
" Dasar bulleee Eeeeeddddannnn.....!!! " teriak Veby kencang yang kabur dan keluar dari kamar nya.
" Hahahahahahaaa " tawa Frans yang melihat istrinya ketakutan
"Malam ini kamu lolos by..! eh tunggu duluu Bee?... By..?" heh... by..? by..? " ucap Frans yang menyamakan Bee (Aini) dan juga by (Veby).
Saat masih di ruang tv pun Veby masih mengrutu sendiri dengan nada kesalnya.
" Bulle pelit,,,, minjem baju satu aja,,, pake bilang gimana mau pake baju, baju aku aja di pake kamu,,,, " ucap Veby yang menirukan omongan Frans dengan bibir yang di manyunkan.
" Lagian siapa suruh nikahin tapi gak di sediain baju,,, bilang aja kere" ucap Veby yang masih bicara sendiri sambil menonton tv.
" Siapa yang kere..? " Ucap Frans yang berdiri di belakang Veby.
" Astaga naga,,,, " ucap Veby yang terkejut lagi saat hembusan Frans di lehernya.
Frans duduk di samping Veby sambil menganti chanelnya menjadi tayangan favoritenya yaitu motor balap.
" Apaan si orang mau nonton drama indos juga... iiiissshhh,,, kembaliiin gak remotnya" ucap Veby yang ingin merebut kembali remotnya dari tangan Frans.
" Sstttt bisa diam gak" ucap Frans yang mengangkat tangannya ke atas agar Veby tidak sampai mengambilnya.
" Hai tau gak,,, rata rata seorang suami idaman di Indonesia harus mengalah pada istrinya tau gak,,,? " ucap Veby.
" Itukan suami lokal, aku kan beda, bukan lokal... jadi..... istri yang harus mengalah sama suami" ucap Frans yang tertawa dan terus mengangkat tangannya sambil megang remot.
Saat Veby tak mau mengalah dan meloncat naik ke tubuh Frans, otomatis membuat Veby terjatuh di pelukan Frans, dengan posisi Veby di atas Frans.
Wajah mereka berdua saling dekat satu sama lain membuat nafas Veby berhembus ke wajah Frans, debaran jatung Frans begitu terasa.
" Frans,,! lepasin gak..? " tegas Veby yang mencoba bangun tapi di tahan oleh Frans.
" Jangan begerak,,, biarkan seperti ini sebentar aja... " ucap Frans dengan suara yang merindukan kasih sayang.
" Frans,, gue bukan Aini...! jadi lepasin gue.. " ucap Veby yang membuat Frans tersadar dan mendorong Veby menjauh.
Veby yang terkejut mendapat dorongan kasar dari Frans, ingin marah rasanya, tapi saat melihat Frans dengan raut wajah yang sedih dan langsung meneteskan Air mata, membuat Veby merasa kasian.
" Sory,, gue gak ada maksud buat loe sedih,, apakah sebegitunya loe cinta sama dia..? mestinya loe perjuangin lah cinta loe buat dapetin dia,, " ucap Veby yang mengelus pundak Frans.
Frans menyingkirkan tangan Veby dan masih terdiam dalam tangisannya.
" Maaf kalau gue salah,, sebagai rasa bersalah gue,, loe keluarin dah unek unek loe ke gue,, gue siap denger biar hati loe plong,,, lega,,, itu juga kalau loe mau cerita ke gue,, lagian loe cowo di tinggal nikah sampe sakit banget... gimana di tinggal is ded kaya guuee.. "
" Loe gak tau gimana perasaan gue,, bertahun tahun gue sabar, gue setia sama dia, gue selalu ada buatnya, gue coba menunggu dia sampai dia ada rasa ke gue, tapi cuma karena beda agama, cuma beda agama loe bayangin... dia malah milih orang yang baru dikenal dari pada gue yang sudah dulu mengenal dia By... " ucap Frans yang menangis dengan nada marahnya.
Veby memeluk Frans dan menepuk pundaknya dengan lembut.
" Gue sayang banget sama dia By,,, gue rela ngelakuin apa aja buat dia, tapi dia minta gue buat pindah agama by, hal yang paling berat buat gue" ucap Frans yang masih sesugukan di pelukan istrinya.
Suara ponsel Frans pun berbunyi.
