Mencintaimu Jalan Menuju Surga

Mencintaimu Jalan Menuju Surga
Bab 52. Bertemu Rey


__ADS_3

" Hayoo Sar, buruan.. " ucap Aini yang sedang menuruni anak tangga.


" Bik..? bik Nuni..? " ucap Aini yang mencari bik Nunii,,


" Ya nyah..? " ucap Bik Nuni yang menghampirinya.


" Bik saya pamit dulu ya, saya mau menginap di rumah nenek beberapa hari, in sya allah hari senin saya balik ke rumah, kalau mas Ammar tanya bilang saya di antar oleh Sarah dan pak Karto." ucap Aini.


" Baik nyah,, " ucap Bik Nuni.


" Oh ya bik,, Mba Nabila dimana..? " cari Aini.


" Nyonyah Nabila barusan pergi nyah " ucap bik Nuni.


" Pergi..? kemana bik? " penasaran Aini.


" Katanya si ke kantor tuan nyah... " ucap Bik Nuni yang berhasil membuat Aini cemburu.


" Hmm... ya sudah saya pamit dulu ya bik,, Assalamualaikum.. " ucap Aini dan di ikuti Sarah yang membawa koper Aini.


Dalam perjalanan Aini terus kepikiran oleh Nabila yang pergi ke kantor Ammar, karena setau Aini Nabila sudah tidak bekerja di tempat Ammar dan sedang melamar menjadi guru di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan.


" Sar.. ? "


" Iya non..? "


" Apa kamu sudah dapat laporan dari perintah saya yang kemarin saya suruh..? " ucap Aini.


" Maaf non belum saya dapat, in sya allah malam nanti baru ada laporan dari orang suruhan saya. " ucap Sarah yang berada di kursi depan.


" Ok... saya tunggu secepatnya" ucap Aini.


Tidak lama kemudian mobil pun sampai di depan Perumahan Elit tempat neneknya tinggal.


Saat mobil Aini hendak masuk di kompleks mawar dan berbelok ke arah kanan, tiba tiba ada seekor kucing persia yang sedang terdiam di tengah jalan menghadang mobil Aini.


" Ada apa pak? " tanya Aini.


" Maaf nyah, ada kucing di depan. "


" Astagfirullah,, ketabrak pak? trus gimana luka gak? " Panik Aini.


" Nggak nyah, cuma ..." ucap Pak Karto berhenti saat Aini turun dan melihatnya langsung.


" Ma sya allah,,, lucunya,,, Alhamdulillah kamu gak apa apa" ucap Aini yang melihat kucing persia sedang terdiam di tengah jalan.


" Hai,, sini,,, aduuhhh lucunya,,, mana tuan kamu...? " ucap Aini yang langsung mengendongnya dan melihat kalung dari pemiliknya.


"Kucing siapa ya? " ucap Aini dalam hatinya sambil celingak celingkuk.


" Mauza..? mauza..? " ucap adik kecil yang berlari.


" Tante sorry, itu kucing saya,, jangan di culik.. " ucap polos anak kecil itu.


" Oh hai,,, jadi ini kucing kamu,,? ya sudah tante kembalikan,, tante gak nyulik kok, tadi tante gak sengaja ketemu kucing kamu di tengah jalan, untung gak ketabrak sama mobil tante,, lain kali jaga baik baik ya kucingnya... " ucap Aini yang berjongkok sambil melepas kucingnya.


Kucingnya berlari menghampiri seorang pria yang sedang berjalan menghampiri Aini.

__ADS_1


" Arsyad,,, kan ayah sudah bilang,, pintunya jangan di buka nanti mauza bisa kabur, " ucap Pria itu, Arsyad, Sarah dan Aini pun melihat suara yang tak asing bagi Aini.


" Kak Al..? " ucap pelan Aini.


" Ayah,, ! tante itu mau menculik mauza? " ucap Arsyad yang menghampiri Rey.


" Ayah..? " ucap batin Aini.


" Maaf kan anak saya,,, dia masih polos belum paham dengan ucapannya. " ucap Rey yang tidak tau bahwa dia bertemu Aini.


