
Revan melihat Renata sedang makan di kantin kampus bareng Bayu. Revan masih kesel lihat Bayu dekat dengan Renata. Namun saat ini, Revan masih belum bisa berbuat apa-apa lagi.
Revan jadi bahan tertawaan seluruh mahasiswa. Wajah Revan sudah tak jelas. Benar-benar parah. Namun Revan masih pede untuk datang ke kampus.
Renata begitu terkejut, melihat Revan sudah seperti itu. Renata melihat Bayu, Bayu hanya menunduk. Bayu sudah tak bisa masuk kuliah karna di skorr oleh kepala Dekan.
Resti-Ibunya, masih belum menyadari kalau, Bayu di skors. Bayu cuman mencari alasan untuk bertemu Renata.
"Lihat hasil karyamu?" ledek Renata menatap Bayu serius.
"Aku hanya membela diri" bela Bayu.
"Tapi kamu udah buat Revan jadi babak belur"
"Aku udah minta maaf"
"Seharusnya, kamu ga berbuat seperti itu"
"Udah, jangan bahas lagi, Aku korban di sini"
"Lihat kondisi, Revan"
Bayu mengobrak meja, dengan kedua tangannya. Brak, begitu keras sampai semua melihat ke arah mereka. Renata langsung terdiam melihat reaksi Bayu.
Baru kali ini, Renata melihat Bayu marah. Begitu menakutkan sekali, membuat tubuh Renata jadi bergetar. Revan melirik Bayu dan Renata. Revan tersenyum sudah membuat perpecahan antara Renata dan Bayu.
Renata meneteskan air matanya. Bayu terkejut, dengan apa yang di lakukannya membuat Renata menangis.
"Maaf Re" pinta Bayu langsung menggenggam tangan Renata.
Renata masih menangis, hiks hiks hiks. Renata benar-benar takut dengan sikap Bayu. Sebenarnya, Renata tak bermaksud menyalahkan Bayu tentang apa yang terjadi pada Revan. Renata cuman ingin, Bayu tak menanggapi Revan lagi.
__ADS_1
"Maafkan aku Re..." sesal Bayu sudah membuat Renata menangis.
"Aku yang harusnya minta maaf, Aku tak bermaksud menyalahkanmu, Aku hanya ingin kamu tak mengulanginya lagi" guman Renata masih menangis, hiks hiks hiks.
Bayu menghapus air mata Renata dengan ujung jarinya. "Aku janji, ini yang pertama dan terakhir. Bila terjadi lagi. Aku tak akan membalas Revan" ucap Bayu sambil menggenggam erat tangan Renata.
Renata tersenyum.
"Nah gitu dong, kamu senyum" guman Bayu lagi sambil tersenyum.
Revan melirik Renata dan Bayu tak suka. Begitu cepat mereka berbaikan lagi. Revan sedang memikirkan cara lagi. Biar Renata dan Bayu segera putus. Revan benar-benar cemburu saat Renata tersenyum untuk laki-laki lain selain Revan.
Revan begitu egois, Revan tak suka bila Renata bersama dengan yang lain. Sedangkan Revan malah menyakiti Renata dengan berselingkuh dengan Sisi.
Di tempat lain. Aqila sampai di rumah Galih. Ini pertama kalinya, Aqila ke rumah Galih. Ternyata di rumah Galih sudah ada dua orang. Laki laki setengah baya dan gadis yang seumuran dengan Galih dan Aqila. Samar-samar Aqila seperti pernah melihat gadis itu. Namun tak memperhatikan pria tua di sebelahnya
Galih membuang muka begitu melihat kedua orang itu. Dua orang yang tak ingin Galih temuin untuk saat ini.
"Oh iya Lih, tadi Ayah sudah bilang Bunda ada hal yang ingin Ayah sampaikan padamu" ucap Pita-Ibunya Galih. Yang memang sudah tau, dengan apa yang ingin di sampaikan mantan suaminya ini.
"Aqila" pangil Adrian.
Aqila menoleh, Aqila terkejut dengan adanya Adrian di rumah Galih. Namun Aqila cepat berpikir. Gilang dan Galih kembar pasti Ayah mereka berdua sama.
Aqila langsung menyalami tangan Adrian.
"Sudah lama yah kita tak bertemu. Om lihat, sekarang kamu terlihat baik" Guman Adrian sudah mengenal baik Aqila.
