Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 101


__ADS_3

Setelah sambungan telepon dari Adam tadi terputus, ponsel milik Tristan kembali berdering yang membuat dirinya mengurungkan niatnya untuk memasukkan ponselnya itu kedalam sakunya.


"Yola," gumamnya sebelum ia kini mengangkat telepon dari perempuan yang sudah beberapa hari ini menghilang itu.


📞 : "Ha---"


"Kemana saja kamu beberapa hari ini hmmm? Apakah disana tidak ada yang namanya WiFi sampai kamu tidak pernah mengaktifkan salah satu media sosialmu itu? Atau ponsel kamu rusak jadi harus sampai menunggu berhari-hari dulu baru bisa kamu nyalakan? Kamu tau tidak menghilangnya kamu tanpa kabar itu sampai aku tidak pernah bisa menghubungimu, banyak hal yang terjadi disini. Yang paling penting adalah kabar Adam kecelakaan!" cerocos Tristan yang membuat Yola di sebrang menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Menyesal? Tentu saja Yola menyesal karena tidak mengaktifkan ponselnya setelah ia sampai di Skotlandia beberapa hari yang lalu dan karena hal itu membuat dirinya sampai telat mengetahui kabar tentang Adam. Dan dia benar-benar merasa bersalah akan hal itu.


📞 : "Maafin Yola, Kak. Yola pikir keputusan Yola untuk tidak mengaktifkan ponsel Yola adalah keputusan yang tepat tapi ternyata salah," ujar Yola.


"Ya memang keputusanmu itu salah besar, Yola!" geram Tristan.


📞 : "Iya Kak, Yola mengaku salah. Maafin Yola. Dan bagaimana Kak Adam sekarang? Apa dia baik-baik saja?" tanya Yola benar-benar khawatir.


Tristan yang mendengar pertanyaan itu pun ia kini menghela nafas panjang. Ingin sekali ia terus mengomeli Yola tapi ia tak bisa melakukannya.


"Lain kali jangan di ulangi lagi. Karena Kakak juga khawatir dengan keadaanmu disana. Dan keadaan Adam sekarang sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Dia juga sudah pulang tadi pagi," jelas Tristan.


Yola yang tadi sangat-sangat khawatir dengan keadaan Adam pun ia kini menghela nafas lega.


📞 : "Syukurlah kalau keadaan Kak Adam baik-baik saja. Dan sekali lagi, Yola minta maaf karena sudah membuat Kak Tristan khawatir. Yola janji tidak akan mengulanginya lagi," ucap Yola.

__ADS_1


"Iya, Kakak sudah memaafkan ka---"


Ucapan dari Tristan tadi terhenti kala ia melihat dokter yang menangani Heila keluar dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


Dan tanpa memperdulikan teleponnya masih terhubung dengan Yola, ia bergegas mendekati Dokter tadi.


"Gimana keadaan Heila? Apa dia berhasil kamu selamatkan?" tanya Tristan saat dirinya sudah berdiri di depan dokter perempuan itu.


"Syukur, Alhamdulillah. Pasien berhasil melewati masa kritisnya," jawab dokter perempuan itu yang membuat Tristan kini menghela nafas lega.


Sedangkan disisi lain, Yola yang tak sengaja mendengar percakapan yang terjadi diantara Tristan dengan dokter itu pun kini ia mulai bertanya-tanya di dalam otaknya.


"Heila? Ada apa dengan perempuan itu? Kenapa aku mendengar jika dia berhasil melewati masa kritisnya?" batin Yola.


📞 : "Ehemmm Kak Tristan," panggil Yola yang membuat Tristan kini tersadar jika sambungan telponnya itu masih terhubung.


"Astaga, aku lupa kalau kita masih teleponan. Kenapa?" ucap Tristan.


📞 : "Ahhh tidak apa-apa Kak. Oh ya, maaf nih ya, Yola tadi tidak sengaja mendengar percakapan antara Kakak dan orang lain di sebrang sana hmmmm mungkin orang lainnya itu adalah dokter, benar bukan?"


"Iya yang berbicara dengan Kakak tadi adalah salah satu dokter juga partner kerja Kakak. Jika kamu mendengar percakapan diantara kita berdua tadi, pasti kamu akan bertanya tentang Heila kan?" tebak Tristan tepat sasaran.


📞 : "Hehehe iya Kak. Yola mau tanya tentang Heila. Ada apa dengan dia? Kenapa Yola sempat dengar kalau dia kritis?" tanya Yola.

