Mencintaimu Jalan Menuju Surga

Mencintaimu Jalan Menuju Surga
Bab 70. Terbongkar Hamil.


__ADS_3

Polisi berlarian mengejar para penjahat sebagian ada yang tertebak di kakinya. Namun, Big Boss beserta anak buah lainnya berhasil menyelamatkan diri.


Hujan yang awalnya gerimis semakin kencang melanda jalan raya yang terlihat sepi.


"Astagfirullah, darah ya Allah" ucap Ammar yang mengusap darah dari kaki istrinya, yang kini terbaring pingsan di pelukan Ammar.


"Jo... loe bawa Frans ke rumah sakit dan Ammar loe bawa Nabila istri loe pulang, biar gue bawa Nur ke rumah sakit. "


"Aini istri gue, gue yang berhak bawa Aini ke rumah sakit. bukan loe! minggir loe! "ucap Ammar yang membopong Aini di tanganya dan membawa masuk mengunakan mobil polisi.


Rey langsung menyusul Ammar bersama Nabila.


"Sayang, kamu harus kuat! " tangisan Ammar pecah di dalam mobil.


"Pak mohon lebih cepat pak." ucap Ammar ke polisi.


"Sayang sabar ya, bentar lagi kita sampe di rumah sakit. Kamu harus kuat sayang, ada aku disini." Rancau Ammar tak karuan.


"Ya allah, ampunilah dosa dosa ku ya allah, selamatkanlah istri ku ya allah, aku sangat mencintainya ya allah, engkau boleh mengambil segala harta ku, mengambil jabatan ku, asal jangan engkau ambil dia dari ku ya allah. aku masih membutuhkannya ya allah, aku masih ingin beribadah lebih lama lagi bersamanya ya allah. aku berjanji ya allah akan mengutamakan kebahagiaannya di atas kepentingan ku ya allah, kabulkan lah doa ku ya allah" do'a Ammar yang menangis sesugukan dalam mobil yang tak perdulikan imagenya di depan polisi.


Rs. Citra Bangsa.


"Dok tolongin istri saya dok, tolong selamatkan dia dok" ucap Ammar berlari sambil menggendong Aini di tanganya yang sudah berlumuran darah.


Para medis langsung bersigap siaga membawa tempat tidur pasien, Ammar langsung meletakan Aini di atasnya dan segera di bawa masuk ruang UGD.


"Tolong selamatkan dia dok, sus. " Mohon Ammar sambil menangis.


"Bapak tenang dulu ya pak, mohon tunggu di luar ya pak, kami akan semaksimal mungkin menangani pasien" ucap suster yang menutup pintu ruang darurat.


Sementara Rey dan Nabila menghampiri Ammar yang masih berlutut di depan pintu Ruang Darurat sambil menangis.


Nabila yang baru pertama kali melihat Ammar begitu terpuruk, begitu hancur, begitu rapuh saat orang yang dia cintainya menderita.


Hati Nabila sangat sakit melihat Ammar begitu hancurnya menangisi Aini, memohon mohon untuk keselamatan Aini. tak terasa air mata Nabila menetes membasahi pipinya.

__ADS_1


"Bang," ucap Nabila yang menghampiri Ammar sedang berlutut di bawah sambil menangis dan mengelus pundak Ammar dengan lembut.


"Aini, Nabila... hiks hiks hiks, dia kesakitan di dalam."


"Ya bang, sabar! Kita tau Aini orang yang kuat. Dia pasti bisa melewatinya bang," ucap Nabila yang menguatkan Ammar suaminya.


"Tapi darahnya banyak Nabila, kenapa bukan Abang aja yang merasakannya, asalkan jangan Aini, Abang siap menggantikan posisinya. Biar abang yang merasakannya Nabila, aakhhhhaahhaahhhh... " Ammar yang menangis tanpa memperdulikan apapun


"Istigfar bang, istigfar! semua sudah terjadi, jangan seperti ini kasian Aini bang, kita berdoa buat kesembuhanya biar Aini kuat."


