
" Panjang ceritanya" ucap Aini melirik Rey.
" Kakak ingin dengar,, cerita lah,, sepanjang cerita yang ingin kamu ceritakan. " ucap Rey yang meyakinkan.
"Selama Aini di Prancis,, Aini di paksa pindah Agama oleh paman Jhon, ayah begitu membenci Aini sehingga tidak mau mengurus Aini selama Aini di Pranscis, jangankan kasih kabar ke kakak, buat tau keadaan Nenek dan kakek aja Aini gak tau,,, !" ucap Aini terisak mencoba menjelaskan dengan jujur.
" Saat Aini lulus SMP, pas di hari kelulusan Aini mengalami kecelakaaan,, tapi dengan begitu,, Ayah berubah dan menyanyangi Aini seperti orang tua lainnya, disisi lain Aini sama sekali gak ingat apa apa tentang kita,, karena Aini pernah koma akibat kecelakaan" ucap Aini menangis.
" Saat Aini bangun dari koma, Aini melanjutkan sekolah di Indonesia, Aini sangat ingin bertemu nenek, bahkan saat terakhir kakek,, Aini tidak datang, Aini pun masih memeluk agama nasrani. sampai akhirnya Aini bertemu mas Ammar yang sudah menyelamatkan Aini dari orang suruhan Paman Jhon. "
" Trus kamu mau sama dia yang sudah beristri..? atau dia ngaku ke kamu bujangan sampai kamu mau sama dia..? iiyyaa...! " Tanya Rey.
" Bukan,,, Aini lah istri pertama Mas Ammar, dan istri kedua mas Ammar itu sahabat mas Ammar dari kecil, mereka di jodohkan karena papinya punya penyakit jantung,, " ucap Aini.
" Trus kamu mau di madu sama dia..? Kenapa? karena sangking cintanya iya? " kesal Rey.
" Bukan cinta,,, itu karena Nazar Aini,, karena istri ke dua mas Ammar adalah orang yang menyelamatkan Aini dari koma" ucap Aini.
" Astagfirullah Nuuurrr.. " Ucap Rey yang menunduk ke arah stir mobil.
Kenzo yang asik dengan mainan baru tidak mengerti dengan apa yang mereka ucapkan, hanya melihat Aini yang menangis dan Rey yang membentak Aini.
" Bunda angan nangis,, ayah hayo minta maap ama bunda" ucap Kenzo yang ikut menangis.
" Maaf " ucap Rey yang menghadap Aini.
" ium bundanya Ayah,,, hayyoooo" tarik Kenzo paksa.
" Kenzo,, kak Al gak buat ka Aini nangis ko,,, jadi gak perlu di cium,, nihh kak Aini sudah gak nagis lagi kan. " ucap Aini yang mengelap air matanya.
" Hayyoo ayah,,,, minta maap,, iummm Bundanya" ucap Kenzo.
Saat Rey di tarik tangannya oleh Kenzo untuk mencium Aini, tiba tiba suara ketukan mobil dari luar jendela terdengar keras.
Sontak membuat Aini dan Rey melihat kearah kaca mobil, Aini sangat terkejut saat melihat Ammar yang mengetuk kaca mobil Rey.
" Astagfirullah,,, Mas Ammar..? " ucap Aini
" Keluarr...!" ucap Ammar yang mengetuk kaca mobil sambil tolak pinggang.
" Ayahh,,, ciapa? mauu maling mobil kita ya yah" ucap Kenzo takut memeluk Aini.
" Aini... saya bilang keluar, keluar..! kalau kamu gak mau keluar saya pecahin kacanya" Ancam Ammar.
" Bunda,, Enzo takuut.... " ucap Kenzo yang memeluk Aini dengan erat.
" Kamu didalam dulu sama Kenzo, kasian Kenzo ketakutan, biar Kakak yang menemui suami mu dulu, biar dia tidak membuat Kenzo takut. " ucap Rey yang mengasih saran.
Aini menganguk pelan, Rey pun keluar dari mobilnya tanpa ada rasa takut menghadapi Ammar. Saat Rey keluar, Ammar langsung membuang muka kesal, karena Rey yang malah keluar bukan Aini
" Guee manggil istri gue keluar,, bukan loe... " ucap Ammar kesal yang tolak pinggang.
" Aini,, Mas gak mau mengulang perkataan mas Lagi,, " ucap Ammar yang langsung menuju arah pintu Aini.
" Sabar,,, ada Kenzo di dalam,, dia ketakutan sampai meluk Aini, mangkanya Aini gak keluar,,, " ucap Rey yang menjelaskan.
