Mencintaimu Jalan Menuju Surga

Mencintaimu Jalan Menuju Surga
Bab 75 Aa...?


__ADS_3

Deg.


Perkataan Rey tak mampu Nabila membalasnya, hanya tersenyum getir di balik cadar hitamnya yang bisa menutupi perihnya melihat Ammar begitu bahagia bersama Aini.


"Trus apakah aku salah bila menjadi istri ke dua dari orang yang aku cintai? dan tak mau melepaskannya? sedangkan agama saja memperbolehkan dalam berpoligami,"


"Tanyakan saja pada hati mu Nabila, apa kamu salah atau tidak, karena kamu yang menjalankannya, kamu juga yang merasakanya. Apakah orang yang kamu cintai itu bahagia bersama mu? atau kamu yang pura pura bodoh tanpa memperdulikan kebahagiannya. Tanya pada dirimu sendiri apakah itu yang di namakan cinta atau obsesi semata!" ucap Rey yang begitu tegas dalam ucapannya ke Nabila tanpa menoleh sedikitpun ke arah Nabila.


Rey meninggalkan Nabila begitu saja, Nabila yang menjadi tamu tanpa di undang dalam acara Aini, hanya bisa menangis melihat kebahagiaan suaminya bersama istri pertamanya.


"Nyonyah apa sebaiknya kita pulang saja," ucap Bodyguard Nabila yang di suruh oleh papihnya untuk menemani anaknya pergi.


"Tunggu sebentar lagi, saya ingin mengucapkan selamat pada istri tua suami saya," ucap Nabila yang melangkah maju menghampiri keramaian dimana Aini dan Ammar mendapatkan doa restu.


Sreettt...


Sesuatu menarik tangan Nabila, Nabila terkejut melihat orang yang menariknya adalah bunda Ismi.


"Maaf bila saya lancang menarik kamu, bukan saya melarang. Tapi, lebih baik kamu pulang dulu... karena waktunya tidak memungkinkan" ucap Bunda Ismi.


"Apa saya salah datang untuk memberi doa untuk calon anak suami saya?"


"Saya tau niat baik kamu, tapi apakah kamu tidak memikirkan konsukuensinya? apa kamu mau mempermalukan suami mu sendiri di depan rekan rekan bisnis suami kamu?"


"Kenapa mesti malu? kenapa saya mempermalukan suami saya? saya hanya memberikan selamat pada istri tua suami saya?"


"Nabila, maaf saya gak mau berdebat panjang lebar sama kamu, saya cuma mohon kamu ngertiin posisi Aini dan keluarganya, kamu gak maukan sampai papih kamu tau siapa Aini sebenarnya? begitu juga kami. Paham kan maksud saya! " ucap Bunda Ismi yang mulai gregetan dengan madu nya Aini.


Nabila hanya terdiam dengan ucapan Bunda Ismi, Nabila melirik lagi Aini yang bahagia di dampingi banyak keluarganya dan berahli melihat Ammar yang terus tersenyum berada didekat Aini.


"Saya tau kamu adalah wanita yang punya martabat dan pintar dalam mengambil keputusan Nabila" ucap Bunda Ismi yang masih mencengram lengan Nabila.


Nabila mengangguk dan Bunda Ismi melepaskan cengramannya.


"Saya pamit dulu, salam buat Aini. Assalamualaikum," ucap Nabila yang pergi dari situ sambil menangis.


"Waalaikumussalam" ucap Bunda Ismi.


_______


Acara tasyakuran Aini telah usai dan berjalan dengan lancar. semua orang merasa sangat senang dengan kehamilan Aini. Selama Aini mengalami Trimester pertama, Ammar selalu mengutamakan Aini dari pada Nabila, walaupun Ammar jarang menginap di tempat Aini, karena jarak antara kantor dan Villa lumayan jauh.


Ada perasaan sedih di hati Aini ketika Ammar jarang menginap di Villa, apalagi kondisi Aini yang sedang hamil muda, butuh kesabaran extra untuk memenuhi keinginan sang buah hati, dikala Aini sedang ingin di peluk oleh suaminya saat Aini mau tidur sambil di elus elus perutnya, saat Aini ingin sesuatu di malam hari, dan saat Aini tidak mau jauh dari sang suami sedikit pun.


Tapi semua Aini tahan dan menepisnya, karena pernikahannya tidak seperti orang pada umumnya. Aini hanya bisa menahan semua itu dengan rasa sedih, tapi Aini cukup beruntung karena dia masih memiliki ibu mertua yang begitu sayang terhadapnya dan juga Rey yang siap 24 jam untuk Aini.

__ADS_1


Rey lah yang menjadi pelampiasan mood seorang ibu hamil, di kalah Aini kesal, senang, dan sedih semua di tumpahkan ke Rey, di saat Aini ngidam makanan di malam hari, Rey lah yang bersusah payah mencarinya. Semua itu Rey lakukan demi Adik tersayangnya, dia rela membeli sebuah Villa dekat dengan Villa Aini, agar bisa menjaganya dan tentunya atas persetujuan keluarga, walaupun Ammar sedikit keberatan.


"Mas, kenapa mba Nabila tidak datang? Mas sudah kasih tau ke mba Nabila kan kalo hari ini ada tasyakuran? jangan bilang Mas gak kasih tau mba Nabila, iya?" Tanya Aini saat mereka sedang berdua.


