
FlashBack
Perumahan Elit, Jakarta Utara.
Di kediaman rumah Hanum, nenek Aini. seluruh asisten sedang sibuk mempersiapkan kedatangan keluarga Ghozali, orang yang yang sangat berpengaruh di Kota Pariangan.
Ismi ayu dan Zul Rahman Ghozali. adalah orang tua dari Reyzal Al- Ghozali, Keluarga Rey sangat berpengaruh di kota tersebut. Sedangkan Perusahan Berliannya sangat di kenal oleh kalangan pembisnis di seluruh dunia, Perusahan Berlian Ghozali dan Perusahan Energi Abqori sesalu bersaing dalam citra nama baik bisnis.
Rey telah memberitahu tentang Aini yang di alami selama ini, orang tua Rey sangat senang mendapat kabar Aini telah kembali, tapi sedikit kecewa saat mendengar Aini telah menikah.
Sebuah mobil mewah terparkir di halaman depan rumah Nenek Hanum. Orang tua Rey sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Aini.
"Al, rapihkan penampilah kamu," ucap Ismi.
"Bun," ucap Zul yang tau istrinya kawatir dengan penampilan Al.
Ting tong,
Ceklek.
"Assalamualaikum Bu Hanum. " Salam Ismi yang di sambut langsung oleh Hanum.
"Waalaikumussalam, aduh, kangennya ibu sama kalian" ucap Hanum yang memeluk Ismi dan di cium tanganya oleh Zul.
"Sama bu, Apalagi Ismi. Kangennn banget sama ibu dan juga Aini.Oh ya mana Aini bu." Ismi yang tidak sabar bertemu Aini.
"Oh ya, hayoo sini masuk, Bik..." ucap Hanum
"Ya bu?"
"Panggilin Aini, ada tamu penting," ucap Hanum dan di balas tertawa oleh Ismi.
"Baik Bu,"
"Bagaimana kabar kalian? Oh ya, maaf bukan ibu mau menutupi soal Aini, ibu juga minta maaf bila keluarga dari pihak Aini sudah membuat kecewa keluarga nak Zul."
"Alhamdulillah baik bu, Ya bu, Sebenarnya, kami juga sangat kecewa mendengarnya. Apalagi Rey, tapi mau bagaimana lagi, kalau memang tidak berjodoh." ucap Ismi.
Disaat percakapan antara Hanum dan Ismi, Aini menuruni anak tangga dengan angun, semua mata tertuju pada Aini, sedangkan Rey yang melihat Aini langsung menundukan matanya.
Begitu perih melihat calon istrinya sendiri yang begitu cantik, ternyata sudah menjadi istri orang lain. Rey langsung mengelap air mata yang jatuh ke pipinya, Zul yang melihat Rey menangis langsung menepuk pundak Rey agar bisa bersabar dan Ikhlas.
__ADS_1
Mungkin beda lagi ceritanya kalau saat ini Rey datang bersama orang tuanya untuk mengKitbah Aini pasti saat ini perasaan Rey sangat senang bukan main.
Tapi kenyataanya Aini sudah menjadi istri orang lain, dan kini Rey datang bersama orang tuanya hanya untuk bersilaturami.
"Assalamualaikum, tante om" ucap Aini dan di sambut pelukan hangat oleh Ismi.
"Ya allah, Aini... ini bener kamu nak? subhanallah, Bunda kangen nak... kangen sekali" ucap Ismi yang menangis sambil memeluk Aini dengan erat dan menciuminya bertubi tubi, Aini pun membalas pelukan Ismi.
"Kamu masih inget nak sama bunda" tanya Aini dan di gelengkan oleh Aini sebagai tanda ingatanya tidak menangkap sosok bunda Ismi.
"Maaf tante, Aini..."
"Gak apa apa nak, bunda sudah tau semuanya. Jangan di paksakan. yang penting kamu bisa mengingat Rey, dan juga nenek." ucap Ismi
"Oh ya, dimana suami kamu?" tanya Ismi.
"Dia... di... "
"Oh, sama istri keduanya, ya udah gak apa apa" ucap Ismi yang sudah tau dari Rey.
