
Perumahan kemang, Jakarta selatan.
Ammar berpamitan berangkat kerja ke kantor,pada Nabila dan juga mertuanya, lebih pagi dari biasanya. Papi tidak tahu kalau Ammar sudah pulang sampai larut malam, karena menurutnya menantunya lembur dan terjebak macet di jalan.
"Nak Ammar, jangan terlalu giat bekerja. Papi tidak sabar ingin menimang cucu dari kalian" Papi yang menepuk pundak Ammar, yang hanya di balas senyuman oleh Ammar.
Selepas Ammar berangkat ke kantor, Nabila juga berpamitan untuk mengajar di TK Islamic Pusat. Nabila di terima sebagai salah satu guru TK di sana.
**********
Perumahan Elit, Jakarta Utara.
Tin... Suara klakson mobil Lamb*gh*n* baru Ammar sudah sampai di depan gerbang rumah Nenek Hanum. Satpam yang menjaga langsun membukakan pintu setelah tau, bahwa pemilik mobil yang super keren milik Ammar suami Nur Aini.
"Assalamualaikum Mas Ammar, wah mobil baru nih," Ucap Satpam sambil membukakan gerbang dengan otomatis.
"Waalaikumussalam, alhamdulillah Pak," balas Ammar sambil menutup kaca mobil lagi dan melaju masuk ke dalam.
Saat Ammar turun dari mobil nya, kebetulan Aini keluar dari pintu bersama Kenzo dan juga Sarah.
"Bunda pulangnya angan sole sole ya,"
"Iya sayang, Kenzo jangan nakal ya, sama kak Sarah" cium kening Kenzo.
"Assalamualaikum" ucap Ammar yang menghampiri Aini.
"Waalaikumussalam Mas, loh Mas gak ke kantor?" bingung Aini karena Ammar pagi pagi sudah datang.
"Ayah Ammal... yey, yey," Kenzo yang berlari ke arah Ammar dan langsung di gendong oleh Ammar.
"Ke kantor, cuman mas sekalian mau anter kamu kuliah, ada jadwal pagi kan?" Ammar sambil mencium pipi Kenzo.
"Ya ampun mas, Aini kan ada pak Karto, lagiankan jaraknya lamayan mas, nanti kalau mas telat ke kantor gimana?"
"Mas kan bosnya" bisik Ammar ke telinga Aini. sambil menurunkan Kenzo, Aini tersipu saat Ammar mendekat.
"Ya sudah, Sarah saya nitip Kenzo sama nenek ya," ucap Aini.
"Baik non, dadah sama bunda, ayah. " Ucap Sarah yang menggendong Kenzo dalam dekapannya dan menyuruh Kenzo untuk melambaikan tangannya.
"Dadah bunda, dadah Ayah, emuuach"Ucap Kenzo dengan semangat. dan di balas lambaian oleh Ammar.
"Dah yu kita masuk" Sarah mengajak Kenzo untuk masuk lagi kedalam rumah.
Ammar mengandeng tangan Aini yang mulai terkejut dengan mobil keren di hadapannya
"Surpise... " ucap Ammar yang melihat Aini terkejut dengan mobil baru Ammar dan sebuket bunga mawar merah.
(Sumber foto : Fb Raffi Ahmad.)
(Sumber foto : *******)
"Ma sya allah," ucap Aini yang terharu,
"Suka?" tanya Ammar sambil merentangkan kedua tangannya agar di peluk oleh istrinya.
Aini yang menangis hanya bisa mengangguk dan memeluk suaminya, Ammar mendekap tubuh istrinya dengan mesra dalam pelukanya.
"Ana Uhibbuki fillah (aku mencintaimu karena Allah) " Ucap Ammar yang memegang kepala Aini dan mengecup keningnya.
__ADS_1
"Ahabbakalladzi ahbabtani lahu (Semoga Allah mencintaimu yang telah mencintaiku karena-Nya)." Balas Aini dengan ciuman di pipi Ammar.
Ammar tersenyum senang saat istrinya membalas cintanya. Ammar mendekatkan wajahnya dan ingin mencium bibir istrinya namun sebuah klakson membuat mereka terkejut.
Tiiiiiinnnnnnnn...
Aini dan Ammar langsung melihat ke arah mobil yang membunyikan klaksonnya.
"Kak Al.? " ucap Aini yang melihat Rey turun dari mobil F*r*r nya.
