KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Dua


__ADS_3

Hari ini, pertama kali Sarah datang ke kota B. Kota ini begitu asing bagi Sarah. Di kota ini, Sarah hanya sendiri. Sarah sudah meninggal kota kelahirannya demi ingin bersekolah. Tabungannya kini, hanya cukup untuk Tinggal di sini, Satu Bulan. Sarah memcoba menelpon bulenya yang berada di luar negeri. Bulenya sudah 2 tahun ini, tinggal di negri Jiran Malaysia. Ikut suaminya yang menang orang sana.




"Halo Bu Le" Ucap Sarah saat menelpon via interlokal pada Bulenya di Malaysia.



"Sarah, Gimana kabarmu sayang" Ucap Bu Le nya Sarah merasa bahagia Karna di telpon keponakanya.



"Aku ga bisa cerita banyak. Uang ku ga cukup menelpon Bu Le" Ucap Sarah. sambil menangis.



"Baik lah, kamu matikan Ponsel kamu, Dan Bu Ke akan telpon balik kamu dari sini" Ucap Bu Le. nya yang sangat menyanyangi Sarah.



Sarah pun menganguk masih menangis. Beberapa saat kemudian Bu Le nya menelpon Sarah.



"Ada apa sayang?" Tanya Bu Le nya kuatir. karna terdengar Sarah sedang menangis.



"Bu Le, Sarah ada Kota B sekarang. Dirumah Bu Le" ucap Sarah masih menangis.



"Apa?" Tanya Bu Le, terkejut. Bagaimana mungkin Sarah bisa sampai kota B. Bukanya jarak dari Kota S ke Kota B begitu jauh. Apa yang sebenarnya terjadi.



"Aku kabur, dari rumah. Abah tak izinkan Sarah sekolah. Abah malah menjodohkan Sarah sama putranya temen Abah. Sarah ga mau Bu Le. Sarah ingin Sekolah sama kaya Bu Le dan Mas Saiful. Abah ga adil sama Sarah" Ucap gadis itu sambil terus menangis.



"Apa, Abahmu keterlaluan. Bagaimana mungkin dia berbuat seperti itu". Ucap Bu Le nya ikut kesal.



"Aku minta tolong Bu Le bantu Sarah untuk sekolah. Sarah udah ga punya Apa apa. Abah ga memberikan uang sepeserpun sama Sarah. Sarah butuh uang untuk hidup di sini. Tolonglah Bu Le, Bila nanti Sarah sukses nanti. Sarah akan balas Ke baikan Bu Le, Sarah ga akan Lupa?" Ucap Sarah sudah merasa putus asa. Dan bingung. Kali ini Sarah tak bisa menyerah dengan keadaannya. Sarah harus bisa memperjuangkan Mimpinya. Walau tanpa bantuan orang tuanya.

__ADS_1



"Baikah, Bu Le akan berbicara dulu dengan Pa Le mu. Untuk bisa membantumu".



"Terima kasih Bu Le".. Sarah masih menangis.



Bu Le nya menutup telpon interlokal nya. Bu Le Sarah memcoba mendiskusikan tentang Sarah pada suaminya. Namun sebelum itu. Bu Le nya menelpon seseorang dulu. Dan Akhirnya. Bu Kenya menyetujui untuk membiayai Sarah sampai Kuliah nanti. Sarah sangat berterima kasih pada Bu Le nya ini. Karna sudah menolongnya.



Dua hari setelah itu, Sarah sudah mendaftar masuk Sekolah SMA swasta di Kota B. Dengan bantuan Bu Le nya juga Sarah bisa masuk sekolah. Hanya itu yang Sarah inginkan Sekarang.



Sarah langsung masuk. Kelas 10 IPA 2 menjadi murid baru di kelas itu. Suasana Asing di kelas itu. Karna Sarah berkerudung. Hanya Sarah yang berkerudung di kelas itu. Semua memandang Sarah kagum. Kulit Sarah yang putih begitu terlihat Cantik di mata murid murid.



Sarah langsung duduk di bangku belakang. Dekat Seorang gadis yang terlihat bak Boneka. Rambutnya di cat warna pirang. Sekolah ini memang membebaskan para siswanya untuk mewarnai rambut mereka. Baik laki laki maupun perempuan yang penting tidak meroko dan Minum dalam lingkungan sekolah. Selebihnya Tak masalah. Hanya bila Ujian kelulusan Para siswa harus merubah warna rambut mereka jadi warna hitam. Selama ujian


itu berlangsung. Setelah itu. Mereka bebas melakukan apa'pun. Sekolah ini memang sekolah Swasta yang Elit di kota B. Semua Siswa di Sini Slalu berprestasi. Tak kalah dengan sekolah negri.




