Mencintaimu Jalan Menuju Surga

Mencintaimu Jalan Menuju Surga
Bab 27. Malam Pertama


__ADS_3

" Mas mau liat boleh? "


" Malu mas, tapi tutup mata dulu mas nya, inget jangan ketawain pas liat" ucap Aini yang berdiri di hadapan Ammar.


" Kalau mas tutup mata bagaimana mas bisa liat? mas kan suami kamu" ucap Ammar.


" Bener juga sih, mas Ammar kan suami nya jadi dia berhak liat" ucap batin Aini.


"Bismilahi ladhzi lailahailahu".sebelum membuka Aini menyempatkan membaca doa dalam hati.


Gllekkkk saat Ammar menelan slavinanya. Ammar melihat Aini dengan tatapan yang tak di artikan.


Ammar langsung menarik tangan Aini agar duduk di sampingnya, membelai rambut pendeknya dengan senyuman.


" Cantik " ucap Ammar sambil membaca ritual doa


Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".


Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.


Ammar langsung mematikan lampunya. Ceklek... suara lampu mati.


Panggilan masuk ke ponsel Ammar πŸ“² nomor tidak di kenal🎢


Ammar tidak memperdulikan suara telephone yang terus berdering, Ammar masih terus melanjutkan aksi nya yang baru saja di mulai.


Dreettt... dreettt....


" Mas ... "


" Astaghfirullah allazimmm.............. " ucap Ammar yang bangun dari atas Aini.


" Ya hallo kenapa? " ucap Ammar yang mengakat telephonenya dengan kasar dan tanpa salam.


" Assalamualaikum bang...? bang.... hikkssss hiikkksss..... papi bang..... hhikkkssss... " tangis Nabila


" Waalaikumussalam,,,, papi ?" ucap Ammar yang masih bingung


"Papi masuk ICU bang... sedang kritiss keadaannya... maaf Nabila telephone malam malam bang... Nabila gak tau harus nelephone ke siapa lagi... bang Nabila takut" ucap Nabila terus menangis di telephone.


" Astaghfirullah allazim... innalilahi,, kamu tenang ya... semua akan baik baik aja, okk.. "


" Bang Nabila takut,, "


" Kamu di mana sekarang...? "


" Nabila di rumah sakit XXXXX bali bang... "


" Okk kamu tenang dulu, perbanyak istigfar, perbanyak doa ok.. abang akan kesana sekarang ok" ucap Ammar yang langsumg memakai baju kemeja yang ada di depan mata.


" Maaafin abang ya..? abang harus pergi dulu sebentar nanti abang balik lagi, ada keadaan darurat yang harus abang urus. jangan tungguin abang, tidur saja duluan ...sekali lagi abang minta maaf ya abang buru buru... " ucap Ammar yang mencium Aini tanpa tau kalau Ammar sedang salah menyebut dirinya.


Aini hanya terdiam melihat Ammar yang panik dan terburu buru serta salah dalam penyebutan kata, Aini tak membalas pelukan dan ciuman Ammar.


Aini juga tak menanyakan Ammar pergi kemana? siapa yang telephone? urusan darurat apa sampai harus di tinggal dalam kondisi seperti ini.


Aini menetesakan air mata, bak di sambar petir di malam hari, apa lagi ini malam pertamanya malam yang sangat sakral, malam yang di tunggu tunggu oleh pasangan pengantin baru.


Baru saja Aini merasakan di manja bak seorang putri raja oleh Ammar, tapi dalam sedetik di jatuhkan sejatuh jatuhnya.


Aini menyeka air matanya, dia tak mau menjadi wanita lemah di malam pertamanya, Aini bergegas memakai bajunya menutup penampilanya dengan samaran walaupun masih memakai baju muslim syari dan cadar Aini keluar dengan penampilan memakai jaket Ammar dan topinya.


Aini bergegas mencari tau kemana orang yang menjadi suami baru 2 hari nya yang pergi meninggalkanya pas di malam pertamanya.


Aini menemukan jejak mengikuti Ammar sampai ke Rs tempat papinya Nabila di rawat .


Ammar yang tidak tau bahwa istrinya mengikutinya, berlari menuju Nabila.


" Abaaangggg... " ucap Nabila yang menangis sambil memeluk Ammar, Ammar hanya bisa terdiam tanpa membalas pelukan dari Nabila.

__ADS_1


" Gimana ke adaan papi..? " Ammar yang merasa sedih melihat papi yang di pasang segala selang.


" Papi masih kritis kondisinya, hikksss hhikkksss" ucap Nabila yang masih menagis di pelukan Ammar.