Ammar langsung mengenggam tangan istrinya untuk berjaga jaga. Aini yang merasa kesakitan akibat genggaman dari suaminya yang begitu kencang hanya bisa menahan dengan raut wajah meringis.
"Jangan terlalu posesif terhadap istrinya, sampe membuat dia kesakitan. Justru nanti dia yang akan pergi sendiri dari suaminya dan mencari kenyamanan di luar sana" Rey berjalan menghampiri pasutri sedang bucin dan melihat Aini menahan rasa sakit akibat genggaman Ammar yang begitu kencang.
Kata kata Rey ibarat beribu ribu boomlike dari para readers yang membaca kisahnya yang di lemparkan langsung ke mukanya.
Ammar langsung tersadar saat melihat Aini kesakitan lalu melepaskan genggamannya dan merangkul lembut bahu istrinya, tak lupa Ammar mengendorkan ikatan dasinya untuk bisa memamerkan bekas tanda cinta Aini yang begitu banyak di lehernya.
"Eehhemmm..." deheman Ammar sambil menggaruk leher seakan memamerkan bahwa semalem mereka menghabiskan malam yang begitu panas.
"Maaf, disini gak menerima sumbangan, apalagi pengamen. " Ammar yang mengusir Rey dengan gerakan tangannya.
Rey melihat Ammar yang sedang memamerkan lehernya penuh tanda kenikmatan cinta, mengepalkan tanganya sambil beristigfar dalam hati.
"Mas," ucap lembut Aini agar tidak mengusir Rey dengan cara kasar.
"Maaf kak, hari ini aku ada mata kuliah pagi, kalau kak Al mau bertemu nenek dan Kenzo mereka ada didalam." Ucap Aini dengan lembut yang berhasil membuat mata Ammar langsung melotot.
"Wah, bagai langit dan bumi ya, istrinya sangat lembut bertutur kata bagaikan bidadari sedangan suaminya hah.!"
Ammar yang geram dengan kata yang di lontarkan Rey, langsung membawa Aini masuk kedalam mobil.
"Nur.! kakak cuma mau ngantar mobil ini untuk mu, ini hadiah dari ayah dan bunda. kemarin kakak mengirim mobil ini, tapi sayangnya, ada orang yang tidak senang mangkanya mobil ini baru sekarang nyampenya." Rey yang mencegah Aini masuk kedalam dan memberikan konci mobil serta surat surat mobil yang lengkap.
"Kakak hanya menjalankan amanah, oh ya satu lagi. Ayah sama bunda in sya allah akan ke sini besok lusa ingin bertemu sama kamu, kakak sudah mengirim pesan ke kamu, tapi nomor kakak di blokir, gak tau itu kamu atau orang lain." sambil memberi bunga mawar putih satu tangkai ke Aini.
"Mas,!" teriak Aini.
"Kakak pulang dulu, Nur,! salam buat suami kamu yang posesif, assalamualaikum" ucap Rey menatap mata Ammar dengan tajam sambil menghempaskan tangan Ammar dari bajunya dengan kasar, lalu pergi dengan asistenya yang sudah menunggunya di dalam mobil.
Ammar langsung mengambil bunga mawar putih dari tangan Aini dan menginjak injak bunga mawar putih dengan kesal.
"Astagfirullah mas," ucap Aini dengan lembut .
Aini dan Ammar masuk dalam mobil barunya, mobil pun berjalan keluar, selama di perjalanan menuju kampus. Mereka hanya terdiam hingga akhirnya sampai di parkiran halaman kampus.
"Terimaksih mas uda mau nganterin Aini." Aini yang hendak keluar dan membuka pintu mobil tapi Ammar mencegahnnya.
"Kamu marah sama mas? mestinya mas kan yang marah sama kamu," Ammar yang menarik Aini agar menghadap dirinya.
"Kenapa mas gak ngomong sama Aini?" tanya Aini dengan suara kecewanya.
"Karena mas gak suka sama dia." Jawab Ammar.
"Tapi gak harus memblokir nomornya mas, mas juga gak kasih tau Aini tentang kak Al ngirim pesan ke Aini soal orang tuanya yang mau datang besok lusa, apa karna itu mas maksa buat jemput Aini dua hari lagi, karena mas gak mau Aini bertemu sama orang tua Kak Al.?"
"Kenapa mas gak kasih tau Aini kalau semalem kak Al ngirim mobil ke Aini.? apa mas juga yang mengambil semua barang barang dari keluarga kak Al? iya? Kenapa mas gak jujur sama Aini.? Kenapa.?Aini kecewa sama Mas." ucap Aini yang menatap penuh kekecewaan.
