
Sampai rumah, Alea merebahkan tubuh lelahnya. Hari ini, benar benar melelahkan. Alea mulai memikirkan tentang Habibie, kakak kelasnya itu.
Alea tak bisa berpikir jernih. Pikiranya berputar putar. Alea bingung sendiri,entah sejak kapan?, Alea jadi memikirkan cowo. Itu membuat pusing. Baru kali ini, Alea pusing mikirin cowo. Biasanya, Alea anti sama yang namanya cowo.
Habibie dan laki laki itu, yang entah siapa namanya. Membuat Alea gelisah. Semua rasa bercampur di hatinya. Membuat Alea lelah. Lelah dengan sikap Habibie. Sebenarnya bukan Habibie yang salah. Itu karena Mili yang nempel Habibie terus. Makanya Alea merasa sebel. Alea tak menyadari kalo itu cemburu.
Alea yang belum pernah jatuh cinta ini. Di buat tak karuan oleh, seorang Habibie. Masalah Habibie saja, masih membuat Alea bingung. Di tambah, laki laki itu. laki laki itu juga, membuat Alea galau.
Alea berpikir keras, memikirkan laki laki itu. Siapa sebenarnya dia. Ada rasa dekat dengan laki laki itu, namun di ingat lagi, Alea ga punya teman setampan laki laki itu.
Alea mengingat ingat terus menerus, malahan di ingat semua teman SMAnya. Tak ada yang mirip laki laki itu. Alea malah teringat Qian. Laki laki yang super gemuk itu, masa iya berubah menjadi laki laki yang super keren.
Jika itu benar, laki laki itu Qian. Alea lebih suka Qian yang bertubuh gemuk. Semua pikiran pikiran Alea itu, membuat Alea langsung tertidur di kursi sofa, di ruang tamu.
Aqila, beranjak sudah beberapa hari ini. Aqila tak masuk kuliah. Aqila tak bisa berpikir logis lagi. Aqila benar benar kacau. Penampilannya yang seperti orang gila, dengan rambut acak acakan, mata sembab. Dan lebih parahnya Aqila belum mandi, kurang lebih tiga hari.
Sarah, Renata dan Alea bukanya tak peduli dengan Aqila. Mereka bertiga hanya membiarkan, Aqila sendiri. Itu lebih baik dari pada bersama sahabat sahabat nya. Karna bukan teman yang Aqila butuhkan. Aqila membutuhkan Galih. Jadi percuma, ada Sarah, Renata dan Alea. Tak akan membantu Aqila. Makanya, Mereka, membiarkan Aqila sendiri
Aqila melihat cermin, melihat dirinya sendiri yang sudah kacau. Aqila melihat dirinya sendiri. Lima tahun yang lalu. Aqila seperti ini. Malahan lebih parah dari ini. Bahkan sempat ingin bunuh diri.
Sekarang, karna wajah yang sama lagi, Aqila seperti ini. Merasakan sakit lagi, seperti ini. Aqila tak tak ingin kehilangan Galih lagi. Walau nyatanya Aqila sudah benar kehilangan Galih. Entah ada di mana Galih sekarang. Aqila tak bisa menemukan Galih di mana pun.
__ADS_1
Sekarang, untuk apa?. Galih datang lagi, bila pada akhirnya, Galih pergi seperti Gilang. Aqila harus apa?. Kemana lagi, harus mencari Galih. Aqila benar benar putus asa sekarang.
Aqila mencium bau yang tidak sedap. Aqila mengangkat tangan kirinya, di ciumnya keteknya sendiri. "Akkkh" bau sekali. Aqila senyum sendiri. Melihat cermin. Melihat dirinya sendiri, kacau berantakan dan tak jelas.
Aqila pun, masuk kamar mandi, menanggal bajunya dan celananya. Sampai tubuhnya polos. Shower yang mengucur di atas kepala Aqila, membuat Aqila meneteskan air matanya. Aqila teringat Galih lagi. Sekarang Aqila bingung harus apa?. Rasa bersalah yang ada dalam hati Aqila terus terusan mengangu Aqila, sampai seperti ini.
Selesai mandi, Aqila masih terdiam. Masih mengenakan kimono handuk. Membuat Aqila masih terdiam. Aqila benar benar tak bisa konsentrasi dengan baik. Kepalanya sudah sakit memikirkan Galih.
