Mencintaimu Jalan Menuju Surga

Mencintaimu Jalan Menuju Surga
Bab 55. Minta Penjelasan


__ADS_3

"Aini..? apa kamu masih mencintainya..? " ucap Ammar yang penasaran dengan Aini yang sudah menjadi istrinya.


" Apakah, semalam belum cukup bukti untuk mu? setelah jiwa dan raga ku, telah aku berikan semuanya untuk mu? " ucap Aini yang memegang pipi Ammar dengan kedua tanganya.


Ammar tersentuh dengan jawaban Aini atas pertanyaanya, tersenyum melihat Aini yang begitu tulus mengatakannya, langsung mencium kening Aini dan memeluknya.


" Trimakasih Honey" ucap Ammar, Aini hanya mengusap pipi Ammar dengan lembut sebagai jawabanya.


" Tapi mas, masih gak ngizinin kamu untuk ketemu sama dia, mau itu ketemu langsung atau hanya kebetulan" ucap Ammar yang posesif. Aini hanya menghela nafas panjangnya sebagai tanda kecewa akan sikap posesif seaminya.


Tiba tiba ponsel Ammar berbunyi, panggilan masuk dari Nabila 🎶 Nabila📲


Ammar melihat ponselnya dan melirik Aini sekilas lalu menjauh dari Aini dan mengangkat panggilan Nabila.


" Assalamualaikum ya Nabila..? " ucap Ammar.


" Waalaikumussalam, Abang lagi dimana..? " ucap lembut Nabila.


" Hmmm, abang,,,, masih di rumah Nenek,, bil.. bentar lagi abang kesitu, " ucap Ammar yang lupa karena sudah janji dengan Nabila kalau hari ini Ammar akan meluangkan waktu berdua dengan Nabila.


" Ohhh,,, ya sudah, Nabila tunggu ya bang,, hati hati di jalan. assalamualaikum " ucap Nabila.


" Waalaikumussalam,," ucap Ammar yang mematikam ponsel.


Dengan ragu Ammar mendekat ke arah Aini yang sudah memperhatikannya dari tadi, sedikit kecewa yang terlihat di raut wajah Aini yang tak sengaja mendengar obrolan Ammar dan Nabila lewat telephone.


" Ai...ni... " ucap Ammar yang mendekat ke arahnya.


" Besok besok,,, ajak mba Nabila ke sini juga, biar gak sendirian di rumah,, kasian kan mba Nabila semalam, pasti sedih karena semalam mas Ammar tidak menemaninya,, ya sudah,,, mumpung hari ini hari minggu, pergi lah mas,, temani mba Nabila, Aini gak apa apa" ucap Aini terus bicara tanpa memberikan Ammar untuk bicara yang mencoba berusaha untuk tersenyum walau hatinya perih.


Aini merapihkan baju Ammar dan menyuruhnya untuk segera pergi dari rumah neneknya, karena dia tidak mau sampai Ammar melihat air matanya yang jatuh ke pipi.


" Aini maa... " ucap Ammar yang terpotong oleh Aini.


" Sudah buruan berangkat, kasian Mba Nabila pasti sudah nunggu kelamaan. " ucap Aini yang mengantar Ammar keluar pintu.


" Tapi Mas,,, " ucap Ammar yang di potong lagi oleh Aini.


" Nanti Aini sampaikan Nenek,, mas gak usah kawatir" ucap Aini yang tau maksud ucapan Ammar yang ingin pamit ke nenek.


Ammar yang mengerti tingkah Aini, langsung memeluk Aini dan mengecup kening Aini.


" Maaf kan mas Aini,, maaf yang membuatmu harus merasakan seperti ini, maafkan Mas yang sudah membuat hatimu sakit,, mas bingung, mas harus berbuat apa sekarang agar mas tidak membuat mu terluka dalam pernikahan ini.. " ucap Ammar yang ikut menangis melihat istrinya menahan sakit walaupun Aini tidak mengungkapkannya.


Aini pun menumpahkan airmata yang dia tahan selama ini, berat sangat sakit ternyata harus berbagi suami dengan perempuan lain, walau dia mengizinkan suamianya menikahi perempuan lain disaat cinta itu sedang tumbuh bermekaran di hati Ammar dan Aini.


" Pergi lah mas,,, " ucap Aini yang melepaskan pelukan dari Ammar dan langsung meninggalkan Ammar di luar.


