
Rs Cinta Ibu.
Aini bersama Rey sudah berada di Rs. Cinta Ibu, di mana Rs Cinta Ibu adalah khusus rumah sakit untuk Ibu dan Anak, termasuk salah satunya chek kandungan, program ibu hamil, rumah bersalin, dan perawatan kesehatan anak.
Aini melihat Rey yang sabar mendaftarkan dirinya untuk memeriksakan kandungannya, sesekali Rey tersenyum melihat kearah dirinya.
"Sudah, yuk! maaf ya lama." Rey menghampiri Aini yang sedang duduk di loket pendaftaran.
"Makasih ya A'sudah mau rela mengantri mendaftarkan untuk Aini," ucap Aini
"Sudah lah, cuma ngantri ini. Gak terlalu lama, lamaan juga Aa yang nungguin kamu, eh pas yang di tunggui malah bukan rezeki" Rey menyindir Aini sekaligus bercanda.
"Sindir trus, dah ah Aini pulang aja," tiba tiba berbalik badan dan merajuk.
"Eh, jangan ngambek. A'a kan cuman bercanda." Rey menghalang Aini yang hendak pergi.
"Au, ah!" ucap Aini masih kesal.
"Tambah gemesin banget sih kamu, jadi pengen A'a culik beneran trus A'a paksa kawin lari," ucap Rey yang tidak pintar merayu.
"Tuh, kan!" Aini tambah merajuk.
"Eh, ya sudah maaf maaf, sudah jangan nangis, malu sama orang." Rey yang panik melihat Aini menangis.
Huuuu, huuuu!
"Ya ampun mas, jangan galak galak sama istrinya, kasian lagi hamil," ucap salah satu pengunjung yang melihat Rey dan Aini.
"Ya bu, maklumin istri saya gampang berubah emosinya." Rey menenangkan Aini.
"Ya, sudah. Kalau sayang sama istrinya yang sabar ngadepinnya mas, wajar lagi hamil soalnya," ucap salah satu ibu hamil.
"Ya bu, sayang banget malah," ucap Rey tersenyum malu.
"Ya sudah saya duluan ya mas, mba sudah di panggil ke dalam," ucap ibu hamil yang sudah di panggil ke dalam untuk pemeriksaan.
Aini langsung tertawa saat ibu hamil itu masuk. "Maaf ya A," ucap Aini sambil tertawa.
"Dah puas ketawanya?" tanya Rey yang senang melihat Aini seperti anak kecil, selepas nangis langsung tertawa.
"Udah, tapi Aini mau itu boleh?" tunjuk Aini ke anak kecil yang sedang meminum buah pita.
"Ya sudah, kamu duduk di sini ya, A'a beliin dulu."
"Rasa mangga ya A!" ucap Aini
"Ya!"ucap Rey.
"Makasih A," ucap Aini dan Rey pun tersenyum.
Setelah Rey kembali membawakan minuman, giliran Aini di panggil masuk ke dalam ruangan untuk pemeriksaan. Rey ikut kedalam bersama Aini untuk mengetahui hasil cheknya.
__ADS_1
Saat Dokter ingin melakukan pemeriksaan lewat USG. Rey di ajak Aini untuk melihat twins baby, karena memang saat melakukan nya aurat Aini masih terjaga.
"Nah, bisa di lihat ya! kondisi kedua bayinya sangat bagus dan sehat, tapi sayangnya air ketubanya kurang banyak ni bun."
"Maksudnya gimana, Dok?" Rey mulai panik.
"Ya, bunda mesti banyak minum, jangan males males minum air putih yang banyak, biar dede bayinya bisa bergerak aktif, biar bisa berenang tuh, kalau air ketubannya sedikit mereka susah untuk bergerak dan itu berpengaruh juga untuk perkembangannya di dalam perut." Dokter yang mengeser alat ke areah perut Aini.
"Oh gitu, ya Dok," ucap Rey antusias.
"Tapi bun, ini bayi kembarnya kecil sebelah deh bun," ucap Dokter.
"Kecil sebelah gimana Dok?" panik Rey bertambah saat penjelasan dokter.
"Iya, sepertinya baby twins bunda Aini sepasang, biasanya kalau yang satu besar dan yang satu kecil itu menandakan bayi nya sepasang," tutur Dokter menjelaskan.
"Masa si, Dok?" Aini yang kurang percaya.
"Ya, bun ... kalau bunda kurang yakin, dua atau tiga bulan lagi kita sudah bisa memastikan jenis kelamin bayinya." Dokter yang melepas alat alatnya untuk memeriksa Aini.
"Alhamdulillah. sepasang," Rey tersenyum senang menatap Aini.
"Ini saya resepkan Vitamin dan penambah darah ya bu, jangan lupa minum air putih yang banyak!" tegas Dokter yang menulis resep obat.
"Terimakasih, Dok," ucap Rey dan Aini berpamitan.
Saat sampai di tempat penebusan obat, Aini dan Rey menunggu antrian untuk di panggil saat mengambil obat, saat namanya sudah di panggil, Rey mengambilkan obatnya lalu keluar bersama Aini. Ketika Aini dan Rey berjalan di koridor rumah sakit mau keluar, mereka tidak sengaja berpapasan dengan Ammar dan juga Nabila.
"Wah, Pak Reyzal?" sapa Gunawan papihnya Nabila.
"Tidak di sangka kita bisa bertemu disini," ucap Gunawan.
"Ya, sangat sangat kebetulan! Oh, gimana keadaan Pak Gunawan? Sehat?" Rey yang menatap tajam ke arah Ammar dan bergantian ke menatap ramah ke arah Pak Gunawan.
