
" Bang, kamu coba punya aku, nih aaaaa?" ucap Nabila yang meyuapai steak milik Nabila ke Ammar.
Ammar membuka mulutnya dan mengunyanya sambil tersenyum, mereka pun makan penuh dengan nikmat.
Saat ke dua nya sedang menikmati makan siangnya penuh dengan ceria, ternyata ada salah satu karyawan yang sedang melihat Ammar dan Nabila, mereka terkejut saat melihat Nabila menyuapi bosnya.
" Astagfirullah apa mata gue gak salah liat ya? itukan Pak Ammar sama Nabila ,,? mereka ber dua..?" ucap salah satu karyawan wanita.
" Eh bener itu pak Ammar,, loh.... Pak Ammar kan baru nikah kemarin masa...?"
" Eh udah udah... jangan gosipin bos kita, kalau sampai ketauan kita yang bakal tamat riwayatnya."
" Iya loe bener,, mending cabut aja yuk, sebelum ketauan." ucap Karyawan lainnya.
Sedangkan Ammar terus fokus makan bersama istri keduanya.
" Makan lah yang banyak, karena kamu harus bekerja keras untuk menafkahi ke dua istri mu" ucap Nabila yang memberikan suapan ke Ammar, tapi Ammar tidak sekalipun meyuapi Nabila.
" Hukkk... hukkk." Batuk Ammar saat mendengar Nabila mengucapkan dua istri.
" Astaghfirullah, minum dulu..?" ucap Nabila memberikan gelas berisi air putih untuk Ammar yang tersedak.
Rey langsung siap siaga memberikan air minum juga ke bosnya, dengan refleks Ammar mengambil gelas Rey dan meminumannya tanpa sadar menyinggung perasaan Nabila yang sudah menyodorkan minumannya ke Ammar.
" Maaf makanannya terlalu pedas, jadi abang sedikit tersedak" Elak Ammar.
Nabila pun terdiam dan tak melanjutkan makanannya.
" Kenapa? sudah kenyang?" ucap Ammar yang melihat Nabila tidak menghabiskan makanannya.
" Iya.." jawab singkat Nabila.
Setelah selesai makan, Ammar mengantar Nabila sampai di depan PT Abqori Energi, karena Ammar harus bertemu dengan clien penting dari luar Negeri.
Selama perjalanan ke kantor Nabila hanya terdiam memandang luar jendela.
" Apa abang membuat kamu kesal?" ucap Ammar yang memegang tangan Nabila. Nabila yang tau Ammar jarang memegang tanganannya, Nabila pun tidak menepisnya.
" Masih sesulit itu kah kamu menerima aku menjadi istri mu?" ucap Nabila menangis.
Mobil pun sampai di depan PT. Nabila langsung melepaskan tangannya dan hendak turun. Tapi, di pegang oleh Ammar dan di tutup lagi pintu mobilnya.
Nabila yang di tarik ke dalam pelukan Ammar hanya memberontak tapi Ammar mempererat pelukannya.
" Maafkan Abang, abang masih belum terbiasa, abang gak mau rumah tangga kita berdebat terus, kasih tau abang, abang harus berbuat apa agar abang tidak membuatmu marah..?" ucap Ammar yang memeluk Nabila.
Nabila masih menangis di pelukan Ammar. Ammar mencoba berusaha untuk membuat Nabila tidak menangis dan marah padanya. Nabila mengangkat wajahnya agar bisa mencari tau ketulusan Ammar dengan melihat matanya. Tapi, justru membuat wajah mereka semakin dekat satu sama lain .
Ammar yang melihat air mata Nabila yang keluar dari sudut matanya membuat Ammar memberanikan diri untuk membuka cadar Nabila dan mengecup b* b* r Nabila dengan lembut walaupun hati Ammar menangis karena mengingat Aini.
Rey yang tak sengaja memperhatikan bosnya lewat kaca sepion langsung memutar kaca spion depan dan memasang headsetnya.