" Kenzo,,? anak loe..? " ucap Ammar yang mendorong Rey dengan kasar.
" Kalau iya kenapa..! " ucap Rey meninggi
__ADS_1
" Brengs* k loe" ucap Ammar yang hendak mukul Rey, tapi di tangkisnya dengan cepat.
" Lepasin Aini,, " pinta Rey yang memukul Ammar..
Buugghhh... wajah Ammar kena pukulan.
" Gak akan,, " pukul Ammar yang kali ini berhasil mendarat di sudut bibir Rey.
" Loe uda punya istri, sahabat dari kecil loe,, Aini tunangan gue dari kecil, kita sama,, !!! jadi loe lepasin calon istri gue,,!!! " ucap Rey yang memukul Ammar tapi di tangkis oleh Ammar.
" Calon istri loe,,? Dia istri Guueee.. ! sampai kapan pun gue gak akan melepasin istri gue, buat siapapun termasuk loe" ucap Ammar yang memukul Rey.
" Stooppp...! " ucap Aini berteriak, sambil mengendong Kenzo yang sedang menangis.
" Mas malu,,,!" ucap Aini
" Malu...? heu,,, ayo pulang" seret tangan Aini dengan kasar.
" Auuww mas,, sakit,, "
" Huuwwwwaaaaaaaa... " tangis Kenzo.
" Lepasin Aini.. !" teriak Rey.
" Kasih Anaknya..?!" ucap Ammar yang berhenti di depan pintu mobil milik Ammar. Aini hanya mengeleng kepala.
" Kasih mas bilang..! " teriak Ammar.
" Gak..." ucap Aini.
" Bunda Enzo takut,,, Ayaahhh...! huuaaaaaa" ucap Kenzo melihat Rey sambil teriak.
Ammar yang mendengar panggilan bunda ayah ke Aini dan Rey semakin marah,
" Gak mau,,, Enzo au ama Bunda ama Ayah,,, " ucapnya sambil nangis
Ammar yang terpancing emosi, melepas tangan Aini dan masuk ke dalam mobil menunggu Aini masuk sendiri kedalam.
" Kenzo,, itu ayah Ammar,, ayah Kenzo juga,, jangan Nangis ya,, kita pulang sama ayah Ammar. kita bawa mainan tadi mau..? nanti kakak Al nyusul" Bujuk Aini Kenzo hanya menganguk.
" Tapi janji, ayah langsung jemput Kenzo dan Bunda" ucapan kenzo masih terdengar oleh Ammar.
" Ckk,,, jemput..! " umpat kesal Ammar.
" Iya ayah Al janji,,, " ucap Rey yang mencium kening Kenzo.
Aini langsung masuk kedalam mobil di kursi belakang, karena di depan sudah ada Nabila duduk di kursi depan. Rey pun membawakan mainan yang baru di beli dan di masukan ke bagasi mobil Ammar.
Dalam perjalanan pulang Kenzo terus sesegukan memanggil nama Rey, Ammar terus terusan melirik Aini lewat kaca sepion tengah. Aini yang sadar di tatap sinis oleh suaminya berusaha mengajak bicara Kenzo suapaya tenang.
" Bunda,, Enzo au ama ayah Al... huuuhuuu huuhhhuu" rengek Kenzo.
" Kenzo sayang,,, ayah Al mau kerja dulu,, nanti kalau udah selesai kerja, Kenzo boleh ketemu lagi sama Ayah Al.. " ucap Aini.
" Gak aauuuu.... Enzo aauuu ayah Al... bunda hayooooo ayah Al.... " ucap Kenzo yang mengamuk
" Eehhhh,, liat nih,, aayah Al beliin Kenzo apa ya,,, waahhh pesawat terbang,,, wah besarrr... mau buka sekarang? " bujuk Aini,, akhirnya Kenzo terdiam dan senang saat Aini membuka mainan pesawat.
" Ye... yeee... pesawat terbang,,,, hhhuuuuussss" ucap Aini ajak bercanda Kenzo mengunakan pesawat yang terbang mengelitik perut Kenzo.
__ADS_1
" Hahahahahahh ampunnn bunda,,, hahahaha ampunnn" ucap Kenzo yang senang,
Ammar yang melihat kedekatan Aini dengan Kenzo, merasa senang sekaligus kesal ternyata istrinya pandai mengasuh anak, tapi yang diasuh Aini anaknya Rey, itu yang membuat Ammar cemburu.
saat sampai nya di rumah Ammar, Aini menyuruh Bik Nuni untuk membawa Kenzo bermain, awalnya Kenzo menolak tapi akhirnya mau dengam sedikit bujukan dan rayuan dari Aini.
