
Kini tepat hari H dimana Adam dan Yola melaksanakan acara pernikahan mereka. Dari mulai pagi sampai pukul setengah 8 dua keluarga sudah mulai riweh dengan kesibukan masing-masing. Namun syukurnya keriwehan itu telah berakhir saat Adam kini telah duduk di depan penghulu. Dimana saat itu dirinya tengah menunggu kedatangan Yola yang masih berada di dalam kamar pengantin.
"Sudah siap sayang?" tanya Mama Erika yang sedari tadi menemani Yola.
Yola yang sangat kelihatan gugup itu ia menghela nafas berkali-kali sebelum dirinya kini menganggukkan kepalanya.
"Kalau kamu sudah siap, kita ke ruang acara karena penghulunya juga sudah datang," kata Mama Erika sembari mengelus pundak Yola.
"Ehhhh penghulunya sudah datang Ma?" Mama Erika menganggukkan kepalanya.
"Ya Tuhan," gumam Yola yang membuat Mama Erika mengerutkan keningnya.
"Ya Tuhan kenapa?"
"Yola gugup Ma sekaligus takut," jawab Yola.
"Ck, gak usah gugup. Kamu hanya nikah saja bukan sedang menghadapi sidang penjara. Dan ngapain takut? Tuh penghulu juga gak bakal gigit kamu. Kalau masalah gigit menggigit nanti malam Adam yang bakal ngelakuin itu ke kamu," ucap Mama Erika yang membuat Yola langsung melototkan matanya dengan tangan yang kini bergerak untuk menepuk pelan lengan sang Mama.
"Ma, jangan bercanda ih. Kak Adam bukan anjing ya, dia juga gak bakal gigit. Lagian Yola takutnya bukan karena itu, tapi Yola takut Kak Adam nanti salah ngucapin ijab kabulnya," ujar Yola.
__ADS_1
"Ya emang Adam bukan anjing tapi lihat saja nanti malam gimana. Dia bakal cosplay jadi anjing ganas," tutur Mama Erika diakhiri dengan kekehannya dan hal tersebut membuat Yola memutar bola matanya malas.
"Ma!" peringat Yola.
"Hehehehe Mama hanya mengucapkan sebuah fakta yang akan terjadi nanti. Ah ya dan ngapain kamu yang takut kalau Adam salah nyebutin ijab kabulnya? Itu urusan Adam lah. Lagian kalau salah satu kali masih bisa di ulang lagi. Jadi kamu tenang saja, Mama yakin kamu gak akan batal nikah. Jadi jangan kelamaan dengan ketakutan kamu yang tidak bermanfaat ini. Ayo kita ke ruang acara sekarang juga karena pihak penghulu tidak akan menunggu kamu sampai siap dan menunggu kamu seharian karena penghulu itu bukan milik kamu pribadi tapi milik masyarakat yang juga membutuhkan jasanya," kata Mama Erika dengan membantu Yola yang masih gugup serta takut itu berdiri dari kursi rias di kamar pengantin tersebut.
Dan setelah Yola berhasil berdiri, dirinya langsung menggandeng lengan sang anak dan tanpa ba-bi-bu lagi, Mama Erika langsung melangkahkan kakinya yang otomatis membuat Yola mau tak mau juga ikut melangkahkan kakinya juga.
"Ma, Yola kan tadi bilang kalau Yola gugup sama takut. Di pending dulu beberapa menit lah ya acaranya," ucap Yola kala dirinya dan sang Mama sudah keluar dari kamar pengantin.
"Pending-pending. Sudah Mama katakan Yola kalau penghulu yang akan menikahkan kamu dan Adam itu bukan milik kamu pribadi. Jadi tidak bisa seenaknya acara ijab kabul ini di undur seenak jidat kamu ini kalau kamu mau mengundur acara ijab kabul berarti acara pernikahanmu ini akan gagal nanti. Kamu mau acara ini gagal dan Adam ninggalin kamu karena rasa malu? Belum lagi semua keluarga Adam akan benci kamu karena batalnya pernikahan kalian?" Yola tampak menggigit bibir bagian dalamnya memikirkan ucapan dari sang Mama.
