Mencintaimu Jalan Menuju Surga

Mencintaimu Jalan Menuju Surga
Bab 58. Tercabik cabik


__ADS_3

" Kenzo? " ucap panik Aini yang langsung mendorong tubuh Ammar dan turun dari meja, Ammar yang merasa dirinya sedang terciduk malah jadi salah tingkah.


" Permisi Tuan, Nyonya,, maaf tadi saya lagi bikinin susu, susunya abis" ucap Bik Nuni.


" Kenzo, ayooo kita main lagi sayang, sama bibik" ucap Bik Nuni,,,


" Ga auuu... Enzo aauu ama bunda... " peluk Kenzo ke Aini.


" Ya sudah bik,, gak apa apa,, biar Kenzo sama saya aja" ucap Aini.


" Bunda hayuuu ainn ama Enzoo... hayuuu bunda" rengek Kenzo.


Ammar pun mengandeng tangan Aini yang sedang menggendong Kenzo ke luar ruangan dan duduk di ruang keluarga sambil mengajaknya bermain.


" Mba Nabila mana mas? " ucap Aini


" Mungkin di kamarnya. " ucap Ammar yang bermain dengan Kenzo di karpet permadani


" Ya sudah Aini panggilin mba Nabila dulu ya mas, sekalian Aini mau kasih kabar ke Nenek, biar nenek gak kawatir tentang Kenzo. "


" Kasih kabar ke nenek, dimana?" curiga Ammar.


" Astagfirullah mas,,,.. " ucap pelan Aini.


" Ya udah di samping mas kan juga bisa ngabarinya. kenapa mesti menjauh" ucap Ammar yang cemburu.


" Iya,, " ucap Aini pasrah dan duduk kembali di samping Ammar sambil mengabari neneknya untuk sementara Kenzo di rumah Ammar.


" Sudah kan,, Aini panggilin Mba Nabila dulu kalo gitu mas,, gak enak. " ucap Aini yang hendak bangun tapi di tarik sama Ammar, Aini sontak duduk lagi tapi tiba tiba Ammar mencium sekilas bibir Aini dengan lembut tanpa di ketahui oleh Kenzo.


Pipi Aini merona saat Ammar menciumnya , Aini langsung lari naik ke atas, Melihat tingkah Aini yang mengemaskan Ammar tertawa kecil dari sudut bibirnya.


Sekarang waktunya Ammar memberanikan diri untuk mengambil hati Kenzo.


" Hai ganteng,, siapa namanya? " ucap Ammar yang mendekati Kenzo sedang asik main robot robotan dan mainan lainnya.


Kenzo tak menghiraukan pertanyaan Ammar, Ammar tidak mau menyerah, dia pun membujuk atau merayu Kenzo agar bisa mengambil hatinya Kenzo.


" Nama kakak, kak Ammar,, Kenzo boleh ko manggil kak Ammar, Ayah Ammar,, " ucap Ammar yang tersenyum ke arah Kenzo, Kenzo yang merasa terusik dengan Ammar hanya meliriknya dengan tatapan sinis,tatapan ala anak kecil yang tidak suka.


Ammar yang mendapat respon tak suka, hanya bisa tersenyum kaku.


"Wahh... mainan nya bagus ya,,, baru beli ya?" ucap Ammar yang ikut mengambil mainan baru Kenzo.


" Ga bolle... " ucap Kenzo marah dan mengambil mainanya dari tangan Ammar.


" Bener? yaahhh.... padalah ayah Ammar mau beliin mainan baru yang lebih gede buat Kenzo.. " ucap Ammar kecewa. Kenzo mendelik ke arah Ammar.


" Ga apah apah... da ayah Al ini ,, bliiinn ainan... wllleeeeee.... " ucap Kenzo ngeledek Ammar.


" Astagfirullah nih anak ya,,, sabar mar,, sabarr... dia masih kecill... " batin Ammar.


