
Sarah pulang, mengendarai motornya. Hatinya sudah tak bisa menahan sakit hati lagi. Langit ikut mendung, hujan pun turun. Sarah menangis, dibarengi hujan yang turun. Sarah tak ingin berteduh. Sarah hanya ingin menangis. Hatinya begitu sakit, saat hanya bisa melihat Nattan, dari jauh tak bisa di miliki apalagi disentuh.
Disisi lain, Nattan melihat jendela di kursi tempat ia bekerja. Di Resto, Nattan sedang kerja. Saat ini, hanya Nattan, dan satu temanya Uki.
Hari itu, Resto sepi. Makanya Nattan dan Uki hanya diam saja, tak melakukan apapun. Karna, menang pekerjaan di Resto sudah selesai, tak ada yang perlu di bereskan lagi.
Uki sibuk main game di ponselnya. Sedangkan Nattan melamun sendiri melihat hujan. Hujan yang begitu deras, membasahi seluru kota. Nattan menatap hujan, pikiranya melayang jauh. Memikirkan gadis yang begitu Nattan cintai, sampai sedalam ini.
Nattan baru pertama kali jatuh cinta. Cinta itu, hanya untuk Sarah. Namun keadaan mereka berdua yang tak mungkin bisa di satukan. Membuat Sarah atau Nattan, hanya bisa melihat dari jauh.
Sarah pulang dalam keadaan basah kuyup. Renata yang melihat itu, buru buru membawakan handuk untuk Sarah.
Sarah hanya diam saja. Saat Renata memberikan handuk untuk Sarah. Mata Sarah sudah merah. Badan Sarah, mulai menggigil. Bibir Sarah sudah berwarna ungu. Wajah Sarah sudah pucat.
"Sarah..."
Belum selesai, Renata berbicara. Sarah langsung memeluk Renata. Sambil menangis. Membuat Renata bingung, harus bagaimana?.
Renata hanya, mengusap kerudung Sarah sebentar. Langsung menyuruh Sarah segera mandi. Karna Sarah sudah basah, kalo tak segera di ganti. Sarah akan sakit.
Sarah sudah selesai mandi. Renata, membawa air dan obat. Ke kamar Sarah. Sarah masih menangis. Renata hanya diam, tak bertanya apapun. Walau sebenarnya Renata ingin bertanya pada Sarah.
Sarah menghapus air matanya, dengan ujung jarinya. Sarah tak ingin terlihat lemah. Aqila dan Alea masuk ke kamar Sarah. Melihat Sarah telah menghapus air matanya.
Terlihat mata, Aqila sudah lebam dan merah. Sudah beberapa hari ini. Aqila menangis, karna Galih. Mata Sarah juga masih merah karna sepanjang perjalanan pulang tadi Sarah menangis.
Alea melihat Renata. Di sini, hanya Alea yang tak tak peka. Walau satu rumah. Alea tak tau apa yang terjadi pada sahabat sahabat nya.
Renata duduk di kasur Sarah. Sarah pun duduk di tengah sambil memeluk boneka kesayangan Sarah. Alea dan Aqila ikutan duduk di kasur Sarah.
"Sekarang gini, Aku ingin kalian saling jujur ma perasaan masing masing. Aku ga mau, ada yang di tutupi. Kita sahabat, ga boleh ada yang di sembunyikan lagi" tutur Renata. Mulai pembicaraan untuk ke tiga temanya yang akhir akhir ini. Selalu menutupi perasaannya.
Sarah masih terdiam, begitu juga Aqila dan Alea bingung harus mulai dari mana.
"Siapa yang mulai duluan?"
"Aku selalu jujur dan terbuka ma kalian, sekarang giliran kalian yang terbuka sama aku" guman Renata pelan. Dan masih menunggu jawaban jawaban dari tiga temannya ini.
__ADS_1
"Aku sebel banget ma Mili, Dia terus terusan nempel ma Habibie" ucap Alea memulai pembicaraan.
"Kamu suka Habibie?" tanya Renata penuh penekanan.
Alea bingung dengan pertanyaan Renata. Renata melihat Alea. Melihat mata Alea yang terlihat bingung. Namun Renata tau, Alea menyukai Habibie.
"Oh iya, Re kemaren aku ketemu cowo sok kenal ma sok dekat gitu ma aku. Dia katanya kenal aku. Aku bingung, setau aku, aku ga punya temen setampan cowo itu dech" tutur Alea lagi.
