
Adam yang sudah melihat bukti foto itupun ia kini menatap manik mata Yola, mencoba untuk mencari sebuah kebohongan disana. Tapi sayangnya ia tak menemukannya yang berarti apa yang dikatakan oleh Yola benar adanya.
Dan dengan cepat Adam kini memeluk tubuh Yola begitu erat.
"Maaf karena sudah marah sama kamu tadi dan maaf karena aku sudah salah paham sama kamu," ucap Adam yang membuat Yola kini tersenyum sembari membalas pelukan dari Adam itu.
"Iya tidak apa-apa. Tapi aku penasaran sebenarnya apa yang ada di pikiran Kak Adam tadi sampai-sampai salah paham seperti ini sama aku? Kak Adam pikir aku sama Kak Caka punya hubungan apa?" tanya Yola dengan melepas paksa pelukan Adam tersebut agar bisa melihat wajah Adam yang kini tengah memanyunkan bibirnya, masih enggan menjawab pertanyaan dari Yola tadi.
"Kenapa diam saja? Jawab dong. Aku mau tau Kakak mengira aku dan Kak Caka tadi memiliki hubungan apa? Apa jangan-jangan Kak Adam mengira hubunganku dan Kak Caka adalah sepasang kekasih alias pacaran gitu?" Tebak Yola tepat sekali. Dan ucapan dari Yola tersebut diangguki oleh Adam sebelum laki-laki itu kembali memeluk tubuh Yola.
"Ya, aku mengira jika kalian tadi pacaran," aku Adam.
"Dan karena hal itu Kakak marah sampai bawa mobil seperti ngajak mati tadi?" Lagi-lagi Adam hanya menjawab dengan anggukan kepala saja.
"Kak Adam cemburu ya lihat aku sama Kak Caka tadi?" goda Yola sekaligus ia ingin tau reaksi Adam. Jika laki-laki itu menjawab ya, berarti kesempatan untuk mendapatkan hati laki-laki incarannya itu semakin besar.
"Tidak. Aku tidak cemburu sama sekali," ucap Adam tanpa melepaskan pelukannya itu dan justru semakin mengeratkannya.
"Beneran gak cemburu?"
"Ya. Untuk apa aku cemburu sama kalian yang ternyata memilih hubungan keluarga," jawab Yola.
"Tapi perlu Kak Adam tau nih ya. Aku dan Kak Caka memang saudara sepupu tapi dalam agama, kita masih diperbolehkan untuk menikah lho," ujar Yola yang langsung membuat Adam melepaskan pelukannya dan menatap lekat wajah Yola.
__ADS_1
"Apa kamu memiliki rasa dengan Caka? Apa kamu tertarik dengan dia? Jawab jujur karena aku tidak suka kebohongan," ucap Adam yang membuat Yola ingin sekali tertawa namun sebisa mungkin tawanya itu ia tahan. Mungkin dengan mengerjai Adam seru juga, batin Yola dengan otak jahilnya itu.
Dan untuk menjalankan rencana jahilnya tadi, Yola menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan dari Adam tadi.
"Yola jangan bercanda. Aku tanya kamu dengan serius ini," ujar Adam.
"Aku juga sedang tidak bercanda Kak. Aku memang sayang sama Kak Caka, aku juga tertarik sama dia," ucap Yola yang langsung membuat Adam mengatupkan bibirnya bahkan kedua tangannya yang tadi memegang kedua lengan Yola langsung menjauh.
"Katakan sekali lagi," pinta Adam untuk memastikan pendengarannya itu masih berfungsi dengan baik.
"Aku sayang sama Kak Caka dan aku juga tertarik sama dia," ulang Yola yang membuat Adam kini langsung melanjutkan langkahnya tadi yang sempat terhenti karena Yola.
Sedangkan Yola, perempuan itu terkekeh kecil sebelum dirinya memutar lalu berlari menuju kearah Adam yang sudah membuka pintu apartemen miliknya itu. Lalu saat dirinya sudah mengikis jarak, ia langsung memeluk tubuh Adam dari belakang. Dan hal itu membuat Adam kembali menghentikan langkahnya.