Tak terasa, Sudah hampir seminggu Sarah bersekolah. Sarah belum bisa berkenalan dengan gadis di sebelah Sarah. Teman teman yang lain Slalu mengajak Sarah keluar duluan. Sarah tak suka teman barunya. Mereka senang bergosip. membicarakan Kekayaannya orang tuanya. Membicarakan Tentang Cowo cowo tampan di sekolahnya. Sarah tak suka dengan obrolan macam itu. Sarah hanya mengiyakan saja. Dengan apa yang di ucapkan mereka.



Sarah masih duduk di kursi dekat kantin. Masih jam istirahat. Dari jauh Terdengar suara teriakan Seorang Gadis. Siswa siswa langsung berhamburan menuju tempat kejadian perkara. Di lihatnya 2 orang gadis sedang berkelahi dengan Gadis itu. Gadis yang duduk di sebelah Sarah. Sedang berkelahi dengan 2 gadis sekaligus.



Gadis itu tak hanya Cantik dia juga sangat Kuat. Perkelahian itu berhenti sampai jam istirahat habis. Salah satu Siswa melaporkan pada guru BK. dan mereka bertiga Langsung di bawa ke ruang BK.



"Gila, Si Aqila itu memang cewe Stress" Ucap salah seorang siswa di kantin itu.



Sarah melihat gadis itu. Gadis itu bernama Aqila. Dia memang cantik dan kuat. Sekali lagi mereka terus membicarakan tentang Aqila. Dan 2 gadis lagi yang bernama Renata dan Alea.

__ADS_1



Mereka terus membicarakan Aqila yang terlihat murka pada 2 gadis itu. Entah apa yang di perbuat 2 gadis itu. Membuat Aqila sampai memukul 2 gadis itu.



Beberapa saat kemudian. Aqila datang. dengan muka sedikit memar di bagian hidung dan bibir. Pipinya terlihat bengkak. Mungkin 2 gadis itu, Telah memukul Aqila.



Dengan hati hati dan diam diam. Sarah melihat Aqila. Kali ini wajah cantik Aqila sudah babak belur.



"Apa liat liat?" Bentak Aqila pada Sarah karna sedari tadi diam diam melihat Sarah.



Sarah menelan Saliva nya. Sarah tak menyangka bila Sarah ketahuan oleh Aqila. Karna sedari tadi, Sarah melihat Aqila.



"Mama af.." Ucap Sarah gugup.



Gadis bernama Aqila itu masih cuek tak peduli. Dia terus memalingkan wajahnya. Sarah kecewa saat itu. untuk pertama kalinya, Sarah mendengar suara gadis yang duduk di sebelahnya. Sarah Kecewa karna gagal berbicara dengan Aqila. Padahal Sarah hanya ingin berteman dengan Aqila. Tapi Aqila nya bersikap seperti itu. Menutup diri tak ingin bersosialisasi. Sarah ingin berteman dengan Aqila. Bagaimana pun, Sarah harus bisa berteman dengan. Aqila. Sarah tak ingin mempunyai Musuh. Sarah tak peduli dengan ucapan temanya. Untuk tidak berurusan dengan Aqila. Namun tetep saja, Sarah ingin berteman dengan Aqila.



Sarah melihat, Aqila begitu kesepia. Tak ada yang mau berteman dengannya. Semua terlihat takut di depan Aqila. Mereka hanya berani berbicara di belakang Aqila. Mereka sungguh sangat Munafik. Sarah benci itu.



Sarah tak tertarik dengan apa yang di bicarakan teman temanya. Sarah hanya ingin berteman dengan Aqila. itu saja. Walau sulit sekali untuk bisa berteman dengan Aqila.



Aqila memasang tembok pembatas. Untuk dirinya sendiri. Aqila anti Sosial. Sarah memcoba berpikir bagaimana cara Sarah untuk berteman dengan Aqila. Itu yang menjadi PR untuk Sarah.



Bersambung



Semoga Kalian Suka dengan karya Aku yang ini. Salam hangat untuk kalian pembaca yang paling Aku sayangi. nantikan Di Chapter selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2