Nabila yang melihat mereka berdua bertengkar tidak mau ikut campur hanya bisa melihat dan mendengar pertengkaran suami dengan istri pertamanya tanpa berkomentar, lalu pergi ke kamar.
Ammar sudah menunggu Aini di ruang kerjanya, Aini masuk secara perlahan, melihat Ammar yang melihat kearah jendela sambil bertolak pinggang.
" Assalamualaikum mas..? " ucap Aini yang menghampiri Ammar.
" Waalaikumussalam " jawab Ammar dingin.
" Mas, Aini minta maaf,, " ucap Aini yang menyentuh tangan Ammar. Ammar hanya menatapnya sinis.
" Anak siapa..? " ucap Ammar dingin.
" Anak..? " bingung Aini yang tiba tiba ingat Kenzo.
" Owh Kenzo,,, dia sepupuh aku, anak tante Dinda, tante minta tolong untuk menitipkan Kenzo sama aku selama seminggu,, karena gak mungkin bawa Kenzo ikut sama mamanya yang sedang sibuk mengurus ibu mertuanya untuk pengobatan di Singapur."
" Kalau dia adik mu, kenapa memanggil dengan sebutan Bunda dan Ayah Haahh..? " ucap Ammar yang menepis tangan Aini.
" Dia masih kecil mas, belum paham,, belum ngerti,,, Aini dan kak Al.. "
" Jangan sembut namanya...! " Teriak Ammar.
" Aini gak mengajarinya apa lagi dia... ! Waktu Aini bilang panggil mas sebutan Ayah Ammar Kenzo juga langsung menganguk." ucap Aini menjelaskan.
" Kenapa kamu bisa pergi sama dia..? bukan kah Mas sudah melarang kamu, apapun alesannya..? " ucap Ammar mendekati Aini hingga Aini terbentur meja kerja Ammar.
" Aini ta... " ucap Aini yang langsung dicium oleh Ammar.
" Hhmmm.... ahhh... " suara ******* yang lolos dari mulut Aini, ketika Ammar berpindah mencium d*d* Aini.
" Mas,, " ucap Aini yang meremas kepala Ammar saat Aini diangkat dan duduk di atas meja kerjanya.
" Tadi pagi kamu sudah janji sama mas Aini,," ucap Ammar yang menagis di dalam dekapan Aini.
" Maaf, mas,,, " ucap Aini yang mengelus rambut Ammar dengan lembut sambil menceritakan yang sebenarnya.
" Ini yang terakhirr,,, jangan lagi bertemu dengan nya,, " ucap Ammar yang merasakan sakit di dada takut akan kehilangan Aini, takut Aini direbut oleh Rey.
Karena Ammar tau, sebenarnya Rey orang yang berpengaruh dalam dunia bisnis, termasuk saingan bisnis Ammar, semenjak tau siapa itu Reyzal, tampan, sholeh, di tambah dia punya masa lalu yang kuat terhadap Aini.
Ammar benar benar tidak percaya diri, dia sadar bahwa dirinya telah menyakiti hati Aini dengan menikahi Nabila, mangkanya Ammar benar benar takut kehilangan Aini saat Rey dengan terang ingin merebut Aini darinya.
Padahal, banyak laki laki yang ingin menanti janda Aini, salah satu contohnya Shandy, tapi Ammar tidak pernah merasakan takut yang teramat saat Rey muncul di kehidupan rumah tangganya.
" Mas,, ada yang harus Aini kembalikan sama keluarga kak.... dia... keluarga dia... dan juga pasti keluarganya akan datang minta penjelasan atau tanggung jawab sama Aini dan nenek. " ucap Aini gagap saat ingin menyebut Rey.
" Mas akan menemani kamu mengembalikan barang barang yang sudah di kasih keluarganya ke kamu" ucap Ammar yang menatap sendu wajah istrinya.
Aini mengangguk, Ammar langsung menciumnya dengan lembut memainkan setiap gerakan yang Ammar beriakan. Membuat Aini terbawa suasana dan melupakan rasa kesal juga terhadap suaminya yang mematikan ponsel dan pergi dengan Nabila.
" Bunda,,,? " ucap Kenzo yang menyelonong masuk dan melihat Ammar mencium Aini dengan mesra di atas meja kerja Ammar.
" Astagfirullahallazim" ucap Aini yang sama terkejut dengan Ammar, Ammar melepaskan ciuman nya karena kaget melihat Kenzo melihat dirinya sedang bercumbu dengan istrinya.
__ADS_1
" Bunda sedang apa..?" pertanyaan Kenzo membuat dua orang sejoli mati kutu dengan pertanyaan anak kecil.
Bersambung,,,,