"Aini pamit dulu mas, Assalamualaikum" ucap Aini datar dan mengabaikan Ammar yang masih terdiam.
Melihat istrinya semakin menjauh, Ammar mengusap kasar wajahnya dan memukul keningnya ke stir sambil beristigfar.
Ammar melanjutkan mobilnya dan langsung menancapkan gasnya ke perusahaanya. Aini yang menengok kebelakang melihat mobil Ammar sudah pergi.
__ADS_1
Tanpa berfikir lagi. Aini masuk ke dalam kelas, Aini mengikuti mata pelajaran tanpa ada rasa semangat. Saat pelajaran mata kuliahnya selesai, Aini bersama teman temennya ke kantin terlebih dahulu.
"Eh pada mau makan apa?" tanya Ulfa, yang bingung melihat makanan berjejer di kantin.
"Gue mah mie ayam Ul, sambelnya yang banyak ya," ucap Raya langsung duduk di samping Aini yang lebih dulu duduk memilih bangku kosong.
"Gue soto Ul, sambel nya di pinggir ya,!" Sambung Kim O yang ikut duduk di depan Aini.
" Gue bakso rusuk jozz Ul, tapi sambelnya dikit aja ya." Timpal Panda Maiden yang duduk di depan Raya.
"Kalau gue bakso bapak Ul, kagak pake beranak baksonya" timpal ucap Senja yang duduk di samping Raya.
"Bakso bapak gak beranak, Senja.!" ucap serempak teman temannya.
"Wooi lah... gue cuma nanya, loe pada makan apaan. kenapa pada mesen ke gue, woiiii.! gue bukan yang dagang kali." sewot Ulfa yang di kerjain oleh teman temannya.
"Dah itung itung cari pahala Ul, biar cepet dapet jodoh kaya Aini." Ucap Senja.
"Ya gue pesenin semua loe pada, sekalian gue pesenin sama abang abangnya. biar pada kenyang." ucap Ulfa.
"Loe kaga mesen mak?" ucap Panda ke Aini.
"Gue lagi mau sate, tapi gue denger udah abis tadi. "
"Kaya orang ngidam aja loe, dah pesen yang lain aja."
" Eh jangan jangan, emang loe lagi ngidam lagi mak"
Beberapa menit kemudian,
"Nih, gue bawain satu satu pesenan kawan kawan ku yang tersayang, selamat menikmati. baik kan gue" ucap Ulfa yang membawa makanan ke teman temannya.
"Makasi Ulfa yang cantik" ucap Semua temannya.
"Sama sama" ucap Ulfa yang pergi lagi, karena di panggil oleh seorang, dan balik lagi membawa sate untuk Aini.
"Nih gue bawain buat bumil, sate marangginya, beeuuhh mantap kan." ucap Ulfa yang memberikan ke hadapan Aini.
" Eh serius loe? dari mana tuh sate, katanya abis." Ucap Aini yang bersemangat lagi.
"Dah makan aja, spesial buat loe" ucap Ulfa.
" Thanks Ulfa," ucap Aini yang begitu senang dan langsung memakannya tanpa lupa membaca doa.
Mereka makan begitu nikmat, sambil melihat Aini makan yang begitu lahap seperti orang kelaperan.
"Alhamdulillah," ucap Aini saat selesai makan. teman teman nya pada melongo melihat cara makan Aini yang begitu rakus menghabiskan 30 tusuk sate beserta nasi dua piring dan juga jus mangganya.
" Astagfirullah, loe abis nguli mak? " ucap Senja.
"Ya ampun Aini, abis puasa mutih loe? uda kaya orang kaga makan aja...sebulan." timpal Panda.
"Sorry, Laper gue." Santai Aini menjawab pertanyaan temannya.
"Gue curiga nih sama Ammar, jangan jangan loe kaga di kasih makan lagi sama suami loe?" ucap Raya.
" Tadi pagi loe gak sarapan emang? "ucap Kim O.
"Sarapan kok,cuman dikit, dah yoo pulang." ucap Aini yang berdiri.
Aini dan kawan kawannya keluar dari kantin, tapi pada saat di tengan jalan Aini berpapasan dengan Shandy yang mau keruangan ayahnya.
"Hai Shan," ucap Raya.
__ADS_1
"Oh hai, semua,, Hai Ai... ni. " ucap Canggung Shandy yang saling berhadapan dengan Aini.
Bersambung.......