" Ada yang telephone. " ucap Veby yang hendak melepaskan pelukannya tapi Frans malah mengeratkannya.
" Please, biarkan seperti ini,,, kali ini aja,,, " ucap Frans.
" Tapi gue bukan Aini,,, "
" Gue tau gue sadar, jadi please biarin seperti ini sebentar aja" ucap Frans yang semakin mengeratkan pelukannya.
Veby mengelus elus kepala Frans dengan lembut, tapi Frans malah mengambil kesempataan yang membuat Veby berhenti mengelus rambut Frans.
" Gue bukan Aini Frans...!" ucap Tegas Veby.
__ADS_1
" FRANS....! " teriak Veby sontak membuat Frans berhenti dengan aksinya.
" Gue tau loe bukan Aini...! " Bentak Frans yang kesal dengan Veby.
" Trus,,, kenapa loe masih nyentuh gue...?! hah..!" kesal Veby dengan tingkah Frans.
" Karena gue suami loe, loe istri gue... apa salah suami nyentuh istrinya..? " tanya Frans.
Veby terdiam dengan kata kata yang di lontarkan Frans.
" Tapi di antara kita gak ada cinta Frans,, itu yang salah....! loe nikahin gue cuma buat balas dendam.. dan gue terima pernikahan ini karena buat bayar hutang gue ke elo.. " ucap Veby menangis.
" Buulshyyiddd dengan cinta,,, " ucap Frans yang marah dan pergi meninggalkan Veby.
🌹🥀
Falkutas Hukum.
Aini sudah selesai dengan mata kuliahnya dan kini sedang berada di kantin dengan teman temannya dan juga Sarah.
" Astagfirullah, Aini loe gak salah,, sambel sebaskom loe embat semua... " ucap di D.
" Wah fixs ini mah kesurupan... " ucap si B.
" Mana ada setan doyan sambel..? yang ada juga minta kopi orang kesurupan mah . " ucap si C.
" Eettt dah loe ahhh,,,, ora nyambung pisaannnn...! " kesal si D ke C.
" Eh udah sabar,,, loe kaya baru kenal si bebek aja,, dia kan IQ nya cuma se ons... " ucap A
" Parah loe,, Loe kata IQ gue ikan asin, yang belinya cuman se ons. " ucap C.
" Hahahaha,,,, " semua pada tertawa melihat si C kesal.
" Eh,, Sarah itu bakso punya akkkuuuhhh" ucap Aini manja.
" Buang aja Sar,,, emang bandel tuh nyonyah Ammar, di bilangin gak di denger" ucap si A.
" Tau loe mah,, ishh gregetan tau,,, sini Sar gue buang sambelnya" ucap si B.
" Eh jangan di buangg sayang... Saarrr " ucap Ngadu Aini.
" Non, mereka semua ngomelin non itu karena temen temen non itu pada sayang sama non" ucap Sarah yang mengambil bakso dari mangkuk yang baru tanpa sambal dan menyodorkan ke Aini.
" Tuh denger rin tuh,,, " B
" Tau loeee" C
" Karena kita semua sayang sama loe, gak mau loe sakit gara gara makan sambel se baskom" Ucap D
" Betul itu... Sarah gue respect sama loe.. " ucap A.
Aini pun terharu mendengarnya, mereka semua makan dan mengobrol dengan penuh canda dan tawa.
" Non, terimakasih" ucap Sarah yang kini sedang menyetir.
" Buat? "
" Karena non tidak malu mengajak saya ikut mengumpul sama temen temen non"
" Sar,, kan Saya sudah pernah bilang, kamu tuh bukan hanya sekedar Assisten saya tapi juga teman saya, saudara saya, paket komplit pokonya. jadi ngapain saya harus malu..? " ucap Aini
" Terimaksi non, sudah mempercayai saya, in sya allah saya akan berusahan lebih baik lagi dalam menjalankan tugas saya sebagai assisten non. " ucap Sarah.
__ADS_1
" Sama sama, terimakasih juga sudah sabar menghadapi saya" ucap Aini.
" Iya non," ucap Sarah.
Mobil terparkir di halaman rumah Ammar, Sarah membukakan pintu umtuk Aini. Aini yang tidak melihat Nabila berada di taman depan. Langsung berjalan melewati Nabila.