Ammar melepas ciumannya dan melihat Nabila sudah tidak menangis lagi.
" Jangan menangis lagi, abang gak mau kita terus terusan salah paham." ucap Ammar yang mengecup kening Nabila.
" Nabila hanya ingin abang perlakukan Nabila seperti Abang memperlakuan Aini seperti gimananya" ucap Nabila.
Ammar tidak menjawab omongan Nabila hanya mempererat pelukannya ke Nabila.
Ammar bingung, Aini dan Nabila berberda.
Sudah seberusahan mungkin Ammar menempatkan Nabila di sisi hatinya yang lain tapi tetap saja perasaan itu berbeda, walaupun Ammar juga sayang ke Nabila tapi itu sangat sulit untuk mengubahnya menjadi rasa sayang ke seorang wanita yang menjadi pujaannya.
Nabila pun keluar dari dalam mobil Ammar dengan wajah yang sulit di artikan. Nabila masuk ke dalam. Di dalam lift Nabila masih memegang bibirnya tanpa sadar
Nabila memegang dadanya yang berdegup kecang saat Ammar mengecup b*b*rnya dengan lembut, untung di dalam lift tidak ada orang lain selain Nabila.
Di sisi lain.
Rumah Ammar.
Setelah semua tugas tugas kuliah selesai. Makan siang Aini hanya di temani oleh bik Nuni dan Sarah, mereka begitu setia menemani majikan atau bos mereka, sambil menemani Aini mengerjakan tugas kuliah di taman samping kolam renang hingga selesai.
" Sarah..?" Panggil Aini
" Iya nyah?"
" Mulai sekarang panggil Aini saja ya? seakan aku tua banget kalau di panggil nyonya."
" Maaf nyonya saya tidak berani."
"Panggil aja aku nona ok? titik gak ada koma jebret okk..." ucap Aini yang merenggangkan pinggang.
" Baik nona" ucap Sarah.
Panggilan masuk π² My Husband ππΆ
__ADS_1
"Assalamualaikum mas?" Ucap Aini yang masih terbesit perih di dadanya.
" Waalaikumussalam, gimana uda beres tugas kuliahnya?" Tanya Ammar dengan air mata.
" Udah alhamdulillah baru saja, mas kenapa? Mas nangis?" Tebak Aini
" Ahhhhh gak, cuam kangen saja sama kamu? abisnya mas tungguin telephone dari kamu tapi gak ada panggilan masuk, bahkan pesan pun gak ada, kamu lagi marah ya sama mas?" ucap Ammar menutupi rasa bersalahnya.
" Marah kenapa?" ucap Aini dingin
" Maaf apabila mas membuatmu sakit atas tingkah mas tadi pagi. mas gak ada maksud buat kamu kecewa."
" Gak apa apa mas, toh mba Nabila juga istri mas, wajar bila istri mempersiapkan segala sesuatunya. apa mas nangis karena ini?" ucap Aini yang tidak mau mebuat suaminya kawatir terlalu lama.
" Haha, terimakasi ya sayang, mas tau kamu itu beda, mamgkanya mas jatuh cinta sama kamu," ucap Ammar menggoda.
" Beda..? beda gimana maksudnya?" ucap Aini bingung.
" Ya beda dari yang lain, lebih spesial,,, buat mas" ucap Ammar.
" Oh, jadi mas lagi gombal..?"
" Ih bukan gombal, tapi beneran, mas serius"
" Ya tau, Mas serius,, trus mas lagi dimana si? kok suaranya seperti di jalan." ucap Aini.
" Mas lagi di jalan, mau ke cafe milik ibu, mau bertemu clien dari luar Nergeri. mas minta doanya ya sayang, biar berjalan lancar."
" Aamiin,, semangka ya. ."
" Apa itu semangka?" ucap Ammar bingung.
" Ihhhsss mas jadul banget si, semangka aja gak tau hahahaha" ucap Aini tertawa.