" Iihh apaannn... ayah Al beliin nya cuma yang kecil,, ayah Ammar mau beliin yang gede nih Wlleeeee " ucap Ammar yang memamerkan mainan nya lewat Video sambil membalas ledekan Kenzo.


" Gimana mau gak? " tawar Ammar yang melihat Kenzo kesal.


" Ga auu,,," ucap Kenzo masih dengan pendiriannya.


" Kenapa? "


" Ayah Ammal galak,, " ambek Kenzo.


" Galak? "


" Dah uat bunda angis, Enzo ga suka,,," ucap cemberut Kenzo


" Ya sudah deh ayah Ammar janji gak galak lagi,, ayah Ammar sayang ko sama bunda Aini,, sayang bangett malah,, sampai gak mau pisah sedikit pun sama bunda Aini" ucap Ammar yang memegang kupingnya sebagai tanda permohonan maaf.


" Alau ayang napa malah malah,, kan kan kacyian bunda" ucap Kenzo sok tua.


" Karena ayah Ammar juga gak suka sama ayah Al deket deket sama bunda Aini, soalnya bunda Aini kan cuma punya ayah Ammar, sama kaya Kenzo yang gak suka sama Ayah Ammar pegang mainan Kenzo, Kenzo marahkan? " jelas Ammar ke Kenzo supaya paham, walaupun Ammar tau pasti Kenzo tidak akan paham dengan penjelasannya.


" Napa bunda cuma unya Ayah?"

__ADS_1


" Karena ayah Ammar sayang banget sama bunda Aini, ayah Ammar gak mau sampai orang lain deket deket Bunda. cuma Ayah Ammar yang boleh deket bunda. " ucap Ammar.


" O..." balas Kenzo. yang membuat Ammar kesal sendiri. ngejelasin panjang lebar cuma di jawab (O doang) sama anak kecil.


Tanpa Ammar sadar, percakapan mereka juga di dengar oleh Nabila yang sudah berada di belakang Ammar, sedangkan Aini yang baru mengambil cemilan kue dari dapur merasa heran dengan pola Nabila.


" Lohh mba Nabila ko ke atas lagi? ini Aini sudah bawakan cemilan.. hayoo sini mba" ajak Aini sambil membawa cemilan sore.


Hati Nabila yang sangat sakit mendengar langsung dari ucapan Ammar ke Kenzo membuat air mata Nabila keluar tanpa permisi.


Ingin rasa nya lari, menjerit, mengeluarkan rasa sakit di dadanya karena sang suami mencintai istri pertamanya dengan tulus.


Nabila pun terpaksa ikut bergabung dengan Ammar dan Kenzo, Aini mencoba mencairkan suasana agar mengurangi sedikit rasa canggung dengan Aura Nabila dan Ammar yang berbeda.


Tiba tiba dari pojokan sudut dapur terdapat para asisten yang kepo ingin melihat suasana kebersamaan rumah tangga tuannya yang memiliki dua seorang istri.


" Kasian ya,, nyonyah Nabila,, " ucap Susi bagian dapur pertama.


" Loh kok malah kasian Nyonyah Nabila? jelas jelas Nyonya Aini lebih kasian toh yooo... dimadu.. maduu loh sus, sus.. " ucap Laras bagian dapur kedua.


" Tau loe Sus, malah belain madu,, " ucap Dinar bagian Laundry kedua.


" Lah aku mah gak memihak madu nya lohh,, cuma bilang,,, kasian,,,,, gitu doang kok, malah kamu yang sewootttt" ucap Susi balas ngegas.


" Lagian kamu,, omongan kamu bikin aku greget aja,,, belum ngerasain aja kamu,, rasanya di madu sama suami itu seperti apa... " ucap Laras kesal.


" Kok kamu malah nyumpain aku si,, amit amit jabang bayi,, ora sudi aku di madu" ucap Susi.


" Eh kok malah ribut sih ini??? udah udah kalau sampai tuan tau kita ngengosipin tuan, udah Tamat riwayatnya,, The Ending semua... Mau!! " ucap Bik Nuni kepala asisten.


