KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Empat Puluh Tiga.


__ADS_3

Aqila masih menangis begitu, Aqila sadar. Aqila masih teringat dengan mimpi itu. Mimpi yang begitu jelas seperti nyata itu.


Perlahan Aqila, menceritakan tentang semua yang Galih ucapkan pada Sarah, Renata dan Alea. Mereka bertiga sama bingungnya dengan Aqila saat ini. Mereka bertiga tak bisa berkomentar harus bagaimana. Sedangkan Aqila masih menangis terus menerus.


Setelah kejadian itu, Galih sudah jarang ke kampus. Galih tak ingin membuat Aqila sedih karna bertemu Galih lagi.


Sudah beberapa hari itu, saat terakhir, bertemu Aqila. Galih mengurung diri di kamar. Galih hanya melihat langit di jendela kamarnya. Galih masih memikirkan tentang nasifnya sendiri. Kali ini Galih benar benar mencintai Aqila. Memcintai kekasih sodara kembarnya itu.


Galih terus menyalahkan wajahnya. Karna sama dengan Gilang. Andai ini, tak terjadi pada Galih. Dan wajah Galih, tak sama dengan Gilang. Mungkin Galih bisa leluasa memcintai Aqila. Galih masih memegang dadanya. Jantung yang ada dalam diri Galih. Terus saja, berdebar begitu kencang. Membuat Galih merasa sesak. Merasa sakit yang begitu teramat sangat menyakitkan. Mungkin ini yang di rasakan Aqila saat ini.


Sudah beberapa hari ini, Aqila seperti orang gila mencari Galih. Namun tak ada satupun yang tau di mana keberadaan Galih. Aqila sampai menangis mencari Galih. Membuat semua keheranan dengan sikap Aqila. Yang begitu peduli dengan Galih.


Aqila, benar benar harus minta maaf pada Galih. Aqila yakin, Galih sudah salah paham tentang nya.


Sedangkan Renata, sekarang sedang asik berpacaran dengan Bayu. Pacar barunya yang sudah beberapa hari ini telah menjadi kekasih Renata. Setelah putus dengan Revan.


Revan begitu murka. Melihat Renata jalan mesra dengan Batu. Revan masih belum menerima kalo Renata mutusin Revan. Revan tak menyadari kesalahannya. Kesalahannya yang sudah berselingkuh dengan Sisi.


Saat Renata dan Bayu, sedang berjalan jalan di sekitar kampus. Tiba tiba saja. Revan menarik paksa tangan Renata, membuat Renata melepaskan tangan Bayu.


Revan menarik tangan Renata, dan menghempaskan tangan Renata sampai Renata akan terjatuh, untuk di tahan Bayu. Yang dengan sigap berlari menolak tubuh Renata yang hampir jatuh ketanah.


Revan masih murka dan berpaling melihat adegan romantis seperti dalam film. Membuat Revan semakin kesal.


Renata langsung beranjak bangun. Melepaskan tangan Bayu, yang sudah menahan tubuh Renata.


"Kamu apa apa sih? tanya Renata sambil membentak Revan.

__ADS_1


"Harusnya aku yang nanya kamu, kamu apa apa an sama curut satu ini" bentak Revan sambil menunjuk muka Bayu.


Bayu terlihat kesal, saat Revan menyebutkan dirinya dengan sebutan Curut. Sebelum Bayu berkata, Renata langsung membentak kembali Revan.


"Hello, kamu lupa. Apa yang udah kamu lakuin ma aku. Dasar tukang selingkuh" bentak lagi Renata, sambil menarik tangan Bayu untuk meninggalkan Revan yang cemburu buta.


Revan, menarik tangan Renata lagi. Menghentikan langkah Renata yang akan pergi meninggalkan Revan.


"Aku belum mutusin kamu Re!" seru Revan memohon.


Renata menepis tangan Revan.


"Aku yang mutusin kamu. Aku benci penghiyanatan" timpal Renata dengan wajahnya yang begitu marah.


Revan memcoba menarik tangan Renata lagi. Namun di hempasan Bayu.


"Renata, cewe aku sekarang" guman Bayu menyeringai.


"PLAK" tampar Renata pada Revan.


