
Qian sudah merencanakan sesuatu, Qian sudah merekam Vidio tentang, pengakuan Sisi pada Mili. Soal janin yang keguguran itu. Janin itu, bukan milik Revan. "Suatu saat ini akan berguna" pikir Qian dalam hatinya.
Melihat Aqila tadi, membuat Mili terdiam. Mili begitu penasaran dengan laki-laki disamping Aqila tadi. Mili ingin tau, siapa laki- laki itu?. Mili sudah mempunyai rencana lain. Orang- orang yang berhubungan dengan Alea harus hancur. Mili tak suka dengan teman-teman Alea. Terutama Renata, gadis itu! Sudah membuat adiknya jadi seperti ini. Mili begitu kesal hari ini. Namun, harus Mili tahan ada Qian. Qian tak boleh melihat Mili dengan waktak aslinya.
Revan benar-benar merasa bersalah, begitu tau janin itu keguguran. Revan menang bukan laki-laki baik. Tapi Revan benar-benar tau soal kenyataan itu.
Sisi memanfaatkan kelemahan Revan kali ini. Sisi membuat Revan terus-menerus merasa bersalah. Dengan begini, Sisi menang. Sisi juga tak menginginkan janin ini tumbuh di rahimnya. Tadinya Sisi memang mau mengugurkan kandungan ini bersama Rei namun malah ke buru keguguran sendiri. Dan Revan menjadi kambing hitamnya.
Qian masih memperhatikan, sedari tadi ada seseorang yang bersembunyi di dekat pintu. Qian tak bisa melihat seseorang itu dengan jelas. Qian yakin itu ayah dari janin yang di perut Sisi.
Revan ada kelas sore, Revan terpaksa meninggalkan Sisi. Begitu juga Mili dan Qian ada kelas. Revan sudah pergi duluan. Sisi ingin ke kamar mandi, Sisi belum bisa sendiri..Makanya minta bantuan Mili. Ini jadi kesempatan bagus untuk memasang kamera. Untuk merekam semua tentang Sisi.
Qian menyimpan kamera itu, di dalam vas bunga dekat meja Sisi. Tempat ini, bisa melihat ke segala arah. Kalau di pasang di sini. Akan terlihat dari berbagai sudut. Cocok merekam kelakuan Sisi.
Qian menyimpan kamera yang sengaja di bawanya sedari tadi. Tak sia-sia Qian membawa kamera kecil ini yang selalu Qian simpan di tasnya. Lama Sisi dan Mili di kamar mandi. Makanya Qian bisa dengan leluasa untuk memastikan kamera itu, tersembunyi dengan aman tanpa di ketahui oleh Sisi.
Qian buru-buru keluar kamar begitu, mendengar suara pintu kamar mandi di buka Mili.
Clek pintu di buka dari dalam kamar mandi. Perut Sisi masih terasa sakit. Sisi berjalan pelan untuk sampai di ranjang tempat tidurnya. Baik Mili atau Sisi tak menyadari kalau, Qian sudah menyimpan kamera tersembunyi untuk merekam semua perilaku Sisi.
Qian berjalan agak menjauhi ruangan Sisi, Qian menoleh ke belakang. Seseorang masuk ke kamar Sisi. Dugaan Qian benar. Qian tersenyum, Qian sudah memasang kamera itu, jadi Qian tak perlu repot untuk memantau dari dekat.
__ADS_1
Qian mampir ke tukang soto depan rumah sakit. Karna, perutnya terasa lapar. Qian memesan semangkuk nasi+soto untuk dirinya sendiri.
Rei masuk kamar Sisi. Mili terkejut begitu Rei masuk.
"Kenapa kamu masuk sekarang, kalau Qian liat kamu nanti dia curiga" guman Mili pelan sambil membantu Sisi baik ranjangnya.
"Dia udah perg!" seru Rei mendekati Sisi yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit karna, sudah di kuret. Akibat dari keguguran yang di alami oleh Sisi.
"Kamu ga bisa seenaknya menemui Sisi"
"Yah, aku ngerti"
"Kamu senengkan, kamu ga perlu tanggung jawab karna, aku sudah keguguran" ucap Sisi sambil meneteskan air matanya.
