
Kecelakaan di Tol C. Menjadi vital karna adanya korban jiwa. Korban yang di nyatakan luka berat. Kini telah meninggal semua. Tinggal Alea yang masih keadaan koma di rumah sakit. Dan korban yang di nyatakan hilang. Sudah di temukan 1kilo meter dari tempat kejadian dan dinyatakan meninggal.
Tinggal Alea korban yang selamat dan menjadi saksi atas kecelakaan maut itu.
Paman Topan paman Alea. Sudah menemukan bukti yang kongkrit. Bahwa Alea bukan anak kandung dari Kakaknya. Pak Tomi dan Bu Dian.
Itu membuat mereka senang. Kali ini, Takdir untuk menguasai harta warisan Pak Tomi dan Bu Dian sudah di tangan Paman Topan. Tanpa campur tanganya. Kini Harta warisan yang harusnya jatuh ke tangan Alea. Paman Topan sudah dirubah dengan menyuap pengacara keluarga Pak Tomi. Agar Hak waris itu jatuh ke tangannya.
Kini, Keluarganya bisa hidup enak tanpa harus bekerja dan berpura pura baik lagi di depan Pak Tomi dan Bu Dian. Sekarang Alea bukan jadi halangan lagi. Hanya tinggal mengusirnya dari rumah. Semua beres.
Alea masih di rawat di rumah sakit. Alea masih koma, Sudah tiga hari. Alea belum juga sadar. Sedangkan paman dan Bibinya bersama kedua anaknya sedang berpesta atas kemenangan mereka. Harta warisan itu, Yang jumlahnya tak sedikit kini jadi miliknya. Keluarga itu tak peduli lagi dengan Dosa.
Keluarga paman Topan sudah lama hidup miskin. Karna kebiasaan paman Topan yang senang berjudi. Dan Bibi Ningsih yang suka berpoya poya. Dan kedua anaknya yang sombong senang berpesta. Membuat keluarga mereka menjadi miskin.
Sekarang, dengan merebut harta milik Alea. Membuat mereka merasa menang. Mengapa rezeki nomplok. Namun mereka tak sadar harta tak akan di bawa mati. Dan harta itu akan Segera habis bila di pakai dengan tidak benar.
Renata, Sarah dan Aqila setia menunggu Alea di rumah sakit. Mereka mendengar kabar Alea kecelakaan di televisi. Mereka buru buru datang ke rumah sakit.
Paman Topan tak peduli lagi dengan Alea. Mau hidup mau mati. Terserah saja. Tak ada urusan lagi dengan mereka. Semua barang barang Alea sudah di buang oleh paman dan bibinya ke jalan. Biaya rumah sakit pun Aqila yang membayar. Karna mereka tak mau mengeluarkan uang untuk Alea yang bukan keponakan mereka.
Barang barang Alea, sudah Sarah ambil dan di simpan nya di rumah Sarah. Nantinya setelah Alea sadar. Biar Alea tinggal bareng Sarah dan Aqila dan Renata.
__ADS_1
Ayah Aqila sudah mau, Membiayai Renata dan Alea dan juga Sarah. Sebagai anak Asuh Pak Ardi sebagai Ayah Aqila. Sarah masih mendapat kiriman dari Bibinya. Namun Kirim itu, hanya cukup untuk hidup sehari hari. Sedangkan untuk sekolah nya masih kurang.
Renata dan Sarah sangat berterima kasih pada Aqila juga Ayahnya yang mau memberikan uangnya untuk mereka sekolah sampai kuliah nanti. Ayah Aqila mau Membiayai.
Ayah Aqila, Wijaya Prabu Ardi adalah pemilik Usaha Properti yang paling sukses di negara ini. Wijaya Grup menjadi salah satu pelopor Gaya Rumah Modern di Negara ini. Usahanya mencakup rumah. Apartemen dan juga Hotel. Hampir semuanya punya Wijaya Grup.
Aqila tak akan kekurangan uang. Namun Aqila masih membenci Ayahnya karna meninggalkan Ibunya dulu. Ibu Pitaloka. Dan menikah lagi dengan Tante Angel Sahara salah satu Aktris senior yang paling berhantu di jamanya.
