Mencintaimu Jalan Menuju Surga

Mencintaimu Jalan Menuju Surga
45. Terungkap Rey.


__ADS_3

Saat Ammar datang bersama Nabila Aini langsung menarik tangannya dan segera berdiri.


" Maaf tuan saya tidak sengaja membuatnya terkejut" ucap Rey.


Ada rasa cemburu yang timbul di hati Ammar saat Rey mengobati tangan istrinya, Ammar melihat ke arah Aini meminta penjelasan tapi Aini hanya terdiam menunduk.


" Sudah jangan terlalu abang pikirkan, Biar Nabila yang mengobatinya, Sekalian panggil Bik Nuni untuk membersihkannya." ucap Nabila yang mengusap punggung Ammar.


Aini langsung di tarik tangannya oleh Nabila ke kamarnya dan mengambil kotak obat untuk mengobati luka Aini.


Nabila mengobatinya dengan telaten, Aini yang melihat Nabila dengan lembut mengobatinya sama percis dulu saat Nabila mengelus tangannya dan berbicara padanya saat Aini dalam ke adaan sakit.


" Terimaksih kamu selalu menjadi obat untuk penyembuh ku" ucap Aini tanpa sadar membuat Nabila heran dengan ucapannya.


" Selalu..?, sudahlah, ini hanya luka kecil, aku gak mau membuat bang Ammar terlalu kawatir karena dia sedang banyak pekerjaan yang harus di selesaikan." ucap Nabila


" Banyak pekerjaan?" ucap Aini bertanya.


" Iya, tapi karena bang Ammar ingin pulang cepat karena kawatir sama kamu jadi,, bang Ammar hanya bisa membawa kerjaannya ke rumah." ucap Nabila yang menjelaskannya ke Aini.


Aini merasa tersindir dengan ucapan Nabila, seolah olah Ammar terpaksa pulang sore hari karena dirinya.


" Aku harap untuk kedepannya kamu tidak membuat bang Ammar selau kawatir terhadap kamu, aku gak mau cuma gara gara kekawatirannya bang Ammar, dia jatuh sakit, karena kalau sampai bang Ammar jatuh sakit dia itu susah untuk minum obat. dia akan memaksakan dirinya untuk terus bekerja demi perusahaan yang ayahnya bangun dari nol. Karena tidak mudah baginya untuk bisa ada di posisi saat ini." ucap Nabila.


" Maaf, aku memang belum paham banget tentang kehidupan Mas Ammar, tapi aku sebagai istrinya tau betul harus berbuat apa yang aku lakuin untuk suami aku. jadi kamu gak usah kawatirin aku yang akan selalu nyusahin suami aku" ucap Aini yang terpancing kesal oleh Nabila.


" Heh,,, Kamu tau? Aku dan bang Ammar itu sudah mengenal sejak kecil, aku yang selalu ada si sampingnya, mengenal bang Ammar lebih lama dari pada kamu, dia bukan hanya sosok abang saja bagi ku, tapi,,, juga segala galanya bagi ku, bukan hanya bang Ammar saja yang sakit bila kamu menyakitinya, tapi aku jauh lebih sakit ketika kamu menyakitinya." ucap Nabila seolah olah mengancam Aini.


Ada sedikit kesal di hati Aini dengan omongan Nabila yang selalu membuatnya berfikir ulang untuk menghadapi madunya.


" Aini..?" ucap Nabila yang berdiri di depan pintu sebelum dia keluar.


Aini melihat ke arah Nabila.


" Apakah aku boleh meminta bang Ammar sepenuhnya malam ini untuk ku..?" ucap Nabila.


Deg, ada rasa perih di hati Aini saat Nabila meminta Ammar sepenuhnya menjadi miliknya malam ini.


" Mba Nabila adalah istrinya mas Ammar juga, kenapa harus minta izin sama aku? kalau mas Ammar yang meminta hak nya sama kamu, itu adalah kewajiban mba Nabila untuk melayaninya aku gak punya hak untuk melarangnya." ucap Aini yang menghampiri Nabila.


" Daannnnnn......kalaupun hati mas Ammar jatuh sepenuhnya milik mba Nabila. Aini tidak bisa mencegahnya walaupun Aini sangat mencintai Mas Ammar." ucap Aini balik ketus dengan senyum dingin.


" Bahkan,,,,,, Aini bakalan melepaskan mas Ammar untuk mba Nabila, apabila di hati mas Ammar cuma ada mba Nabila saja. Karena Aini bukan tipe orang yang seperti mba Nabila bayangkan " ucap Aini yang pergi meninggalkan Nabila.


Kesal dengan omongan Aini yang berbalik menyerang, Nabila hanya diam menahan emosi sama istri pertama suaminya.


Di sisi lain.....