" Loh,, kamukan...! " ucap Rey yang mengenalin Sarah adalah asisstenya Aini yang waktu itu sempat menolong Rey saat pulang dari rumah Aini.


" Aini..? " ucap Rey yang menghampiri Aini,


" Assalamualaikum kak?" ucap Aini.


" Waalaikumussalam " ucap Rey terkejut yang hatiny masih belum siap bertemu Aini, begitu juga dengan Aini, yang masih ada rasa aneh di hatinya.


" Maaf tadi saya,, gak bermaksud mau menculik kucingnya" ucap Aini masih dengan suara pelan.


" Hmm,, " ucap Rey yang tersenyum dengan Aini penuh kerinduan, keduanya menjadi canggung entah apa yang ada di pikiran mereka yang pasti di setiap hati mereka masih tersimpan rasa yang sulit di artikan.


" Maaf non, nenek sudah menunggu non. " ucap Sarah yang memecahkan kecangungan.


" Astagfirullah, hampir lupa, maaf kalau gitu hmm Nnnuur,,, maksud nya saya permisi dulu. " ucap Aini yang berbalik meninggalkan Rey.


" Tunggu,,, Nuurr..!" ucap Rey yang seakan berat trauma akan perginya Aini dari hadapannya.


Aini berhenti tanpa menengok ke arah Rey, karena Aini tidak mau Rey melihat Aini mengeluarkan air matanya saat ingat bahwa sekarang dia sudah berstatus istri Ammar.


" Apa kamu mau pergi ke rumah nenek? " Tanya Rey. dan di anggukan oleh Aini dari belakang dan langsung masuk kedalam mobil.


Sampai di halam rumah neneknya Aini langsung di sambut pelukan oleh neneknya, Sarah dan pak Karto pamit untuk pulang, karena Aini memintanya agar tidak di ganggu selagi di rumah nenek.


Aini pun beristirahat di kamar nya yang sudah di tinggal bertahun tahun tapi masih tetap sama, bersih, rapih dan nyaman.


Aini teringat pemberian Rey yang belum di buka olehnya, Aini pun bangun dan mengambil sebuah dus dus besar untuk di bukanya.


Perlahan membuka semua dus satu persatu yang di dalamnya terdapat banyak barang, mulai dari baju baju dari usia remaja, sampai dewasa.


Barang barang kesukaan Aini, seperti tas, sepatu, buku buku panduan agama, satu set teropong, satu set perhiasan dan juga sebuah kunci rumah beserta sertifikat nya atas nama Nur Aini.


Ternyata keluarga Ghozali begitu serius meminangnya walaupun Aini sudah pindah ke Prancis, Aini meneteskan air matanya melihat pemberian dari Rey yang begitu banyak, mengingat kenangan kenangan yang selama ini Aini lupakan, sosok Rey yang Aini tunggu dan Aini rindukan.


" Semua sudah berlalu,,, mungkin sudah jadi takdir allah yang harus kamu terima, walaupun kamu dulu sudah di lamar oleh Rey, tapi takdir berkata lain,, sekarang kamu sudah menjadi istrinya si Ammar, dia adalah suami mu sekarang." ucap Nenek yang masuk dan melihat Aini menangis melihat pemberian Rey.


" Nenek..." ucap Aini yang mengusap air matanya dan memeluknya.


" Terus Aini harus apakah semua barang barang ini nek,,,? mungkin kalau Aini belum menjadi istri Mas Ammar, Aini dapat menerima ini dengan senang, tapi Aini sekarang istrinya mas Ammar, Aini gak pantes mendapatkannya nek" ucap Aini


" Katanya kamu sudah bertemu Al..? "


" Iya,, kak Al juga tau kalau Aini sudah menikah nek,, " ucap Aini dan menceritakan semua kejadian saat Rey menjadi asisten suaminya.


" Astagfirullah,, terus bagaimana? " ucap neneknya.


