
"Target sudah masuk ke dalam toilet!" ucap agen A.
"Sebagian jaga sebelah kiri dan sebagain berjaga di sebelah kanan pintu luar toilet," ucap ketuanya.
"Siap!" ucap serempak agen A dan B.
Sedangkan ketua dari angensi sudah masuk ke dalam toilet wanita dan mengunci pintu nya agar orang luar tidak bisa masuk kedalam.
Target pun keluar dari dalam dan mendekat ke arah wastafel untuk mencuci tangannya, Agen ketua mengampirinya dengan sopan.
"Maaf Nyonyah Aini, anda sudah di tunggu oleh Tuan Ammar. Silahkan Nyonyah mengikuti saya untuk bertemu dengan tuan." Ketua agensi pun menunduk dan memberi jalan kepada target.
"Maaf ya mba, kamu salah orang! Saya bukan Aini tapi Jihan!" ucap Jihan yang di sangka Aini oleh ketua Agensi.
" Maaf tapi?" Ketua agensi pun membuka semua pintu toilet dan ternyata tidak ada satu pun orang selain Jihan.
Jihan mememang memakai pakain tertutup berwana hitam dan memakai cadar seperti penampilan Aini, Namun ketua Agensi salah menargetkan mangsanya.
"Maaf atas ke tidak nyamanan anda dalam pesta ini." Agensi itu langsung mundur dan melaporkan ke pada atasannya.
"Apa! Kok bisa?" ucap Roy kepada ketua Agensi orang suruhanya.
"Maaf, Bos!" ucap ketua Agensinya.
"Ya sudah, lanjutkan pencarian!" printah Roy.
"Baik, Bos!" ucap serempak anak buahnya.
Flashback On.
"Tante bisa aja! Oh iya Tan, Aini boleh ke toilet sebentar?" ucap Aini yang menahannya saat dalam perjalanan.
"Mau Tante anterin?" Dinda yang menawarkan diri untuk mengantar Aini ke toilet.
"Gak usah, Tan! Aini bisa sendiri kok." Aini bangun dan melangkah pergi.
Saat Aini ingin masuk ke dalam toilet, ponsel Aini berdering. Aini mengambil ponselnya yang berada di dalam tasnya. Namun, saat Aini inginengangkat panggilan masuk Aini tidak sengaja bertabrakan dengan Jihan yang ada di depannya.
"Aduh," ucap Jihan kesakitan saat lengannya bertabrakan dengan Aini,membuat ponsel Aini terjatuh.
"Astagfirullah, afwan Ukthi saya tidak sengaja," Aini meminta maaf kepada Jihan.
"Oh, La bas ya ukthi." Jihan mengambilkan ponsel Aini lalu menyerahkannya kepada Aini.
"Syukron Ukthy." Aini mengambil ponselnya lalu pergi balik arah dari toilet.
Jihan yang heran melihat Aini terburu-buru hanya bisa mengangkat bahunya lalu masuk kedalam toilet.
Flashback off
"Loh, Aini mana Bun?" Tanya Andi yang kembali duduk bersama istrinya.
__ADS_1
"Aini tadi pergi ke toilet." Dinda sedang menikmati cemilan yang ada di tangannya.
"Loh, emangnya tidak apa-apa sendiran?" tanya sang suami yang mengawatirkan keponakannya.
"Ya juga sih, kalau gitu bunda liat dulu ya Yah!" Dinda juga merasakan kawatir karena Aini belum kunjung datang.
Dinda yang hendak bangun tapi Aini sudah lebih dulu kembali ke meja nya.
"Ya ampun kamu kemana saja si?"
"Maaf Tante, tadi Aini dapet telepon dari Dokter Fazila, jadinya Aini angkat telepon dulu baru ketoilet." Aini duduk di samping Dinda.
"Tapi sudah ketoilet nya?"
"Sudah Tante." Aini langsung mengambil cemilannya.
"Aini, Om kasih saran agar kamu tidak bersuara ketika rekan-rakan kerja Om datang. Karena kalau sampai ada yang tau tentang keberadaan kamu bersama Om, habis riwayat Om di tangan Ayah kamu!" Andi yang menjelaskan ke Aini agar mengerti.
Aini mengangguk seakan mengerti maksud dari Andi, selang beberapa menit acara pun di mulai, keluarga Andi yang duduk di kursi meja bundar urutan ke tiga.
Ammar yang baru datang dari arah belakang berjalan melewati meja Aini dengan mata yang terus fokus ke arah depan tanpa mengetahui keberadaan Aini di sampingnya.
Berbeda dengan Aini yang masih asik memakan semua cemilan yang ada di tanganya sambil menatap lurus ke arah panggung yang sedang ramai dengan celotehan MC nya yang lucu dengan gaya bahasanya.
"Ok, tanpa basa basi lagi, karena hari semakin malam, kita sambut Pak Sanjaya Bastian selaku pemilik Hotel bintang sepuluh, oke kepada Bapak Sanjaya silahkan naik ke atas panggung." Tutur MC agar pemilik acara segera berlangsung.
Saat pemilik acara sibuk berkomentar di atas panggung. Andi yang merasa gelisa dengan kedatangan Ammar memberikan intruksi kepada Dinda, agar Aini tidak di ketahui oleh Ammar, Dinda pun mengerti maksud suaminya.
Di posisi lain.