Membuat Revan, merasa sakit di bagian pipi yang di tampar Renata. Renata membantu Bayu bangun. Terlihat Wajah Bayu sudah memar bagian pipi sebelah kanan.


"Kamu, ga usah gangu aku lagi. Urus aja tuh, selingkuhan kamu itu!" seru Renata meninggalkan Revan. Yang dalam keadaan sakit di pipi dan juga hatinya.


Revan masih menegang pipinya yang di tampar Renata tadi. Revan tak menyangka Renata begitu marah pada Revan. Revan menyesal sudah selingkuh dengan Sisi. Revan kesal karna semua salahnya sendiri. Yang membuat Renata pergi meninggalkan nya. Revan terus memukul mukul pohon yang ada di sampingnya. Revan masih belum menerima Renata sudah bersama dengan yang lain. Revan terus bergumam kalo, Renata tak bisa bersama orang lain. Selama Revan masih ada.


Renata, membawa Bayu ke klinik kampus. Untuk segera di obati. Renata benar benar merasa bersalah pada Bayu.

__ADS_1


"Maafkan aku" guman Renata, sudah mulai berkaca kaca hampir menangis.


Bayu memeluk erat tubuh Renata.


"Aku ga apa apa" ucap Bayu, untuk meringankan beban Renata yang sudah menangis karna Bayu di tonjok Revan karna dirinya.


"Udah aku ga apa apa" guman Bayu lagi, sambil menghapus air mata Renata dengan ujung jarinya dengan lembut.


Di tempat lain. Alea masih merasa kesal karna, Mili begitu dekat dengan Habibie. Mili bersikap manja pada Habibie. Seakan akan Mili memang sengaja, bersikap seperti itu. Agar Alea kesal.


Tiba tiba saja, Qian datang, duduk di samping Alea. Alea melihat Qian. Bingung dengan Qian yang sama sekali Alea tak mengenalnya.


"Hai!!" seru Qian sambil tersenyum.


Alea tersenyum membalas Qian. Walau masih merasa janggal dengan Qian.


"Kamu pasti lupa yah?" tanya Qian membuat Alea semakin bingung. Tentang siapa Qian sebenarnya.


Di sebrang sana, ada yang jadi kesal saat melihat laki laki lain. Mendekati Alea. Sikapnya langsung berubah pada Mili. Habibie, melihat laki laki itu dengan tatapan tak suka. Mili masih bersikap manja, namun Habibie, benar benar cuek saat laki laki itu mendekati Alea. Habibie, kesal karna kini ada saingan baru yang akan mendekati Alea. Ternyata caranya salah, memanas manasi Alea dengan cara meladeni Mili, mantan pacar Habibie.


Habibie, mulai menyesal sekarang, saat laki laki itu, mendekati Alea.


"Kamu lupa sama aku Lea" tanya Qian lagi.


"Maaf, aku benar benar ga tau kamu. Kamu siapa?" tanya Alea benar benar bingung dengan laki laki yang duduk di sampingnya kini.


Qian tersenyum. Alea benar benar tak mengenali Qian. Qian itu, teman SMA Alea. Dulu badan Qian gemuk. Hanya Alea yang mau berteman dengan Qian. Tepat nya Alea dan Renata yang jadi teman Qian. Qian hanya sekolah di SMA yang sama dengan Alea dan Renata hanya pada kelas satu saja. Karna Qian harus pindah ke luar negri karma pekerjaan Ayah Qian yang di tugaskan kesana. Ke negri Paman Sam. Lama mereka tak bertemu. sekitar 3 tahun lah, Namun Qian sudah benar benar berubah. Sekarang, Qian menjadi laki laki yang tampan dengan tubuh kekar dan roti sobeknya yang membuat setiap gadis mengejar Qian. Beda dengan yang dulu, Saat tubuh Qian yang Gemuk sama sekali tak menarik. Ternyata selama di negri Paman Sam. Qian benar benar diet ekstrim. Dalam waktu tiga tahu. Qian berhasil menurunkan berat badannya sampe 125 kg. Karna saat SMA berat badan Qian mencapai 200 kg lebih. Kebayangkan betapa gemuknya Qian.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like yah. Mampir juga ke dua novel aku ya g lain "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan " Irani Gadis Indigo" terima kasih sudah mampir dan membaca karya aku.


__ADS_2