
" Gak apa apa mas,, Aini dan ibu masih bisa tidur di hotel kita kok, udah mending duitnya simpen aja buat keperluan yang lain. " ucap Aini.
" Ya sudah kalau kamu gak mau pindah hotel sama ibu, biar mas sama Nabila yang pindah Hotel, gak apa apa kan Bil? " ucap Ammar yang melihat Nabila hanya terdiam.
" Mas dengerin Aini,, mas harus balik ke hotel Nabila ok," ucap Aini yang langsung bergantian melihat Nabila.
" Mba Nabila, selamat ya, semoga menjadi keluarga yang sakina mawadah warohmah, maaf Aini gak bisa kasih kado buat pernikahan kalian, tapi Aini sudah berusaha membuatnya semoga kalian suka akan hadiah sederhana yang Aini kasih" ucap Aini yang memeluk Nabila. yang hanya diliat oleh Ammar.
" Jangan anggep Aini musuh mba ya,,, walaupun Aini istri pertama mas Ammar, Aini mau jadi Adiknya mba Nabila," ucap Aini yang mengusap air matanya.
" Saya akan usahakan, " ucal Nabila dengan dingin.
Aini langsung naik ke dalam mobil Frans, mobil pun menjauh tapi Ammar masih melihat dengan tatapan yang kosong.
" Kalau abang mau ke tempat Aini silahkan Nabila gak keberatan dan Nabila gak akan bilang ke papih kok" ucap Nabila yang pergi meninggalkan Ammar.
" Hayoo kita pulang ke hotel" ucap Ammar yang memegang tangan Nabila karena males bertengkar dengan Nabila.
Sesampainya di hotel R xxx, Ammar membukakan pintu untuk Nabila dan mereka pun masuk ke Kamar yang sebelumnya sudah di siapkan oleh Aini.
Nabila membuka pintu kamar terkejut akan dekorasi kamar pengantin yang cantik membuat Nabila sangat senang.
" Apakah ini kamu yang siapkan bang? " ucap Nabila yang senang
" Bukan, ini Aini yang buatnya sebagai hadiah pernikahan buat kita" ucap Ammar yang menyerahkan surat dari Aini yang di ambil dari tas meja rias.
" Kamu dulu kalau mau pake kamar mandi, mas mau telephone ibu sama Aini mau nanyain kabar sudah sampai atau belum" ucap Ammar yang berterus terang ke Nabila.
" Ohhmm iya" ucap Cemburu Nabila yang langsung masuk ke kamar mandi.
Tuuu..... tttt.... tuuuuuuuuttt..... suara telephone terhubung ke Aini tapi tidak di angkat.
Ammar langsung menghubungi ibunya,
Tuuuuttt..... sekali bunyi langsung di angkat oleh Ainun.
" Hallo assalamualakum bu? "
" Waalaikumusalam ada apa nak? " ucap Ainun.
" Ibu udah sampai di hotel? " ucap Ammar
" Alhamdulillah ibu dan Aini sudah sampai di hotel dengan selamat. "
" Alhamdulillah kalau sudah sampai bu,, Ammar lega dengarnya, tapi tadi Ammar telephone Aini ko gak di angkat angkat ya bu...?"
" Mungkin sedang di kamar mandi nak,, Frans juga langsung balik ke hotelnya ibu liat tadi" ucap Ainun yang tau kekawatiran anaknya,
" Bener bu? ya sudah kalau gitu Ammar telephone Aini dulu ya bu, ibu langsung istrihatat ya bu... Assalamualakum " ucap Ammar yang di jawab salam oleh ibunya.
Ttttuuuuttt... maaf nomor yang anda hubungi sedang sibuk silahkan mencoba beberapa saat lagi
" Tadi gak di angkat,, sekarang lagi sibukk kamu lagi ngapain si sebenernya ya ammpun demen banget suaminya kawatir ya..." ucap Ammar sendiri.
" Sabar Ammar mungkin dia lagi hubungi kamu.. kita tunggu aja kalau gak ada panggilan masuk berarti istri kamu sedang menelephone orang lain Ammar... " ucap kesal sendiri.
" Aakkkhh tapi siapa yang dia telephone.. " ucap Ammar yang mengacak rambutnya.
" Bang..? kenapa? " ucap Nabila yang selesai dari kamar mandi dengan penampilan yang seksi yang hanya mengenakan handuk saja.
" Enggak apa apa.. kamu udah selesai? " ucap Ammar yang bengong melihat penampilannya.
" Hhmmm ya sudah kamu pakai baju saja dulu,, takutnya masuk angin, mas mau... eh maksudnya Abang mauu mandi dulu" ucap Ammar.
Nabila hanya menghela nafas panjannya,,
__ADS_1
Panggilan masuk ke ponsel Ammar 📲 my Honey 💖🎶
" Siapa si yang menelephone ke bang Ammar malam malam begini? My honey? apa jangan jangan Aini? " Ucap Nabila yang mengangkat telephone Ammar di meja rias
" Hallo Assalamaualaikum mas Ammar" ucap Aini
" Walaikumussalam,, maaf ini siapa ya? " ucap Nabila yang pura pura tidak tau.
