Mencintaimu Jalan Menuju Surga

Mencintaimu Jalan Menuju Surga
44. Cinta dan Benci


__ADS_3

" Ahhh....ya tuhan..." Kaget Veby memegang dadanya.


" Duduklah, aku yakin kamu belum makan kan?" tarik Frans ke pangkuannya.


" Woow, masih ada gue sob" ucap Kevin memberi tau Frans.


Veby hanya tekejut tanpa berkata apa apa saat Frans menarik tanganya hingga jatuh kepangkuan Frans.


" Berdoalah, dan buka mulut mu," ucap Frans yang menyodorkan makanan ke mulut Veby.


Veby masih menutup mulut nya dan hendak bangun dari pangkuan Frans, namun di cekal tangannya oleh Frans.


" Mau loe apa?" ucap Veby.


" Aku sudah membayar mu lebih, jadi layanilah dengan baik, jangan sampai dia melaporkan kamu atas pelayanan buruk yang kamu berikan" ucap Frans yang melirik Kevin.


" Gilaa...! loe ngejar gue sampai seperti ini " ucap Veby tanpa malu di dengar Kevin.


Kevin tidak memperdulikan apa yang Frans dan Veby lakukan di depan matanya, karena itu sudah biasa buat dirinya, yang terpenting fulus sampai di tangannya sesuai kesepakatan.


Frans yang memberi kode untuk Kevin agar segera keluar, tapi kevin malah makan dengan rakus dan memilih cuek.


" loe mau gue memberikan pelayanan yang baik ke loe kan? ya udah buka mulut loe yang gede" ucap Veby yang menyodorkan makanan ke Frans.


Veby yang telaten memberiakan makanan ke mulut Frans sambil mengusap bibir Frans dengan tisu dengan lembut membuat Frans merasa tersentu.


" Giliran mu, makan lah" Ucap Frans ke Veby.


Veby hanya terdiam saat Frans menyodorkan makanannya ke Veby.


" Makan...!" ucap Frans keras


Veby pun membuka mulutnya dan memakannya, dengan mengunyanya secara perlahan.


" Good girl"


" Minum.." ucap Frans yang menyodorkan minumanya.


Air mata Veby kini menetes, mungkin kalau Rangga masih ada dan menikahinya walaupun terpaksa dia tidak akan mendapat perlakuan seperti ini.


Rangga sangat berbeda dengan Frans, walaupun Rangga dan Veby beda Agama, tapi Veby mau masuk ke agama Rangga asalakan Rangga mau menikahinya.


Tapi takdir berkata lain, Rangga meninggal akibat kecelakaan yang di alaminya saat mempergoki Veby dengan sahabatnya.


" Usap air matamu, aku gak mau kamu menangis dan menyebut namanya lagi" ucap Frans dengan kasar mendorong Veby hingga duduk di sampingnya dengan keras.


" Apa loe akan melepaskan gue dan nyokap gue setelah loe tidur sama gue? Apakah loe akan puas setelah tidur sama gue karena membantu untuk membalaskan dendam orang yang loe cintai ke musuhnya, kalau itu mau loe ok. " ucap Veby ke Frans dengan air mata yang masih menetes.


" Braakk ..." Hantaman tangan Frans ke meja makan. sekilas Frans melihat Veby yang ketakutan dan pergi keluar.


Sontak membuat Kevin kaget dan meloncat ke kursi yang dia duduki, Kevin mengejar Frans, saat mereka sudah duduk di depan mobil Kevin menatap mata Frans yang mulai ada rasa cinta sama Veby.


" Persiapkan besok harus sesuai dengan benar."


" Besok? loe udah gila ya? persiapannyakan 3 hari lagi sob...sabar lah.. " ucap kesal Kevin mengetahui bahwa sahabatnya tidak bisa membedakan mana benci mana cinta.


" Akkkgggj......" teriak Frans yang bingung dengan dirinya.


" Balik ke apaertement." suruh Frans.


🥀🌷


Dalam perjalan pulang.


Nabila dan Ammar satu mobil yang di kendarai oleh asisten barunya Ammar yaitu Rey. Rey yang baru pertama kali bekerja sebagai assisten Ammar sudah bisa menyusuaikan dengan pekerjaanya.


" Rey kita mampir sebentar di toko kue The King cake." ucap Ammar yang memegang ponselnya.


Nabila yang mendengar Ammar menyuruh Rey terdiam dan melihat suaminya seakan mencari tahu buat apa bang Ammar ke toko kue.


Setelah sampai di halaman parkir toko kue, Ammar turun bersama Nabila dan masuk kedalan toko kue.


" Selamat datang di toko The king cake silahkan Tuan, Nona, ada yang bisa kami bantu?" Sambut pelayan toko dengan ramah.


" Kamu mau pesan kue apa?" ucap Ammar lembut sambil mengandeng tangan Nabila.