Rei terdiam. Rei menang tau mau menikahi Sisi. Masa depannya masih panjang. Namun saat melihat kondisi Sisi, Rei merasa Iba dan kasihan.
"Aku bukan ga mau tanggung jawab, aku hanya belum siap, jika harus jadi Ayah. Itu saja" gumanya pelan.
Plak tampar Mili pada pipi sebelah kanan Rei.
"Kamu gila, kamu ga waras, kamu egois. Kamu ingin menang sendiri gitu, membiarkan adikku menanggung semua ini sendiri gitu. Laki -laki macam apa kamu" bentak Mili emosi dan sudah murka pada Rei. Kekakuan Rei membuat Mili marah sampai darahnya naik ke ubun-ubun.
__ADS_1
Rei terdiam lagi. Sambil mengusap pipinya yang di tampar Mili. Rei akui, Rei salah. Namun Rei belum bisa jika harus nikah muda. Mau di kasih makan apa, Sisi dan anaknya nanti. Toh dia sendiri masih numpang hidup sama orang tuanya.
Sisi terlihat cuek, walau masih meneteskan air matanya. Sisi juga, ga mau merusak masa depannya dengan menikah dengan Rei. Rei ga bisa memberikan apa yang Sisi mau. Lagi pula Rei bukan anak orang kaya. Malahan Rei sering minta di traktir Sisi. Laki laki tak punya modal kaya Rei tak cocok jadi suami Sisi.
Sisi ingin menikah dengan orang kaya. Sisi sudah tak mau hidup sudah lagi. Berbagai cara akan Sisi lakukan untuk mempertahankan kehidupannya yang mewah dan Glamor. Jadi Rei bukan termasuk kriteria Sisi.
Sisi sengaja, menjebak Revan. Sisi sudah selidiki keluarga Revan. Keluarga paling kaya di Desanya. Walau Revan di sini merendah. Namun sebenarnya Revan pewaris dari perkebunan dan pertanian dari keluarganya. Revan pewaris terbesar karna, Revan cucu laki-laki satu-satunya. Jadi bagian Revan paling besar.
Menikah dengan Revan, tak akan membuat Sisi miskin sampai tujuh turunan. Makanya Sisi ga mau melepaskan Revan. Walau Revan, hanya memcintai Renata. Sisi tak peduli. Sisi hanya ingin Revan jadi miliknya. Namun janin ini, malah keburu keluar.
Janin pun punya perasaan, tak ingin jadi anak yang bukan jadi ayah kandungnya. Makanya, memilih untuk pergi sebelum dia hadir. Namun ini tak jadi masalah buat Sisi. Sisi akan tidur dengan Revan lagi. Untuk bisa hamil anaknya Revan itu maksud Sisi.
Revan tak tau, kalau Sisi sudah menyelidiki keluarga Revan. Tak ada yang tau, tentang latar belakang keluarga Revan. Revan sudah mengira kalau Sisi, beneran memcintai Revan. Revan jadi merasa bersalah karna, janin itu, keguguran gara-gara Revan. Revan masih mencintai Renata. Sisi yang mengoda Revan duluan. Revan dan Renata, tak pernah melakukan itu, melakukan hubungan terlarang. Seperti yang di lakukan Revan dan Sisi. Revan tidur dengan Sisi, bukan yang pertama kalinya. Revan juga bukan laki-laki baik. Yang polos, seperti Gengnya Habibie, Rojak, Abdul, Nattan dan Reno.
Revan termasuk laki-laki yang harus making love bila jadi pacarnya Revan. Kecuali Renata, Renata gadis baik. Revan sungguh mencintai Renata. Revan tak ingin merusak Renata dengan perbuatan bejatnya. Makanya selama dengan Renata, Revan tak pernah melakukan making love. Beda dengan Sisi. Gadis itu, sudah terbiasa Making Love dengan siapapun. Tak hanya dengan Revan, tadi dengan yang lainya juga.
Bersambung...
Maafnya, untuk sekarang dan seterusnya akan Up setiap hari satu Chapter lagi. ga akan double lagi sampe 2 atau 3 Chapter sehari. Terima kasih sebelumnya.
Like nya jangan lupa
__ADS_1
Mampir juga Ke novel Author yang lain, "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo" Terima kasih