
" Maaf kak Al,, Aini gak dapet izin untuk ketemu sama kak Al,, jadi,,, Aini gak bisa keluar sama kak Al,, " ucap lirih Aini,
" Heuu ? " Nafas pendek Rey dengan kasar,, ingin rasanya marah, meluapkan isi hatinya yang kecewa, tapi Rey tau itu akan buat Aini takut.
Aini tau pasti Rey akan minta penjelasan cepat atau lambat, dengan perasaan bersalah, Aini mencoba menenangkan hatinya agar tidak gugup dan salah bicara yang akan takut melukai perasaannya Rey.
" Aini...? " tiba tiba Nenek yang panik dan menghampiri Aini yang sedang bicara dengan Rey di teras.
" Ya nek ada apa?" ucap Aini yang sudah mengelap air matanya.
" Tante Dinda ada di bandara sekarang,, dia mintaa tolong sama kamu buat jemput Kenzo di bandara." ucap Neneknya yang panik.
" Kenzo di bandara..? kenapa? "
" Tante dinda mau menemani mertuanya berobat ke Singapur selama seminggu, tante Dinda minta tolong sama kamu untuk jemput Kenzo di bandara,,, pesawat nya 30 menit lagi mau berangkat" ucap Neneknya yang mendapat kabar telephone dari bik Surti.
" Ya ampun nek, bentar,, Aini panggil taksi online dulu" ucap Aini yang ikut panik.
" Gak keburu,,,!! biar saya antar aja ke bandara" ucap Rey yang menawarkan dirinya.
Aini dan Nenek saling tatap muka, menanyakan dalam hati mereka masing masing.
" Ya sudah,, kamu di anter Rey saja,,, biar cepat,,, biar nanti kalau ada masalah kebelakangan,, biar nenek yang ikut bicara nanti sama Ammar" ucap nenek yang mengerti maksud Aini.
" Tapi nek,, " Ucap Aini yang ragu.
" Sudah sana berangkat,,, kasian Kenzo,, percaya sama Nenek. " ucap Nenek yang menyakinkan.
Akhirnya dengan terpaksa Aini di antar oleh Rey kebandara, dalam perjalanan Rey merasa senang sekaligus gugup karena bisa berduaan lagi dengan Aini.
Sedangkan Aini hanya bisa fokus memikirkan Kenzo, dengan raut wajah yang penuh kawatir. Kenzo anak tante Dinda yang masih berusia 5 tahun.
" Jangan kawatir,,, tenang,," ucap Rey yang melihat kekawatiran Aini.
Aini hanya bisa mengangguk pelan sebagai jawabanya, sesampainya di bandara Aini mencari tantenya yang di bantu oleh Rey.
" Mas,, itu dia" ucap Aini yang salah bicara sama Rey yang menarik baju Rey dan menghampiri tante Dinda.
" Tante Dinda,,..! " ucap Aini memanggil.
" Alhamdulillah,, makasi ya Aini, sudah mau kesini,, tandinya tante pikir kamu gak bakalan mau datang,, " ucap Tante Dinda yang melihat Rey.
" Ya mau lah tante,,, tante gak perlu kawatir dan cemas, selama Aini bisa bantu. " ucap Aini yang melihat Rey mengambil Kenzo dari papanya.
" Terimakasih ya Aini,, maaf tante harus merepotkan kamu,, tante nitip Kenzo kurang lebih seminggu, soalnya kalau tante ajak, kasian Kenzo kalau harus ikut,,, tante mesti ngurus semua keperluan selama ibu mas Davit berobat ke Singapur.. " ucap Tante Dinda menjelaskan.
" Ya tante, Aini ngerti,, tante tenang saja,,"
" Kamu tenang saja,, semua keperluan Kenzo sudah tante siapain. nanti kalu kamu bingung kamu tinggal hubungi tante aja ya..?" ucap Tante Dinda.