Aini melanjutkan ceritanya sampai tadi dia bertemu lagi dengan Rey, Aini pun menanyakan soal anak laki laki yang memanggil Rey dengan sebutan ayah.

__ADS_1


Neneknya pun juga menceritakan setelah Aini pergi ke Prancis, mulai dari Rey pindah ke Bandung, dan tempat yang sekarang di tinggal oleh tantenya Rey dan anak yang memanggil Rey ayah itu adalah keponakannya.


" Trus Aini harus bagaimana nek..?"


" Semua keputusan kamu, nenek cuma kasih saran, lebih baik kamu cepet bertemu denga Rey, bicarakan baik baik,,, sebelum suami mu semakin marah" ucap neneknya.


" Iya nek. " ucap Aini.


🏵🥀


PT. Abqori Energi.


" Maaf bos, ada Nyonya Nabila" ucap Roy yang membisikan Ammar saat meeting.


" Nabila..? mau ngapain? bukanya tadi dia bilang mau ke sekolahan? " ucap dalam hati.


" Suruh tunggu di ruangan saya" ucap Ammar sedang ada metting dengan tim nya.


Roy mengangguk, dan Ammar mengakhiri meetingnya dan menghampiri Nabila.


" Nabila..? " ucap Ammar yang masuk keruangan kerjanya.


" Assalamualaikum bang, " ucap Nabila yang mencium tangan Ammar.


" Kenapa kamu ke kantor..? bukanya tadi kamu mau ke sekolah Nuansa Bening? " tanya Ammar heran.


" Loh,, kan abang sendiri yang bilang gak boleh, trus di suruh kesini sama abang,, ini pesannya... " ucap Nabila yang juga heran dan memberikan bukti pesan Ammar.


" Astagfirullah,,, ternyata salah kirim pesan ke Nabila" ucap batin Ammar yang mengecek ponselnya sendiri.


" Oh, maaf abang lupa,, oh iya sudah makan siang? " ucap Ammar.


" Sudah tadi di rumah,, apa abang belom makan? " ucap Nabila yang menghampiri Ammar dan memijat punggungnya, seketika Ammar langsung menutup tirai agar karyawan lainnya tidak bisa melihat.


" Eh Sus,,, sssttt,,, Susi ihhh conge di panggil juga" ucap karyawan wanita.


" Appaaan si? lagi sibuk gue,,, ntar aja kalau mau gosip" ucap Susi.


" Ih nyebelin loohhh.. "


"Apa si emang gosipnya? " ucap Susi.


" Loh gak liat tadi ada wanita yang masuk ke dalam ruanganya Pak Ammar..? trus di tutup tirainya" ucap temanya Susi.


" Ya mungkin itu Mba Aini kali,,, istrinya Pak Bos,,, loh si gak datang waktu nikahanya jadinya kepo deh,, dah ah gue mau fokus kerja" ucap Susi.


" Mba Aini? kok gue ngenalinya kaya Nabila ya..? Roy juga tadi bilangnya ( silahkan tunggu dulu nyonyaa Nabila..)" ucap Batin nya yang curiga dan lanjut kerja lagi karena di awasin oleh sekertarisnya Ammar si Sindy.


Tak lama kemudian Nabila ke luar dari ruangan Ammar dan di antar oleh Roy sampai depan gedung kantor, para karyawan memberikan hormat dan senyuman kepada Nabila, di sangka Nabila adalah istri Ammar yang bernama Aini karena seluruh orang terdekat Ammar dan juga kolega atau karyawannya yang tau hanya Aini istri Ammar Abqori.


" Roooy...!" panggil Ammar yang kecewa.


" Iya bboooosss" ucap Roy.


" Kamu cek keberadaan istrinya, secepatnya 15 menit harus sudah lapor kesaya" ucap Ammar.


" Astagfirullah boss,, siap boss" ucap Roy paham perintah dari bosnya,

__ADS_1


" Sebegitu cintanya si bos sama nyonya Aini." batin Roy. Kecuali Roy dan Sindy sekertarisnya yang sudah tau bahwa Ammar memiliki dua istri.


Bersambung,,,,,


__ADS_2