Mencintaimu Jalan Menuju Surga

Mencintaimu Jalan Menuju Surga
Bab 86. Kepergian Aini


__ADS_3

...Pernah aku berharap akan ada seorang laki - laki yang akan menjadi imam ku, menarik ku keluar dari salah arah jalan ku, membawaku kembali ke jalan yang penuh keridhoan-Nya, membangun sebuah istana bersama di dunia sampai ke Jannah-Nya, yang dimana kita bisa beribadah lebih lama lagi kepada-Nya, mengukir cerita kisah kita dalam naungan Rhidho-Nya....


...Suamiku, ketahuilah aku sangat senang bila ternyata imam itu adalah kamu. aku bahagia bersama mu, menerima mu menjadi sebagian hidupku adalah hal yang luar biasa senangnya,...


...Tapi, ternyata aku salah. Aku sudah masuk kedalam kehidupan mu bersama sahabat kecil mu, maaf kan aku yang sudah merebut kebahagiaanya dengan cara mengambil mu darinya.Kini aku kembalikan pangeran kecilnya yang sudah ku rebut....


...Suami ku, terimaksih kau sudah mewujudkan harapanku, terimakasih kau telah mencintai ku, terimakasih kau telah menyayangiku. Maaf, izinkan aku membawa cintamu bersama calon anak anak kita....


^^^Nur Aini.^^^


Setelah selesai menulis surat, Aini meletakannya di atas meja yang diselipkan di bawah ponsel Ammar. Aini mengecup kening Ammar dengan penuh sayang.


"I'm sorry, i love you." bisik Aini di telinga Ammar yang masih tertidur pulas dan menutupi tubuh Ammar yang masih polos dengan selimut.


Aini melangkah kan kakinya keluar dari kamar hotel, meninggalkan Ammar yang masih terlepap dari tidurnya. Aini sudah memutuskan pilihannya, dia akan mengalah untuk Nabila dan akan membesarkan kedua anak nya nanti dengan perjuangannya sendiri.


Aini duduk di kursi roda yang ternyata sudah di siapkan oleh sang Ayah saat berada di luar kamar hotel, semua anak buah Robbet mengawal keberangkatannya sampai di bandara.


Kamar hotel.


Setelah aktifitas olahraganya semalam bersama sang istri tercinta, Ammar tersenyum saat dirinya sudah bangun dari tidurnya, walaupun matanya masih tertutup.


Tangan Ammar mulai mencari istrinya dengan meraba raba di sampingnya. Tapi tidak menemukan istrinya, Ammar langsung membuka matanya untuk memastikan keberadaan istrinya ternyata memang tidak ada.


Ammar berfikir Aini sedang berada di kamar mandi, dengan santai Ammar bangun dan mengambil handuk yang tergeletak di bawah.


"Sayang? Kok kamu tidak bangunin Mas si?" Ammar mengetok pintu kamar mandi.


"Honey?" sekali lagi Ammar memanggil Aini namum tidak ada jawaban.


"Honey, kamu di dalam kan?" Ammar menempelkan telinganya di pintu kamar mandi memastikan ada suara germericik air namun di dalam terlihat sunyi yang Ammar dengar.


Ceklek.


"Aini!" Ammar mulai panik saat membuka pintu kamar mandi ternyata kosong, tidak ada Aini.


Ammar keluar dari kamar mandi dan mencari istrinya di walk in closet namun tetap tidak menemukanya,


"Aini? Kamu di mana sayang!" panik Ammar mencari di setiap ruangan yang ada di dalam kamar hotelnya.


Saat tidak berhasil menemukan istrinya Ammar mengambil ponselnya ingin menghubungi Roy, Tapi, Ammar melihat secarik kertas yang terjatuh kelantai saat Ammar mengambil ponselnya dengan cepat.

__ADS_1


Ammar mengambil kertas yang terjatuh di lantai dan membukanya secara perlahan berharap itu bukan surat kepergian Aini. Ammar mulai membaca isi surat yang ada ditanganya.


Tes!


Air mata Ammar jatuh membasahi kertas yang ada di tangannya. Ammar meremas surat dari Aini dan membantingnya dengan penuh emosi, segera Ammar menghubungi Roy.


"Periksa ruangan CCTV hotel sekarang!"


Ammar memutuskan sambungan nya langsung setelah memberi perintah kepada Roy, setelah itu Ammar bersiap untuk mencari Aini sampai dapat.


Beberapa menit kemudian, Ammar yang sudah mendapat informasi tentang Aini pergi dengan Robbet langsung menghubungi Robbet. Namun, nomor Robbet sudah tidak dapat di hubungi.


Ammar kesal dan melacak setiap penerbangan. Namun, Roy tidak dapat memberi info yang membuat Ammar senang, lagi lagi Ammar kehilangan istrinya.


"Cari kepelosok penjuru dunia! Cari sampai dapat!" ucap Ammar yang menghubungi pasukan Naga putih.


"Bos, lebih baik kita kembali ke Indonesia! Proyek yang sudah berkembang di daerah XXX di batalkan oleh Perusahaan Lior, dan beberapa klien kita dari luar Negeri maupun dalam Negeri sudah membatalkan kontrak kerja sama kita." Roy menyerahkan laporan dengan menggengam Tab barunya sendiri agar tidak di banting lagi oleh bosnya.


