
" Assalamualaikum..? Aini?" ucap Ammar yang sudah pulang bersama Nabila.
" Mungkin sudah tidur bang," ucap Nabila yang menaruh belanjaannya di kursi tamu.
" Waalaikumussalam, Tuan dan Nyonya" ucap Bik Nuni yang menghampiri majikannya yang ada di ruang tamu.
" Aini mana bik..? apa sudah makan?" ucap Ammar yang langsung menanyakan istrinya.
" Nyonya sudah makan tuan, barusan aja,, dan langsung naik ke atas,," ucap Bik Nuni.
" Baru makan.?" ucap Ammar dalam hati yang melihat jam tangannya.
" Oh,, ya bik antar kan barang ini ke kamar Aini ya bik, sekalian bawakan map saya di laci kamar Aini ke ruang kerja saya," ucap Ammar.
" Kamu naik duluan ya,,abang mau ke ruang kerja dulu" ucap Ammar yang mengecup kening istrinya agar tidak marah.
" Hmmm abang mau tidur dimana malam ini?" ucap Nabila.
" Mungkin Abang tidur dii...." ucap Ammar yang di potong oleh Nabila.
" Hmmm Bang, Nabila punya hadiah buat abang, tapi ada di kamar Nabila,, Nanti Nabila bawain ke ruang kerja abang boleh..?" ucap Nabila.
" Hmm... Ya,,, " ucap Ammar, Nabila pun senang mendengarnya dan langsung berlari ke atas.
" Hmmm Nabila tunggu,,! hmmm maaf sepertinya untuk malam ini abang tidur di kamar Aini, tapi besok abang akan tidur di kamar Nabila" ucap Ammar yang memberi tahu Nabila.
Nabila yang mendengar ucapan Ammar berhenti menaiki tangga dan mengepalkan tangannya dengan kencang di pegangan anak tangga.
" Ohmm gitu..? " ucap Nabila yang kembali menaiki anak tangga tanpa menoleh ke Ammar.
Ammar langsung bergegas ke ruang kerjanya dan mengecek isi laptopnya, Ammar mengecek rekaman cctv yang ada di rumahnya, setelah melihat rekaman cctv. Awalnya Ammar tersenyum melihat Aini yang sedang uring uringan di tinggal oleh suaminya, tapi kemudian Ammar melihat Aini menemui sosok laki laki yang masih mengenakan helmnya bersama bik Nuni.
Bik Nuni yang masuk ke ruang kerja Tuannya dengan raut wajah ketakutan akibat Ammar yang memasang wajah sangarnya.
" Cepat ceritakan ke saya bik.." ucap Ammar yang tak sabar ingin tau siapa sosok laki laki yang di temui istrinya di sore hari.
Bik Nuni pun menceritakan yang sebenarnya tanpa menambahkan drama sedikitpun.
Ammar yang mengetahui bahwa laki laki itu adalah Shandy, Ammar pun langsung pergi ke kamar Aini yang tidak terkunci.
Saat Ammar masuk ke dalam kamar Aini, Ammar melihat Aini sudah tertidur pulas ,menghadap samping kanan dengan rambut pedeknya yang sebagian menutupi wajah nya .
Melihat Aini tertidur pulas, Ammar tersenyum dengan senang melupakan sesaat rasa cemburunya, tapi itu hanya beberapa saat sebelum Ammar melihat bahwa ada ponsel di telinga Aini sebelah kirinya.
Ammar mendekat dengan penuh curiga dan mengambil ponsel milik Aini, melihat ponsel Aini terhubung dengan nama Shandy. Ammar langsung mendekatkan ponsel Aini ke telinganya dan mendengar semua ucapan Shandy ke Aini.
Sambil mengepal kan tangannya, emosi Ammar sudah tak terbendung lagi saat Shandy mengatakan akan menunggu janda Aini.
"Mimpi saja kau..! jangan harap kau bisa mendapatkan jandanya, karena sampai kapan pu aku tidak akan pernah menceraikannya...! ingat itu..! dan mulai sekarang jangan pernah temui atau menghubungi istri ku lagi... ngerti kamu..!" ucap Ammar marah dengan penuh emosi membuat Aini terbangun dari mimpinya dan melihat suaminya sedang marah marah di telephone.
" Mas..?" ucap Serak Aini mencoba duduk dari tidurnya
Ammar yang melihat Aini bangun langsung mematikan telephonenya.
" Udah... pul... hmmmmppp. " ucap Aini yang mendapat serang mendadak dari Ammar.