" Ohh ini mba Nabila ya? saya Aini mba, mas Ammarnya Ada? " ucap Aini dengan manis
" Ohhh Aini, kirain siapa soalnya bang Ammar gak save pake nama si hehehe,,,kalau bang Ammarnya lagi di kamar mandi, ada perlu apa ya? nanti saya sampaikan" ucapan Nabila berhasil membuat Aini cemburu.
" Gak apa apa mba, nanti biar bang Ammar telephone aja, kalau gak biar nanti saya hubungin bang Ammar lagi. " ucap Aini
" Hhmmm Aini, saya boleh minta tolong gak? hmmm maaf ya sebelumnya saya cuma mau minta Privasi bang Ammar untuk saya boleh? " pinta Nabila dengan egoisnya.
Aini hanya terdiam saat permintaan Nabila, Aini tau betul maksud perkataan Nabila seperti apa.
" Oohhh ya mba,, maaf apabila saya ganggu mba dan mas Ammar, kalau gitu besok pagi saja saya menghubunginya. "
" Ehh tunggu Aini,, maksud saya minta Privasi bang Ammar untuk malam ini dan beberapa hari kedepan nya, ahh maksudnya gak selama salamanya maksud saya... "
" Ya mba saya ngerti, untuk malam ini dan beberapa hari kedepannya saya gak akan ganggu mba dan bang Ammar, tenang saja saya paham ko mba, ya sudah saya tutup dulu ya mba telephone nya. " ucap Aini yang menahan sesak di dadanya.
" Ehhh tunggu dulu Aini... hmmm terimaksi ya sudah membuat dekorasi kamar pengantin aku dan bang Ammar. aku suka romantis, "
" Alhamdulillah kalau membuat mba Nabila dan bang Ammar senang, kalau gitu maaf ya mba uda ganggu kalian assalamualakum " ucap Aini yang buru buru menutup telephonenya.
Yut tut tut tut suara telephone terputus.
Dan saat itu juga Ammar selesai dari kamar mandi dan melihat Nabila dengan berbalut baju tidur yang seksi di depan meja rias.
Ammar berjalan melewati Nabila, dengan Aroma yang wangi di tubuh Nabila membuat Ammar menarik nafas panjangnya.
" Perasaan mas dengar kamu sedang telephone ya, eh maksudnya abang" ucap Ammar yang salah menyebut namanya sendiri .
" Sama siapa? "
"Sama...orang yang gak ada namanya di kontak" ucap Nabila yang duduk di samping Ammar.
Aroma wangi Nabila membuat Ammar ingin terus mencium wanginga.
" Ya sudah jangan di pikirkan, paling orang yang iseng " ucap Ammar yang memalingkan wajahnya.
" Bang? " ucap Nabila yang memanggil nama Ammar
" Hmmm? " ucap Ammar singkat.
" Abang Ammar? " ucap Nabila agak kesal karena Ammar tidak mau menengok ke arahnya.
Nabila pun memberanikan diri untuk memegang wajah Ammar agar bisa melihat ke Nabila.
" Apa...? " ucap Ammar yang akhirnya melihat wajah Nabila yang cantik, putih dengan rambut hitam panjangnya yang tergerai indah.
" Apa Nabila cantik? "
" Tentu? "
" Lebih cantik mana Nabila atau ....."
" Nabila... cantik itu relatif, semua anak perempuan dari yang kecil hingga tua kalau dia kaum hawa pasti dia cantik gak ada yang gak cantik. kecuali hatinya" jelas Ammar ke Nabila karena tidak mau membandingkan istri istrinya.
" Ohhmm " ucap Nabila cemberut.
" Hai kenapa lagi?, dah sekarang kamu tidur jangan mikir yang macem macem, " ucap Ammar. yang ingin pergi ke bangku dekat balkon.
__ADS_1
Nabila mengejar Ammar dan memeluknya dari belakang, Ammar hendak melepaskan pelukan Nabila namun Nabila semakin mengeratkan pelukannya.
" I love u... " ucap Nabila yang menangis di punggung Ammar.
Ammar sangat terkejut ungakapan perasaan Nabila ke Ammar, bukan karena kata cinta yang di lontarkan Nabila tapi karena hati Ammar memang hanya ada untuk Aini, dia belum siap menerima cinta dari Nabila.
Ammar merasakan basah di punggungnya. Ammar tau Nabila menangis, Ammar mencoba memejamkan matanya tapi hanya wajah Aini yang terlintas di kepalanya.
Ketulusan, kebaikan. nya lah yang membuat Ammar jatuh cinta sejadi jadi nya kepada Aini, sosok wanita imut, cantik, periang. itulah yang sudah melekat di hati Ammar.
