
"Kenapa loe gak bilang?" bisik Frans kesal.
"Gue pikir loe tau kalau dia disini" ucapan Ammar membuat Nabila bingung.
"Itu Aini bang? eh iya bener Aini. dia sama siapa? " ucapan Nabila mambuat orang yang ber jas mengubah posisi mengikuti Aini.
"Nabila! diam dulu" ucap Ammar pelan penuh penekanan, percuma Nabila bersama Ammar kalau akhirnya rencananya gagal. Yang ada hanya akan tambah masalah.
Frans langsung menjalankan perintah Ammar untuk memberi tahu Rey supaya melindungi Aini.
"Gue gak tau loo siapanya Aini, yang jelas ada beberapa orang sedang mengawasi Aini, sebaiknya loe pisah dari kedua orang tua loe kalau loe gak mau orang tua loe terluka. Gue sama Ammar ngikutin loe dari belakang. " ucap Frans yang pura pura menabrak Rey.
Rey yang terkejut atas omongan orang asing merasa tidak percaya tapi pada saat Frans menyebut nama Ammar. Rey baru percaya.
"Bun? boleh gak Rey ngajak Aini sebentar, gak lama kok. Ayah sama bunda duluan aja, nanti Rey pulang sama assisten Rey dan juga sopir Rey." ucap Rey
"Jangan macem macem Rey, walaupun Aini sekarang adik kamu, tetap kamu gak boleh berduaan dengan Aini." ucap Ismi
"Ayah percaya kan sama Rey?" ucap Rey yang meminta bantuan dan di anggukan oleh Zul.
Akhirnya orang tua Rey memberi izin ke Rey anaknya, mereka pergi saat Asisten dan sopir Rey datang.
Rey pergi bersama Aini menggunakan mobil Rey dengan arah yang berbeda dari kedua orang tua Rey, dan di ikuti oleh Ammar bersama Frans dan juga Nabila, benar saja baru beberapa saat mobil Rey jalan.
Mobil Rey di hadang oleh mobil jeep, dan beberapa mobil lainnya, segerombolan orang berjas pun turun dan mengetuk kaca mobil.
"Astagfirullah kak, " ucap Aini panik.
"Siapa mereka? kamu tenang aja ya? jangan panik"
"Buka!"
"Kak" geleng Aini menahan lengan Rey saat agar tidak membuka pintunya.
"Kamu tenang saja, biar kakak yang..." ucap Rey terhenti saat Kaca mobil pecah dan memukul sang sopir.
__ADS_1
Prannnnggg...
"Aaaakkk..." teriak Aini dan di lindungi oleh jaket Rey agar pecahan kaca tidak mengenai Aini.
Assisten Rey keluar dan berkelahi dengan orang tersebut, sedangkan Aini di paksa untuk keluar. Begitu juga dengan Rey.
"Astagfirullah, bang itu Aini di bawa siapa?" ucap Nabila.
"Nabila dengerin Abang, kamu pulang sama Frans, Frans tolong anterin Nabila pulang" ucap Ammar tapi tiba tiba segerombolan itu dari belakang menghantam kaca belakang mobil Ammar sontak membuat Ammar, Nabila dan juga Frans terkejut.
" Keluar! " perintahnya.
Nabila, Frans, begitu juga dengan Ammar di tarik paksa keluar oleh orang berjas tersebut.
Saat sudah di luar Ammar dan Frans berantem satu sama lain, sedangkan Nabila yang tidak bisa bela diri hanya bisa terdiam dalam sekapan orang jahat.
Disisi lain Rey dan asistennya berkelahi untuk melepasakan Aini, tapi siapa sangka Aini justru melawan membela dirinya sendiri dengan kemampuannya.
Tidak sia sia paman Jhon mengajarkan Aini bela diri.
"Gak apa apa kak, Loh Mas Ammar? ya ampun mba Nabila" ucap Aini yang melihat Ammar sedang berkelahi menyelamatkan istrinya yaitu Nabila dari sekapan orang jahat.
Ammar berhasil membawa Nabila dalam dekapannya. Tapi, orang orang jahat terus menyerang Ammar yang berusaha melindungi Nabila.
"Cih, buang buang waktu. Dasar bodoh, tangkap saja target nya" ucap Big Boss dalam mobil.
"Tapi kita tidak tau, mana yang Aini" ucap anak buah nya.
"Dasar bodoh jelas yang bersama Ammar, kau tidak melihat Ammar selalu melindunginya." ucap bosnya.
"Tapi bos wanita itu juga bernama Aini"
"Biarkan yang lain. Tangkap yang memakai kerudung biru.! dan juga Frans, cepat!! waktu kita tidak banyak! " ucap Big Boss yang cepat mengetahui yang mana Aini.
"Baik bos" ucap anak buahnya yang menyeret dan memukul Frans dengan memb*bi buta. begitu juga dengan Aini, para penjahat hanya menyerang Rey yang berusaha melindungi Aini.
__ADS_1
Ammar yang bingung dirinya tidak di serang, melihat anak buah big bos mengeroyok Rey, langsung menyelamatkan Aini.
"Benar saja dugaanku, Ammar pasti menyelamatkan istrinya, terlihat jelas kau bermain licik untuk menyembunyikan istrimu," senyum licik big bos di dalam mobil.
"Bos wanita itu pintar bela diri! "
"Dasar bodoh kalian semua" ucap Big Boss yang melangkah maju menembus anak buahnya yang sedang berkelahi dengan Ammar, Rey, dan Asistennya Rey.
Ammar yang tau Big Boss berjalan ke arah Aini langsung menghadang dengan sebuah besi pembatas jalan yang rusak. memukul ke kepala Big Bos tapi tidak mempam.
Big Bos yang berasa kepalanya di usap dengan besi, menengok ke arah Ammar dan menyekik Ammar dengan tangannya. Aini yang melihat suaminya di cekik berlari membela Ammar dan memukul burung beserta telur telurnya dengan besi dengan sangat kencang.
"Aaakkkkk....." teriak Big Boss yang mendapat serangan spesial dari Aini langsung menahan sakit yang teramat, melepas cekikkanya dan memegang burungnya dengan wajah ekspresi sulit di artikan.
"Bos... " teriak anak buahnya.
" Huukk hhukkk... " batuk Ammar saat cekikkanya terlepas.
"Mas Ammar" ucap Aini menangis dan melepaskan pelukannya.
Buuuggghhh....
Pukulan medarat di perut Aini dengan sangat kencang saat Big boss menyuruh anak buahnya.
"Akkhh... " teriak Aini tersungkur memegang perutnya yang teramat sakit, pada saat itu juga mobil polisi datang.
Nguuuiiinnggg... nguuuiiingg... Ngguuiing...
"Mundur! " teriak Big Boss sambil menahan sakit yang menyeret anak buahnya yang sedang menyeret Aini untuk ikut.
"Lepaskan bodoh! cepat!" ucap Big Boss yang memerintahkan melepaskan Aini dan juga Frans. yang tergeletak di aspal.
"Aini.!" Teriak Ammar yang melihat Aini mengeluarkan darah yang mengalir di kakinya.
Bersambung...
__ADS_1