Ammar yang melihat Aini masuk kedalam rumah, hanya sesak yang Ammar rasakan, jujur Ammar sangat bingung harus berbuat apa, disisi lain dia sudah mengambil tanggung jawab Nabila, di sisi lain, Ammar hanya ingin merasakan asam manis rumah tangganya hanya dengan Aini.


Flashback on.


Di ruangan kerja Ammar.


Setelah pertengaran dengan Nabila, Ammar terus menatap foto Aini di layar ponselnya tanpa Ammar sadar Nabila sudah ada di sampingnya dan melihat Ammar sedang memandang foto Aini.

__ADS_1


" Pergi lah bang, jika kau merindukannya, bukankah sekarang memang abang menemaninya malam ini, maafkan atas sikap ku yang egois terhadap dirimu, " ucap Nabila yang membawa segelas air minum ke Ammar.


Ammar masih terdiam, tidak mengeluarkan kata sepatah pun saat Nabila memberi izin dan meminta maaf. Ammar pun tidak melihat Nabila, saat Nabila berbicara dan menyentuh pundaknya.


Nabila pun bersimpu di hadapan Ammar, saat tahu bahwa suaminya masih marah terhadapnya, sontak membuat Ammar terkejut atas tindakan Nabila di hadapannya.


" Maafin Nabila bang,,, Nabila tau,, Nabila salah, maafin keegoisan Nabila, maafin perkataan Nabila, abang berhak menghukum abang sesuka abang, tapi Nabila mohon maafin Nabila" ucap Nabila yang bersimpu di hadapan Ammar dengan suara tangisannya.


" Bangun lah Nabila, abang sudah memaafkan mu, " ucap Nabila yang membantu Nabila untuk bisa berdiri di hadapannya dan memeluknya lalu memcium kening Nabila.


" Mulai sekarang Nabila akan bersabar,, bersabar lebih lama lagi menunggu abang untuk siap sepenuhnya menjadi milik Nabila" ucap Nabil yang membuat Ammar hanya pasrah mendengarnya.


" Ya allah,,, apakah hati ini suatu saat nanti akan berbagi menjadi miliknya,,? sungguh engkau maha mengetahui... kalaupun engkau meridhoi perasaan ini tumbuh untuknya, aku berharap tidak ada yang merasakan sakit hati ya allah,,, karena aku lebih meminta kepadamu agar hanya aku yang merasakaan sakit itu." ucap Ammar dalam hati sambil memeluk Nabila.


" Pergi lah bang,,, jika Abang merindukannya,, tapi apa boleh besok paginya, Nabila meminta waktu abang untuk Nabila..? " ucap Nabila yang melihat wajah Ammar dalam dekapannya.


" Nabila hanya ingin merasakan kencan berdua sama abang, seperti halnya sepasang kekasih halal lainya, setelah itu Nabila janji,, Nabila gak akan cemburu lagi sama Aini,," ucap Nabila yang memohon pada Ammar.


Dengan perasaan yang sulit di artikan, Ammar hanya menyanggupi permintaan Nabila, Ammar pun pamit dengan Nabila dan pergi ke rumah Nenek menemui istri pertamanya.


Sesampainya di depan rumah neneknya, Ammar pun bertanya pada satpam penjaga gerbang rumah neneknya.


" Assalamualaikum, pak" ucap Ammar, yang melihat keadaan rumah sudah sepi dan sebagian lampu sudah di matikan.


" Waalaikumussalam, cari siapa ya..? " ucap Satpam yang belum mengenal Ammar.


" Saya Ammar,, suaminya Aini,," ucap Ammar.


" Oh, astagfirullah,, maaf pak,, saya gak tau,,, silahkan masuk pak,, sepertinya non Aini dan ibu sudah tidur,, sebentar saya panggilkan Bik Surti dulu pak. " ucap Pak Satpam yang membukakan pintu gerbang.


" Assalamualaikum Nek, maaf nek, malem malem Ammar datang, ganggu nenek,," ucap ammar yang mencium tangan nenek


" Waalaikumussalam,,, ya ammpunn,, kenapa baru malem datangnya,,, " ucap Neneknya yang menyuruh Ammar untuk duduk.


" Ya nek tadi lembur di kantor" ucap Ammar.


" Ya sudah gak apa apa,,,pasti capek kan,, mau nenek panggilin Aini atau mau langsung ke kamar saja,, biar sekalian kamu istriahat,, lagian sepertinya dia sudah tidur" ucap Neneknya.


