KISAH KITA

KISAH KITA
Chapter Empat Belas.


__ADS_3

Secara diam diam laki laki itu. Masih memperhatikan Alea. Sampai Alea selesai membaca bukunya.



Alea melihat jam tangannya. Sudah menunjukan jam 2 siang. Sebentar lagi. Alea masuk kelas sore. Satu mata pelajaran lagi setelah itu Alea pulang.



Reno masih mengikuti Alea, Walau Alea cuek pada Reno. Laki laki itu, ikut keluar dari perpustakaan. Ingin mengikuti Alea untuk masuk kelas mana. Ternyata Alea masuk kelas yang sama dengan laki laki itu.



Reno masih mengikuti Alea. Walau Alea cuek. Dan laki laki itu, Duduk di belakang Alea. Tanpa di sadari Alea. Alea mengikuti kelas sampai selesai. Begitu juga dengan Laki laki itu. Yang masih mengikuti Alea dari Perpustakaan sampai masuk kelas. Alea masih tak sadar.



Sampai menuju parkiran motor. Alea masih tak sadar. Kalo Alea masih di ikuti Laki laki itu. Laki laki itu masih mengikuti Alea dengan motor Metik yang sama dengan Alea. Alea berhenti di taman. Di situ terlihat Sarah sedang menunggu Alea. Sarah pun menaiki Motor Alea. Dan laki laki itu berhenti mengikuti Alea karna Sarah sudah duduk di bonceng Alea.



"Jadi gadis itu, temanya Sarah" Pikir Laki laki itu. Masih berhenti sambil melihat Alea sudah melaju jauh tak terlihat lagi.



Laki laki itu, masih melamun sampai seseorang menepuk punggung nya.



"Kamu kemana aja sih, Aku cariin ga ada" Tanya Nattan sambil menepuk punggung Laki laki itu.



Laki laki itu menoleh pada Nattan dan tersenyum.



"Kamu kemana aja?" Tanya Nattan lagi.



Tanpa menjawab, laki laki itu menyuruh Nattan untuk naik motornya dan pulang ke kosannya.



"Kamu kemana bie?" Tanya Nattan saat di bonceng laki laki itu yang ternyata temanya Nattan, Habibie.



"Ada dech" Jawab Habibie penuh teka teki.



"Cari makan dulu Yoo" Ajak Nattan yang menang sedang lapar.



Terlihat motor Alea sedang sedang parkir di warung baso yang masih sekitar kampus.



"Makan baso gimana? Tanya Habibie.



"Boleh dech" Ucap Nattan tak mengetahui kalo Alea dan Sarah ada di warung baso itu.



Saat masuk warung. Terlihat Alea Sarah, Renata dan Aqila sedang menyantap baso sambil mengobrol sambil ketawa tawa.



Deg.


Hati Nattan dan juga Sarah bergetar saat sepasang mata mereka bertemu. Nattan memcoba tersenyum pada Sarah. Dan Sarah pun membalas senyuman Nattan.

__ADS_1



Hati Nattan dah dig duh tak karuan. Tak menyangka Sarah akan membalas senyuman Nattan. Sedangkan Habibie masih memperhatikan Alea yang sedang menyantap baso. Tanpa Alea Sadari.



Aqila memperhatikan Habibie dan Nattan. Kedua laki laki itu, sedang memperhatikan Sarah dan Alea. Namun Alea melihat Habibie masih tertuju pada Alea.



Nattan langsung menepis hatinya. Segera memesan baso. Karna Aqila mulai memperhatikan mereka berdua. Nattan tak ingin salah paham. Namun Habibie begitu jelas memperhatikan Alea.



"Bie, pesen baso campur atau biasa" Tanya Nattan. Saat Nattan memesan Baso pada penjual Baso Mas Slamet biasa mereka memangil Tukang baso itu. Sudah menjadi langganan Mahasiswa mahasiswa sekitaran kampus selain enak harganya juga terjangkau untuk kalangan anak anak kampus apalagi yang ngekos tak tinggal bareng orang tuan mereka. Yang harus rajin rajin mengirit Uang sampai Orangtua mereka mengirimkan uang pada bulan berikutnya.



"Terserah kamu aja Tan" Jawab Habibie saat Nattan bertanya padanya.



Habibie langsung duduk di pinggir Meja 4 gadis itu. Dan masih memperhatikan Alea yang ada di depannya.