Nabila yang tersipu malu atas perlakuan Ammar yang lembut membuat Nabila hanya tersenyum senang.

__ADS_1


" Hai,,,? kok bengong? mau pesan kue yang mana?" ucap Ammar yang melambaikan tangannya ke wajah Nabila.


" Bingung bang, kelihatannya semuanya enak," ucap Nabila yang salting.


" Ok,,, hmmm bagaimana kalau yang ini" tunjuk Ammar ke blackfores.


" Aku kan gak begitu suka coklat bang," ucap Nabila kecewa.


" Heheh maaf abang lupa, abang pikir mau makan bareng kue ini sama abang, kelihatannya enak soalnya" ucap Ammar yang mengelak agar Nabila tidak marah.


" Kalau abang mau, ya Nabila juga mau" ucap Nabila senang ternyata Ammar mau makan kue bareng dirinya.


" Hmmm jangan yang itu deh, bagaimana kalau yang ini" ucap Ammar yang menunjuk tiramisu cake.


" Apa abang mau?" ucap Nabila.


" Kalau kamu mau abang mau" ucap Ammar walaupun dirinya tidak terlalu suka cake.


" Ok yang ini aja" ucap Nabila menujuk cake tiramisu. dan Ammar menganggukannya.


" Mba tolong yang ini satu dan juga strauberry cake 1 ya mba" ucap Ammar.


"Strauberry cake..?" batin Nabila.


" Bang, banyak banget belinya, " ucap Nabila.


" Oh,, yang satu buat Aini" ucap Ammar yang tersenyum ke Nabila.


" Hmmm bilang aja niat nya juga buat beli kue ke Aini" ucap dalam hati Nabila.


" Totalnya jadi Rp. Xxxx" ucap Pelayan tokonya.


Ammar mengeluarkan uang cast dan membayarnya.


" Terimakasih, selamat datang kembali." ucap pelayan tokonya.


Ammar langsung mengandeng tangan istrinya dan masuk ke dalam mobil.


" Bang, besok Nabila di suruh datang ke SMA Nuansa bening." ucap Nabila yang ragu ragu.


" Secepat itu? " ucap Ammar kaget.


" Kamu sudah yakin?"


" Ya in sya allah,, " ucap Nabila.


" Alhamdulillah kalau itu sudah jadi niat kamu, besok abang akan antarkamu" ucap Ammar.


" Gak usah bang, biar besok Nabila di antar sama pak sopir aja. lagian Nabila berangkatnya juga agak siangan jam 10 an." ucap Nabila.


" Ow ok,,, " ucap Ammar.


Mobil pun sampai di halaman parkir rumah Ammar. Nabila dan Ammar turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


" Assalamualaikum, " ucap Nabila.


" Waalaikumussalam" ucap bik Nuni yang membukakan pintu.


" Loh Aini mana bik?" ucap pertama kali Ammar menanyakan Aini.


" Nyonya Aini sedang di taman belakang tuan sama Sarah." ucap Bik Nuni.


Ammar langsung menghampiri istrinya yang ada di taman belakang ruamah, Nabila membawakan tas Ammar dan jas Ammar mengikuti Ammar di belakangnya.


Ammar yang melihat Aini sedang menanam segala jenis bunga dengan wajah penuh tawa bersama Sarah.


" Assalamualaikum..?" ucap Ammar yang membungkuk badannya ke telinga Aini yang sedang berjongkok bersama Sarah.


Sarah yanh melihat Tuan nya datang langsung segera berdiri dan memberi hormat dengan menundukan kepalanya.


" Waalaikumusalam,,, mas sudah pulang," ucap Aini terkejut melihat suaminya berada di belakangnya.


" Sebentar Aini cuci tangan dulu ya mas," ucap Aini yang membuka sarung tangannya.


" Sedang apa si? mas pulang aja sampai gak tau" ucap Ammar yang penasaran karena Aini tertawa begitu senang dengan Sarah asisitennya.


" Ahh... Aini tadi dapat kiriman bunga dari Grandmah, trus Aini langsung tanam bunga bunga ini di sini,, untung ada Sarah jadi nanem bunganya sambil bercanda ,, gak apa apa kan mas, kalau Aini nanem bunga di sini?" ucap Aini sambil mencium tangan Ammar.

__ADS_1


" Hmmm gimana ya..?" ucap Ammar bercanda


" Ada biaya pajak nya tapi" bisik Ammar pelan yang hanya di dengar Aini.


" Iiihh mas,,," ucap Aini tersipu malu, sekilas Nabila yang melihatnya cemburu lalu masuk kedalam rumah dengan kesal.


Aini yang menyadari Nabila marah masuk kedalam, langsung menjauhkan diri dari Ammar.


" Mas cape kan? masuk dulu yuk, mas mau minum apa? kopi teh?" ucap Aini.