" Waalaikumussalam wr. wb,, Subhannallah,,, Nikmat mana yang engkau dustakan, kemana mana selalu di layani dengan baik, bak seorang putri raja. " ucap Kesal Nabila yang melihat Aini berjalan melewatinya tanpa menegur salam.
Aini yang mendengar sindiran dari madunya langsung memberhentikan langkahnya dan berbalik, sedangkan Sarah lebih diam dan menjauh tidak mau mencampuri urusan pribadi Aini.
" Assalamualaikum, Maaf mba Nabila saya gak tahu kalau ada mba Nabila di situ" jawab Aini menjelaskan agar tak salah paham.
" Gak apa apa. Sudah terbiasa," ucap Nabila tersenyum paksa.
" Oh iya, nanti saya bilang ke mas Ammar, mba Nabila mau seperti apa? muda cantik? apa yang sedikit lebih dewasa seperti mba Nabila? atau..? "
" Maksud nya ? " tanya heran Nabila
" Maksud saya,, saya mau bilang ke mas Ammar,, Mba Nabila mau assistennya seperti apa? masa mau bilang madu nya seperti apa..? gak mau kan..? " Balas Aini memyindir Nabila.
" Astagfirullah kamu kenapa.. ? cemburu..? karena bang Ammar mulai perhatian lebih sama saya..? " ucap Nabila.
" Gue.. Cemburu..? gak terbalik" ucap dalam hati Aini.
" Cemburu hehe... mba... saya sudah bilang sama mba Nabila,,, kalau memang mas Ammar lebih perhatian ke mba Nabila itu wajar karena mba Nabila juga istrinya, saya gak mau sampe suami saya berdosa karena tidak adil terhadap istri istrinya. " ucap Aini dengan santai.
" Aini... Aini... kalau cemburu bilang saja,,, karena itu wajar sebagai seorang wanita, dan kalau bang Ammar itu mulai lebih perhatian ke saya, itu karena saya tahu apa apa saja yang membuat suami saya senang. dan tidak menimbulakan masalah apalagi beban. " ucap Nabila dengan santai yang tak kalah pedasnya.
" Terimaksi atas nasihat dari mba Nabila, saya akan ikutin saran mba Nabila menjadi istri yang lebih baik lagi, lebih tepatnya kita sama sama berusaha menyenangi suami kita agar tidak mudah kecolongan lagi ya mba... ya sudah saya masuk dulu ya mba, permisi" ucap Aini dengan nada yang di becandakan.
Mendengar ucapan Aini Nabila merasa tersindir dan sedikit kesal. Nabila pun menghubungi Ammar dengan alesan tersendiri.
Sedangkan Aini masuk kekamarnya melihat isi ponsel yang berdering, Aini melihat pesan dengan nomor yang tak di kenal lalu menghapusnya tanpa membaca, tiba tiba ponsel Aini berdering dan melihat nomor tak dikenal.
Aini malas mengangkatnya dan menyuruh Sarah untuk berbicara.
" Non,, tante Dinda.. " ucap Sarah.
Aini mengakhiri telephonnya dan menyuruh Sarah membantunya merapihkan pakaianya ke dalam koper.
" Non memangnya mau kemana..? " Tanya Sarah yang heran.
" Tante Dinda minta tolong buat saya jadi menginap di rumah nenek, karena tante mau menginap di rumah mertuanya yang sedang sakit." ucap Aini.
"Tapi non, non kan belum izin sama tuan.. lagian ini baju kebanyakan non, emangnya non Aini mau nginep atau pindahan?" ucap Sarah.
" Eh iya,, ya,,, ngapain juga saya bawa..? kan disana juga ada daster nenek buat tidur,, ya sudah gak jadi deh Sar,, tolong rapihkan lagi ya ke dalam lemari, saya mau mau bilang ke mas Ammar dulu.
" Ya non" ucap pasrah Sarah melihat tingkah laku Aini.
" Akibat cemburu nih, jadi gini dah kena imbasnya,, nasih nasib" ucap batin Sarah
Aini pun mengirim pesan ke Ammar.
" Assalamualaikum mas, mas Aini minta izin tiga hari untuk menginap di rumah nenek,"
"Karena tante Dinda menginap di rumah mertuanya yang sedang sakit. "
" Kasian nenek sendirian di rumah"
Ting pesan masuk ke ponsel Aini
" Iya".
__ADS_1
Bersambung,,,