__ADS_1


"Dia tadi sempat mengalami kekerasan. Dan kamu tau siapa pelaku dari kekerasan itu?"


📞 : "Jangan bilang kalau orang yang melakukannya adalah wanita gila itu?"


"Benar sekali, dia orang yang sudah menganiaya Heila sampai dia masuk rumah sakit sekarang. Heila mengalami gagar otak ringan dan dia hampir kehabisan darah tadi jika Adam tidak bergerak cepat membantu Kakak mencari golongan darah yang sama dengan milik Heila. Kalau Kakak cerita semuanya secara detail pasti akan sangat panjang. Itupun Kakak hanya tau sebagian cerita saja. Karena Kakak kesana tadi saat Heila ingin di terkam oleh Kenza dengan pisau. Kakak tidak tau apa yang mendasari Kenza melakukan semua itu kepada Heila," jelas Tristan.


📞 : "Ya Tuhan. Pasti dia sangat kejam sekali menganiaya Heila tadi. Terus bagaimana keadaan Heila sekarang?" tanya Yola.


"Dia sudah melewati masa kritisnya."


📞 : "Syukurlah kalau begitu. Dan kemana wanita gila itu? Jangan sampai Kakak melepaskannya begitu saja karena takutnya dia akan mencelakai orang lain di luar sana."


"Kamu tenang saja Kakak sudah menyerahkan dia ke kantor polisi. Kakak juga tidak akan takut jika Kakak akan berhadapan dengan keluarga dia nanti," ujar Tristan dengan mantap.


📞 : "Setuju. Kalau Kakak takut untuk melanjutkan proses hukum untuk membela Heila, aku akan menyuruh Papa untuk melanjutkan proses hukum itu. Karena Heila sudah baik ke Yola, dia sudah memberitahu Yola saat Kenza waktu itu mencari keberadaan Yola. Jadi sudah saatnya Yola membalas budi kebaikan dia," ucap Yola yang justru membuat Tristan kini tersenyum mendengar suara Yola yang penuh antusias untuk memenjarakan Kenza.


"Tidak perlu Yola. Kakak tidak akan menyerah untuk mendapatkan keadilan bagi Heila. Jadi kamu tenang saja disana. Dan daripada kamu memikirkan tentang Heila, lebih baik kamu memikirkan diri kamu sendiri yang ingin merubah jadwal kepulanganmu atau tidak?" tanya Tristan yang membuat Yola di negara sebrang itu terdiam sesaat sebelum dirinya kini angkat suara.


📞 : "Sepetinya Yola akan tetap disini Kak. Yola belum berani pulang," jujur Yola. Walaupun sebenarnya ia ingin sekali segera kembali apalagi setelah ia tau jika Adam tengah tidak baik-baik saja. Tapi ketakutannya lebih besar daripada rasa kekhawatirannya itu kepada Adam.


"Apa keputusanmu benar-benar sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi? Aku tau kamu pasti memiliki rasa takut, tapi kasihan Adam yang terus-terusan memikirkan kamu. Dan apa kamu tau dia bahkan keluarganya mengerahkan puluhan bahkan mungkin ada seratus lebih anak buah mereka hanya untuk mencari kamu beberapa hari ini. Dan mungkin pencarian itu masih dilakukan oleh mereka sampai sekarang. Adam benar-benar sayang sama kamu, Yola. Dia benar-benar down saat tidak menemukan kamu dimalam dimana kamu hilang itu sampai sekarang. Dan kata Mommy Della, dia sampai menangis saat dia sampai dirumah bahkan sampai dia mengurung diri, tidak makan selama satu hari lebih sebelum tabrakan itu terjadi. Jadi Kakak mohon pertimbangkan lagi keputusanmu itu. Jangan buat dia terus-terusan terpuruk dan berakhir dia akan menyerah yang berarti dia juga akan melepaskanmu," ucap Tristan. Laki-laki itu benar-benar tidak mau melihat Adam harus sakit hati lagi seperti dulu.


"Hanya itu saja yang Kakak mau sampaikan ke kamu. Kalau gitu Kakak tutup dulu teleponnya karena Heila baru saja di pindah ke kamar inap. Baik-baik disana. Jaga kesehatan. Bye, assalamualaikum," sambung Tristan sebelum ia memutus sambungan teleponnya itu tanpa menunggu jawaban dari Yola terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2