Ammar terus memperhatikan Rey yang terus menatap kue kering berbentuk kelinci yang sedang di bersihkan oleh asisten rumah tangga Ammar.


" Eehhememm.." deheman Ammar membuat Rey tersadar dari lamunanya.


" Maaf bos" ucap Rey yang fokus lagi untuk bekerja.


" lima menit menit kita break dulu, untuk sholat magrib berjamaah" ucap Ammar.


Masih dengan rasa cemburunya, Ammar mencoba fokus dengan pekerjaannya sampai lima menit telah berlalu begitu saja.


" File sudah saya kirim semuanya bos" ucap Rey.


" Bagus, kalau gitu kita ke masjid terdekat, kita sholat magrib dulu" ucap Ammar yang berdiri dan keluar dari ruang kerjanya yang di ikuti oleh Rey.


" Bang sudah mau pergi ke masjid?" ucap Nabila yang menghampiri Ammar.

__ADS_1


" Iya, abang minta tolong sama kamu ya buat menghandle anak anak ngaji" ucap Ammar.


" Ya bang, abang tenang saja." ucap Nabila yang mencium tangan Ammar.


" Aini kemana? apa tanganngnya sudah baikan?" ucap Ammar yang lagi lagi menanyakan istri pertamanya saat dia tidak melihatnya. Rey tidak terlalu sadar saat Ammar menyebut nama Aini.


" Mungkin di kamar nya" jawab singkat Nabila dan di anggukan oleh Ammar.


Ammar pun pamit bersama Rey ke masjid, sedangkan Aini dan Sarah sholat di dalam kamar, yang terpisah oleh Nabila.


Setelah selesai sholat Ammar melanjutkan pekerjaannya bersama Rey di ruangan kerja, hingga pukul 07 : 05 pm.


Tok tok tok..


" Bang..? Sholat isya dulu sudah adzan" ucap Nabila


" Astaghfirullah. ya terimaksi udah mengingatkan Abang, " ucap Ammar dan segera pergi dengan Rey untuk sholat.


Setelah selesai sholat Ammar mengajak Rey untuk makan malam bersama, sudah ada Aini dan Nabila yang sedang menyiapkan makan malam di meja makan.


Ammar tanpa sungkan mempersilahkan Rey untuk duduk didekatnya.


" Sudah, jangan sungkan, " ucap Ammar


" Terimaksi tuan" ucap Rey.


" Bang, biar Nabila yang ambilkan ya" ucap Nabila yang mengambilkan Nasi dan sayur kesukaan Ammar sop iga dengan piring terpisah.


Sedangkan Aini tanpa suara mengambil sendiri makanannya, saat selesai mengambil nasi, tangan Aini tidak sengaja bersentuhan dengan tangan Rey saat mengambil ikan bakar gurame kesukaan mereka berdua.


" Astagfirullah allazim," ucap kedua nya bersamaan.


" Maaf," ucap Rey yang langsung buru buru minta maaf. Aini hanya terdiam tanpa melihat Rey.


Selama makan hanya Nabila yang selalu melayani Ammar, sedangkan Aini hanya terdiam dan fokus untuk makan. Aini tidak berani untuk membuka suara saat ada Rey, entah perasaan takut atau apa yang Aini rasakan saat membayangkan Rey mengenali suaranya.


" Abang mau mencoba ayam goreng ?" ucap Nabila.


" Ambilkan Mas ikan bakar" ucap Ammar tiba tiba dengan nada dingin sambil melihat Aini yang sedang fokus makan.


Aini tidak menghiraukan Ammar yang menyuruhnya, karena Aini pikir ada Nabila yang dari tadi terus melayani Ammar.


Rey yang dari tadi hanya fokus makan tidak mau tahu urusan pribadi atasannya.


" Aini,..!" suara tinggi Ammar membuat Aini terkejut.


" Huukkk hhukkk hhukkk" batuk Aini yang bersamaan dengan Rey. yang lagi lagi membuat Ammar merasa heran dengan Rey dan juga Aini.


Aini langsung meminum air, begitu juga dengan Rey, Rey sangat kaget saat atasannya menyebut nama yang sama dengan orang yang selama ini di rindukan Rey.


" Abang sudah kenyang, abang mau melanjutkan pekerjaan dulu, " ucap Ammar berdiri dan pergi dari meja makan.


Nabila menyusul Ammar meninggalkan Aini berdua dengan Rey, Rey melihat Aini yang sedang merapihkan piring yang di tinggal oLeh Ammar dan Nabila.


Rey yang ingin menghampiri Aini, tapi dia urungkan karena dia tau atasannya sudah menunggu nya.Rey masuk dengan perasaan bersalah atas prilakunya di ruang makan tadi.


" Kirim semua hasil laporan dari proyek di kota Xxx " ucap Ammar dingin yang masih cemburu dengan Rey.