" Bang, ini teh manis hangatnya sudah Nabila bikin, mau minum di taman atau di dalam..?" seketika Nabila membawa minuman ke Ammar.


Aini hanya mengela nafas panjang dan menunduk saat Nabila datang membawa minuman terlebih dahulu untuk Ammar.


" Sepertinya mas minum tehnya didalam saja sama mba Nabila. Aini mau bereskan ini dulu sebentar sama Sarah. nanti Aini siapkan Air hangat buat mba Nabila dan mas Ammar mandi." ucap Aini yang menutupi rasa cemburunya.


" Oh gak usah repot repot Aini, tadi saya sudah siapkan air hangat buat bang Ammar mandi" sela Nabila.


" Ahh,,, alhamdulillah kalau gitu, ya sudah mas langsung masuk aja sama mba Nabila. Udara di luar cukup dingin." Ucap Aini yang mendorong pelan tubuh Ammar untuk masuk ke dalam.


Ammar langsung memegang tangan Aini saat Aini membalikan badan hendak pergi membereskan kegiatan nya bersama Sarah.


" Kamu masuk saja, biar mas yang membereskannya." ucap Ammar.


" Gak usah mas.. Mas kan baru pulang kerja kasian cape, lagian juga inikan urusan perempuan." ucap Aini yang memegang tangan Ammar sebelum memegang peralatan yang barusan Aini pakai untuk menanam bunga.


" Bang, nanti minumannya ke buru dingin." ucap Nabila dengan nada datar.


" Hmm ya sudah nanti saja bereskannya. sekarang masuk dulu bang, Aini juga mulai dingin di luar." ucap Aini kesal ke Ammar karena Ammar tidak mau mengerti posisinya.


Ammar yang mendengar Aini memangginya Abang tau bahwa dengan nada bicara Aini sedikit kesal, Ammar pun hanya tertawa kecil.


Ammar langsung masuk kedalam bersama dua istrinya, sedangkan Sarah yang melihat mereka hanya sedih melihat posisi di Aini.


" Mas, mas duluan saja ke dalam Aini mau ambil cemilan dulu di dapur." ucap Aini dan langsung pergi kedapur.


" Hmm.." ucap Ammar.


Ammar langsung menyuruh Rey untuk menunggu di ruangan kerjanya.


Aini membawa cemilan kue kering yang dia buat bersama Sarah saat mengisi waktu kejenuhan di rumah, Aini mencari suaminya di ruang keluarga tapi tidak ada.


" Loh kok gak ada ?" ucap Aini sendiri tapi di dengar oleh Sarah.


" Mungkin di ruang kerjanya non" ucap Sarah.


" Ya sudah aku taro aja di ruang kerja" ucap Aini yang melangkah maju ke ruang kerja Ammar.


" Maaf nona Aini saya pergi membereskan di belakang dulu." ucap Sarah yang tidak tega kalau nanti Aini yang juga ikut memberesakannya.


" Eh tunggu Sarah..." ucap Aini tapi Sarah langsung pergi.


" Hmm ya sudah seterah kamu lah" ucap Aini yang lanjut ke ruangan kerja Ammar.


" Assalamualaikum mas..?" ucap Aini yang membuka pintu ruang kerja suaminya.


"Prannk..." kue yang ada di toples kaca Aini pecah saat melihat orang yang duduk di kursi tunggu di dalam ruangan kerja Ammar.


Rey pun terkejut saat seorang wanita bercadar memecahkan toples kacanya. Rey bangun dari duduknya dan membatu mengambil pecahan belingnya.


Dengan gemetar tanpa suara Aini sedikit mencuri melihat wajah pria yang tak asing bagi Aini.


" Maaf kalau saya membuat anda terkejut" ucap Rey dengan suara khasnya.


Air mata Aini pun jatuh saat mendengar suara yang Aini kenal di telinganya dan membuat tangan Aini tergoreng kena pecahan beling kaca.


Aini kesakitan tanpa mengeluarkan sedikit suara dan mengangkat jemarinya melihat darah yang menetes ke bawah. Rey langsung mengeluarkan sapu tangan kesayangannya dari dalam kantong. dan membalutkan ke luka Aini tanpa menyentuh tangannya.


" Ulurkan tangan anda" ucap Rey yang masih belum tau bahwa orang yang didepannya adalah istri pertama bosnya.


" Tenang saja, saya tau batasan saya, saya hanya ingin mengobati pertolongan pertama" ucap Rey.


Aini dengan ragu mengulurkan tanganya ke Rey, Rey mengikat luka Aini dengan sapu tangan kesayangannya.


" Astaghfirullah, ada apa..?" ucap Ammar terkejut melihat Aini bersama Rey yang datang bersama Nabila.


Bersambung,,,,,,

__ADS_1


"


__ADS_2