Aini yang bingung dan kaget saat suaminya menc*umnya dengan cara paksa, mencoba dengan sekuat tenaga untuk mendorong tubuh Ammar yang sudah mengukungnya dengan sangat kuat.
" Hmmmpp....! " ucap Aini yang ingin menangis mendapat perlakuan Ammar yang agresif.
Tenaga Aini tidak cukup kuat untuk bisa lepas dari c*uman Ammar yang memburu buta.
__ADS_1
" Ma.... aas... hikks hikss" ucap Aini menangis, seketika Ammar menghentikan aksinya dan melihat wajah Aini sudah di banjiri air mata.
" Persiapkan diri mu, mas akan tidur di sini malam ini." ucap Ammar dengan nada dingin nya, lalu beranjak ke kamar mandi.
Aini yang masih bingung atas prilaku suaminya, mencoba mencari tau siapa yang dia hubungi sambil marah marah.
" Shandy..? " ucap Aini.
Aini terkejut saat melihat bahwa, Shandy sudah menelephone nya lebih dari 30 menit.
Aini tau permasalahan perubahan sikap Ammar pada dirinya, tapi Aini tidak tau apa saja yang Shandy sudah katakan sama Ammar.
" Dia nelphone ke gue aja gak tau,, apa lagi omongannya" ucap kesal Aini yang mengelap air mata nya sendiri.
Pintu kamar mandi terbuka Ammar keluar menggunakan handuknya, Aini mencoba mengambilkan pakaian tidur Ammar dan turun ke bahwa menyiapkan Air minum untuk suaminya.
" Minum dulu mas air nya," ucap Aini yang meletakan gelas di samping tempat tidur nya.
Ammar menarik tangan Aini hingga terjatuh di pangkuan Ammar.
" Ingat Aini..! Kamu itu sudah menjadi seorang istri.. istri dari Ammar Abqori...! " bisik Ammar di telinga Aini dengan nada suara yang dingin dan tegas. Aini hanya bisa diam dan menundukan wajahnya.
" Kenapa diam..? Lupa kalau kamu seorang istri ? sampai kamu telephonenan dengan nya di belakang suami mu iya?" ucap Ammar yang sedikit meninggikan suaranya.
" Oh,, bahkan sangking asyik nya kamu sampai tertidur sambil mendengar suaranya iya?" ucap Ammar yang semakin meninggi suaranya.
" Mas,,, bukan be..." ucapan Aini di potong Ammar..!
" Bukan begitu bagaimanaa? ok..! Mas akan buat kamu tersadar kalau memang kamu itu sudah menjadi seorang istri dari Ammar Abqori, sampai kamu akan terus mengingat dan terus mengingatnya bahwa kamu hanya akan menjadi istri dari Ammar Abqori." ucap Ammar yang langsung menc*um Aini dengan paksa.
Aini meringis ke sakitan karena beberapa gigitan dari Ammar di bib*r nya, menahan setiap perlakuan Ammar yang agresif dan kasar.
"Maa....aaasss " ucap Aini menangis.
" Mas Aini mohon jangan seperti ini... saakkkiitt.. hikkss hiikksss" ucap Aini yang memohon.
" Jadi kamu menolak..?! tidak mau menjalankan kewajiban mu sebagai istri..?!" ucap Ammar yang berhenti dari aksinya dan melihat Aini sudah setengah terkuras oleh Ammar.
" Bukan begitu,, " ucap Aini yang langsung memeluk Ammar.
" Aini mau,,, tapi... lakukan lah dengan lembut, karena Aini masih takut,, sakit mas." ucap Aini yang menangis sambil memeluk Ammar.
" Kau tau kesalahan mu Aini?" ucap Ammar tampa membalas pelukan istrinya.
" Ya... Aini sudah tau kesalahan Aini,, maafkan Aini mas,, " ucap Aini sambil menangis.
" Lakukanlah kewajiban kamu sebagai seorang istri" ucap Ammar dengan dingin.
Aini langsung menganggukan nya, dan mulai menjalankan tugas nya sebagai seorang istri.
Dengan modal pengalaman pertama yang pernah Ammar tunjukan waktu malam panjangnya di hotel. Aini hanya bisa mengingat pertama Ammar menyentuhnya dengan lembut dan sekarang Aini praktekan ke Ammar.
Ammar tersenyum melihat dan merasakan perlakuan Aini ke dirinya, Ammar tau Aini belum terlalu mahir dalam urusan ini. Sehingga Ammar pun tidak sabaran dan langsung pindah haluan.
Kini posisinya sudah di kendalikan oleh Ammar. Ammar yang sudah siap menjadi pilotnya siap meluncurkan aksi nya membawa Aini terbang melayang bersamanya.