Adam yang mendengar sedikit curahan hati Yola, lagi-lagi ia merasa bersalah dengan perempuan yang dulu sering ia bentak dan sering ia abaikan itu. Dan dengan cepat Adam melepaskan pelukan yang diberikan oleh Yola tadi sebelum dirinya memutar tubuhnya dan memeluk tubuh Yola tanpa mau ia lepas kembali.
"Maaf. Maafkan aku, Yola. Aku benar-benar minta maaf," ucap Adam yang justru membuat Yola tersenyum sebelum tangannya kini bergerak untuk mengelus punggung Adam.
"Kakak tidak perlu meminta maaf karena Kakak tidak memiliki salah apapun. Aku juga memahami perasaan Kakak saat aku mengganggu Kakak. Jadi apa yang Kakak lakukan itu tidak salah sama sekali. Jadi Kakak jangan minta maaf lagi ya," ujar Yola dengan lembut.
"Tidak. Aku tetap salah Yola. Aku pernah membentakmu, aku pernah memarahimu dan aku pernah mengabaikanmu saat kamu memberikan perhatianmu. Jadi aku minta maaf atas apa yang sudah aku lakukan itu. Dan aku janji mulai saat ini aku tidak akan melakukan hal itu lagi. Jadi mau kan kamu memaafkanku Yola?" Yola yang sebenarnya tak suka mendengar kata maaf dari Adam karena ia anggap Adam tidak memiliki salah kepadanya pun ia hanya bisa menghela nafas sebelum dirinya menganggukkan kepalanya.
"Terimakasih," ucap Adam kala merasakan anggukan Yola tadi.
__ADS_1
"Iya Kak iya. Tapi btw nih ya, aku tadi sempat dengar suara seseorang yang katanya tidak cemburu saat melihat aku sama Kak Caka tadi. Tapi setelah aku jelasin kalau saudara sepupu masih bisa menikah kok dia langsung ngambek dan mau pergi lagi, siapa ya orangnya tadi?" ucap Yola sedikit memberikan sindiran kepada Adam.
Dan hal tersebut membuat Adam berdecak sebal.
"Jangan dibahas lagi," ujarnya.
"Aku kan hanya bertanya Kak. Karena aku penasaran dengan orang yang mengaku tidak cemburu itu," ucap Yola yang masih gencar menggoda Adam.
"Yola, hentikan!" perintah Adam.
"Tidak. Aku tidak mau menghentikannya jika aku belum tau orangnya dan orang itu mengakui kalau sebenarnya dia tengah cemburu tadi," kekeuh Yola.
"Oke-oke aku akui kalau aku cemburu saat melihat kamu berdekatan sama Caka tadi. Tidak hanya sama Caka saja tapi dengan semua laki-laki di muka bumi ini. Puas kamu," ujar Adam tanpa melepaskan pelukannya itu.
Yola yang mendengar penuturan dari Adam itu lagi-lagi membuat jantungan berdetak sangat kencang. Rasanya Yola saat ini ingin berteriak memberitahu pada seluruh dunia jika Adam sekarang tengah cemburu dengannya. Namun berhubung ia tak bisa melakukan itu, ia kini hanya bisa berdehem saja dengan senyuman yang terukir di bibirnya.
"Lho kenapa Kakak yang berkata seperti itu? Kenapa Kakak yang mengakuinya? Memangnya orang yang cemburu sama aku tadi adalah Kakak?" ucap Yola.
"Iya Yola. Orang itu adalah aku. Jadi sudah cukup jangan bahas itu lagi!" kesal Adam yang kini membuat tawa Yola pecah seketika.
"Hahahaha baiklah-baiklah aku tidak akan membahasnya lagi," ucap Yola dengan tangan yang kini berpindah mengelus rambut Adam dengan sesekali ia mengacak rambut tersebut dengan gemas.
Sedangkan Adam yang rambutnya sudah acak-acakan itu pun ia tak perduli sama sekali karena dirinya saat ini tengah menenangkan dirinya sendiri didalam pelukan hangat Yola yang sudah membuatnya candu akan pelukan tersebut.
__ADS_1