Aqila terlalu di bawa perasaan. Di luar terlihat tangguh berani. Berbeda dengan yang di dalam. Aqila gadis yang paling rapuh di antara, Sarah, Alea dan Renata.
Mungkin yang paling kuat, Sarah. Sarah selalu bisa berdiri sendiri dengan kakinya sendiri. Sarah bisa mengobati dirinya sendiri. Tanpa harus di bantu temanya. Sarah tak ingin, membuat teman temanya, kwartir pada Sarah. Baik, Alea, Renata dan juga Aqila.
Sarah tau, sahabat sahabatnya ini, punya masalah masing masing. Sarah tak ingin menambah masalah Sarah pada, sahabat sahabatnya itu. Makanya, Sarah selalu memendam sendiri, apa pun yang terjadi padanya.
Rasa, peka Renata ini. Membuat Renata selalu di sayang tiga sahabatnya ini. Karna, Renata selalu paling tau, yang pertama tentang sahabat sahabatnya ini. Di banding yang lain.
Sedangkan Alea, gadis yang paling cuek dan paling ga peka di antara ke tiganya. Alea selalu masa bodoh, di antara, Sarah, Aqila dan Renata. Alea kadang terlambat menyadari tentang apa yang terjadi pada Sarah, Aqila dan Renata.
Empat gadis ini, tetap menjadi sahabat walau dengan sifat yang beragam. Membuat Sarah, Aqila, Renata dan Alea menjadi satu, saling melengkapi. Tak sekedar seorang sahabat, namun juga kerabat terdekat yang mereka miliki. Sarah, Aqila Renata dan Alea. Menjadi satu kesatuan yang membuat mereka berempat kuat, tangguh, hebat dan juga keren.
Renata dan Bayu berpisah di parkiran, Bayu pulang duluan. Karna ada urusan penting, yang katanya masalah keluarga. Renata tak ingin ikut campur untuk masalah keluarga. Makanya, Renata membiarkan Bayu pulang duluan.
__ADS_1
Renata melihat punggung Bayu dari tempatnya. Bayu sudah melaju dengan motornya semakin jauh. Renata tersenyum dan berbalik hendak pulang.
Begitu Renata berbalik, Revan sudah berdiri di belakang Renata. Renata tak menyadari dari kapan, Revan sudah berdiri di belakang Renata. Renata begitu malas, melihat Revan. Renata pun, berjalan cuek melewati Revan. Revan yang masih menyukai Renata, memegang tangan Renata. Untuk menghalangi Renata pergi dari sisinya.
Renata menoleh, "Mau apa lagi?" tanya Renata sinis, melepaskan tanganya dari genggaman Revan.
"Bisa, bicara sebentar?" ucap Revan memohon.
"Kaya nya, ga ada yang perlu di bicarakan lagi dech!" seru Renata, mulai melangkah, yang di ikuti Revan dari belakang.
"Re, kita harus bicara!" Revan sudah berdiri di hadapan Renata. Menghalangi jalan Renata.
"Apa lagi?" Renata sudah cukup bersabar. Namun terlihat Renata masih kesal dengan kekakuan Revan. Namun masih menghargai Revan, untuk mendengarkan Revan bicara.
"Re, beri aku satu kesempatan lagi?" pinta Revan, terlihat begitu menyesal karna sudah menyakiti Renata.
"Aku kan udah punya Bayu" Renata berbicara tegas. Menolak permintaan Revan untuk kembali bersama nya. Renata sudah tak ada perasaan lebih bagi Revan. Renata sudah tak menyukai Revan. Karna Renata sudah mulai menyukai Bayu. Menyukai apa pun yang ada dalam diri Bayu. Renata sudah betah bersama Bayu. Bayu selalu memanjakan Renata. Dan Bayu juga begitu memcintai Renata. Itu yang selalu Bayu katakan. Makanya sudah tak ada tempat lagi untuk Revan.
Bersambung..
Terima kasih sudah nungguin novel Author ini. Yang tak tentu Up nya. Author udah usahain, untuk Up tiap hari. Hargai Author dan beri semangat terus yah, biar nambah semangat untuk nulis.
__ADS_1
Di tunggu Like nya, kehadiran kalian, kebahagiaan untuk Author. Karna sudah menghargai dan menyukai karya Author.
Mampir juga yah, ke novel Author yang lain.."Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo" terima kasih🙏🙏🙏🙏🙏