" Tau semangka itu kan buah, trus apa hubungannya..?"
" Ya maksud Aini semangka itu artinya, semangat kakak..! jangan lupa bismillah doa baik Aini selalu buat mas" ucap Aini
" Ma sya allah, terimakasi sayang doanya, love u, jangan nakal di rumah, ?"
" Siap bos, love u too.." ucap Aini
" Cium nya mana?" ucap Ammar
" Apa si mas ih,, malu tau,," ucao Aini.
" Ada Sarah dan bik Nuni mas,"
" Mereka gak berani dengar sayang,," jelas Ammar.
" Ya udah tutup matanya "
" Udah, trus..?"
" Bibir mas moyongin dulu.."
" Udah ,, trus."
" Boong ah, masa mas mau an aja si Aini bilang moyongin. "
" Gak percaya? nih mas poto in biar percaya" ceklek langsung di kirim ke Aini.
Aini yang melihat pesan dari suaminya ketawa geli.
" Hahahahahahahahahaha astaghfirullah mas ini ada ada aja hahahha" tawa Aini membuat mood Ammar merasa senang.
" Ya udah nih,,, muach" ucap pelan Aini karena malu.
" Apa si? gak kedengeran," ucap Ammar
" Eeemmmuuuaccch, emmmuuacchhh emmmuuaccchhh" Ciuman Aini bertubi tubi di ponselnya.
Bik Nuni dan Sarah menahan tawanya melihat tingkah Aini.
" Aduh duhh.... N*fs* banget ciuamnya."
" Ih kan mas sendiri yang minta. Aini sampai malu tau,"
" Hahaha Ya,,, terimaksi sayang ciumannya, baik baik di rumah, in sya allah mas gak lembur, jadi bisa pulang sore,, Assalamualaikum Eemmuuacch." ucap Ammar senang.
" Ya waalaikumussalam mas" ucap Aini yang menutup telephone.
" Ihhh udah bibik,,,, jangan ketawa terus kaya gak pernah mudah aja nih bibik" ucap Manja Aini yang merasa malu.
" Kamu juga, nanti kalau udah bucin aja ama suaminya bakal aku ketawain." ngambek Aini ke Sarah.
" Maaf nyah, abis nyonyah lucu,, ya udah nyah,, saya pergi liat pengerjaan yang lain dulu ya nyah," ucap Bik Nuni menahan tawanya.
__ADS_1
" Hmmm" jawab cemberut Aini.
" Maaf nona saya gak ketawa lagi." ucap Sarah yang berhenti tertawa.
" Oh ya Sarah, tolong bantu saya buat melacak ini ya.. kasih informasi lengkap ke saya ok,, dan jangan bilang bilang dulu sama Tuan ya?" ucap Aini.
" Siap Nona" ucap Sarah yang menerima tugas pertamanya dari bos nya.
πΈπ₯
Apartment Frans.
" Kevin, gimana? semua sudah siap?" ucap frans di ponselnya.
" Sudah rebes ama gue mah" ucap santai Kevin.
" Bagus, sekarang dimana dia sekarang?" ucap frans penasaran.
" Dia kerja di restoran X sebagai waiters kalau siang, malam nya dia kerja di club X jadi Dj " ucap Kevin.
" What...! DJ...?" ucap Frans teriak.
" Yaps..." ucap Kevin.
"Trus mana informasi yang gue suruh"
" Yang mana? kan itu doang bukannya" ucap Kevin bingung.
" Ya Tuhan Kevin,,,hewan serangga vin, jangan bilang loe lupa." ucap kesal Frans.
" Hehehe abis printah loe banyak banget, suruh ngawasi Veby lah, jagain Emaknya lah, ngurus pernikahan loe lah, infromasi seranggalah. loe kira badan gue banyak, ya satu satulah,, ntar gue kirim informasinya ke loe, jadi loe tenang aja" ucap Kevin.
