Mencintaimu Jalan Menuju Surga

Mencintaimu Jalan Menuju Surga
41. Cemburu Frans


__ADS_3

Frans berhasil menyelamatkan ibunya Veby.


Veby langsung memeluk ibunya dengan penuh rasa lega dan gembira, akhirnya ibunya selamat dari gengaman Monica.


Frans menyuruh Assisten rumah tangganya untuk menyiapkan segala keperluan ibunya Veby. Veby merasa bersyukur atas apa yang di lakukan Frans untuk dirinya.


"Thanks,," ucap Veby.


" Haha gak usah buru buru mengucapkanny, malam masih lama datangnya, mending kamu nikmatin dulu waktu mu bersama ibu mu, setelah itu kamu baru mengucapkan terimakasih dengan cara yang benar" ucap Frans yang mematikan rokoknya.


" Trus maksud loe apa dari ucapan loe..?" ucap Veby yang berdiri dari tempat duduknya.


" Jangan sok suci,,, gue juga udah tau siapa loe sebenarnya, ngapain juga jual mahal sedangkan loe aja uda ......... " ucap Frans ke Veby.


Plakkk...! Tamparan keras mendarat di pipi Frans.


Begitu juga dengan anak buah Frans yang sudah memegangin Veby.


" Heh... " ucap Frans sambil mengelap sedikit darahnya yang ada di ujung bibir Frans.


" Ingat... ibu mu sekarang di tangan ku, jadi jangan banyak tingkah biar ibu mu selamat dan aman.


"Brengs*k... " ucap Veby yang memberontak.


" Bawa dia ke dalam jangan sampai dia lolos malam ini." ucap Frans.


Veby pun di bawa dan di ikat di atas kasur Frans.


" Sial... keluar dari lubang macan betina, masuk kelubang macan jantannya." ucap Veby.


Seharian Veby di kurung oleh Frans di kamar apartemennya di salah satu di kota X. Sedangakan Frans dengan santai membahas soal Veby bersama ibunya Veby.


Malam pun tiba, Veby di rubah penampilan menjadi seorang wanita yang anggun dan cantik.


Veby langsung di bawa oleh anak buah Frans ke sebuah restoran yang ada di lantai bawah apartemennya.


" Makan lah dulu, agar kamu tidak lemas saat berterimakasih dengan ku." ucap Frans yang menggoda.


Veby hanya terdiam saat Frans menyuruhnya makan.


" Apa perlu aku yang menyuapi mu?" ucap Frans.


" Ternyata orang menjadi lebih gila saat orang itu tidak bisa mendapatkan cintanya." ucap Sinis Veby


" Kau berani mengejek ku.?" ucap frans yng memgeprak mejanya.


" Kalau loe cinta ya kejar orangnya, berusaha dapetin cintanya, bukannya melampiaskan patah hati loe ke temannya." ucap Veby.


" Hah temen? mana ada temen yang kaya loe nusuk dari belakang,, temen apa itu namanya" ucap marah Frans.


" Itu urusan gue, dan urusan loe jangan bawa bawa gue.. ngerti loe" ucap Veby yang berdiri dan kabur dari Frans.


Frans mencoba mengejarnya dan menarik paksa tangan Veby hingga ke lift, anak buah Frans yang tau kondisinya langsung menjaga lift, agar orang lain juga tidak ikut masuk bersama mereka berdua yang sudah kalang kabut dengan emosinya masing masing.


Di dalam lift Veby terus memberontak agar bisa lepas dari gengaman Frans, tapi Frans semakin mengencangkan pegangannya.


Hingga Frans merasa sebal karena Veby terus memukul dada nya, Frans langsung merangkul leher Veby dan mencoba menci*mnya dengan paksa.


Ting.. pintu lift terbuka, frans langsung melepaskan c*umannya dan segera menggendong Veby seperti memikul beras karung.


Begitu sampai di dalam apartemennya Frans langsung membanting Veby ke atas kasur, Veby yang melihatnya hanya ke takutan dan mundur kebelakang secara perlahan.

