KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Tiga Puluh.


__ADS_3

Di mimpi Aqila.


Aqila berjalan jalan di tepian pantai dengan pasir putih dan ombak yang sedang. Aqila Tersenyum melihat seseorang sedang menggandeng tangannya dengan lembut.


"Gilang, jika ini mimpi, aku tak ingin bangun lagi" Guman nya.


Gilang Tersenyum, Dan berhenti. Gilang membelai Wajah Aqila dengan lembut. Gilang menunjuk seseorang yang telah berdiri di belakang mereka. Aqila menoleh. Itu Galih. Aqila melihat Gilang. Namun seolah Gilang memudah pergi seperti buih pada air menghilang sambil tersenyum. Aqila menangis. Namun seseorang mengukurkan tangannya. Belum sempat Aqila melihat Orang itu. Aqila keburu tersadar dari mimpinya. karna seseorang menggoyangkan Tubuh Aqila.


Terlihat Sarah, Alea dan Renata masih menangis. Melihat Aqila. Aqila perlahan membuka matanya.


"Kalian" Gumannya pelan.


Sarah tak berhenti mengucapkan Syukur. karna Aqila sudah sadar. Renata dan Alea tak berhenti menangis langsung memeluk tubuh Aqila yang lemah.


"Aku baik baik saja"


"Kamu, membuat kami Kuatirnya" Ucap Alea bangun dari tubuh Alea bersamaan dengan Renata.


Aqila Tersenyum. Aqila masih mengingat Mimpi barusan. Aqila masih tak mengerti. Apa maksudnya.


Galih terbangun dari tidurnya di bangku rumah sakit. Rasa lelahnya membuat Galih tertidur. Galih bangun dari mimpinya yang sama dengan Aqila. Galih sendiri tak mengerti dengan mimpinya.


Habibie Reno dan Rojak mereka juga tertidur di bangku. Rumah sakit. Mereka juga lelah sama dengan Galih. Nattan masih belum sadar. Padahal sudah 3 jam dari operasi. Galih beranjak Badanya mulai terasa sakit. Galih berjalan ingin memeriksa keadaan Aqila. Galih melihat Aqila di luar kamarnya. Terlihat Aqila sudah tersadar. Galih merasa lega. Galih pun kembali ke tempat duduknya menunggu Nattan Sadar.


Sudah hampir tiga hari Nattan masih belum bangun. Aqila sudah boleh pulang sekarang. Aqila pamitan pada Habibie Rojak Reno dan juga Galih. Karna Aqila pulang terlebih dahulu.


Hati Sarah berat untuk meninggalkan Rumah sakit. Sarah tak bisa melihat Nattan secara langsung. Sarah tak ingin Habibie, Rojak Reno ataupun Galih tau. Tentang perasaan Sarah yang Sarah sendiri. Bingung dengan Rasa di dalam hatinya.

__ADS_1


Sarah pun, melangkah. Terlihat seorang Gadis yang begitu anggun berjalan tergesa gesa. Masuk rumah sakit. Entah siapa yang akan di temuin nya. Gadis itu. Sempat menabrak Sarah. Dan Sarah memaafkan Gadis itu. Karna terlihat gadis itu begitu terlihat cemas.


Sambil menoleh ke belakang melihat gadis itu, berjalan cepat menuju Tempat Nattan dirawat. Sarah masih melihat punggung gadis itu.


Renata menepuk punggung Sarah. Sarah menoleh. Meraka pun pulang ke rumah mereka yang sudah hampir 5 hari mereka tinggal kan. Mereka pulang ke rumah hanya untuk mandi dan ganti baju.


Mereka merindukan kamar mereka yang sudah lama mereka tinggalkan.


Renata langsung. Membaringkan tubuhnya di kasurnya yang nyaman. Begitu juga Alea. Sarah masih belum bisa tidur walau sudah berbaring di kasurnya yang nyaman. Dan Aqila masih memikirkan mimpi itu. Tentang Gilang dan Galih.


Aqila memikirkan itu. Ada Hubungan apa di antara mereka. Sedangkan Sarah, masih memikirkan gadis tadi.


Gadis itu, Langsung masuk ruangan Nattan. Dia menangis melihat keadaan Nattan yang masih belum sadar. Habibie Rojak maupun Reno tak mengetahui Siapa gadis cantik itu. Sedangkan Galih Seperti nya mengenal gadis itu.


Galih langsung masuk ruangan tempat Nattan dirawat. Langsung menarik gadis itu keluar.


