
" Aini, wooi, diem aja di sapa Shandy juga. " senggol Panda.
" Oh, hai juga Shan. " Aini yang tersadar dari lamunan yang menunduk.
"Cantik," ucap Shandy menatap Aini.
"Ah, apa?" kaget Aini saat mendengar kata cantik dari Shandy, yang ternyata teman teman Aini juga kaget saat Shandy bilang cantik.
" Maksudnya, bunganya cantik," elak Shandy.
" Owh, bungaaanyaaa... kirain orangnya. " Serempak jawab teman temannya. Aini langsung menyubit pelan lengan Raya yang ada di sampingnya
" Pada mau pulang? " ucap Shandy yang matanya masih melihat kearah wanita pujaanya yang sudah resmi menjadi milik orang lain.
" Ya, kalau gue si langsung balik sama Raya dan juga Ulfa," ucap Kim O.
" Kalau gue sama Panda masih ada satu mata kuliah lagi," ucap Senja.
Teman temannya Aini yang melihat Shandy masih terus memperhatikan Aini tampa berkedip, sedangkan Aini yang selalu menunduk.
Beberapa menit kemudian, Ammar datang dengan mobil barunya yang sudah hak milik atas nama Aini, Ammar menghubungi Aini tapi pesan dan telephone tidak di angkat. Ammar melihat sekelilingnya dan melihat sang istri tercinta bersama teman temannya sedang asik berbicara di depan gedung kampus.
Mata Ammar langsung menyipit saat melihat Shandy terus menatap istrinya tanpa berkedip, saat menunggu istrinya tidak kunjung datang, akhirnya Ammar menghampiri Aini.
"Assalamualaikum," salam Ammar dan langsung menyetuh tangan istri nya dengan lembut.
"Waalaikumussalam," ucap serempak teman temannya Aini begitu juga dengan Shandy yang menunjukan wajah ramahnya pada sang musuh.
Melihat Ammar mengandeng tangan Aini dengan mesra, hatinya begitu sakit. Shandy lebih memilih untuk berpamitan oleh semuanya.
"Gue, duluan ya" ucap Shandy ke semuanya yang berpamitan sambil menepuk bahu Ammar sebagai tanda akrabnya.
"Oh ya,"Serempak teman temanya Aini dan di angguki oleh Aini.
"Hati hati kepleset Shan." ucap Panda.
"Kalao jatoh bangun sendiri ya.! " ucap Senja.
"Salam buat bamer Shan." ucap Raya.
" Dadah Shan, I Lope u" timpal Raya.
Seketika semua pada nengok ke Raya, seakan menanyakan apakah Raya suka dengan Shandy?.
"Ngapain loe semua pada liatin gue, gue cuman bercanda kaleeess... "
"Beneran juga gak papa kaleess Ra." ucap Aini agar Ammar tidak cemburu.
"Udah gak ada kelas kan?" tanya Ammar yang di anggukan oleh Aini.
"Semua, gua duluan ya, Assalamualaikum" ucap Aini berpamitan.
__ADS_1
"Waalaikumussalam, hati hati mpo Nuuurr!!" ucap teman temannya.
Dalam mobil yang sedang melaju, Ammar melirik Aini sekilas, merasa bersalah atas kecemburuannya yang berlebihan.
"Kenapa jemput? kan aku bisa naik taksi. panggil pak Karto juga bisa, " ucap Aini.
"Emang gak boleh ya? suami jemput istrinya?"
" Bukan gak boleh, kan mas Ammar lagi kerja,"
"Kan lagi jam istirahat sayang, mas mau ngajak kamu makan bareng sama clein mas"
"Udah makan, barusan sama temen temen di kampus, lagian mas gak kasih kabar mau ngajak makan."
" Ya sudah, temeni mas bertemu sama clien kalau gitu. " ucap Ammar memakirkan mobilnya di sebuah restoran ternama di Jakarta.
"Restoran Jepang?"
"Ya, Kebetulan clien mas juga orang Jepang, dah yuk masuk," Ammar membukakan pintu dan mengandeng tangan Aini sampai masuk di ruangan VVIP restoran Jepang.
Saat masuk kedalam, Ammar di sambut ramah oleh clein nya, sepasang suami istri bernama Haku dan Yuko yang berasal dari Jepang.
Saat Haku berbicara mengunakan bahasa Jepang, Anezaki Igarashi Ricky sebagai Assisten penerjemah Haku. Mentraslitekan bahasa Jepang ke Indonesia.
"Selamat siang Tuan Ammar dan Nyonyah Aini silahkan duduk." ucap Anezaki menerjemahkan.
Setelah Haku dan Ammar saling berbincang satu sama lain, membahas kerja sama antara ke dua belah pihak, kini mereka menikmati makan siang bersama sambil melontarkan pujian.
"Istri anda sangat pandai sekali dalam dunia bisnis, apakah istri anda juga ikut terjun langsung membantu bisnis anda tuan" ucap Anezaki menerjemakan.
"Hahaha, Arigatogozaimashita tuan Haku, atas pujianya untuk istriku, tapi istri saya tidak ikut dalam bisnis saya, dia lagi mengenyam pendidikan dalam dunia Hukum. saya tidak mau memaksakan dia atau membatasi dia, apapun cita cita dan keinginannya, saya selalu dukung dia" ucap Ammar sambil merangkul istrinya.