__ADS_1


" loe tau, gue senang bila Aini tidak memilih lelaki brengs*k seperti loe jadi suaminya." ucap Veby, Frans langsung menarik paksa kaki Veby.


" Jangan macem macem loe..! " ucap Veby


Frans mengabaikan ucapan Veby, Frans tidak tau apa yang dia rasakan saat ini, perasaan yang bercampur aduk antara kecewa tidak bisa mendapatkan orang yang di cintainya yang sudah bertahun tahun mengejar, menunggu orang yang di cintainya, tapi malah di miliki orang lain yang baru saja dia kenal.


Perasaan yang sakit mengetahui bahwa, orang yang di cintainya sudah tidur dengan musuh cintanya. Perasaan aneh yang bangkit dalam dirinya ketika Frans bersama Veby walaupun hanya sekali hembusan nafas Veby di lehernya. Membuat Frans uring uringan tidak bisa tidur.


Dengan perasaan campur aduk Frans membayakan Aini bersama Ammar.


" Saa....kiitt... hiks hiks hiks..." ucap Veby yang kesakitan.


"Seperti ini kah?" ucap Frans yang masih mengira Veby adalah Aini.


"Di sini kah ah? " ucap Frans


" Seperti ini kah kalian melakukannya HAH..?" ucap Frans yang sudah kalang kabut.


" Stop...! you crazy..! brengs*k...!" ucap Kesal Veby yang mencakar memukul punggung Frans.


"Nooo...! Please lepasin gue.!" ucap Veby.


" Frans...! sadar.... gue bukan Aini Frans... gue Veby... liat baik baik mata loe " ucap Veby.


Veby terus menghidar, Frans pun tersadar kalau Veby masih tersegel. dengan rasa sakit hati nya Veby, Veby langsung berteriak menyebut nama orang yang dia sayang.


"Rangga...hikkks hikks" teriakan Veby menyebut nama laki laki lain.


Frans langsung berhenti, ada perasaan marah di hati Frans, saat mendengar Veby menyebut laki laki lain disaat dia yang berada di pelukannya.


Frans langsung bangun dan meninggalkan Veby begitu saja.


" Kenapa gue ? kenapa gue harus ngebayangi Aini si ? Kenapa juga gue harus sakit hati mendengar tuh anak teriak nama laki laki lain disaat gue lagi bersama dia? toh gue juga ngembayangin wanita lain bukan dia,, Akkkhhhh Frans...!" Teriak Frans di balkon kamarnya.


Veby yang melihat Frans bicara sendirian seperti orang gila, lebih memilih diam diam memakai baju dan kabur dari kamarnya. Sayangnya pintu kamarnya terkunci.


Veby berusaha mencari kunci kamar di laci dan di berbagai tempat tapi tidak berhasil menemukannya.


" Kau mencari ini..?" ucap Frans yang menangkap basah Veby sedang mencari kunci untuk kabur darinya.


Veby kaget mendengar Frans berbicara padanya tepat di belakangnya.


" Kau ingin kabur? hmmm? Ambil lah, sebelum ku berubah fikiran dan memaksa masuk brangkas mu" tanya Frans yang duduk di sofa dan melempar kuncinya ke arah Veby.


Veby pun tidak menyia nyiakan kesempatan, dia mengambil kuncinya dan mencoba membuka pintu yang terkunci agar bisa kabur dari gengaman frans.


" Hanya sekedar mengingatkan.. Orang tua Monica akan mencari mu dan ibumu, mereka lebih kejam dari apa yang kamu pikirkan." ucap Frans dengan senyum liciknya.


" Gue gak takut. " ucap Veby yang mencoba membuka gagang pintu.


" Heh... Mereka akan langsung membunuh mu dan ibu mu di tempat saat mereka menemukan kalian, tanpa basa basi tanpa ada toleransi."


" Loe mau nakutin gue? gak mempan " ucap Veby yang membuka pintu nya terbuka.


