Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 147


__ADS_3

Mobil itu terus berjalan dengan keheningan yang menyelimuti keadaan didalam mobil tersebut.


Yola yang sedari tadi diam-diam melirik kearah Adam yang fokus dengan jalanan di depannya itu ia kini menggigit bibir bawahnya sebelum dirinya memberanikan diri untuk angkat suara.


"Kak---" belum juga Yola melanjutkan ucapannya itu, suara Adam lebih dulu memutus ucapannya tadi.


"Diam dan jelaskan nanti di rumah," ucap Adam dengan tegas yang membuat Yola mau tau mau kembali membungkam mulutnya dengan kepala yang ia tundukkan.


Hingga mobil yang mereka berdua tumpangi kini telah sampai di gedung apartemen yang sering mereka berdua tinggali.


Dan tanpa membukakan pintu untuk Yola bahkan tanpa menunggu calon istrinya itu untuk keluar dari dalam mobil tersebut, Adam justru lebih dulu melangkahkan kakinya menuju ke lift untuk menuju ke lantai dimana apartemennya berada.


Sedangkan Yola, ia dengan tergesa-gesa mencoba untuk menyamakan langkah kaki Adam sampai akhirnya ia berhasil dan masuk kedalam satu lift dengan kekasihnya itu.

__ADS_1


Yola yang sudah tidak kuat untuk didiami seperti saat ini ia kembali berkata.


"Kak, Kakak kenapa diam saja? Kakak pasti sedang salah paham dengan apa yang baru saja Kakak lihat di depan gerbang tadi."


Diam, Adam masih diam tak menimpali ucapan dari Yola itu sedikitpun.


"Kak, apa yang berada di pikiran Kakak saat ini berbeda dengan aslinya. Aku---Kak!" teriak Yola kala Adam sudah melangkah keluar dari lift itu saat pintu lift sudah di buka. Dan lagi-lagi Yola ditinggal begitu saja oleh calon suaminya itu.


Dan hal tersebut membuat Yola mencebikkan bibirnya kesal, dan dengan menghentak-hentakkan kakinya ia juga ikut melangkah, mengikuti Adam yang kini masuk kedalam apartemen pribadi laki-laki tersebut.


"Ada hubungan apa kamu dengan laki-laki tadi? Kenapa sampai pegang-pegangan tangan segala?" tanya Adam tanpa menatap Yola.


Yola yang sudah menebak jika kekasihnya itu akan salah paham pun ia kini menghela nafasnya sebelum darinya menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Adam tadi.

__ADS_1


"Huh baiklah aku akan jelaskan semuanya ke kamu. Tapi di larang memutus penjelasanku ini. Jika kamu mau mendengarkan penjelasanku ya syukur kalau tidak ya terserah kamu. Karena pertanyaan yang ada di dalam otak kamu itu akan aku jawab lewat penjelasan ini." Yola mengambil nafas dalam-dalam terlebih dahulu sebelum dirinya melanjutkan ucapannya tadi.


"Yang pertama aku akan beritahu ke kamu, jika kamu tengah salah paham saat ini. Jika kamu tanya siapa laki-laki yang bersama aku tadi, dia adalah Lukas, cucu dari pemilik universitas yang aku gunakan untuk mencari ilmu itu. Untuk mengenai hubungan kita berdua dengan jelas aku mengatakan jika kita berdua tidak ada hubungan apa-apa. Aku akui sebelum aku mengenalmu, aku pernah mengejar dia seperti aku mengejarmu waktu itu. Tapi respon yang dia berikan sangat-sangatlah membuat mental maupun fisikku hancur secara bersamaan." Yola tampak menatap lurus kedepan dengan helaan nafasnya kala mengingat kejadian yang menyakitkan dulu.


Sedangkan Adam yang mendengar perkataan calon istrinya itu ia menatap kearah Yola dengan mengerutkan keningnya.


