
Ammar yang mengejar mobil Naoumi alias Aini kehilangan jejak saat lampu merah menghalangi mobil Ammar, rasa kesalnya Ammar lampiaskan dengan memukul setir yang ada di depanya.
"Astagfirullah! Aini!" teriak Ammar dalam mobilnya.
Roy yang berbeda mobil dengan Ammar terus mencari mobil yang di tumpangi oleh Aini dengan jalan yang berbeda.
Lampu merah sudah berganti dengan lampu warna hijau, Ammar langsung menancapkan gasnya dengan kecepatan yang tinggi, mengejar mobil Aini yang sudah menjauh, namun hasilnya nihil. Ammar benar-benar kehilangan jejak Aini.
"Akkkhh!" teriak Ammar yang perlahan mengurangi kecepatannya.
Ammar menepikan mobilnya di pinggir jalan, menetralkan sejenak emosinya yang kalut atas kehilangan jejak Aini, akhirnya Ammar mutuskan untuk pasrah terhadap ketentuan sang pencipta dan memutar balikan mobilnya ke arah hotel.
Selama perjalanan menuju Hotel Ammar yang di temani oleh hujan yang cukup deras hanya terus berdoa dan berharap bahwa kesempatan itu masih ada untuknya.
Beberapa menit kemudian. Ammar melihat ada seorang bapak-bapak yang melambaikan tangan ke arah mobilnya, Ammar pun mengurangi kecepatan dan berhenti tepat di depan mobil bapak itu yang sedang mogok.
"Ada apa Pak?" tanya Ammar yang baru turun dari mobil.
"Mobil saya tiba tiba mogok, dan tidak tahu kenapa! Saya sudah mengubungi montir tapi belum datang juga." Bapak itu melihat Ammar yang mengecek mesinnya.
"Gimana Mas? Mas bisa benerin?" ucap sang Bapak.
"Bisa sih Pak, tapi kemungkinan sangat lama." Ammar mengutak atik mesin mobil yang mogok.
"Waduh, gimana ya? Saya sedang buru-buru mau mengantar majikan saya untuk chek kandungan, sudah di tunggu soalnya sama Dokter!" ucap si Bapak.
"Oh, emang mau periksa di mana Pak?"
"Di rumah sakit Hermania Mas," ucap si Bapak.
"Ya, sudah. Biar saya antar saja, sekalian searah!" Ammar menawarkan diri.
"Terima kasih, Mas! Saya bilang dulu sama Ibu." Bapak itu menghampiri Aini yang sedang meminum jus buah di dalam mobil.
"Gimana Pak ? Sudah beres?" tanya Bu Rum istri Pak Bejo.
" Belum, Bu! Lama katanya, kalau mau betulin mesinnya, tapi Masnya mau nawarin untuk mengantar Nyonyah Aini. Gimana?" tanya pak Bejo, Bu Rum pun melihat ke arah Aini. Aini pun mengangguk sebagai tanya setuju.
"Ya sudah Pak, Alhamdulillah kalau gitu." Bu Rum memberikan Aini selimut tebal untuk menutupi tubuhnya, karena cuaca yang hujan di sertai angin yang cukup kencang.
"Ya, mau Mas. Maaf ya, ngerepotin." Pak Bejo mengeluarkan payung untuk Aini keluar dari mobil.
"Ya sama-sama Pak." Ammar yang membukakan pintu belakang mobil tanpa melihat orang yang ditolongnya.
Aini yang keluar menggunakan selimut yang tebal menutupi dirinya dari atas, sehingga Ammar sangat susah untuk mengenalinya, sedangkan Aini yang hanya fokus melangkah dengan perlahan karena jalanan yang licin terkena air hujan.
Ammar yang melihat ibu hamil masuk bersama Bu Rum, menutup pintu belakang dan masuk kedalam bangku pengemudi, mobil pun melaju ke tempat tujuan.
Hacim!
"Alhamdulillah," ucap Aini pelan yang masih terdengar Ammar.
'Yarhamukallah,' Balas Ammar pelan.
"Maaf itu, bisa di kecilkan pendinginnya?" ucap Bu Rum mengawatirkan Aini.
Ammar langsung mengecilkan pendinginya tanpa menjawab ucapan Bu Rum. Selama perjalanan Aini hanya fokus menatap jendela mobil, melihat jalanan yang di guyur hujan yang cukup lebat.
Ammar yang sekilas melihat ibu hamil lewat kaca sepion atas, di balik selimutnya yang memakai cadar langsung teringat Aini istri tercintanya yang sedang mengandung anaknya.
Mobil pun sampai di tempat tujuannya, Ammar memakirkan mobilnya lalu membukakan pintu belakang untuk Aini. Aini yang menutupi dirinya dengan selimut hanya menunduk dan melangkahkan kakinya secara perlahan.