Aqila tersenyum, namun masih memperhatikan gadis itu. Aqila jadi penasaran dengan gadis itu.
"Oh iya Qila, ini Devia. Calon istri Om. Dia memang seumur denganmu. Nanti akan jadi Ibu mertuamu, jika kalian menikah" perkenalkan Adrian, sambil memegang bahu Devia. Devia mengulurkan tangannya hendak berkenalan dengan Aqila.
__ADS_1
Aqila menjabat tangan Devia. Namun Aqila masih terkejut dengan Ayahnya Gilang ini. Yang akan menikahi gadis yang lebih muda darinya. Lebih pantas jadi putrinya.
Aqila melihat, Pita-Ibunya Galih, Pita terlihat baik-baik saja. Tak ada sakit hati, atau kecewa. Pita hanya tersenyum saat Aqila melihatnya.
Aqila jadi bingung, dengan kondisi keluarga Galih. Namun Aqila sudah terlanjur masuk. Tak bisa di tarik lagi. Sekarang Aqila sudah menerima Galih. Walau wajah Galih sama dengan Gilang. Namun baik Galih atau Gilang mereka berdua sangat berbeda.
Walau di tubuh Galih ada jantung Gilang. Namun tetap mereka berdua dua orang yang berbeda. Gilang itu, laki-laki yang cuek masa bodo dengan hak yang ada di sekitarnya. Namun Galih, lebih banyak di masukan dalam hati. Galih selalu menanggung sendiri apa yang terjadi di sekitaran. Galih lebih peka dari Gilang.
"Aqila, bila ada waktu datangnya ke pernikahan kami. Kami akan menikah, Minggu ini, di gedung Xx" ucap Adrian -Ayah Galih. Aqila hanya mengangguk.
Adrian dan Devia pun pamit pulang ke tempat mereka. Dan Pita mengantar Adrian dan Devia keluar, terlihat mereka bertiga sedang membicarakan sesuatu.
Aqila mencoba mengetuk pintu kamar Galih.
Tok Tok Tok, tak ada jawaban dari Galih. Aqila pun langsung membuka pintu kamar Galih, Clek, Aqila melihat Galih sesaat sedang meneteskan air matanya. "Bolehkah aku masuk" pinta Aqila. Membuyarkan lamunan Galih. Galih segera menghapus air matanya. Galih menganguk, mengizinkan Aqila masuk kamarnya.
Aqila sengaja, tak menutup pintunya kamar Galih. Aqila duduk di samping Galih. Aqila tak bertanya apa pun walau banyak sekali yang ingin Aqila tanyakan. Aqila ingin Galih yang berbicara sendiri pada Aqila. Bukan atas paksaan dari Aqila.
"Sekarang, kamu melihat aku menangis, Aku cengeng yah" guman Galih sambil tersenyum.
Aqila mengelengkan kepalanya. Aqila tak mengucapka sepatah kata pun. Aqila tetap ingin Galih yang suka rela mengatakan semua ini ada Aqila.
"Ha, akhirnya mereka menikah juga" guman Galih sambil menghembuskan nafasnya dengan begitu berat dan panjang.
"Maaf yah, kamu tak suka dengan Ibu tiri kamu?" tanya Aqila hati-hati.
Huuuhffff Galih menghembuskan nafas panjang. Galih memceritan semuanya pada Aqila. Tentang Devia Tetang Ayahnya. Sebenarnya, Galih malas mengingat masa lalu itu, masa lalu yang menurut Galih begitu menyakitkan. Namun Galih berpikir Aqila harus tau. Tentang semua yang bersangkutan dengan Galih. Mau tak mau, Aqila harus ikut masuk dalam masalah yang terjadi pada Galih pan Ibunya Galih.
Semua karna, Devia wanita pengoda itu. Sudah membuat Keluarga Galih jadi seperti ini, bercerai-berai tak jelas. Galih sampai memceritan semuanya pada AQila sambil menagis menceritakan semuanya pada Aqila membuat Aqila ikut menangis juga. Saat tau, tentang apa yang terjadi pada Galih"
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like yah
Mampir juga ke novel Author yang lain, "Ketika Cinta Menemukan Jalanya " dan "Irani Gadis Indigo" Terima kasih.