"Benar juga. Gak ahhhh Yola gak mau hal itu terjadi," ujar Yola yang tak bisa membayangkan jika Adam dan keluarganya membenci dirinya.
"Astaga. Kalau hal itu Mama lakuin, Mama benar-benar tega sama Yola."
"Makanya jangan buang-buang waktu Yola. Ishhhh," gemas Mama Erika dengan menarik tangan Yola yang masih enggan untuk berjalan itu.
"Tapi Yola---" Mama Erika yang emosinya sudah berada di ubun-ubun pun ia memelototkan matanya.
__ADS_1
"Fayyola Mafaza Orlin!" erang Mama Erika yang membuat Yola kini dengan susah payah menelan salivanya. Dimana jika Mama Erika sudah menyebutkan nama lengkap Yola, berarti Yola sudah harus siaga satu, siap-siap kena omel oleh sang Mama.
"Baiklah-baiklah. Ayo kita masuk ke dalam sekarang juga," ujar Yola pada akhirnya. Ia memilih untuk mengesampingkan rasa gugup dan takutnya itu daripada dirinya terkena omelan oleh Mama Erika yang pastinya omelan itu akan sangat panjang.
Mama Erika yang mendengar ucapan dari Yola itu, ia kini menghela nafas panjang sebelum dirinya membenarkan gandengan tangan kepada Yola sebelum keduanya kembali melangkahkan kaki mereka hingga masuk ke ruang acara pernikahan Yola itu.
Dimana saat keduanya masuk, semua pasang mata yang berada di ruangan tersebut langsung tertuju kearah keduanya termasuk Adam yang menatap tampilan Yola dari atas sampai bawah. Dimana calon istrinya itu terlihat sangat anggun dengan kebaya modern berwarna putih hasil tangan Vivian itu, rambutnya yang sepunggung disanggul rapi dengan mahkota di kepalanya, riasan wajah yang tidak menor sama sekali yang justru membuat Yola semakin terlihat sangat cantik di pandang mata.
Adam tak melepas pandangan matanya dari Yola hingga calon istrinya itu kini duduk di kursi tepat di sebelahnya itu.
Dan dengan mendekatkan wajahnya ke arah Yola, ia berbisik, "Cantik." Dimana bisikan dari Adam itu membuat pipi Yola yang tertutup make-up itu semakin terlihat memerah saja.
Sedangkan penghulu yang sudah melihat kedua calon mempelai dan yang lainnya sudah siap untuk melakukan acara ijab kabul itu, penghulu tersebut mulai angkat suara.
"Saya rasa semuanya sudah siap, maka lebih baik acara ijab kabul ini segera kita laksanakan. Silahkan mempelai pria berjabat tangan dengan wali nikah," titah penghulu tersebut dimana hal itu langsung di lakukan oleh Adam dan Papa Fauzan.
Kedua tangan laki-laki itu kini sudah saling bersalaman sangat erat satu sama lain saat penghulu itu mengucapakan doa sebelum melakukan ijab kabul tersebut. Hingga akhirnya sang penghulu mempersilahkan Papa Fauzan mengucapkan kata ijab.
"Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan kawinkan engkau Ananda Adam Geovano Abhivandya bin Aiden William Abhivandya dengan anak kandung saya Fayyola Mafaza Orlin binti Fauzan Mafaza dengan mas kawin uang sebesar 612 juta rupiah dibayar tunai."
__ADS_1
"Saya terima nikah dan kawinnya Fayyola Mafaza Orlin binti Fauzan Mafaza dengan mas kawin 612 juta rupiah dibayar tunai," ucap Adam dengan satu tarikan nafasnya yang membuat Papa Fauzan tersenyum kepadanya.
"Bagaimana para saksi sah?" tanya penghulu kepada semua saksi pernikahan tersebut. Dimana pertanyaannya itu dijawab sah oleh semua orang disana. Dimana kata sah dari saksi itu menandakan jika Yola sudah sepenuhnya berada di bawah tanggungjawab Adam bukan lagi tanggungjawab Papa Fauzan.