Renata, berpikir sejenak. Cowo yang di maksud Alea. Mungkin Qian.
"Dia Qian"
"Apa, Qian"
"Tapi kan Qian gemuk Re!" seru Alea masih tak percaya.
"Iya, Dia beneran Qian, teman kita waktu SMA. Dia di luar negri diet, dan berhasil menurunkan berat badannya" jelaskan Renata.
"Kamu kata siapa, Re? tanya Alea masih belum percaya sepenuhnya dengan ucapan Renata.
"Ohw pantas saja"
"Sekarang, aku tanya kamu suka Habibie"
"Aku ga bisa jawab" Alea bingung.
Renata melihat Sarah dan Aqila melamun. Melamun dengan pikiran masing masing.
"Aqila" pangil Renata.
Aqila menoleh.
"Kamu belum cerita ma kita, kamu kenapa?" tanya Renata.
"Galih sodara kembar Gilang" guman Aqila.
"What's?" Alea terkejut mendengar itu. Begitu juga Sarah dan Renata.
__ADS_1
"Galih, sudah jujur ma aku. Dia sodara kembar Gilang, yang tak pernah Galih temui. Galih dan Gilang berbeda, Gilang sehat dan Galih, lemah jantung dari kecil. Mereka berdua terpisah karna nenek mereka tak pernah menyetujui dengan ibu mereka berdua. Makanya mereka di pisahkan..." tutur Aqila sudah menangis tak bisa melanjutkan kata kata nya lagi.
Dada Aqila sudah terasa sesak kembali. Teringat semua itu. Hatinya begitu sakit. Aqila tak bisa memendam lagi rasa sakit itu. Rasa yang begitu menyakitkan bagi Aqila. Sampai bingung harus bagaimana?.
Renata memeluk Aqila, begitu juga Sarah dan Alea. Mereka berempat saling menguatkan satu sama lain.
Saat sudah merasa tenang, berkat pelukan hangat tiga sahabat nya ini. Aqila melanjutkan kata-kata nya lagi, menceritakan tentang Galih yang mendapat donor jantung dari Gilang. Dan semua yang terjadi pada Galih. Dan Tentang salah paham Galih. Yang menyangka Aqila tak ingin menemuinya lagi. Tentang semuanya, terjadi pada hari itu. Saat hari terakhir Aqila bertemu dengan Galih.
"Sekarang, aku ga tau, Galih ada di mana?" tanya Aqila pada diri sendiri. Merasakan sakit yang teramat sangat. Aqila sudah banjir air mata. Ketiga sahabatnya ini. Hanya bisa menenangkan Aqila. Agar Aqila bisa bangkit lagi. Tak terpuruk seperti ini.
"Kita, cari Galih sama sama yah!" seru Renata.
Aqila menganguk pelan.
"Sekarang tinggal kamu Sarah?" tanya Renata melihat Sarah yang sedari tadi melamun.
Aqila dan Alea pun melihat ke arah Sarah.
"Aku jatuh cinta" guman Sarah pelan.
"Sama siapa?" tanya Alea penasaran.
Alea tau, Sarah gadis yang banyak di sukai para pemuda di kampus. Namun tak ada satu pun yang Sarah terima. Sekarang Sarah jatuh cinta. Sama siapa?.
"Nattan"
"What's" Alea terkejut lagi, Alea tak menyangka, dari sekian banyak pemuda yang berada di kampus. Sarah jatuh cinta pada Nattan. Pemuda yang beragama Nasrani ini, bisa membuat Sarah jatuh cinta.
"Kok bisa!" seru Renata ingin tau, kenapa bisa jatuh cinta pada Nattan. Renata sudah menyadari sejak lama. Kalo Sarah dan Nattan ada sesuatu. Namun Renata ingin Sarah sendiri yang bilang. Renata tau, rasa cinta itu. Tak bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta. Kalo pun, bisa memilih. Sarah pasti memilih pemuda yang seiman denganya. Tak mungkin memilih Nattan yang sudah jelas beda keyakinan dengan Sarah.
Bersambung..
Maaf yah baru bisa Up. Author sibuk banget ngurus urusan lain yang lebih penting.
Author ucapkan selamat tahun baru pada pembaca setia novel ini. Dan novel Author yang lain. Walau telat, tapi ga apa apa lah, dari pada tidak.
Like nya jangan lupa yah. Sama mampir juga sama karya Author yang lain. "Ketika Cinta Menemukan Jalanya" dan "Irani Gadis Indigo". Terima kasih.
__ADS_1