" Gak usah nek, biar Ammar langsung ke kamar saja,," ucap Ammar.


" Oh ya sudah kalau gitu, hayo nenek antar" ucap nenek.


" Gak usah nek, biar Ammar sendiri saja, gak enak ganggu nenek tidur jadinya" ucap Ammar.


" Gak apa apa,,, ya sudah,, anggep rumah nenek mu sendiri ya... "ucap Nenek yang senang cucu mantunya datang.


" Trimakasih nek,, kalau gitu Ammar ke atas dulu nek, " ucap Ammar.


" Iya,, " ucap Neneknya, Ammar pun langsung naik ke atas, begitu sampai di depan pintu kamar Aini, Ammar mengetuk tapi tidak ada jawaban, Ammar pun mencoba menghubungi Aini, tapi ponselnya masih tidak aktif.


Akhirnya Ammar membuka pintu yang tidak terkunci, Ammar melihat isi ruangan kamar Aini yang tidak besar, tapi Ammar tidak melihat sosok Aini di tempat tidurnya.


Ammar duduk di atas tempat tidur Aini karena mendengar suara air dari dalam kamar mandi, mungkin pikiran Ammar Aini sedang di dalam kamar mandi, mencoba menunggunya, mata Ammar melihat sebuah ponsel yang masih hidup di atas tempat tidur dan melihat isi pesan dari ponsel Aini.


"Kak Al? maksudnya Rey? " ucap Ammar dalam hati yang membaca pesan Aini.

__ADS_1


Ammar mengubungi nomor Aini sambil melihat ponsel baru Aini dan ponsel yang Aini gunakan setiap hari yang mati.


" Nomor yang anda tujuh... " Ammar pun langsung mematikan sambungan panggilannya. dan mencoba menghubungi nomor pribadinya menggunakan ponsel baru Aini.


Tttuuutt..... suara panggilan ke ponsel Ammar terhubung.


" Nomor baru" ucap Ammar dalam hati sambil tersenyum marah.


Flashback Off.


Aini masuk ke kamar sambil menangis, tiba tiba ponsel lamanya berbunyi. Aini mengampiri ponsel lamanya dengan bingung, dan melihat semua isi pesan mulai dari teman temannya bahkan suaminya.


" Pasti Mas Ammar yang mengisi batrai nya" ucap Aini yang berbicara sendiri.


" Loh kok mati,,, gak bisa nya..? " ucap Aini yang mengambil ponsel baru yang sudah di banting Ammar.


" Egoiiiisss,,,,,,!! giliran sendirinya berduan dengan istri muda nya, giliran gue aja, aku gak ngizinin kamu,,, " sesal sendiri Aini terhadap suaminya.


Tok tok tok... suara pintu kamar Aini di ketuk.


" Aini..? " ucap Neneknya.


" Ya nek,,,? Ada apa? " tanya Aini yang membuka pintu nya.


" Ammar mana..? " tanya nenek.


" Oh ya lupa,, Aini belum sempet kasih tau nenek,, tadi mas Ammar pergi ada urusan,, kenapa nek emangnya" ucap Aini.


" Syukurlah... "


" Syukurlah" heran Aini.


" Gak,, itu kebetulan Al Ghozali datang nyariin kamu" ucap Neneknya.


" Cariin aku? kenapa emang? " ucap Aini


" Kamu temuin dulu,, sekalian bicarakan baik baik soal hubungan kalian berdua,, kalau Al bilang keluarganya akan datang minta penjelasan,, bilang nunggu tante dinda dan paman kamu datang,, " ucap Nenek yang menjelaskan.


" Iya nenek, Aini paham,, " ucap Aini yang mengerti.


Menuju teras depan, Aini menemui Rey yang sudah menunggunya sambil menghadap taman kolam ikan di depan.


" Assalamualaikum kak Al..? " ucap Aini.


" Waalaikumussalam,, Nuurr? " ucap Rey yang membalikan badanya ke arah Aini.


" Duduk dulu kak,, " ucap Aini yang duduk dan di ikuti oleh Rey,


" Ada apa ya ka..? " ucap Aini.


" Apa kamu ada waktu..?"


" Untuk..? "


" Aku ingin bicara pribadi sama kamu,,aku akan meminta izin sama suami kamu bila perlu, agar kamu bisa menjelaskan semua pada ku, agar aku tidak salah paham sama kamu,,, " ucap Rey.

__ADS_1


Bersambung,,,,,


__ADS_2