Aini terkejut saat Ismi mengetahui istri kedua mas Ammar, sampai Aini melihat ke arah Rey. Begitu juga dengan neneknya yang sangat bingung ucapan Ismi.
"Istri ke dua?" tanya nenek Hanum, pasalnya keluarga Aini sama sekali tidak ada yang tau tentang poligami di dalam rumah tangga Aini.
"Permisi bu, minumanya." ucap Bibik yang datang membawa minuman sebagai pemecah kecanggungan.
"Terimakasih ya bik," ucap Hanum
Sebelumnya keluarga dari pihak Aini meminta maaf kepada keluarga Rey, dan juga berniat mengembalikan hadiah pemberian dari keluarga Rey.
Keluarga Ghozali melarang Aini untuk mengembalikan apa yang sudah di beri oleh keluarga Rey. Keluarga Rey pun mengutarakan maksud tujuannya untuk menjadi orang tua Asuh dari Aini.
"Bagaimana Aini, bunda sangat ingin kamu memanggil Bunda Ismi sebagai bunda kamu,"
"Dan soal hadiah pemberian dari Bunda dan ayah, itu kami tulus memberikannya untuk kamu nak. biar ayah yang akan bilang ke suami kamu" ucap Zul yang angkat bicara.
"Apa kamu mau, panggil tante ini dengan nama Bunda? dan menganggap bunda sebagai ibumu? begitu juga dengan Ayah dan juga... Rey, apakah kamu mau menganggap Rey sebagai kakak mu? " pinta Ismi.
"I...ya, Aini mau tante, eh bunda. terimakasih bunda ayah" ucap Aini dan di sambut senang oleh Ismi, Zul dan Rey.
"Alhamdulillah, oh ya bu, apa boleh saya mengajak Aini untuk keluar bersama?" ucap Ismi. dan di anggukan oleh Hanum.
__ADS_1
Setelah memdapat izin, Aini ikut bersama keluarga Ghozali untuk melepaskan rindu Ismi terhadap Aini yang sudah di anggap seperti anaknya sendiri.
Sampailah pada sebuah Restoran, Aini turun bersama Ismi dan selalu di gandeng tanganya oleh Ismi seperti anak yang hilang kini telah di temukan.
"Mau makan apa nak"
"Apa saja tante,"
"Loh kok masih panggil tante"
"Eh, maksudnya bunda,"
Ismi yang senang mendengar Aini begitu penurut membuat merasa senang, Mereka pun bercengrama, namun Ismi bisa menebak bahwa ini masih terlalu asing bagi Aini.
"Kamu tenang saja, Ayah akan bicara baik baik sama suami kamu" ucap Zul yang menebak rasa gelisa Anak Asuhnya.
"Maaf om, ah. Maksud saya... maaf yah, Aini cuma merasa bersalah karena Aini belum mendapat izin dari mas Ammar.
"Apakah suami kamu sudah tau kami akan datang?
"Sudah bun, mas Ammar juga sudah memberi izin, tapi... pas bunda datang Aini mencoba memberitahu mas Ammar tapi nomornya dari kemarin tidak aktif. "
"Permisi tuan, nyonyah" ucap pelayan yang mengantar makanan.
"Termikasih" ucap Ismi dan dianggukan pelayan yang meninggalkan mereka.
"Wah... bunda pesan Gurame bakar?" ucap Aini yang tergiur dengan gurame bakar besar dihadapanya.
"Kamu suka? makanlah"
"Makasi bunda" ucap Aini yang mengambil ikan gurame bakar dengan porsi besar.
"Ettsss... kata siapa buat kamu sendiri, emang buat kamu doang, kakak juga mau" ucap Rey yang ikut menarik piring dari Aini.
"Ih... Kakak! " ucap sedih Aini saat Rey mengupas abis daging kedalam piringnya dan hanya meninggalkan tulang ikan.
Melihat Aini sedih, Rey tidak tahan mengerjainya.
"Nih, makan lah yang banyak" Ucap Rey yang menukar piringnya ke Aini.
"Makasi kak Al." ucap Aini tersenyum senang.
__ADS_1
Begitu juga dengan Ismi dan Zul yang tertawa melihat keakraban anak mereka.
Bersambung....