Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 138


__ADS_3

Dimana saat Yola menolehkan kepalanya kearah belakang, ia bisa melihat kedua sahabatnya yang kini tengah tersenyum kearahnya sebelum mereka berdua berlari menuju kearahnya. Dan larinya mereka berdua terhenti kala tubuh keduanya sudah menubruk tubuh Yola yang terhuyung ke belakang itu jika saja Adam tidak langsung meraih tubuh calon istrinya itu.


"Kalian hati-hati. Peluk boleh tapi jangan sampai jatuh," ujar Adam memperingati sahabat calon istrinya itu. Dimana ucapannya tersebut membuat kedua sahabat Yola kini melepaskan pelukannya. Lalu melihat posisi Yola yang punggungnya disangga oleh tangan Adam itu.


Dan dengan cengiran tak berdosanya, mereka berdua berkata, "Maafin kita ya Yola. Dan maafin kita juga ya pak dokter tampan."


Yola yang mendengar permintaan maaf dari kedua sahabatnya itu, ia mengganggukan kepalanya untuk menimpali ucapan dari kedua sahabatnya itu. Sedangkan Adam, ia hanya bisa menghela nafasnya sembari menjauhkan tangannya dari punggung calon istrinya setelah dirasa Yola sudah berdiri tegap kembali.


Lalu setalahnya ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya itu.


"Sayang, berhubung semuanya sudah terklarifikasi, aku pergi dulu. Ada salah satu pasien yang sudah membuat janji cek up hari ini kepadaku," ucap Adam yang membuat Yola mengalihkan pandangannya kearahnya.


"Baiklah. Hati-hati dijalan. Jika sudah sampai kabari aku ya," ujar Yola yang diangguki oleh Adam tak lupa dengan senyumannya itu yang mampu menghipnotis seluruh mahasiswi disana tak terkecuali dengan dua sahabat Yola itu.


Dan semua kaum hawa di buat histeris saat Adam menyematkan sebuah kecupan di kening Yola dan mengacak rambut calon istrinya itu.


"Aku pergi dulu," ucap Adam yang diangguki oleh Yola.


Adam yang melihat anggukkan kepala dari Yola pun ia mulai melangkahkan kakinya keluar dari area kampus tersebut. Dimana kepergiannya itu masih ditatap oleh Yola hingga dirinya benar-benar menghilang dari pandangan calon istrinya itu.


Dan saat Adam sudah tak terlihat lagi, Keni dan Amel kembali memeluk tubuh Yola yang membuat Yola sempat terkejut tadi.

__ADS_1


"Huwaaaa aku kangen," ucap Keni.


"Aku juga kangen kamu, La. Kamu kemana saja sih beberapa Minggu ini? Di telepon gak pernah ngangkat, di chat juga gak pernah balas. Kamu itu seakan-akan hilang di telan bumi ahhhh lebih tepatnya kamu itu seakan-akan ingin menjauh dari kita berdua. Memangnya kita punya salah apa sama kamu, sampai kamu tega memutus komunikasi diantara kita?" tanya Amel.


"Banyak. Kalian punya salah sama aku banyak banget sampai aku gak bisa nyebutin salah satu dari kesalahan kalian berdua," jawab Yola yang membuat Keni dan Amel langsung melepaskan pelukannya itu lagi dari tubuh Yola.


Lalu setelahnya mereka berdua saling pandang satu sama lain sebelum tatapan mata mereka tertuju kearah Yola yang berada di depannya itu.


"Kita salah apa? Kok didalam perasaanku, aku tidak pernah membuat kesalahan kepadamu," ucap Amel.


"Aku pun juga merasa kalau aku tidak memiliki salah apapun denganmu," timpal Keni.


Dan setelah mengatakan hal tersebut, Yola berjalan mendahului kedua sahabatnya itu terlebih dahulu. Dimana kepergian dari Yola itu diikuti oleh kedua sahabatnya itu.


