadis secantik Sarah, Suka dengan Nattan. Rasanya tak mungkin. Berkali kali Nattan berpikir tentang hatinya tentang Sarah.
Di pikir bagaimana pun juga. Sarah tak akan pernah jadi miliknya. Tak mungkin bisa terjadi. Nattan hanya membuang waktu untuk memcintai seorang Sarah. Yang seorang Muslim.
Sudah sedari tadi, Devia meninggalkan ruangan Nattan. Berkali kali, Devia bilang cinta pada Nattan. Namun Nattan tak merasakan apapun. Hatinya tak bisa memcintai seorang Devia.
Nattan berpikir bagaimana hidup nya ke depan. Sudah terlalu jelas. Nattan tak bisa memiliki Sarah. Gadis Muslimah itu membuat Nattan goyah dengan hatinya. Goyah dengan perasaan nya yang membuat Nattan bingung.
__ADS_1
Walau bagaimana pun juga. Nattan harus melupakan Sarah. Melupakan cintanya. Tapi kenapa Nattan merasa sakit sekali hatinya. Saat harus melepaskan Sarah.
Nattan dan Sarah, sudah Kalah. Sebelum mereka berperang. Bagaimana ini?. Untuk apa cinta ini tumbuh. Bila rasa ini, tak bisa di miliki sama sekali. Tuhan lepaskanlah perasaan ini.. Perasaan ini begitu menyiksa Nattan maupun Sarah.
Sarah di kamarnya. Dan Nattan di ranjang Rumah sakit. Keduanya sedang memikirkan satu sama lain. Rasa cinta yang sudah tumbuh diantar dua anak manusia ini. Begitu besar dan sangat besar. Tapi dua insan manusia ini, Harus mengiklankan Cinta mereka untuk melepasnya. Karna keadaan yang tak akan pernah bisa satukan.
Cinta mereka terhalang tembok yang begitu besar. Bila memaksakan diri mereka berdua melangkah. Bakal banyak orang orang uang tersakiti karna mereka.
Bukanya tak ingin memperjuangkan cinta mereka. Tapi masalah Agama. Begitu sulit di cerna oleh 2 remaja ini. Mereka tak bisa mengambil resiko yang terlalu besar.
Dengan terpaksa, Dua anak manusia ini. Harus melepaskan, merelakan cinta pertama mereka.
Sakit, pasti sangat sakit. Apalagi Sarah terus menangis. Terus menangis dengan ketidak bedayaaan mereka berdua. Tak ada jalan lain. Semua jalan sudah buntu. Mereka hanya bisa menyerah dengan cinta mereka. Yang ternyata sudah masuk kedalam hati mereka yang teramat dalam.
Alea, Renata dan Aqila hanya bisa melihat Sarah di balik pintu. Sarah baru saja merasakan cinta pertama. Tapi rasa cinta yang seharusnya indah. Harus segera di lepaskan. Baik Sarah maupun Nattan. Mereka harus menyerah. Menyerah untuk cinta mereka. Karna Sarah dan Nattan tak menyadari kalo mereka saling jatuh cinta pada pandangan pertama.
Cinta yang begitu indah. kini hanya tinggal rasa sakit. Rasa sakit hati yang teramat besar. Sampai Sarah, tak bisa menahan rasa sakit itu.
Baru kali ini. Sarah dan Nattan merasakan sakit yang teramat sangat sampai membuat dada keduanya terasa sesak. Begitu sesak. Sampai tak bisa berkata lagi.
Luka di hati Sarah ataupun Nattan. Akan terus membekas. Ya Tuhan, salah apa? Kedua insan ini. Sampai mereka harus menanggung rasa sakit ini. Rasa sakit yang begitu dalam. Sampai Sarah dan Nattan tak bisa menahan. Nattan pun menetes kan air matanya. Karna rasa sakit di hatinya.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like yah...