" Emmmohhh aku,, masih pengen kerja. masih doyan duit merah aku" ucap Susi.


" Sama,, aku juga, lagi sayang sayangnya sama si merah, gak mau pisah" ucap Laras dan Dinar


" Ya sudah,,, bubar mangkanya bubar... " ucap Bik Nuni dan mereka pun pada bubar.


Saat makan malam tiba, suasana di meja makan sangat hangat dan ceria, berbeda dengan malam malam lainnya yang terlihat hening meski di meja makan ada tiga orang.


Kenzo benar benar membawa kehangatan di keluarga Ammar, sampai akhirnya Kenzo pun tertidur pulas di pelukan Nabila.


" Gak apa apa, biar saya yang antar ke kamar kamu" ucap Nabila.


Pintu kamar Aini terbuka, Nabila membaringkan Kenzo dengan perlahan. megusap rambut hitamnya dan mengecup keningnya.


" Terimakasih ya mba" ucap Aini. tapi Nabila hanya terdiam. dan keluar dari kamar Aini.


" Mba? " ucap Aini yang menarik tangan Nabila


" Apa! " ucap dingin Nabila


" Apakah kita tidak bisa akur? "


" Maksud mu? "


" Ya,, aku cuma,,, mau kita berdamai dengan kenyataan.. aku gak mau di antara kita saling memperebutkan mas Ammar. "


" Jadi maksud kamu,, aku berusaha ingin merebut bang Ammar dari kamu gitu..? kamu merasanya gitu..? " ucap Nabila.


" Ya,, bukan itu maksud ku mba,, aku cuma gak mau salah paham di antara kita, aku cuma mau rumah tangga kita bersama mas Ammar itu ya... hangat, ceria, seperti tadi bersama Kenzo."


"Trus? "


" Ya aku pingin kita sebagai istri sama sama bisa membuat mas Ammar bahagia, bisa memberikan keterunan buat mas Ammar. "


Nabila tertawa dengan ucapan Aini, membuat Aini merasa bahwa Nabila tidak begitu menyukainya. Nabila melangkah lagi namun tangannya di pegang lagi oleh Aini.


" Kenapa mba malah tertawa..? trus mba mau nya gimana..? "


" Gimana..?kamu tanya gimana maunya aku? kamu gak sadar Aini? setiap aku berdua dengan bang Ammar, kamu ada aja,,, aku uda ngasih kamu waktu berdua sama bang Ammar, pernah aku usik? gak kan? " ucap Nabila yang tak tahan dengan unek uneknya.


" Maaf mba,, aku sama sekali gak ada niat buat ganggu waktu mba dan mas Ammar untuk berduaan. " ucap Aini.


"Aku gak tau ya Aini,,, Aku atau kamu sih ? sebenarnya yang jadi orang ketiganya,,?jelas jelas aku dan bang Ammar saling mengenal, hubungan aku dan bang Ammar lebih dulu lama dari pada kamu yang tiba tiba ikut masuk dalam hubungan Aku dan bang Ammar, sedangkan kamu, kamu bahkan sudah punya calon suami yang jelas jelas sama seperti hubungan aku dan bang Ammar... jelas gak..? "

__ADS_1


" Jadi maksud mba Nabila,, aku merasa mba Nabila orang ketiga dalam rumah tangga aku sama mas Ammar, tapi justru aku yang sebenarnya orang ketiga di hubungan mba dan Mas Ammar gitu..? " perjelas Aini maksud Nabila.


Nabila hanya terdiam, Aini berusaha sabar menghadapi madunya yang mesti berfikir ulang untuk berbicara dengannya.


" Trus maunya mba Nabila bagaimana..? apa Aini harus ngalah gitu..? Aini kan sudah pernah bilang mba,, kalau memang di hatinya mas Ammar milik mba sepenuhnya, Aini bakalan rela kok melepas mas Ammar untuk mba sepenuhnya. " ucap Aini yang kesal dengan sikap Nabila.