Ammar menyadari memang salah dia tidak memperkenalkan istri pertamanya dengan Rey, yang Rey tahu hanya Nabila lah istri Ammar.


Jam menunjukan pukul 9 : 00 pm. Semua pekerjaan beres dengan tepat waktu berkat kepintaran dan cekatan Rey dalam menjalankan tugasnya.


" Saya senang dengan hasil kerja kamu," ucap Ammar.

__ADS_1


" Terimakasih bos atas pujiannya saya pamit pulang dulu" ucap Rey


Saat Rey keluar dari pintu ruang kerja Ammar. Lagi lagi Rey tidak sengaja menambrak Aini yang membawa biskuit dengan toples plastik, sehingga tidak pecah seperti tadi sore hanya biskuit yang berserakan ke lantai.


" Maaf saya tidak sengaja." ucap Rey yang membantu mengambil kue biskuit berbentuk kelinci. tanpa di duga Rey memperhatikan kue kelincinya lebih dekat, saat Rey masih dengan bayangan rindunya melihat kue biskuit kelinci. Aini langsung mengambil kue kelinci dari tangan Rey.


Ammar pergi keluar ruangan kerja hendak melihat keributan apa yang terjadi di depan ruang kerjanya, tapi Nabila yang mau mengambil air minum di bawah sambil melihat ponsel tanpa sengaja menyenggol Aini yang sedang mengambil kue biskuit dari tangan Rey, membuat Aini jatuh ke pelukan Rey.


" Adduhhh appan tuh,,, sakiit" ucap Nabila yang terjatuh di samping Aini Rey.


Ammar membuka pintunya dan melihat Aini sedang berpelukan di lantai bersama Rey, Rey yang melihat wajah Aini begitu dekat, melihat sorot mata Aini terdapat tanda di alis kanan Aini, Rey langsung mengenali Nur Aini


" Nur Aini" ucap Rey pelan yang hanya di dengar oleh Aini.


" Astaghfirullah,,, Aini...!" teriak Ammar yang penuh emosi dan menarik paksa Aini agar menjauh dari Rey.


" Aauuuwwhhh" keluh Aini saat Ammar manarik dengan kasar.


" Apa apaan kamu " ucap Ammar yang marah.


" Mas sakit,,, Aini tadi gak sengaja menjatuhkan kuenya ,,, trus kak Al cuma bantuin aja, tiba tiba mba Nabila nyenggol Aini dan... dann..." ucap Aini yang menjelaskan dengan jujur.


Nabila yang juga terjatuh tidak di bantu oleh Ammar untuk berdiri.


" Maaf bos,,,, ini salah saya, karena saya tadi tidak sengaja menabrak Nur pas membuka pintu." ucap Rey yang mencoba menyelamatkan orang yang di rindukanya.


Nabila yang berdiri sendiri merasa terkejut dengan omongan Aini yang sepertinya sudah mengenal Rey asissten Ammar.


" Heh..! " nafas kasar Ammar.


" Jadi kalian sudah saling kenal..? pantas saja" ucap Ammar yang berkabut gelap penuh emosi.


Aini dan Rey pun hanya terdiam tanpa menjawab perkataan Ammar.


" Sejak kapan kalian kenal?" ucap Ammar penuh emosi.


" Dia adalah calon ist...." ucap Rey yang di postong Aini.


" Dia temen ngaji Aini dulu mas, waktu Aini masih di Indonesia" ucap Aini tergesa gesa memotong ucapan .


Rey pun kecewa dengan ucapan Aini. Aini tahu pasti ini akan menyakitkan buat Rey, apalagi Ammar suaminya kalau Ammar tahu bahwa Rey adalah tunangannya dari kecil.


" Nur...! "


" Kenapa kamu memanggilnya Nur..?" tanya kasar Ammar.


" Karena dia ..."


" Kak Al stopp...! mending kamu pulang aja" ucap Aini berteriak ke Rey


" Kenapa? apa kamu lupa? atau malu mengakuinya? karena aku hanya seorang Asissten? iya ..!" ucap kecewa Rey.


" Apa maksud kamu bentak dia..?" ucap Ammar.


" Karena dia tunangan aku, Nur Aini adalah calon istri aku." ucap Rey dengan lantang ke Ammar sambil menarik baju lengan Aini ke sampinya.


Deg jantung Ammar berdenyut sakit mendengar ucapan dari asistennya Rey.


" Rey...!" Teriak Ammar yang sudah kalang kabut dengan Emosinya.


" Kalau kamu tidak mau saya pecat, sekarang juga lepasin tangan kamu dari Istri saya...!" ucap Ammar.


Deg deg deg, denyut jantung Rey berdegup sakit saat mendengar atasanya bilang bahwa calon istrinya adalah istri atasanya.

__ADS_1


Bersambung,,,


__ADS_2