"Tunggu Yola. Kita mengakui kesalahan kita yang banyak itu. Dan kita mau minta maaf ke kamu. Jadi tolong maafkan kesalahan kita ini. Dan kita mohon jangan menjauh dari kita lagi seperti sebelumnya karena kita berdua tidak akan sanggup untuk berpisah lagi darimu. Jadi kita mohon maafkan kesalahan kita itu ya," pinta Keni dengan menangkupkan kedua tangannya didepan dada, bentuk dari permohonan agar Yola memaafkan dirinya. Dan apa yang dilakukan oleh Keni itu diikuti oleh Amel.


Sedangkan Yola yang melihat raut wajah sahabatnya yang hampir menangis itu, ia sudah tidak bisa lagi menahan tawanya. Hingga akhirnya tawa yang ia tahan sedari tadi pecah juga. Dan dengan mengalungkan kedua tangannya di leher kedua sahabatnya itu, ia angkat suara.


"Kalian tidak memiliki salah apapun kepadaku. Aku mengatakan hal seperti tadi itu karena aku hanya ingin mengerjai kalian berdua," ucap Yola sembari melangkahkan kakinya. Dimana langkah kakinya itu otomatis membuat kedua sahabatnya itu ikut berjalan.


"Jadi kamu hanya mengerjai kita berdua?" Yola menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kurang ajar, berani-beraninya ya kamu," ucap Keni dan dengan memberikan kode kepada Amel yang mana kode itu langsung di terima oleh Amel pun keduanya langsung meluncurkan rencana mereka untuk menggelitiki Yola.


Namun sayang, rencana mereka berdua itu gagal karena Yola lebih dulu kabur dari tengah-tengah mereka berdua.


"Mohon maaf ya, rencana kalian sangat gampang aku baca. Wlekkk," ucap Yola sembari menjulurkan lidahnya kearah kedua sahabat itu. Dan setelahnya ia berlari menuju kearah kelas yang akan digunakan untuk proses belajar mengajar itu.


"Sialan. Baru juga ketemu satu hari sudah bikin emosi saja. Tapi kalau tidak bertemu aku akan sangat-sangat merindukan dia. Huh, perasaan ini benar-benar menyebalkan," ucap Keni yang diangguki setuju oleh Amel.


"Aku pun juga merasakan apa yang kamu rasakan saat ini. Tapi kita harus banyak-banyak bersabar memiliki sahabat yang benar-benar menguji kita," ujar Amel dengan menepuk-nepuk pundak Keni.


"Dan lebih baik kita sekarang masuk ke kelas karena kurang dari 3 menit lagi kelas akan dimulai!" sambung Amel dengan mata yang terbuka lebar kala melihat jam yang berada di pergelangan tangannya itu.


Dan setelah mengucapkan hal tersebut ia segara berlari menuju kelas yang sama dengan kelas Yola itu.


Keni yang ditinggal sendirian pun ia berdecak sebal. Memang dirinya harus benar-benar banyak bersabar memiliki dua sahabat laknat seperti Yola dan Amel itu.


"Ya elah, jalan santai ke kelas dengan waktu 3 menit saja juga akan sampai. Lagian dosen yang ngajar itu Pak Caka," ucap Keni masih dengan sangat santai. Namun sesaat setelahnya ia baru menyadari akan sesuatu yang membuat dirinya menghentikan langkahnya itu.


"Tunggu dulu. Dosen yang ngajar sekarang adalah Pak Caka. Astaga, Pak Caka. Mati sudah diriku ini nanti," ujar Keni dan dengan sekuat tenaganya ia berlari menuju kearah kelasnya itu.


"Sialan, kenapa mereka berdua tidak memberitahuku lebih awal tadi jika yang mengajar itu adalah Pak Caka. Dan kenapa mereka tidak mengingatkanku seberapa killernya dia. Arkkhhhhhhh mati mati mati kamu, Keni," gumam Keni sembari merutuki dirinya sendiri disela-sela ia berlari dengan harapan semoga saja Caka belum masuk kedalam kelasnya itu sebelum dirinya masuk terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2