"Hati-hati Nyah ...." ucap Bu Rum.
"Mas, terima kasih ya! Sudah mau membantu," ucap Pak Bejo.
__ADS_1
"Sama-sama Pak, kalau boleh tau,majikan Bapak namanya siapa ya? Maaf kalau pertanyaan saya lancang." Ammar yang memberanikan diri untuk bertanya.
"Oh, Namannya Nyonyah ...." ucap Pak Bejo yang terpotong.
"Pak! Buruan!" teriak Bu Rum memanggil suaminya.
"Ya, Bu! Maaf ya mas, saya buru-buru. Sekali lagi terimakasih ya Mas." Pak Bejo langsung masuk ke dalam menyusul istri dan majikannya.
"Sama-sama, Pak!" ucap Ammar yang masih berdiri di teras rumah sakit.
Tiba-tiba ponsel Ammar berdering, Ammar melihat nama Nabila yang tertera di layar ponselnya, Ammar langsung mereject nomor panggilan dari Nabila dan memasukan kembali ponselnya kedalam saku.
Ammar langsung masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya ke arah hotelnya, selama perjalanan Nabila terus menghubungi Ammar, membuat Ammar kurang fokus untuk menyetir mobilnya.
Ammar yang geram dengan Nabila, mencoba mengangkat panggilan dari Nabila dengan terpaksa.
"Hallo, assalamualaikum!" Ammar menjawab panggilan Nabila.
"Waalaikumussalam, Abang dimana? Masih di tempat acara pesta?" Nabila bertanya.
"Abang lagi di jalan, Nabila! Nanti aja ya, bicaranya!" Ammar yang kurang fokus menyetir.
"Abang pulang kan, malam ini?" tanya Nabila.
"Sepertinya Abang akan menginap di hotel sama Roy, Nabila." Ammar masih berusaha untuk fokus menyetir.
"Nginap?" ucap Nabila sedikit kecewa.
"Iya, sudah dulu ya Nabila! Abang lagi di jalan!" Ammar terus memberi tahu Nabila agar mengerti.
"Ya, sudah kalau begitu!" ucap Nabila yang mematikan ponselnya.
Ammar langsung melemparkan ponselnya ke kursi yang ada di sebelah, membuat ponselnya terjatuh ke bawah. Ammar yang kesal ponselnya jatuh hanya membiarkannya di bawah, tapi Ponsel Ammar kembali berdering.
Panggilan masuk dari Nabila terus berdering, Ammar mau tidak mau mengambil ponselnya menggunakan kakinya agar sampai di tanganya. Pada saat Ammar berhasil mengambil ponselnya, Ammar kembali melihat ke arah depan yang silau dengan sinar lampu dari mobil truk besar.
Hitttsss ... Hittssss ... Hittsss!
"Lailahailallahh, Allahu Akbar!" teriak Ammar dari dalam mobil.
Brruuuukkkk!
Suara hantaman mobil Ammar yang menabrak pembatas jalan dan terguling hingga beberapa meter dari titik lokasi.
(Astagfirullah allazim, semoga Author dan readers terhindar dari marabahaya Aamiin!)
"A-ini! Lailahailallah." detik-detik Ammar kehilangan kesadaraanya sambil menggengam gelang yang terdapat liontin A&A.
__________
Rs. Hermania.
"Alhamdulillah, sikembar sehat!" ucap Bu Rum.
"Terima kasih ya, Bu Rum. Sudah mau jemput Aini untuk chek kandungan! " Aini yang mengelus perutnya.
"Gak apa-apa Nyah, ini udah tugas saya membantu Nyonyah Dinda untuk mengatar Nyonyah Aini pergi Chek kandungan. Ya kan Pak?" Buk Rum melempar pertanyaan ke suaminya.
"Eh, iya Nyah. Tapi mohon maaf ya, mobilnya sempat mogok. Untung saja ada orang baik yang mau bantu," ucap Pak Bejo.
"Oh, Iya! Kemana orangnya Pak?" tanya Aini yang belum sempat mengucapkan terima kasih.
"Sudah pergi lagi, Nyah!" ucap Pak Bejo.
"Ya sudah, Kita pesan taksi saja Pak, buruan sudah malam, hujan lagi! Kasian Nyonyah kedinginan." Bu Rum yang memeluk Aini dari samping.
__ADS_1
Tidak terlalu lama taksi pun datang, Aini yang duduk di belang bersama Buk Rum, sebelah kanan. Sedangkan Pak Bejo duduk di samping sopir, mobil mulai berjalan perlahan.