Acara utama pun berjalan dengan lancar dan sangat meriah, kini tiba acara bebas untuk saling berbincang sesama rekan bisnis atau hanya sekedar mencicipi makanan.
"Om, Aini boleh ngambil lagi gak makanannya?" ucap Aini yang melihat dessert yang begitu menggoda di matanya.
"Boleh, tapi ingat jangan berbicara sepatah kata pun!" Andi menasihati Aini.
"Sip, Bos!" ucap Aini yang tidak sabar menyambar makanan dessert nya.
Aini melangkah mendekati meja yang penuh dengan dessert yang di hidangkan di atas meja dengan aneka macam.
Aini mengambil satu persatu kue kedalam piring yang sudah ada di tanganya, saat Aini ingin mengambil salah satu kue, tanganya bersentuhan dengan tangan Ammar yang hendak mengambil kue yang sama.
"Afwan Ukthy." Ammar segera menjauhkan tanganya dan meminta maaf kepada Jihan yang di sangka oleh Ammar.
Aini terkejut saat mata nya melihat ke arah orang yang sedang meminta maaf kepada dirinya, ternyata adalah Ammar. Aini tidak percaya Ammar bisa berada di tempat ini, Aini melihat ke arah sekitar tidak ada Nabila di samping Ammar, hanya Roy yang berjalan mendekat ke arah Aini dan Ammar.
Tanpa membalas ucapan Ammar, Aini langsung membalikan badanya dan mulai menjauh dari Ammar dan Roy.
"Tunggu ukthy, kuenya ketinggalan." Ammar menyerahkan piring yang terisi penuh dengan makanan. Tanpa rasa malu Aini hanya menunduk dan mengambil piringnya dari tangan Ammar.
__ADS_1
"Bos, di panggil Pak Sanjaya," ucap Roy menyadarkan Ammar dari pandangan wanita bercadar.
"Astagfirullah, Oh iya." Ammar langsung menghampiri Sanjaya selaku pemilik acara.
Ammar dan Sanjaya saling berbincang soal usaha mereka masing-masing, Sanjaya yang kagum akan kegigihan Ammar memberikan pujian kepada Ammar.
Setelah beberapa menit Ammar dan Sanjaya berbincang, Sanjaya memanggil putri nya yang bernama Jihan untuk memperkenalkan Jihan kepada Ammar.
"Pak Ammar kenalkan, ini putri saya yang baru pulang dari Kairo! Jihan, ini pak Ammar salah satu teman bisnis Papah." Sanjaya merangkul anaknya
"Ah, ya ... maaf! Kebetulan tadi kita tidak sengaja bertemu pak Sanjaya," ucap Ammar yang duduk di depam Sanjaya.
"Oh ya?" Sanjaya melihat ke arah putrinya untuk memastikan tapi Jihan hanya menggelengkan kepala sebagai tanda tidak bertemu Ammar sebelumnya.
"Bukan, maksud saya tadi, saya bertemu Jihan di meja makan sewaktu mau mengambil makanan, dan saya tidak sengaja melihat gelang anda terjatuh!" Ammar mennyerahkan gelang ke arah Jihan.
"Apakah ini punya kamu Jihan?" tanya Sanjaya.
"Bukan, Pah." Jihan menolak pemberian dari Ammar.
"Bukan? Tapi tadi ini ja ...." Ammar memastikan kembali bentuk gelangnya dan melihat liontin berbentuk huruf A&A.
"A&A? Aini!" Ammar yang tersadar gelang Aini sewaktu Ammar memberikan gelang tersebut untuk Aini saat masih Ta'aruf.
"Roy!" Ammar mengengam gelang Aini.
"Cari sampai dapat!" Ammar yang yakin tangan yang iya sentuh adalah Aini.
"Baik, Bos!" Roy langsung menyuruh anak buahnya untuk mencegah tamu Sanjaya untuk keluar.
"Ada apa, Pak Ammar? Apa yang terjadi?" Sanjaya heran dengan Ammar.
"Maaf Pak Sanjaya, Apakah ada tamu yang seperti Jihan?" Ammar bertanya penuh penekanan.
"Seperti Jihan? Oh, Naoumi?" Sanjaya yang mengingat adik dari Andi yang berpenampilan seperti Jihan.
"Apakah ada lagi?" tanya Ammar yang hanya mendapat gelengan kepala oleh Sanjaya.
"Maaf sebelumnya, Pak Sanjaya. Boleh saya minta bantuan kepada Pak Sanjaya?" Pinta Ammar.
"Bantuan apa?" Sanjaya yang kebingungan oleh sikap Ammar.
Ammar mencoba menjelasakan secara perlahan mengenai dirinya yang mencari istrinya yang bernama Aini, Sanjaya pun setujuh untuk membantunya dalam acaranya.
Anak buah Sanjaya melapor soal Naoumi yang sudah pergi lebih dulu sekitar lima belas menit yang lalu, Ammar langsung bergegas keluar bersama Roy.
Bersambung...
Wah, kira kira bakalan ketemu gak ya?
So! Terima kasih buat Readers yang sudah setia membaca Kisah Aini dan Ammar, bagi yang sudah like, komen, memberi author bunga mawar ataupun kopi, yang sudah Vote. semoga di lipat gandakan rezekinya... aamiin.
__ADS_1
Bagi yang belum hayyooo buaran like, komen, bunga mawar dan vote nya...
see you next time 😘😘