"Mas gak bilang, kalau mas buat acara tasyakuran untuk calon anak kita."


"Ko gitu? kenapa? nanti kalau mba Nabila marah bagaimana? apa mas kawatir kalo mba Nabila datang kesini, keluarga Aini bakalan tau?"


"Mas hanya gak mau, di hari H nya tidak berjalan lancar sayang, udah kamu jangan kawatir ya" ucap Ammar mencium kening Aini dan berpindah ke bibir Aini.


Cup


"Mas... di luar masih banyak orang," dorong Ammar pelan.


"Ya kan di luar sayang, kita kan di dalam." ucap Ammar tanganya sudah traveling lebih dulu.


"Tapi Mas..." Aini melepaskan tangan Ammar agar tidak berkelana.


"Mas udah kangen sayang, mau jenguk si kembar," suara Ammar yang sudah berat menahan hassratnya.


Aini yang juga sangat merindukan pelukan suaminya, hanya bisa mengikuti setiap permainan yang Ammar berikan. Terlalu mahir bagi Aini ketika Ammar mencumbunya terlebih dahulu dengan sangat lembut dan penuh sensasi.


Ammar melumati bibir Aini penuh nafsuu yang sudah tak tertahankan, Aini membalas setiap pergerakan lidah yang Ammar berikan di dalam mulut nya, begitu lembut ciuman yang Ammar berikan sehingga rasa sensasi gairah itu muncul di dalam diri mereka.


Ammar mulai membaringkanya dengan perlahan, membaca doa dan mencium kembali bibir ranum milik istrinya sambil melepaskan pakaian yang di kenakan oleh Aini.


"Menggemaskan," Gumma Ammar saat melihat tingkah istrinya masih saja malu ketika Ammar menatap lekat tubuh polosnya yang masih terdengar oleh Aini.


Ammar mulai mendekat kearah Aini mengecup keningnya, pipinya dan menj*lat kuping Aini sehingga Aini merasa geli. Ammar kembali ******* bibir ranum milik Aini dengan rakus, sambil tak lupa tangannya sudah aktif di bagian benda kenyal milik Aini yang begitu menantang.


"Ahh... mas... " Rancau Aini sambil meremas rambut Ammar saat Ammar memainkan lidahnya dan membuat tanda milik Ammar di benda empuk milik Aini.


Tok... tok... tok...


"Dek? udah tidur belum? Aa mau minjem charcer, batre ponsel Aa abis," Rey mengetuk pintu kamar Aini dengan sangat kencang.


Tok... tok... tok...


"Dek? Aa masuk ya..." Rey sudah tidak sabar saat Aini tidak menyautinya.


"Eh... tu... tu... tunggu dulu A... " saut Aini terbata saat Rey ingin berusaha membuka pintu.


"Aa?" tanya Ammar dengan raut wajah menekuk dan di balas Aini dengan tidak tahu.


"Sudah biar mas aja yang ngasih, kamu selimutan aja" kesal Ammar yang menyelimuti Aini dari ujung rambut sampe ujung kaki.

__ADS_1


Ceklekk..


"Nih charchernya, buat loe aja" melempar charcer kehadapan Rey.


"Eh ada loe bang, gue kira loe gak di kamar" sok akrab Rey yang melihat Ammar tidak pake baju hanya mengunakan handuk di pinggang.


"Dah kan" Ammar menutup pintu dengan kasar.


"Sewot banget," Rey yang mengelus dadanya.


Ammar perlahan masuk kedalam selimut Aini dari bawah dan mencium kaki Aini terus ke atas sampai pada perut Aini yang sedikit buncit.


"Assalamualaikum anak abi, abi kangen... abi boleh jenguk kan?" ucap Ammar yang mencium lagi dan mengelus p*ha Aini dengan lembut sampai ke titik area privat lalu menekannya dengan lembut membuat Aini mengeluarkan d*sah*n.


"Aaakkkhh..."


Tok tok tok...


"Aini, Ammar hayoo makan malam dulu. sudah di tunggu sama semuanya, sekalian pak Ustad Rahman dan Ustad Sobri mau izin pamit," ucap Ainun mengetuk.


Tok tok tok...


"Aini? Ammar?"


"Iya bu," teriak Ammar dari dalam.


Aini hanya tertawa saat mereka sudah berhasrat tapi harus di tunda dulu.


________


Ting pesan masuk di ponsel Robbet


"Bos, Frans telah memasukan Monica ke dalam penjara, atas tuduhan pembunuhan berencana, sedangkan Frans membatalkan pernikahannya dan menikah dengan seorang wanita asal Indonesia yang bernama Veby Olanda,"


"Dimana Frans dan istrinya berada?"


"Sampai saat ini kita belum mengetahui Frans kemana bos, kami sudah menyelidiki apartment milik Frans, kami rasa Frans dan istrinya lari bersembunyi dari kejaran mafia suruhannya Jhon setelah Frans pulang dari rumah sakit."


"Trus? ada lagi?"


"Ada bos, kami sudah menyelidiki bahwa Nabila seorang anak dari pengusaha Sentosa yang kini perusahaan tersebut atas nama Ammar Abqori, orang tua Nabila yang bernama Faris Gunawan, dia menderita penyakit jantung sudah bertahun tahun, dan menjodohkan Ammar dengan anaknya."


"Tunggu perintah dari saya, baru jalankan misi selanjutnya"


"Baik Bos"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2