" Ok gue tunggu informasi akurat dari loe, sekarang jemput gue buat ke temu sama dia." kesal Frans yang menutup telephonenya.
Frans lengsung menghubungi sekrtarisnya.
" Atur ulang jadwal ke Prancis dan jadwal kerja saya..!" Printah Frans.
" Siap Tuan" ucap Sekertarisnya.
30 menit kemudian Frans tudak sabaran melihat wajah gadis yang menjadi musuh wanita orang yang dicintainya bertahun tahun.
" Wiiidiiih yang mau bertemu calon istri, sepertinya gak sabaran setelah semalam wadidaaawwwww" ucap Kevin yang membukakan pintu mobil ke Fran.
" Banyak bac*t loe,,," kesal Frans.
" Gimana? berapa ronde ? Anj*yyyy orang yang di cintainya gak depat musuhnya pun hajarrr....salut gue sama loe" ucap Kevin.
" Jangankan berapa ronde, buat nyari koncinya buka brangkasnya aja dia udah nyebut nama tuh serangga, gimana mood gue gak ancur coba" jelas Frans ke Kevin.
" Hahahaha jadi tuh cewe masih tersegel,,? gila,,, trus loe sakit hati pas tuh cewe sebut nama Rangga saat loe mau dobrak tuh brangkas? hahaahah".
" Diem loe"
" Haha lagian seorang Frans sakit hati,, jatuh cinta loe sama dia? trus gimana perasaan dia saat loe bayangin Aini di tubuhnya buat pelampiasaanya doang? egois loe.." ucap Kevin.
" Loe di pihak siapa si? gue apa tuh cewe..?"
" Eh bro, santai gue cuma ngomong sesuai kenyataan. loe nikahin dia cuma cari pelampiasan loe doang kan? hayoolah sob, gue tau loe, jangan berubah jadi seorang b*j*ngan saat loe tau wanita yang udah loe tunggu bertahun tahun malah memilih lelaki lain. "
" Trus maksud loe gue harus gimana hah? loe gak tau kan perasaan gue buat nunggu dia, bertahun tahun gue sabar, akkghh" frustasi Frans yang memegang kerah Kevin saat mengingat Aini.
" Gue tau, gue akan dukung apapun yang loe lakukan." ucap Kevin yang memegang tangan Frans agar melepaskan bajunya.
Mobil pun berjalan kembali dan tak lama kemudian sampai di tempat parkir restoran X tempat Veby bekerja.
Frans yang keluar dari mobil bersama Kevin dengan penampilan yang membuat kaum hawa merasa terkagum.
Begitu masuk ke dalam restoran Frans mencoba mencari sosok wanita yang sudah dari tadi Frans incar .
" Bawa orang nya" Perintah Frans ke Kevin.
Sebelumnya Kevin sudah memesan ruangan VIP untuk Frans dan meminta pegawainya yang bernama Veby Olanda untuk melayani salama Frans berkunjung ke restoran X.
Veby di panggil oleh managernya dan meminta membawakan makanan ke dalam ruangan VIP yang ada di sebelah kanan.
"Ingat ya,, jangan sampai mengecewakan pelanggang." ucap Ibu managernya.
Veby pun hanya mengangguk mengerti, walaupun dia tidak tahu bahwa pelanggan VIP itu adalah Frans sosok pria penyelamat hidupnya dan juga orang yang paling di benci oleh Veby.
Veby masuk dengan anggunnya yang mengunakan baju pegawai yang manis dan cantik sambil membawa makanan yang di pesannya.
" Permisi tuan, " ucap Veby yang hanya menaruh makanannya ke meja tanpa melihat orangnya.
Dan saat Veby mengakat kepalanya kedepan sambil melontarkan senyumannya yang manis, Veby terkejut melihat Frans dan Kevin sedang melambaikan tangan ke arah Veby.
" Hai nona Veby gak nyangka kita bertemu lagi" ucap Kevin.
__ADS_1
Bersambung........