" Ya tante "
" Hai anak mama yang ganteng,, maafin mama dan papa ya,,, mama gak bisa ajak kamu,, kamu sama kakak Aini dulu ya,,, nanti kalau udah beres mama jemput kamu lagi ya,, jangan nakal ya sayang. " ucap Tante Dinda ke Kenzo yang masih tertidur.
" Sekali lagi maaf ya Aini,,, " ucap Tante Dinda.
" Mah hayoo,, buruan,,, !! Aini,,, Rey,,, om titip Kenzo ya,,, Rey om percaya sama kamu" ucap suami Dinda yang tergesa gesa.
" Ya om Tante, saya dan Aini akan jaga Kenzo. " ucap Rey.
Orang tua Kenzo masuk ke dalam pesawat dan Aini bersama Kenzo dan Rey masuk kedalam mobil.
" Maaf ya Kak,, jadi ngerepotin kamu, " ucap Aini di dalam mobil yang sekarang sedang jalan arah pulang.
" Gak apa apa,, kakak senang,, " ucap Rey yang melihat sekilas Kenzo tertidur di kursi belakang.
Dalam perjalanan Aini hanya terdiam melihat pemandangan di luar lewat kaca mobilnya dan melirik ponselnya.
" Apa kamu sudah kasih tau suamimu? kalau kamu pergi sama kakak? " tanya Rey yang melihat Aini terus melihat ponselnya.
" Nomornya tidak aktif, " ucap cuek Aini.
" Ponsel kamu yang dari kakak mana? "
" Pecah, di banting mas Ammar" jawab Aini jujur dengan cuek.
" Kamu kesal sama kakak? " tebak Rey yang melihat sikap Aini.
" Kenapa kakak bisa jadi asisiten Mas Ammar..? " ucap Aini sedikit kesal menggalihkan pembicaraan.
__ADS_1
" Jawab dulu pertanyaan kakak,,, kamu kesal sama kakak? "
" Enggakk...! " jawabnya
" Trus.. ? kesal sama suami kamu..? nomornya gak aktif..? " tebakan Rey benar.
" Kakak kok gak jawab, tadikan aku udah jawab,, malah nambah pertanyaan lagi. " ucap Aini.
Tiba tiba Kenzo terbangun kerena mendengar perdebatan Aini, dan Rey. Kenzo langsung menangis mencari mamanya.
" Mama.. mama... papa.. mama.... huhuhu huhuhu" ucap Kenzo.
" Hai Kenzo,,, ini kakak sayang,, kak Aini,, masih ingat..? " ucap Aini.
Kenzo masih menangis menyebut nama mamanya, Akhirnya Rey pun menepikan mobilnya.
" Hai Kenzo,, ini kak Al,, " ucap Rey, Aini langsung turun dan duduk di belakang sama Kenzo.
" Aduuhh anak pinterr,, hai jangan nangisss,, sini sayang sama kakak,, aduuhhh gantengnya adik kakak" ucap Aini yang menggendong Kenzo ke pangkuannya
" Gak mau, gak mau,, Enzo au sama Mama huhuhuhu" ucap Kenzo ngamuk,,
" Hai Kenzo sayang,,, nanti mama pulang,, Kenzo sama kakak dulu ya..? " bujuk Aini.
" Gak mau,,, pokoknya Enzo au ama mama,,, huhuhu" ucap Kenzo yang ngamuk di pangkuan Aini.
Rey yang melihat langsung turun dan menggendong Kenzo, lalu membujuknya dengan caranya.
" Sini sama kak Al,,, hmmm pinter,,, eehhh liat tuhh wwahhhh banyak mobil,,, wuiiihhh mobilnya besar besar,,, " ucap Rey yang menggendong Kenzo.
Seperti di hipnotis, Kenzo berhenti menangis dan langsung memeluk Rey yang digendongnya dan melihat mobil mobil sedang lewat. ( sudah keluar dari jalan tol)
" Uwwaahhh mobilnya edeee,, " ucap Kenzo yang langsung tertarik.
" Wahh iya,,, dadah dulu sama mobilnya,,, dada mobil gede,, Kenzo mau masuk lagi kedalam sama kak Aini. " ucap Rey yang memasukan Kenzo kedalam mobil lagi.