" Silahkan saja coba ,,, kalau kamu kepingin melihat ibu mu..." ucap Frans terpotong oleh Veby


" Apa mau loe? masih mau berusaha mendapat gue saat loe udah tau gue masih tersegel iya..?" ucap Veby yang mendekat ke arah Frans dan membuang tasnya di muka Frans.


"Aku cuma mau bilang akan lebih aman kalau kau tetap berada di samping ku.?" ucap Frans yang masih dengan santai dengan duduk di sofa tersayangnya.


" Aman? sama laki laki seperti loe? walaupun gue bukan Aini, gue juga gak bakal mau sama loe. loe laki laki brengs*k yang pernah gue temuin" ucap Aini yang menginjak kaki Frans dengan kencang.

__ADS_1


" Aaaakkhhhh syyyiiiidddd,,,, " Teriak kesakitan.


"Siapa laki laki itu..?" ucap Frans berdiri menghadap Veby dan mencengram pipi Veby


" Kenapa? cemburu..? " ucap Veby menantang.


" Hahhaha.. seorang Frans cemburu..? sama wanita seperti kamu..? " ucap Frans yang melepaskan cengkramannya dan tertawa menutupi perasaan yang sebenarnya.


Veby yang sakit hati atas perlakuan Frans ke dirinya memilih memberanikan diri untuk kabur dan meninggalkan Frans seorang diri.


" Pergi lah sejauh mana pun yang kamu mau, karena kamu tidak akan bisa kabur dari genggamanku." ucap Frans yang marah di tinggal pergi oleh Veby.


" Kevin..? awasi dia jangan sampai loe kehilangan jejaknya." ucap Frans yang menghubungi temannya.


" Siapa? nenek nenek yang loe selametin.?" tanya Kevin.


" Bukan dia dodol... maksud gue anaknya,,, Veby ...!" ucap kesal Frans.


"Loe kalau mau nyuruh tuh yang jelas,,,, biar gue gak salah faham, loe pikir gue bisa baca pikiran loe..?" ucap Kevin.


" Terserah loe lah" ucap Frans.


🌹🥀


Rumah Ammar.


Pukul 04 : 00 subuh.


Jam alerm berbunyi di ponsel milik Ammar, Ammar segera mematika alerm yang berbunyi dan melihat kesamping sambil benar benar memastikan bahwa orang yang dia peluk adalah Aini istri pertamanya.


Ammar pun tersenyum lebar melihat wajah istrinya masih tertidur pulas akibat ulahnya. Ammar dengan jail nya menelusuri jarinya ke setiap wajah Aini.


Ammar melihat bibir Aini yang bengkak dan sedikit berdarah akibat ulah pertamanya yang kasar, mencoba mengelus pelan di bekas gigitannya dan mengecupnya dengan lembut.


Ammar berahli melihat leher Aini yang penuh dengan cap tanda miliknya, dan mengelusnya dengan pelan, membuat Aini merasa geli di lehernya akibat elusan Ammar.


"Hmmm... " ucap Aini yang merasakan geli di lehernya.


Ammar langsung memeluk erat istrinya saat Aini membuka mata secara perlahan.


" Mas Ammar..?" ucap Aini yang mengelus rambut suaminya.


" Pagi sayang.." ucap Ammar yang mencium pipi istrinya.


" Hehe pagi juga sayang ku" ucap Aini.


" Apa..?" ucap Ammar.


" Hmmm mulai deh..."


" Ya mas mau denger sekali lagi.." ucap Ammar manja.


" Sayang ku,,," ucap Aini yang mengecup b*b*r suaminya dengan lembut.


" Kamu yang mancing mas duluan pagi pagi ya,," ucap Ammar yang menutupi lagi mereka berdua dalam selimut.


" Mas... ahh... mmmpunn... " ucap Aini yang mendapat serangan mendadak dari Ammar.


Aini hanya bisa pasrah melayani suami nya yang kesekian kalinya dari semalam.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2