"Lepasin aku," Bentak gadis itu, sambil menepis tangan Galih. Masih sambil menangis.


"Kamu kenal, laki laki yang sedang dirawat itu" Tanya Galih sambil menunjuk Ruangan Nattan.


Gadis itu, masih menangis. Tak tau harus bilang apa. Gadis itu. Mencintai Nattan sekarang. Hanya itu jawaban dari pertanyaan Galih.


Galih melihat gadis itu, Gadis itu, Gadis yang di temui Galih saat, Galih masih di rumah sakit dulu. Gadis itu yang selalu menemani Galih. Di saat Galih merasa lemah. Namun Gadis itu hanya menganggap Galih sebagai teman. Karna Gadis itu memcintai orang lain.


Galih memang sudah tak memiliki rasa apapun pada gadis itu. Tapi tetap saja. Bila melihat gadis itu lagi. Hati Galih terasa Begitu sakit. Karna gadis itu. Meninggalkan Galih. Disaat Galih benar benar jatuh cinta pada Gadis itu.


"Jadi karna dia, kamu ninggalin aku" Tanya Galih lagi.

__ADS_1


Gadis itu, mengganguk. Karna Gadis itu, tak tau bakal bertemu dengan Galih. Gadis itu mengira Galih segera mati karna penyakit jantungnya.


"Kenapa kamu masih hidup" Bentak gadis itu.


Habibie, Rojak Dan Reno hanya jadi penonton saat Galih menarik Gadis itu. Yang entah siapa dia. Nattan tak pernah menceritakan tentang gadis itu. Dan terlihat Galih begitu marah pada gadis itu. Mereka bertiga melihat galih dan gadis itu. Dengan pikiran masing masing mereka tentang apa yang terjadi pada mereka sebelum nya. Namun mereka bertiga tak mengerti dengan ucaoan gadis itu. Tentang Galih. Itu jadi pertanyaan dalam hati mereka untuk Galih.


"Jadi kamu menginginkan Aku mati" Ucap Galih dengan suara tinggi tak kalah dari Gadis itu. Mereka tak sadar kalo mereka sedang berada di rumah sakit.


Gadis itu menangis, tak menyangka bakal bertemu lagi dengan galih. Gadis itu sadar betul sudah menyakiti Galih begitu banyak. Tapi gadis itu, tak mencintai Galih sana sekali. Sampe sekarang. Gadis itu hanya mencintai Nattan.


"Aku benci kamu, mendingan kamu pergi dari sini. Aku tak mau melihat mu lagi" Usir Galih.


"Kamu jangan begitu, Aku harus ada di samping Nattan."


"Nattan tak butuh gadis seperti mu yang egois".


"Aku ga akan pergi dari sini, Sebelum Nattan sadar"


Galih menarik Gadis itu. Mendorongnya sampai terjatuh. Galih begitu benci dengan Gadis yang dilihatnya. Terlalu besar gadis itu, menyakitiya sampai Galih bisa berbuat kasar.


Gadis itu, masih menangis. Gadis itu tak menyangka kalo Galih bisa sembuh karna donor jantung entah milik siapa?. Gadis itu, sudah mengancurkan hidup galih. Dengan membuang Jantung yang akan di donorkan pada Galih. Tak hanya satu kali tapi sampai 3 kali. Gadis itu, sungguh tak ingin galih hidup. Gadis itu, pacar ayahnya yang ingin menguasai harta Ayahnya. Namun gadis itu sudah sadar sekarang. Gadis itu. Sudah Tobat. Namun Galih masih belum bisa memaafkan kekakuannya di masa lalu.


Apalagi. Gadis itu, bilang sangat mencintai Nattan. Itu pasti bohong. Ada sesuatu dari diri Nattan yang di incar oleh gadis ini. Itu yang dipikirkan galih. Walau belum mengenal Nattan. Tapi Galih tak ingin. Nattan di bodohi oleh Gadis busuk ini. Begitu bencinya Galih pada gadis ini. Sampai Galih merasa marah dengan melihat lagi Gadis ini.


Habibie, Rojak Dan Reno tak berani menolong gadis itu. Terlihat Galih begitu marah. Mereka tak mau ikut campur. Mereka takut saat Galih marah. Mereka tak mau Galih meminta uangnya untuk perawatan Nattan. Mereka tak punya uang untuk mengganti Uang Galih. Makanya di biarkan saja. Lagipula Galih lebih penting dari gadis itu. Yang tak jelas asal usulnya.


Bersambung..

__ADS_1


Jangan lupa like yah...


__ADS_2