" Aahh gak auuu... gak au,," ucap kenzo yang ngamuk lagi ketika masuk kedalam mobil.
" Eh Kenzo mau susu gak.. ? nih kakak punya susu" ucap Aini sambil menyodorkan botol susu milik Kenzo.
Pikiran Rey yang sudah traveling mendengar ucapan Aini hanya tertawa.
" Gak au susu,,,, " ucap Kenzo ngamuk di gendongan Rey.
" Trus Kenzo mau apa? mau es krim? iya mau,, nanti kita beli di depan ya,, tapi masuk dulu" ucap Rey,
" Gak aau es kim.." rengek
" Ya mau apa Kenzo..?" ucap Rey
" Au mobil ede entuuhh,, " tunjuk Kenzo.
" Ya kita beli yuukkk,, tapi masuk dulu ya,,, " ucap Rey yang menyerahkan Kenzo ke Aini.
" Enzo gak au ama kakak enttuh,,, Enzo mau ama kak Al" pinta rengek Kenzo.
" Kak Al kan yang nyetir mobilnya,,, gimana nanti,,? " ucap Rey.
" Sini sama Kak Aini,, kita duduk di depan sambil liat mobil mobil besar" ucap Aini.
Akhirnya Kenzo mau, mereka melanjutkan perjalanan lagi, hingga sampai di salah satu Mall terkenal di daerah Jakarta.
Aini dan Rey masuk kedalam mall menuju tempat mainan anak anak, sambil tersenyum ceria Kenzo yang digendong Rey sambil mengoceh setiap apa yang dia lihat.
Bukkk...
" Auuhh,,, Kak Al apa si...? tiba tiba berhenti" ucap Aini yang memegang hidungnya karena tertabrak punggung Rey.
" Abisnya kamu jalan di belakang,,, jalan di samping kakak apa..? " ucap Rey protes.
" Kan sama aja,,, " ucap Aini yang berdiri di samping Rey.
" Sakit.. ?" ucap Rey perhatian.
" Sedikit..." ucap Manja Aini yang mengelus hidung mancungnya.
" Uhhh kasiann... " ucap Rey yang merayu.
" Haaayoooo,,, haayyoooo" ucap Kenzo yang tidak sabaran yang menyadarkan mereka berdua.
__ADS_1
Mereka berhenti di tempat mainan dengan rasa senang Kenzo melupakan mama dan papanya sejenak, Rey membayar mainan yang begitu banyak untuk Kenzo.
" Ya ampun kak, gak harus borong semuanyakan..? kan bisa pilih salah satunya" Protes Aini yang hanya di jawab tertawa oleh Rey.
" Di bilangin malah ketawa,,, aneh.... " ucap Aini
" Hahaha udah ayoo kita makan sekalian,,, udah laper kan..? " ucap Rey yang senang, karena dia merasakan seperti sebuah keluarga yang bahagia bersama Aini.
" Enzo au emam spageti,, " ucap Kenzo semangat.
" Apa aja,,," ucap pasrah Aini yang dilirik Rey.
" Okk... kita lets go, bbooooyyy" ucap Rey.
" Lesss goooo,,,,, "ucap Kenzo yang mengikuti gaya Rey. Aini yang melihat hanya mengeleng geleng kepala.
Mereka masuk kedalam sebuah restoran terkenal dengan kelezatanya, mereka berdua menikmati makanan yang mereka pesan. Sampai akhirnya Aini melihat Ammar dan Nabila sedang makan di restoran yang sama dengan Aini dan Rey.
" Sabar Aini,,, sabaar,,, mereka berdua gak salah,,, mereka berdua suami istri,,, jadi loe gak boleh marah, kesal apalagi cemburu melihat suami loe jalan sama madu loe,, " ucap Aini dalam hati sambil melihat ke arah Ammar dan Nabila yang posisinya samping sebelah kanan Aini tapi lebih depan 2 meja dari Aini
" Tahan Aini,, tahan air mata loe,, loe gak boleh menangisss,, mereka berdua gak salah,, yang salah itu loe,, loe jalan sama Kak Al,, itu yang salah, suami loe mah gak salah,, jadi buat apa loe kesal,,, " ucap Aini dalam hati lagi yang masih melihat ke arah Ammar.