Dari pernikahan kedua Pak Ardi dengan Angel Sahara mereka mempunyai 2 anak laki laki Farel Dan Fasha. Farel kelas 2 SMP dan Fasha kelas 3 SD. Sebenarnya Ibu tiri Aqila sangat sayang Aqila namun Tetap sampai sekarang Aqila tak mau menerimanya. Karna Ibu tirinya. Ibunya meninggal. Itu yang membuat Aqila tak ingin tinggal bareng mereka.
Tak ada yang tau, Kalo Aqila putri dari seorang Pengusaha terkenal. Aqila sengaja tak ingin mengungkapkan Indentitas pada media. Aqila hanya ingin jadi gadis biasa. Aqila juga tak pernah datang ke acara acara penting. Hanya Keluarga terdekat yang tau kalo Aqila anak Pengusaha terkenal.
Pak Ardi sering mengikuti keinginan Aqila. Semoga dengan itu, Hati Aqila akan luluh. Namun sampai sekarang Aqila masih keras kepala tak mau menerima Keluarga baru Ayahnya.
Namun, Akhir akhir ini. Pak Ardi tak mendapat Laporan tentang Kelakuan Aqila yang menyimpang lagi. Ayahnya senang mendengar itu. Teman temannya sekarang. Memberikan pengaruh yang baik untuk Aqila. Makanya saat Aqila meminta untuk Jadi orang tua asuh untuk ke tiga temanya. Ayahnya langsung menyetujui nya. Walaupun Ayahnya tak bersama Aqila. Namun Ayahnya selalu tau tentang perkembangan Aqila. Karna Bodyguard sewaan Ayahnya yang setiap hari selalu melaporkan kegiatan Aqila itu yang membuat Ayahnya senang. Bisa menjaganya dari jauh putri sulung nya dari jauh.
Untungnya sekolah sedang libur karna kelas 12 sedang melaksanakan Ujian. Makanya Sarah Aqila dan Renata bisa bergantian menjaga Alea. Renata masih menyamar untuk mengelabui orang orang di sekitar dengan memakai Wig dan kaca mata. Renata tak ingin orang orang tau tentang indentitas nya. Berita yang tentang Renata masih panas di siarkan di setiap saluran televisi dan media sosial. Semua pasti mengenal Renata. Renata tak ingin di kejar kejar wartawan untuk di jadikan bahan gosip lagi. Renata akan keluar kalo gosif tentang dirinya sudah mereda.
Kali ini, bagian Sarah yang menjaga Alea. Alea masih di rawat masih di infus. Tak ada tanda tanda kalo ia akan sadar. Alea masih betah dengan tidurnya yang panjang.
Di mimpi Alea.
Alea sedang berjalan bergandengan di pinggir pantai bersama kedua orang tuanya. Alea begitu bahagia bisa menghabiskan waktunya dengan kedua orang tuanya.
__ADS_1
Sampai di ujung pantai. Pak Tomi dan Bu Dian berhenti, berjalan.
"Ada apa Yah?" Tanya Alea masih di alam mimpi memakai baju berwarna putih.
"Kamu, harus segera pulang sayang" Ucap Ayah Tomi.
"Alea ga mau pulang yah, Alea betah di sini sana Ayah dan Ibu" Ucap Alea masih memegang erat tangan ayah dan Ibunya.
"Tak bisa sayang, Tempat mu bukan disini. Kamu harus pulang" Ucap Bu Dian sambil tersenyum.
"Alea ga mau pulang" Ucap Alea sambil menangis. Dan di dunia nyata Alea meneteskan Air matanya.
"Sayang, Kamu harus pulang. Sahabat sahabat mu sedang menunggumu. Mereka sangat menyayangi mu. Mereka tulus berteman denganmu. Pulangnya nak" Pinta Ibunya melepaskan tangan Alea.
"Alea ga mau pulang Ayah Ibu. Alea ingin disini" ucapnya terus menangis.
"Kamu harus pulang, Belum saatnya kamu bersama kita. Bila saatnya tiba. Kita akan jemput kamu lagi" Ucap Pak Tomi langsung menghilang bersama By Dian di bawa Cahaya meninggal Alea yang masih menangis.
"Ga Ayah Ibu jangan tinggalkan Alea sendiri" Teriaknya sambil menangis Langsung membangunkannya dari tidur yang panjang.
Bersambung.
__ADS_1
Pembaca setiaku mohon dukungan nya.. jangan lupa Like yah..