"Alhmdulillah sehat, wah Pak Reyzal sepertinya sedang mengantar istrinya chek kandungan?" ucap Gunawan menebak
Rey hanya tersenyum kaku mendengar penuturan kata Gunawan, sedangkan Ammar terus menatap Aini yang hanya menduduk tidak mau melihat sama sekali suami dan madunya itu.
"Gimana hasil cheknya bagus?" tanya Gunawan yang kepo.
"Alhamdulillah bagus, kedua bayi sehat dan juga... alhamdulillah bayinya sepasang in sya allah. " Rey menatap Ammar yang juga menatap dirinya.
"Wah, beruntung sekali Pak Reyzal, selamat atas calon anak kembar Pak Reyzal." Gunawan tertawa senang.
"Terimakasih, Pak Gunawan sendiri sedang apa? bukan kah ini Rumah Sakit Ibu dan Anak?" pertanyaan Rey membuat pikiran Aini menebak nebak.
"Saya ingin mengatar anak saya untuk chek kandungan. Ya... maklum lah, saya sudah tua. Pak Reyzal tau sendiri penyakit saya, saya hanya ingin cepat cepat mendapat momongan," ucap Gunawan.
"Oh ya kenalin ini anak saya Nabila dan ini menantu kebangga saya Ammar, mungkin Pak Reyzal sudah kenal dengan mantu saya yang pengusaha terkenal sama seperti Pak Reyzal," ucap Gunawan.
"Oh ya, Pak Ammar. Saya tau beliau pemilik PT Energi Abqori, tapi setau saya nama Istri Pak Ammar itu bukannya Nur Ai ...."
__ADS_1
"Maaf saya permisi duluan. " Aini lebih melilih menjauh dari pada menahan sesak di dadanya yang melihat suaminya ternyata sibuk mengantar madunya chek up dari pada membalas atau sekedar mengangkat telephone darinya.
"Ah maaf pak Gunawan saya permisi dulu, mau menyusul istri saya!" Rey yang tersenyum saat mengucapkan kata Istri saya.
"Ah ya pak, silahkan." Gunawan yang tersenyum heran saat Rey ingin menyebut nama lain selain Nabila.
Ammar yang panas mendengar ucapan Rey yang mengaku Aini adalah istrinya hanya bisa menahan rasa kesalnya, Ammar izin pamit sebentar ke Nabila dan ke Gunawan, setelah itu Ammar langsung mencari keberadaan Aini, tapi sayangnya mobil Rey sudah menjauh dari pandangannya.
"Astagfirullah, kenapa bisa lupa sih sekarang jadwal Aini chek up?" Ammar mendengus kesal sambil menghubungi Aini. Namun tidak ada jawaban dari Aini.
Ammar melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari Aini dan semua pesan dari Aini, tapi baru kebuka oleh Ammar.
"Aini angkat telefon nya sayang!" Ammar yang terus menghubungi istrinya namun tidak di angkat.
"Maaf, nomor yang anda tujuh sedang berada di luar jangkauan." suara operator yang menandakan Aini langsung mengNon Aktifkan ponselnya.
"Ck!" kesal Ammar.
*********
Sementara itu, Aini yang sudah berada di dalam kamar nya, terus menerus termenung. Didalam hatinya masih terasa sesak dan berat untuk menahan air mata jatuh ke pipinya.
"Kenapa mas Ammar tega sama Aini, apa salahnya membalas pesan dari Aini untuk memberi kabar mas! Apa salahnya kalau mas angkat telfon Aini dan bilang mas mau mengatar mba Nabila ... apa salahnya mas ngomong seperti itu!" Aini mengeluarkan segala unek uneknya sendiri yang duduk di sofa samping jendela kamar.
"Aini berharap, Aini bisa menjauh dari kehidupan mas Ammar dan mba Nabila, kalau memang itu yang kalian mau!" Aini terus terusan menangis hingga akhirnya tertitur pulas di sofa.
Ke esokan harinya.
Aini terbangun dari tidurnya yang masih berat untuk membuka mata akibat menangisi orang yang dia cintai. Aini merenggangkan tubuhnya, meraba raba di sekitar samping kiri dan kananya, karena Aini berfikir dia masih tidur di sofa tapi entah mengapa sofanya sangat besar, sehingga dia bisa leluasa untuk bergerak.
"Selamat pagi Nyonya," ucap para pelayan yang sudah menunggu Aini terbangun.
Aini langsung membuka matanya saat dia mendengar para pelanyan menyapanya menggunakan bahasa asing.
"Siapa kalian? Astagfirullah di mana saya? kalian nyulik saya ya?" ucap Aini panik.
"Good morning baby," ucap suara berat di balik pintu kamar dan melangkah kan kakinya menghampiri Aini, Aini tidak percaya apa yang ada di hadapanya.
Bersambung,..
Hemmm... kira kira Aini dimana ya? ada yang tau? siapa orang yang menculik Aini? 🤔🤔🤔
Ettsss tapi Author mau kasih bonus visual A'a Rey dulu nih...
Gimana? terpesonah gak? Author aja terpanah melihat ketampanan sholehnya A'a Rey... kalau kalian punya halu yang lebih keren dari ini, monggo yo wes yang penting kalian semua bisa senang...
Ya sudah maaf ya bila ceritanya masih kurang menarik, author titip salam ya buat kamu dan juga orang yang kamu sayang.
__ADS_1
like, komen, vote dan hadiahnya ya, author minta hehehe buat karya author yang receh ini setidaknya akan membuat author semangat untuk upnya.
Terimakasih