"Sungguh pasangan yang romantis, tuan Ammar begitu romantisnya mendukung istrinya"
" Jangan terlalu memuji tuan Haku, saya bukan tipe orang yang begitu romantis seperti Tuan Haku dan Nyonya Yuko, yang kisah romatis kalian sungguh melegenda, sampai sampai cerita kisah cinta anda dan istri anda di buat kisah dalam sebuah karya novel My Little Prince, sungguh luar biasa tuan Haku." ucap Ammar.
" Wah terimakasih Tuan Ammar, saya sangat terharu atas ucapan Tuan Ammar yang mengetahui kisah saya," ucap Haku langsung berterimaksih menggunakan bahasa Indonesia.
Setelah selesai makan siang, Ammar dan Aini berpamitan untuk pulang.
" Temakasih Tuan Ammar, semoga kerja sama kita berjalan lancar." ucap Haku yang berjabat tangan dengan Ammar.
" Sama sama Tuan Haku, semoga kedepannya semakin sukses dan harapan kita tercapai. " Balas Ammar tersenyum.
Ammar dan Aini keluar dari ruangan tersebut dan kembali melanjutkan perjalanan mereka ke Jakarta Utara.
" Makasi ya mas, udah mau jemput, dan juga ngajak Aini untuk bertemu clien penting mas Ammar." ucap Aini.
" Haruskan mas mengajarkan kamu terus, untuk berterimaksih sama mas dengan cara yang benar? " ucap Ammar yang menujukan bibirnya dengan jaro telunjuk.
Cup...
__ADS_1
Kecupan sekilas yang Aini berikan di bibir suaminya, tapi Ammar meminta yang lebih. menahan tengkuk leher Aini dan memperdalam ciumannya sambil menutup atap mobil yang terbuka.
Saat atap mobil tertutup sempurna saat itu pula tangan Ammar mulai hilang kendali.
"Ah..." saat remasan itu berasa di d*d* Aini.
Ciuman itu semakin dalam dan jauh lebih panas, sebelum ketukan kaca luar mobil terdengar. Membuat aktifitas panas di dalam mobil mewah terhenti.
" Maaf bos " ucap Roy yang memperlihatkan jam tanganya ke Ammar sebagai tanda harus mengejar waktu.
"Hmm..." ucap kesal dan malas Ammar menurunkan kaca mobil.
" Maaf ya sayang, mas harus buru buru ke kantor lagi, maaf malam ini mas gak bisa nginap sama kamu, kamu udah gak marah lagi kan sama Mas?" kecup Ammar di kening Aini.
" Iya mas, gak apa apa, hati hati di jalan. " ucap Aini sambil menggeleng kan kepala tanda dia tidak marah lagi dengan suaminya.
"Love u, Assalamualaikum" Menambah kecup di bibir Aini.
"Me to, Waalaikumussalam"
Ammar turun dari mobil dan berpindah ke mobil dinasnya, sedangkan Aini berdiri di depan pintu sambil melambaikan tanganya ke arah mobil Ammar yang semakin menjauh.
***********
Come back to Frans and Veby.
Setelah tiga hari pernikahanya dengan Veby, Frans sama sekali belum menyentuh istrinya semenjak Veby melontarkan kata tidak ada cinta di antara kita.
Frans berniat membawa Veby untuk tinggal bersamanya di negara Prancis, jelas Veby sangat keberatan. Apalagi dia harus pisah dari ibu nya. walaupun Frans menjamin kehidupan ibunya.
Ceklek. pintu kamar mandi terbuka, Veby yang memegang sebuah buku di tangannya mengitip Frans yang keluar hanya mengenakan handuk yang di lilit di pinggangnya.
" Besok pagi kita ke bandara. aku sudah menyiapkan semuanya dan aku gak mau ada kata penolakan.! " ucap Frans yang menghampiri Veby sedang duduk di kursi kamarnya.
" Boleh kita membuat perjanjian kontrak dulu, sebelum kita pindah?" tawar Veby.
" Kita bukan di dunia novel honey, seperti yang kau baca setiap hari kerjaanya. jadi jangan berfikir untuk membuat perjanjian kontrak atau perjanjian lainya dengan ku. " ucap Frans yang mendekatkan wajahnya ke arah Veby.
"I... ya... ya sudah... Kalau gak buat perjanjian kontrak, ya udah gue gak mau... ikut loe ke Prancis." ucap gagap Veby berdiri mendorong Frans saat aroma tubuh Frans mulai tercium.
"Kamu pikir kita di dunia novel? harus pakai surat perjanjian kontrak segala," ucap Frans yang mendekat ke arah Veby.
"Mau ngapain loe?" Veby yang mulai mengambil ancang ancang untuk memukul Frans.
"Kalau di dunia novel harus ada perjanjian kontrak, bersentuhan pakai cinta atau harus bucin dulu baru bisa menyentuh istri kontraknya. Sekarang aku mau buat kamu sadar! kita tidak di dunia novel,! kamu sudah menjadi istriku sepenuhnya, aku bisa ngelakuin apa saja hak aku sebagai suami terhadap kamu." ucap Frans yang mulai menggoda Veby dengan sentuhan.
"Frans, gue mohon jangan, ok gue gak akan minta surat perjanjian, tapi jangan sentuh gue sebelum loe cinta sama gue." ucap Veby menangis saat sudah ada di bawah Frans di atas kursi kamar.
Frans bangun dari atas Veby dan berjalan ke arah walk in closet, Frans memukul dinding dengan kencang saat berada di dalam ruangan bajunya.
"Aini, kenapa begitu susah menghapus semua tentang kamu.! " Ucap Frans ke dirinya sendiri yang merasa kecewa karena gagal move on.
__ADS_1
Bersambung...