"Siapkan penerbangan!" mendengar perusahannya di ambang kehancuran Ammar langsung bergegas kembali ke Indonesia.


__________


Kemang, Jakarta Selatan


Setelah menangani beberapa masalah di perusahaannya. Ammar kembali ke rumahnya tampa menjemput istrinya Nabila.


Ammar langsung masuk ke kamarnya dan menunaikan ibadah sholatnya, setelah sholat dan berdoa Ammar merapihkannya dan melihat Ainun sudah menunggunya.


"Ibu, Ibu belum tidur? Maaf ya bu, Ammar gak bisa jemput ibu sendiri. " Ammar mencium tangan Aini.


"Boten nopo nopo toh nak ... Bagaimana dengan Aini? Kenapa kamu tidak pulang bersama dia?" Ainun yang mengelus kepala Ammar saat kepala Ammar berada di pangkuan Ammar.


"Maaf bu, Ammar gagal bawa Aini pulang." Ammar menangis di pangkuan Ibunya.


"Ammar sudah bertemu Bu, sama Aini. Ammar sudah bawa Aini nginep di hotel bersama Ammar, recananya hari ini Ammar pulang sama Aini Bu." Ammar bangun dan duduk di samping Ainun


"Aini milih untuk pergi dari Ammar Bu, sampai kapan pun Ammar gak akan melepaskan Aini dari gengaman Ammar, Bu! " tangisan Ammar pecah di pelukan Ibunya.


"Ya Allah, Nak. Sabar! Kamu harus belajar, bahwa terkadang apa yang kita gengam dengan sangat kuat, itu yang akan lepas." Ainun memeluk Ammar dan menepuk lembut pundak Ammar.


"Ammar harus apa Bu?" Ammar melepaskan pelukannya.

__ADS_1


" Ya seperti Ibu bilang, kamu harus siap menerima konsukuensinya. Aini sudah memilih mengalah untuk Nabila." Ainun sedih, hati nya tidak rela bila Aini memilih untuk mengalah di saat dia sedang mengandung cucunya.


"Tapi Ammar gak cinta sama Nabila, Bu. Ammar sudah berusaha untuk cinta sama Nabila tapi tetap hati Ammar hanya untuk Aini! Bahkan Ammar belum menyentuh Nabila Bu, karena Ammar gak mau menyakiti Aini. Bu!" Ainun sangat sedih mendengar penuturan dari Ammar.


"Ibu tidak bisa ikut campur lebih dalam urusan rumah tangga kamu, Ibu cuma bisa memberi saran untuk kamu meminta maaf kepada keluarga Aini, terutama Ayah mertua kamu. Agar Aini bisa kembali bersama kita. Inget Nak ... Aini sedang mengandung anak kamu!" Ainun yang tidak bisa membantu anaknya.


"Ya, Bu. Ammar akan menemui Ayah Robbet secepatnya. Ammar minta do'a dari Ibu." Ammar berlutut di kaki Ibunya dan memeluk kaki Ibunya.


"Ibu akan selalu memberikan do'a yang terbaik untuk kamu dan rumah tangga kamu," ucap Ainun yang mengusap kepala anaknya.


"Terimakasih, Bu," ucap Ammar.


"Ya sudah, lebih baik kamu istirahat tidur. Serahkan semua kepada Allah," Ainun yang berdiri dan keluar dari kamar Ammar.


"Ya, Bu." Ammar menutup pintu kamarnya dan langsung tidur.


__________


Ke esokan paginya.


Setelah melakukan aktifitas seperti biasa Ammar pamit berangkat kerja kepada Ainun tampa pergi ke rumah Papih untuk bertemu Nabila, karena hatinya masih belum siap untuk bertemu dengan Nabila.


Selama di perjalanan ponsel Ammar terus berdering dari Nabila, tanpa ada niatan sedikit untuk mengangkat panggilan Nabila.


"Roy!" panggil Ammar


"Ya, bos!" Jawab Roy sambil mengemudi.


"Ini ponsel buat loe aja." Ammar memberikan ponselnya ke Roy. karena kesal Nabila menghubunginya terus.


"Bener, Bos?" Roy terkejut.


"Kalau gak mau, buang aja!" Ammar membenarkan kancingnya.


"Mau, Bos." Roy yang cengengesan.


Setelah sampai di kantor, Ammar langsung mengadakan metting untuk membahas penurunan dratis yang di alami PT Abqori Energi yang mencapai Triliun.


Untuk sekarang Ammar memilih fokus terhadap perusahaannya walaupun Ammar tidak berhenti untuk menyuruh anak buahnya mencari keberadaan Aini.


Bersambung...

__ADS_1


Halo para readers, terimaksih yang sudah setia membaca karya receh Author..... Bagaimana? kira kira hukuman Ammar sudah setimpal apa belum? penasaran dengan kelanjutan hukuman yang akan Ammar dapatkan? yuk kepoin kelanjutannya... Nah sambil menunggu Aini Up. Yuk baca juga karya keren yang satu ini dari Author Panda Maiden, dijamin kalian akan greget sama pelakor dan pebinor di kehidupan rumah tangga Mika dan Aji. penasaran kan? mangkanya langsung aja cap cus ke karyanya..



__ADS_2