" Ok sekarang tenang dulu, kita duduk ya... sekarang kamu ceritakan kenapa papi bisa seperti ini? " ucap Ammar yang duduk di samping Nabila .


" Aku gak tau, tapi pas aku ngasih obat ke kamar hotel papi, papi sudah gak sadarkan diri" ucap Nabila.


" Sudah sudah,,, ada abang disini kamu jangan kawatir okk! "


" Tapi,, kenapa abang bisa di Bali..? "


" Ceritanya panjang,,, " ucap Ammar


" Permisi nona, mohon ikut kami ke ruang administrasi sebentar," ucap susternya.


" Nabila tinggal dulu sebentar ya bang,, " ucap Nabila.


Ammar pun menganguukannya dan masuk kedalam ruangan atas seizin dokter.


" Bagaimana ke adaanya dok? " Tanya Ammar ke dokter di dalam ruangan.


" Kondisinya kurang baik, pasien harus segera operasi untuk pencangkokan, " Ucap Dokter.


" Lakukan yang terbaik dok" ucap Ammar.


" Kami akan memberikan yang terbaik buat pasien, ok kalau gitu saya tinggal dulu." ucap dokter. dan di anggukan Ammar.


" Tuan Ammar..? bisa ikut saya sebentar..? " ucap sekertaris papi


Ammar mengikutinya dan berbicara di luar ruangan, membicarakan soal perjodohan Ammar dan Nabila oleh papinya Nabila.


Ammar kaget saat harus menikahi Nabila demi permintaan papinya, Ammar bingung tidak bisa menjawab permintaan yang di lontarkan sekertaris papihnya Nabila.


Sedangkan di balik penyamarannya, Aini mendengarkan percakapan Ammar dengan sekertaris papi Nabila, Aini merasakan sakit yang bertubi tubi.


Ya.... bagaikan di sambar petir untuk ke 2 kalinya, sudah di tinggal di malam pentingnya, harus melihat adegan dimana suaminya di peluk wanita lain, sekarang mendengar suaminya harus menikahi wanita lain dimana usia pernikahannya baru 2 hari.


Nabila bingung karena tidak membawa uang sepersen pun, ponselnya juga hilang saat sampai di bandara Bali, hanya bisa meminjam ponsel ke orang lain saat mengubungi Ammar.


Sandal juga tak memakai nya saat membawa papinya kerumah sakit dengan mobil Ambulance hanya memakai kaus kaki.


Aini melihat bagaimana Nabila memohon dengan tangisannya, melihat Nabila dari penampilannya dan juga suaranya.


Semua nya yang ada di Nabila Aini mengenal nya, dialah penyelamat hidup Aini. walaupun Aini tak melihat wajahnya, tapi Aini sangat yakin saat mendengar suaranya apa lagi saat Nabila menangis berdoa memohon kepada sang maha cipta untuk kesembuhan dirinya.


Aini lemas sejadi jadinya, berarti orang yang di minta untuk di nikahi suaminya adalah Nabila orang yang sudah menyelamatkan hidupnya.


Istigfar Aini terus mengalir dari b*b*r Aini yang menghampiri Nabila sambil mengelap air mata.


" Pakai punya saya dulu aja sus ini, dan tolong segera lalukan operasinya" sambil menyodorkan ponselnya dan di ambil oleh susternya.


" Sudah.." kata susternya. Nabila terdiam melihat orang lain datang tanpa di ketahui langsung membantunya.


" Hiikkksss hiikksss terimakasi, saya akan menganti nya saat saya bisa balik ke hotel" ucap Nabila yang memegang tangan Aini.


" Sudah gak perlu saya ikhlas membantu nya, anggap ini adalah pertolongan Allah buat kakak melalui saya" ucap Aini yang membalas mengusap tangan Nabila.


" Ma sya allah, itu terlalu banyak,, mana ada orang membantu membayarkan dalam jumlah besar, "


" Udah duduk dulu.. "


" Tentu saja jika allah sudah berkehendak, ini minum dulu,, dan ini pakai sepatunya, " ucap Aini yang mengambilkan air putih dan memberikan sepatu cats yang Aini pakai untuk Nabila gunakan.


" Gak perlu, gak apa apa" ucap Nabila, tapi Aini melepaskan sepatunya dan memasangkannya ke kaki Nabila.


" Hai jangan... " saat Aini memegang kaki Nabila sambil jongkok.


" Gimana sudah angat kan? jadi kaki nya sudah gak kedinginan lagi" ucap Aini selesai memakaikan sepatu ke Nabila.

__ADS_1


" Bagaimana dengan kamu? malah kamu yang tidak memakainya sekarang." ucap Nabila.