" Apa iya..? sekarang aja kamu buat masalah saat saya berduaan sama bang Ammar. " tantang Nabila.


" Terserah mba lah, Aini ngantuk, besok ada jadwal kuliah pagi" ucap Aini pusing dan menutup pintu kamarnya.


Disisi lain...


"Loh Aini gak ikut turun?" ucap Ammar yang sedang nonton TV.


"Nemenin Kenzo, sekalian tidur, besok ada kuliah pagi katanya. " ucap Nabila duduk di samping Ammar.


" Owh.... " ucap Ammar kecewa.


" Hmmm,,, bang? "


" Hmm? " ucap Ammar yang masih asik nonton motor GP.


" Besok Papi mau menginap disini selama seminggu katanya" ucap Nabila.


" Apa?! " kaget Ammar mendengar ucapan Nabila.


" Hmmm gak boleh ya? "


" Bukan gak boleh, tapi emang sudah di bolehin naik pesawat? " ucap Ammar yang tidak mau menyakiti Nabila.


" Katanya, alhamdulillah udah bisa naik pesawat " ucap Nabila.


" Bukan maksud abang melarang untuk kesini,, tapi mending kita yang kesana aja untuk jenguk papi, kasian kalau sampai papi yang kesini, tapi gak untuk bulan ini,,, mungkin bulan depan in sya allah bisa abang usahakan" ucap Ammar menjelaskan.


" Bener bang? " tanya Nabila senang.


" Ya in sya allah kalau bulan depan jadwal abang agak renggangan. sekalian katanya Aini juga ada acara dari kampusnya di Bali bulan depan, jadi kita bisa kesana bareng bareng " ucap Ammar membuat hati Nabila kurang senang.


" Owh,,, gitu " ucap Nabila kecewa.


" Kenapa?" tanya Ammar.


" Gak apa apa, ya sudah Nabila tanya lagi dulu aja ke papi " ucap Nabila.


" Ya sudah,, sudah larut, sebaiknya kamu tidur duluan, besokkan ngajar.." ucap Ammar.


" Sepertinya Nabila mau risegn bang di Nuansa Bening. " ucap Nabila.


" Loh kenapa? "


" Liat Kenzo, Nabila jadi mau jadi guru TK di Islamic Pusat aja,, soalnya dapet tawaran di situ. "


" Oh gitu, ya bagus dong,, ya apapun itu selagi benar, abang akan selalu dukung kamu, kasih sport ke kamu" ucap Ammar menasihati.


Nabila yang senang lagi dapat sport dari suami tercintanya, langsung memeluk Ammar dengan manja.


" Terimakasih ya bang" ucap Nabila yang mencium pipi Ammar.


" Sama sama" ucap Ammar.


" Boleh?" pinta Nabila yang ingin mencium bibir Ammar.


Ammar menarik napas panjang sambil tersenyum, niat hati ingin menolak tapi Ammar takut dosa akhirnya Ammar hanya mengangguk pasrah.


Mendapat persetujuan dari Ammar, Nabila langsung mendekat ke arah Ammar dan mencium bibir Ammar dengan mesra.


Aini yang haus ingin mengambil minum di dapur, saat mau menuruni anak tangga, tidak sengaja malah melihat adegan yang membuat hatinya tercabik cabik.


" Astagfirullah" ucap batin Aini sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan, agar suara tangisannya tidak menganggu aktifitas Nabila dan Ammar.


Bersambung,,,,


Hai semua,, terimaksih yang masih setia dengan cerita Author yang masih receh ini, mohon Like, Komen, Vote nya ya,, agar author semangat up nya,, dan sebagai rasa terimakasih Author buat kalian semua yang sudah setia sama cerita author, sudah dermawan untuk memberi like, komen, hadiah atau vote untuk cerita Author. Author akan kasih hadiah untuk kalian,,, tapi mohon sabar ya,, karena hadiah akan di berikan di akhir episode.. mangkanya jangan lupa like, komen, vote sebanyak banyak nya ya,,

__ADS_1


sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. 😘😘


__ADS_2