"Dia melakukan bullying kepadaku dan melukai fisikku di depan semua orang di kampus itu. Dimana waktu itu aku selalu menjadi bahan ejekan semua orang karena aku dianggap gila oleh mereka. Tapi mungkin ejekan itu bertujuan agar aku sadar jika Lukas tidak layak untuk aku kejar. Toh apa yang mereka katakan tentang aku gila itu memang benar adanya. Ya jika aku waktu itu perempuan normal tidak akan melanjutkan perjuanganku saat mendapatkan siksaan dari Lukas untuk pertama kalinya. Namun saking gilanya aku, aku justru tetap nekat untuk mengejar dia. Aku tidak memperdulikan semua nasehat orang-orang agar aku mundur termasuk nasehat kedua orangtuaku dan Kakakku sendiri, apalagi nasehat dari kedua sahabatku itu. Hingga akhirnya aku sadar saat nyawaku hampir hilang ditangan dia dan para sahabatnya itu sekitar 1 tahun yang lalu, mereka benar-benar menyiksaku setelah aku diculik oleh mereka yang untungnya Papa dan pihak kepolisian datang menolongku. Jika mereka tidak datang mungkin nyawaku memang benar-benar sudah tidak ada didalam ragaku sejak saat itu. Semua orang yang menyiksaku waktu itu mendapatkan hukuman beberapa tahun di penjara. Tapi yang namanya orang kaya, kedua orangtua Lukas menebus kebebasan Lukas dengan banyaknya uang. Dimana saat itu juga Lukas bebas." Lagi-lagi Yola menghela nafasnya. Lalu barulah ia melanjutkan ceritanya yang masih panjang itu.


"Dan saat itu juga Lukas menghilang karena dibawa keluar negeri oleh kedua orangtuanya dan saat kejadian itu juga aku memutuskan untuk berhenti mengejar Lukas karena sudah cukup aku menderita karenanya. Tapi entah tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba saja ia kembali lagi sekarang. Dan apa yang kamu lihat tentang kita yang saling berpegangan tangan itu adalah tidak benar, karena dia yang memegang tanganku setelah tanganku tidak sengaja terbentur gerbang besi di kampus tadi saat aku ingin menangkis tangan dia yang sudah lancang memegang pipiku tadi. Dan saat itu kamu telah tiba di depanku dengan kesalahan pahaman ini," ucap Yola dengan mengalihkan pandangannya kearah Adam yang otomatis membuat tatapan mereka saling bertemu. Sebelum Yola memutuskan tatapan mereka berdua dan memilih untuk menatap kedepan sembari berkata.


"Apa yang aku katakan ini adalah sebuah kenyataan jika kamu tidak percaya boleh tanya Mama, Papa, Kak Joi atau Amel, Keni karena mereka tau semua kisahku ini. Tapi jika kamu yang masih tidak percaya dan tidak mau bertanya kepada orang-orang yang aku sebutkan tadi, tidak apa-apa. Karena itu sudah menjadi hak kamu untuk percaya denganku atau tidak yang terpenting aku sudah menjelaskan dengan sebuah kebenaran. Mau kamu terima Alhamdulillah jika tidak, tidak masalah. Dan aku pergi dulu," ujar Yola yang berniat untuk memberikan waktu Adam sendiri agar laki-laki itu bisa memikirkan apa yang sudah ia katakan tadi.


Namun saat Yola sudah berdiri dan saat dirinya ingin melewati tubuh Adam yang masih terduduk itu, tiba-tiba tubuhnya ditarik oleh Adam hingga membuat dirinya terjatuh kedalam pangkuan Adam yang kini memeluk erat pinggangnya itu dan menyembunyikan wajahnya di leher Yola.

__ADS_1


"Aku percaya apa yang sudah kamu katakan itu. Aku percaya padamu. Dan maafkan aku yang sudah sempat salah paham kepadamu. Maafkan aku," ucap Adam tepat disamping telinga calon istrinya itu. Dimana hal tersebut membuat Yola sempat bergidik saat merasakan hembusan nafas dari Adam tadi. Namun sesaat setelahnya ia menganggukkan kepalanya, berarti ia telah memaafkan kesalahan Adam tadi.


__ADS_2