Tiba tiba dari kejauhan Aini melihat Ammar sedang mencari Nabila


" Aku gak apa apa, aku langsung pergi dulu ya,, saudara ku sudah menunggu ku, assalamualaikum " ucap Aini yang terburu buru pergi takut ketahuan Ammar.


" Hai tunggu dullu... siapa nama mu..? " ucap Nabila yang lansung berdiri, namun Aini sudah menjauh.


" Alhamdulillah abang nyariin kamu dari tadi, gimana udah selesai?, kamu sama siapa tadi? " ucap Ammar yang berdiri di samping Nabila.


" Alhamdulillah sudah selesai,, tadi berkat dia yang sudah bayarin uang operasi papi dan memberikan aku sepatu nya. " ucap Nabila yang memperlihatkan sepatunya ke Ammar.


" Aini..? " ucap pelan Ammar yang mengetahui sepatu cats istrinya.


" Dimana orangnya sekarang? " ucap Ammar yang mulai panik mencari istrinya di seluruh ruangan itu.


" Kemana perginya Nabila...?! " Bentak Ammar dengan suara kerasnya ke Nabila, membuat Nabila bergetar dan menunjuk arah keluar.


" Astaghfirullah allazim....... ya allah, kamu temeni papi dulu, mas mau pergi mencari orangnya. okk? " ucap Ammar yang salah nyebut dan langsung pergi mencari istrinya.


" Mas...? " ucap Nabila yang ketakutan karena bentakan Ammar.


" Aini...? " panggil Ammar di luar yang mencari istrinya, tapi tak melihat nya.


Jam menunjukan pukul 23 : 23 wib. Ammar melihat ke arah jam tanganya dan menelephone istrinya, nomornya aktif tapi tidak di angkat oleh istrinya.


Ammar membuka ponselnya dan melihat istrinya berada di mana melalui pelacak yang sudah di pasang di ponsel Aini.


" Alhamdulillah .." ucap Ammar yang mengetahui istrinya tidak berada jauh dari posisinya.


Ammar menghampiri salah satu mobil mewah yang sepertinya Ammar kenal.


Tok tok tok... suara ketukan kaca mobil.


" Aini buka pintunya Aini... " ucap Ammar yang panik akan marah istrinya.


Aini hanya diam tak membukakan pintu.


" Frans buka pintunya frans? " ucap Ammar yang mengetahui bahwa orang yang bersama Aini di dalam mobil adalah Frans.


" Aini abang bilang buka,,, maksud maksud mas buka pintunya Aini..!" ucap Ammar yang sadar dia salah sebut.


" Jangan di buka kak,, jalan aja.." ucap Aini.


Mobil pun melaju dan Ammar berteriak dan mengejarnya dengan berlari.


" Aini...... !!!" teriak Ammar, Ammar binggung harus mengejar atau tidak..


" Aakkhhhh... astaghfirullah ya allah.. " Teriak Ammar yang berlutut dan mengusap kasar mukanya.


Ammar pun berdiri dan menghampiri Nabila, ingin rasanya mengejar istrinya dan menjelaskannya tapi tidak untuk saat ini.


" Di mana papi? "


" Alhamdulillah papi sudah masuk ke ruangan operasi, oia mas ehhmm maksud ku bang.. sebelum papi kritis, papi menyuruhku memberikan ini ke abang" ucap Nabila yang sengaja salah nyebut dan memberikan sebuah flasdisk. sekertari papinya pun memberikan sebuah laptop untuk membuka isi dalam flasdist tersebut.


Ammar melihat video yang berdurasikan 1 :30 di dalam isinya tentang pemberitahuan, tentang aset milik perusahaan papinya yang akan jatuh ke tangan Ammar sebagai hadiah untuk menjadi menantunya dan bertanggung jawab atas Nabila seutuhnya dengan menikahinya dan serta merawat adik laki laki Nabila, karena ini permintaan terakhir kalinya untuk bisa melihat Nabila menikah dengan Ammar sebelum ayahnya menutup mata.


Nabila yang mendengarnya yang akan di nikahi oleh Ammar merasa senang tetapi juga sedih dengan wasiat papinya,


Ammar hanya terdiam melihat isinya dan meneteskan air mata.


***Bersambung....


Hai readersss maaf ya apabila mengecewakan kalian saat adegan panasnya,, karena author gak bisa mendiskripsikan seperti di novel lainnya heheh πŸ˜‚.


oia penasaran gak sama give away nya...? sabbar ya...


author mau liat seberapa banyaknya yang like, komen, memberikan vote atau hadiahnya ke author...

__ADS_1


udah sampai di sini dulu ya clue give awaynya..


terimaksi bye.. πŸ‘‹πŸ˜˜***


__ADS_2