πΈπ₯
Bandung,
Kini Frans dan anak buahnya siap mengepung lokasi dimana ibunya Veby di culik untuk di gantikan oleh Aini.
__ADS_1
" Semua sudah siap..? tunggu aba aba dari saya" ucap Frans yang siap dengan posisinya.
" Bos apakah bos yakin akan memasukan calon itri bos ke penjara? bagaimana dengan tuan Jhon? dia gak akan pernah memaafkan bos, kalau sampai tau bos memasukan anaknya kepenjara " ucap Kevin kaki tangan Frans sekaligus temanya.
" Banyak bacot loe,, loe di pihak mana si? hah? " ucap Frans yang menodongkan pistol ke sahabatnya itu.
" Wooooowwww tenang sob,,, sampai lebaran monyet juga, gue tetep di pihak loe, selagi loe bayar gue dengan jumlah besar " ucap senyum Licik Kevin sambil angkat tangannya.
" Di otak loe cuma duit doang,, cuuee loe" ucap Frans yang menedang pelan kaki Kevin.
" Hai sabar brother..."
Pada saat yang bersamaan Monica pun keluar dengan bodygardnya, Frans segera menyuruh anak buah nya masuk dari arah berlawanan, sedangkan Frans dan kevin menghadang Monic yang hendak ke luar.
" Hai baby.? " ucap Frans yang menodongkan pistolnya ke arah Monica
" Frans..?" ucap Kaget Monica melihat Frans menodongkan pistolnya ke arah dirinya. Bodygardnya langsung siap siaga melindungi Monic.
" Why..? kaget? liat calon suami mu ada di depan mata?" ucap Frans yang tertawa kecil.
" Mau apa kamu kesini? jangan macem macem kamu, aku akan melaporkan ke daddy kalau kamu berani macam macem sama aku." ucap Monic panik.
" Hahaha macem macem..? bukannya kamu yang sudah macem macem sama saudara mu sendiri? saudara macam apa kamu yang tega menyuruh orang lain untuk memb*nuhnya.?" ucap Frans yang kesal.
" Kenapa ? kamu takut orang yang kamu cintai itu mati di tangan istri mu iya?" ucap Monic
" Hahah jangan lupa Monic, kamu masih calon istri belum jadi istri aku hahah, tapi aku jamin itu gak akan terjadi.. karena aku gak mau punya istri yang mendekam di penjara" ucap Frans.
" Maksud kamu apa?" ucap Monic panik.
" Kevin..!" ucap Frans teriak.
" Wooyyy santai aja manggil nama gue nya bos,, gue di samping loe dan gue kaga budek" ucap Kevin yang meniup kupingnya sendiri pake tangannya karena penging dari teriakan Frans.
" Loe mah begitu ngerusak image aja,,, dah lah cepat panggil" ucap Frans yang sebal dengan sobatnya.
Polisi pun datang dan langsung menyergap lokasi Monica.
" Frans..? kamu..?" ucap Monic yang kesal dengan calon suaminya.
Monica pun di tangkap polisi beserta bodigardnya walaupun harus drama perlawanan dari monica.
Monica di tangkap atas dasar tuduhan percobaan pembunuhan dan penculikan.
" Frans bagaimana pernikahan kita..? seminggu lagi kita akan menikah. kamu tega dengan aku Frans? kamu gak takut sama daddy aku setelah apa yang kamu lakukan sama aku Frans..?" ucap Monica yang di seret polisi.
Frans hanya melambaikan tangan nya dengan senyuman saat Monica masuk ke dalam mobil polisi.
" Wah bener gila loe sob.." ucap Kevin.
"Kalau gue gila... kenapa loe mau bantuin orang gila hah?" ucap Frans pada temannya.
" Bos, korban sudah berhasil kita selamatkan. " ucap Anak buah yang lainnya.
" Good job, bawa dia ke dalam mobil, jangan sampai lecet" ucap Frans.
" Mau di bawa kemana tuh nenek nenek?, jangan jangan loe... mau nikahain tuh nenek nenek setelah loe kehilangan calon istri loe" ucap Kevin.
" Loe...! bacot loe mesti di tembak dulu sepertinya,, baru bisa berhenti ngomong " ucap Frans yang kesal.
" Sory... dah lah... gue mau cabut, mao hang out gue,,, mana bayaran gue,,?" ucap Kevin.
__ADS_1
" Wah, bener bener gue salah pilih kacung,, cue banget loe,,, tuh dah gue transfer... kerja juga kaga,,, minta aja cepat" ucap Frans yang mentransfer ke rekening Kevin"
Bersambung.....