Ammar membalikan tubuhnya agar bisa menghadap Nabila mengusap air matanya
" Maaf.. " ucap Ammar yang berniat minta maaf karena tidak bisa membalas cinta Nabila ke Ammar.
" Maaf Nabila aabbba... ... cuuupp "ucapan Ammar tepotong karena kecupan b*b*r dari Nabila secara mendadak.
" Nabila mohon " pinta Nabila yang di mengerti Ammar.
Ammar hanya terdiam saat Nabila memejamkan matanya dan menc*um lembut b*b*r Ammar.
Nabila berhenti sesaat melihat Ammar hanya terus diam tak membalas perlakuan Nabila ke Ammar.
" Apakah sebegitunya abang mencintainya? sehingga abang tak ingin menyentuh istrimu yang satu ini? " ucap Nabila yang melepaskan aksinya.
Ammar hanya terdiam.
" Sebegitu tidak menariknya kah aku ketimbang dia? " ucap Nabila.
" Apa bagusnya dia di bandingkan dengan Nabila bang? Nabila selalu ada di samping abang dari kita kecil, tumbuh bersama apakah abang tidak pernah sedikit aja punya rasa cinta untuk Nabila? " ucap Nabila yang mulai menangis dan duduk kelantai.
Ammar masih bersabar dan terus terdiam mendengar keluh kesah Nabila.
" Nabila sudah terima bilah harus jadi istri ke 2 dari orang yang Nabila cintai, Nabila juga sudah rela bilah harus berbagi suami orang yang Nabila cintai dengan wanita lain"
" Nabila... " ucap Ammar yang memegang pundak Nabila.
" Abang tau? Nabila selama ini diam diam mencintai abang tulus, berdoa meminta padanya agar berjodoh dengan abang.. tapi dengan gampangnya wanita itu datang dikehidupan Nabila dan abang, membawa perhatian Abang merebut abang dari Nabila dengan gampangnya dia yang baru beberapa hari bertemu abang sudah mendapatkan hati abang, lalu bagaimana dengan Nabila yang selama ini selalu di samping abang setia menunggu abang melamar Nabila.. " ucap Nabila menangis kencang tak peduli lagi dengan penampilanya.
" Nabila maaf kan Abang, "
" Abang tega sama Nabila, bahkan sampai saat Nabila sudah menjadi istri abang, abang juga gak mau menyetuh Nabila. " ucap Nabila yang memukul dada bidang Ammar.
Dengan terpaksa Ammar memegang kedua tangan Nabila dan mencoba untuk mencium istri keduanya itu walulaupun hatinya sakit.
cup.. kecupan mendarat di b*b*r Nabila, memebuat Nabila langsung berhenti menangis.
Ammar terus berusaha memejam kan matanya untuk bisa menc*um Nabila dan menggendongnya ke tempat tidur yang berukuran besar.
Ammar terus mencoba menampik bayangan Aini tetap saja hati Ammar sakit bila mengingat Aini tapi dia malah berc*mbu dengan Nabila.
Sedangkan Nabila yang terhanyut oleh permainan Ammar merasa senang dan puas akhirnya orang yang dia cintai luluh juga dan mau menghabiskan malam pertamanya dengannya.
"Maafkan Abang Nabila, Abang belum bisa" ucap Ammar yang berterus terang membuat Nabila frustasi dengan sikap Ammar.
" Apa bagusnya dia di bandingkan dengan Nabila? dari segi penampilan Nabila lebih unggul darinya dari segi agama sangat jelas Nabila lebih dari dia yang hanya seorang mualaf" ucap Nabila yang membuat Ammar sangat marah ke Nabila.
Ammar bangun dan memakai bajunya kembali. dan pergi dari Nabila.
" Sebegitu manariknya kah p*l*cur itu di hati abang? " ucap Nabila yang sudah cemburu buta yang berhasil membuat Ammar ingin menampar Nabila membuat Nabila sangat takut dengan Ammar.
Ammar hanya bisa memukul meja hingga retak sebagai pelampiasan amarahnya akibat perkataan Nabila.
" Dengar ya Nabila, abang berusaha menerima kamu karena dia, kalau bukan karena dia yang abang sayang, abang gak akan.... akakhhh " ucap Ammar yang kesal tidak bisa melanjutkan kata katanya.
" Ingat ini Nabila, dia memang seorang mualaf tapi dia jauh lebih segala galanya ketibang kamu, aku sarankan sebagai suami kamu ya Nabila, seharusnya kamu malu sama penampilan bercadar kamu. maaf kalau abang kasar dengan kata kata abang ke kamu, semoga dengan malunya kamu terhadap kerudungmu atas prilakuanmu kamu bisa sadar dan intropeksi diri. " ucap Ammar yang meninggalkan Nabila yang hanya di tutupi oleh selimut.
__ADS_1
Nabila terkejut saat pertama kali melihat Ammar yang sudah kalang kabut menahan Ammarnya, dan meninggalkan dia seorang diri di saat malam pertamanya.
*B**ersambung*...