" Sudah minum dulu,, nanti kebakar lagi, apa mau pindah restoran" ucap Rey yang melihat arah mata Aini dan menyodorkan minuman.
Aini langsung tersadar mengusap airmata dan meminum pemberian Rey.
" Maaf" ucap Aini yang minum.
" Bunda angan nangis,, kan ada Enzo dan ayah Al" ucapan Kenzo membuat Aini tersedak.
Huuukkk huukkk..
Buru buru Rey bangun, dan menghalangi pemandangan Ammar yang melihat ke arah mereka. Ammar langsung melirik ke arah yang sedikit berisik.
" Siapa bang..? " Tanya Nabila yang mengikuti arah mata Ammar.
" Bukan siapa siapa.. " ucap Ammar.
" Anak mereka ganteng ya,,, jadi pengen deh Nabila punya anak cowok" ucapan Nabila menyetil hati Ammar.
Ammar dan Nabila melanjutkan makannya begitu juga dengan Aini. sesekali Aini melihat ke arah Ammar dan Nabila yang begitu romantis dan manja.
Dengan telaten Nabila sering menyuapi Ammar, melihat suaminya yang mesra dengan madunya membuat Aini sedikit kesal.
" Bunda illi ..? Bunda uga bisa nyuapin Ayah,, iya kan yah..?" lagi lagi ucapan Kenzo membuat Aini tidak habis pikir.
" Kenzo... kenapa Kenzo manggil kak Aini bunda..? " Bisik Aini pelan yang sudah tidak tahan dengan pikirannya.
" Au aja sepelti meleka" tunjuk Kenzo kepengujung lainnya sebuah keluarga sedang makan bersama.
Rey hanya tersenyum melihat tingkah Kenzo, sepertinya hari ini sedang berpihak di hatinya Rey, seperti yang Rey impikan bersama Aini.
" Ayah,,, Bunda uga au di suapi sepelti meleka" tunjuk Kenzo lagi ke arah sebuah keluarga yang dimana suaminya menyuapi istrinya dengan mesra, dan anaknya terlihat senang.
" Hayyooo ayah,,, hayo.. " paksa Kenzo yang terdengar oleh Ammar, karena jarak mereka tidak terlalu jauh.
Mau tidak mau Rey menyuapi Aini sepotong steak daging dengan refleks Aini mengambil potongan daging dari tangan Rey dan memakannya.
" Yeeeeeeeeee Bunda Ai... " ucap Kenzo yang di sekap oleh Aini, takut Ammar mendengarnya.
" Sssttssss gak boleh berisik,," ucap pelan Aini dan dianggukan oleh Kenzo.
Selesai makan Aini pun langsung bergegas keluar bersama Kenzo dari restoran yang meninggalkan Rey yang sedang membayar makanan pada waitersnya.
Mobil pun berjalan kembali, Kenzo dengan asik bermain dengan mobilan barunya di pangkuan Aini. Aini terus meneteskan air mata mengahadap jendela.
" Kenapa kamu tidak mencari kakak waktu kamu sudah di Indonesia..? " Tanya Rey. Aini hanya terdiam.
" Apa kamu sudah melupakan pertunangan kita sebelum kamu menikah dengannya? " Aini masih terdiam.
" Setidaknya kamu mencari kakak, dan membatalkan pertunangan kita saat kamu mau menikah dengan nya. " ucap Rey.
" Kenapa..!" tanya Rey sedikit berteriak saat Aini masih terus terdiam dalam isak tangisanya.
" Maaf" ucap Lirih Aini yang membuat Rey tak tahan dan menepikan mobilnya.
" Kakak gak akan melanjutkan perjalanan pulang, sebelum kamu menjelasakan perlahan sama kakak" ucap Rey.
Bersambung,,,
__ADS_1