Aqila masih memperhatikan Habibie karna Habibi terus memperhatikan Alea. Habibie pun langsung menyantap basonya begitu Semangkok baso berada di mejanya. Bersama Nattan yang sudah langsung menyantap nya.



Aqila kembali menyantap Basonya.


"La, tau ga tadi Reno deketin aku lagi" Ucap Alea tiba tiba.



Nattan dan Habibie menyantap baso mereka sambil mendengarkan percakapan 4 gadis itu.




"Aku harus giman nih" Tanya Renata.



"Gimana apanya?" Tanya Sarah.



"Tadi Revan, nembak Aku" Ucap Renata pelan.



Semua tersenyum, Mereka bertiga menang menyadari kalo Revan menyukai Renata.



"Ko, kalian malah senyum" Tanya Renata lagi



"Yah, itu terserah kamu" Ucap Aqila cuek.



"Aku masih teroma nihh"



"Yah tinggal Tolak" Ucap Aqila lagi.



"Kila ihh. Kasih solusi kek. Masa jawabannya gitu" Seru Renata sebal dengan ucapan Aqila.

__ADS_1



Nattan dan Habibie tersenyum mendengar percakapan 4 gadis ini.



"Yah, Kalo menurut aku, Itu balik lagi sama Kamu" Ucap Sarah.



"Kalo Saran aku, Terima aja. Revan udah lama loh suka sama Kamu" Ucap Alea sambil senyum senyum sendiri.



"Akh aku bingung" Ucap Renata sambil menyantap Basonya sampai mulutnya penuh.



Aqila terdiam. Aqila masih memikirkan Laki laki yang bernama Galih itu. Kenapa dia hampir mirip dengan Dia. "Siapa sebenarnya Galih" Pikir Aqila yang melamun sejenak.



Sarah memperhatikan Aqila yang melamun. Ada sesuatu yang menggangu pikiran Aqila. Sampai Rumah Sarah akan bertanya pada Aqila tentang ini.



Selesai menyatap baso, 4 gadis ini. Beranjak dari tempat duduk mereka dan secara keluar. Nattan melihat Sarah keluar warung baso begitu juga Habibie yang masih memperhatikan Alea secara diam diam .



Sarah di bonceng Alea, Karna motornya masuk bengkel 2 hari yang lalu. Belum selesai di perbaiki. Renata naik motor sendiri. Begitu juga Aqila. Hanya Aqila yang memakai motor Ninja berwarna hitam sedangkan ke 3 temanya memilih motor metik sebagai kendaraan mereka.



Mereka berempat pulang ke rumah tempat tinggal mereka berempat. Setelah sampai. Mereka langsung merebahkan diri mereka di Sopa rumah Sarah yang kini menjadi tempat tinggal mereka.



Sebenarnya bukan rumah Sarah melainkan rumah bibinya Sarah yang kebetulan kosong. Dan kini menjadi rumah mereka. Menjadi tempat tinggal mereka. Dengan begitu nyaman mereka berempat tinggal di rumah itu.



Renata langsung tidur di Sopa setelah sampai rumah. Renata bisa tidur dimana saja. Kalo Ia sudah mengantuk. Renata tak memperdulikan tempat. Yang penting ia bisa tidur. Selama tempat itu bisa di pake tidur.



"Ha, kebiasaan nih Anak langsung tidur aja" Seru Alea.



"Dia mah, emang kaya bangke" Gerutu Aqila.



"Kila aku denger apa yang kamu bilang" Ucap Renata yang pura pura tidur di Sopa.



Sarah tersenyum. Sarah sendiri jadi kepikiran Nattan. Laki laki itu, membuat Sarah berdebar setiap kali melihatnya. Tapi Sarah segera menepis itu. Bukan waktu Sarah untuk mencari pacar. Sarah harus membuktikan pada kedua orang tuanya. Termasuk Abahnya. Kalo Sarah bisa menjadi sukses tanpa bantuan Abahnya yang sama sama keras kepala.



Sarah duduk di sopa bersama Aqila yang masih memikirkan Galih. Laki laki itu yang mirip dengan Dia. Aqila kepikiran Galih sekarang.



Sarah dan Aqila sedang memikirkan masing masing dari pikirannya yang menggangu hatinya. Hanya Alea yang santai masih menaikan Game di ponselnya tanpa melihat 3 temanya yang Galau karna laki laki . Dan Renata masih pura pura tidur untuk memikirkan baik baik tentang Revan yang tadi sudah menyatakan perasaannya pada Renata.



Bersambung.



Jangan lupa Like yah

__ADS_1


__ADS_2