"Wah, tumben macet, ada apa ya Pak?" tanya Pak Bajo.
"Katanya ada yang kecelakaan, Pak!" ucap sopir taksi menjelaskan yang di dengar oleh Aini.
"Innalilahi! Ngantuk sepertinya itu, di paksa bawa mobil!" ucap Bu Rum membuat Aini merasa gusar dan tidak tenang.
"Duh, dah Bu ... Aini jadi kurang nyaman!" Aini mencoba berusaha untuk tetap tenang.
"Astagfirullah, Pak berhenti Pak!" ucap Pak Bejo yang melihat mobil yang sudah penyok di pinggir jalan. Sopir taksi pun memberhentikan mobilnya di pinggir jalan tepat di belakang mobil Ammar yang sudah penyok.
"Ada apa to Pak?" Buk Rum yang cemas.
"Itu-itu Bu!" tunjuk Pak Bejo ke arah luar.
"Itu apa?Kalau ngomong yang jelas!"
"Itu, maksud Bapak. Itu mobil yang sudah mengantar kita ke rumah sakit Bu!" Ucap Pak Bejo sedikit kesusahan untuk menjelaskannya.
"Astagfirullah, yang benar Pak?" Aini mulai angkat bicara.
"Kamu, yakin Pak? Kan mobil yang seperti itu gak cuma ada satu Pak!" Tambah Bu Rum
"Yakin, Bu! Ya allah ... Bu, Bapak periksa dulu ya!" Pak Bejo turun dari mobil.
Keadaan jalan yang ramai akan kendaraan yang macet karena terdapat sebuah kecelakaan tunggal dan terdapat mobil polisi beserta mobil Ambulance.
Pak Bejo mulai bertanya pada polisi yang sedang mengatur jalanan agar tidak terlalu macet, polisi lainnya sedang memeriksa kendaraan truk yang menjadi tersangka utamanya.
Hujan yang begitu deras membuat penglihatan Aini yang melihat kejadian tidak terlalu jelas, Aini yang penasaran membuka kaca jendelanya dan bertanya kepada seseorang yang sedang melihat kejadian tepat di samping kaca mobil.
"Maaf mas, Mas tau orang yang mengalami kecelakaan? Orang sini juga?" tanya Aini.
"Bukan Mba, sepertinya orang luar daerah. Plat nomor nya saja B!"
"Oh gitu!"
"Ya, Mba! Seorang pengusaha Energi Mba kata polisi."
"Apa! Energi?" Jangtung Aini mulai berdegup kecang saat mendengar penjelasan dari Seseorang.
"Kenapa, Nyah?" tanya Bu Rum.
"Gak! Gak mungkin, Mas Ammar!" ucap Aini yang mulai panik.
Aini yang melihat samar-samar korban yang mau di angkat menggunakan tandu oleh para medis langsung membuka pintu dan berlari ke arah korban.
"Astagfirullah, Nyah! Nyonya Aini jangan Nyah! Hujan!" teriak Bu Rum yang mengejar Aini berlari keluar.
"Mas! Mas Ammar!" Aini yang menerobos masuk pembatas polisi dan melihat jelas wajah korban yang ternyata benar suaminya.
"Astagfirullah, Mas Ammar bangun Mas!" Aini langsung memeluk Ammar di tengah hujan saat Ammar ingin di bawa masuk kedalam mobil Ambulance.
"Maaf, Bu ...." ucap Polisi di potong oleh Aini.
"Dia suami saya, Pak! Saya Istrinya!"
"Ya, ya. Saya tahu! Tapi biarkan korban di bawa dulu kerumah sakit! Ibu tenang dulu! Biar Ibu saya antar untuk menemani suami Ibu kerumah sakit pakai mobil kita!" ucap Pak polisi yang memapah Aini masuk ke dalam mobil polisi.
Aini hanya diam dalam tangisannya saat sang suami di bawa masuk ke dalam mobil Ambulance, Aini yang di temani oleh Pak Bejo dan Bu Rum di dalam mobil polisi hanya bisa terus menerus menangis dan tidak pernah berhenti berdzikir meminta doa kepada sang pencipta.
Bersambung...
Terimakasih readers yang sudah mendukung karya Author yang masih bau kencur, semoga kalian di berikan rezeky yang berlipat ganda. Aamiin dan bagi para readers yang mau berkenan mendukung karya Author dengan cara perlindungan jangan lupa kasih bintang yang banyak ke Mencintai Mu Jalan Menuju Surga.
__ADS_1
Jangan lupa ya pakai TITIK di belakang surga, terimakasih yang sudah memberi perlindungan di karya author! Oh Iya jangan lupa mampir juga di cerita satu ini yukk! dari Dedek Gemoy yang ceritannya bikin seru!