"Abang sayang sama Aini, Nabila... Abang gak mau kehilangan dia Nabila, abang akan melakukan apapun buat dia Nabila, asalkan jangan seperti ini, sakit Nabila... sakit hhhiks hiks hiks" ucap Ammar dalam pelukan Nabila.


"Iya Bang, Nabila tau Abang sayang sama Aini, kita semua sayang sama Aini, udah abang tenang ya, kita berdoa bareng bareng buat kesembuhan Aini" ucap Nabila yang menenangkan Ammar


Rey yang hatinya sangat sedih melihat sang pujaan hati berada di dalam ruang gawat darurat, dan melihat Ammar yang seperti orang gila melihat orang yang sama sama mereka cintai terbaring lemah tak berdaya membuat Rey sadar.


Ammar begitu mencintainya, ada rasa sedikit cemburu saat melihat Ammar yang kawatir terhadap orang yang di cintainya. Tapi, Rey juga merasa senang, karena orang yang di cintainya berada di tangan yang tepat.


Mungkin Rey harus benar benar ikhlas menerima takdir yang harus menjadi sepasang adik kakak bukan sepasang kekasih halal, saatnya Rey memberi restu untuk Ammar dan Aini dengan lapang hati.


"Jangan kawatir, gue gak akan ngerebut Aini dari loe, gue akan memberi kalian restu, karena biar gimanapun, Aini sekarang sudah jadi adek gue," ucapan Rey membuat Ammar merasa tenang sedikit.


Beberapa menit kemudian, orang tua Rey dan Robbet datang, Robbet yang melihat Ammar dari jauh langsung menghampiri Ammar yang sedang duduk dan langsung menarik bajunya.


Buuggghh...


Pukulan mendarat di wajah Ammar dengan sangat keras.


"Astagfirullah," ucap semua orang panik, saat Ammar di pukul oleh Robbet.


"Ayah kecewa sama kamu" marah Robbet ke Ammar yang tersungkur di di bawah.


"Maafin Ammar yah," ucap Ammar yang merasa bersalah.


Robbet menarik lagi baju Ammar dan hendak melayangkan pukulan ke dua kalinya di wajah Ammar tapi Zul melerainya.

__ADS_1


"Jangan gegabah, ini di rumah sakit, kamu sedang berada di negara hukum," ucap Zul mengingatkan.


Beberapa saat kemudian pintu terbuka, dokter keluar, semua orang panik dan menayakan keadaan Aini.


"Bagaimana dok keadaan putri saya," ucap Robbet.


"Oh begini pak, pasien memang mengalami pendarahan, Alhamdulillah janin di dalam perut pasien cukup kuat, jadi masih bisa di selamatkan, untungnya pasien di bawa ke rumah sakit pada tepat waktu. untuk sekarang kondisi pasien kurang cukup baik karena banyak memar di sekitar tubuhnya."


Mendengar ucapan dokter bahwa di dalam perut Aini ada janin yang selamat membuat semua orang terkejut senang. terutama Ammar suaminya.


"Apa dok? maksud dokter istri saya hamil?" ucap Ammar yang tak percaya.


"Iya, selamat ya pak, anda akan menjadi ayah, anak dan istri anda cukup kuat" ucap dokter.


"Alhamdulillah" ucap semua orang yang ikut merasa senang Ammar akan menjadi seorang ayah.


"Ma sya allah, allhamdullilah ya allah" ucap Ammar yang langsung sujud syukur.


"Pasien untuk sementara akan di pindahkan di ruang rawat inap, karena kondisi pasien belum cukup kuat untuk bisa di bawa pulang sekarang" ucap dokter.


" Terimkasih dok " ucap Robbet senang dan berjabat tangan sama dokternya.


***Bersambung...


Terimakasih buat kalian yang masih setia menunggu dan membaca karya receh author, salam hangat untuk orang yang kamu sayang.


jangan lupa


like


komen


vote


dan hadiahnya ya,,, see you next time. 😘***

__ADS_1


__ADS_2