
Satu jam telah berlalu, Mommy Della kini telah kembali menuju ke kamar Adam. Dan saat dirinya telah sampai di depan pintu Adam, sebuah senyum mengembang kala ia tak melihat ada sebuah piring yang terletak di atas meja kecil itu yang artinya ia menganggap jika Adam sudah mengambil makanan itu dan memakannya. Padahal kenyataannya makanan itu tadi hanya di tatap Adam sebelum berakhir jatuh ke lantai.
Dan dengan senyum yang masih merekah di bibirnya, Mommy Della menghampiri suami dan kedua anaknya yang masih berada di ruang keluarga itu.
"Bagaimana?" tanya Daddy Aiden kala Mommy Della baru mendudukkan tubuhnya di sampingnya.
"Piring itu sudah tidak ada di tempat terakhir kali kita lihat yang berarti dia sudah mengambil dan memakannya," ucap Mommy Della dengan senyum yang tak bisa ia sembunyikan.
"Syukurlah kalau begitu," ujar Daddy Aiden sebelum tatapan laki-laki itu kembali tertuju kearah sebuah laptop di depannya.
"Terus bagaimana dengan perkembangan pencarian Yola? Apakah masih tidak menemukan sedikit tanda-tanda keberadaan dia?" tanya Mommy Della dengan raut wajah yang sudah berganti menjadi khawatir kembali.
"Untuk saat ini mereka masih tidak bisa menemukan keberadaan Yola," jawab Daddy Aiden.
"Ya Tuhan. Kemana dia sebenarnya? Apa perlu kita laporkan hilangnya Yola ini kepada pihak kepolisian saja?"
"Itu bukan wewenang kita untuk melaporkan hilangnya Yola, sayang. Karena kita bukan merupakan keluarga Yola. Sebenarnya bisa saja kita melaporkan hilangnya Yola ini. Tapi takutnya saat Yola di temukan oleh pihak kepolisian di salah satu rumah keluarga dia yang justru akan membuat kesalahpahaman dan berakhir panjang nanti. Jadi tunggu hasil dari anak buahku dan anak buah Erland tentang keberadaan Yola karena mereka sekarang sudah mulai menelusuri seluk beluk keluarga Yola yang sekiranya bisa mereka pantau rumahnya," ucap Daddy Aiden yang membuat Mommy Della kini menghela nafas panjang sebelum ia menganggukkan kepalanya, mensetujui apa yang di katakan oleh sang suami tadi.
...****************...
Dan dipagi harinya, Adam yang tadi malam tak bisa beristirahat sedikitpun kini ia harus pergi menuju kantor polisi yang alamatnya sudah di berikan oleh pengacara Husein setengah jam yang lalu. Rasa pusing dan lemas yang kini melanda dirinya pun ia hiraukan begitu saja karena dirinya sudah benar-benar tak sabar untuk melaporkan mantan kekasihnya itu ke pihak berwajib. Dan dengan wajah yang tampak pucat ia berjalan keluar dari kamarnya.
"Abang mau kemana? Sarapan dulu!" teriak Mommy Della kala ia melihat Adam yang sudah ngacir ingin menuju ke pintu utama rumah tersebut.
Adam mengentikan langkahnya kemudian ia segera melangkahkan kakinya mendekati sang Mommy.
"Mom, Adam izin keluar. Ada yang perlu Adam selesaikan soalnya. Nanti Adam sarapannya mampir di resto saja karena jika Adam sarapan di rumah waktunya tidak akan sampai. Udah dulu ya Mom, Adam pergi. Assalamu'alaikum," ucap Adam sembari meraih tangan Mommy Della untuk ia salami sebelum dirinya pergi dari hadapan wanita paruh baya itu.
__ADS_1
Mommy Della yang punggung tangannya sempat menyentuh kening Adam dan merasakan suhu tubuh sang anak tidak seperti biasanya pun ia berlari untuk menyusul Adam.
"Adam!" panggil Mommy Della kala dirinya berada diambang pintu utama. Namun sayangnya teriakannya itu sia-sia karena mobil Adam sudah pergi keluar dari gerbang rumahnya.
"Astaga, anak itu kenapa maksa pergi sih di saat dia sedang sakit seperti itu? Dan tunggu dia tadi pakai sopir atau tidak?" Mommy Della melihat ke sekelilingnya dan saat menemukan sopir pribadinya tengah mencuci mobil pun, ia segara berlari menghampirinya.
"Mang Supri," panggil Mommy Della yang membuat laki-laki yang lebih tua darinya itu menolehkan kepalanya kearahnya.
"Ya nyonya, ada apa?" tanyanya.
"Mang Supri tadi lihat tidak Adam perginya sama siapa?"
"Oh tuan Adam ya. Saya tadi lihat tuan Adam pergi sendiri Nyonya," jawabnya.
"Pergi sendiri? Tidak menyuruh salah satu bodyguard untuk menyetir mobilnya?" Mang Supri menggelengkan kepala.
"Ya sudah kalau gitu. Terimakasih ya mang," ucap Mommy Della dan setelahnya ia berlari masuk kembali kedalam rumah itu.
Dan tujuannya kali ini adalah menghampiri sang suami dan Erland.
"Daddy, Erland!" teriak Mommy Della menggema di seluruh rumah tersebut yang membuat Erland yang baru saja minum tersedak sedangkan Daddy Aiden yang baru ingin turun dari lantai dua berlari menuruni anak tangga itu.
"Ya Mom. Kenapa teriak-teriak sih?" Protes Erland kala dirinya sudah mendekati sang Mommy.
"Iya ih. Daddy sampai hampir jatuh dari tangga tadi," timpal Daddy Aiden yang kini sudah bergabung dengan dua anggota keluarganya itu.
Bahkan Vivian yang tadi tak di panggil oleh Mommy Della pun ia kini ikut bergabung dengan wajah bantalnya.
__ADS_1
"Mommy ada apa?" tanya Vivian masih dengan mata yang terkantuk-kantuk.
"Gawat ini gawat," ucap Mommy Della.
"Gawat kenapa?" tanya Daddy Aiden.
"Adam, Dad."
"Ayolah Mom to the point," ucap Erland tak sabaran yang justru membuat Mommy Della kini mencebikkan bibirnya. Namun tak urung ia kembali bersuara.
"Adam pergi dari rumah dengan keadaan dia sakit," ujar Mommy Della yang membuat ketiga orang tersebut langsung melebarkan matanya.
"Apa? Adam, bang Adam pergi dari rumah?!" teriak ketiga orang tersebut yang membuat Mommy Della menutup kedua telinganya.
"Astaga. Yola saja belum ketemu kenapa dia juga ikut-ikutan mau pergi segala," ucap Daddy Aiden.
"Iya ih. Harusnya kalau bang Adam mau pergi tunggu Yola kita temukan dulu. Kalau kayak gini kan yang ada kita bingung mau fokus cari siapa duluan," timpal Erland yang diangguki setuju oleh Vivian.
Sedangkan Mommy Della yang sepertinya menyadari jika ucapannya tadi diartikan berbeda oleh ketiga orang itu pun ia berdecak sebal.
"Kalian salah tangkap. Yang Mommy maksud itu Adam pergi untuk menyelesaikan urusannya dan nanti dia akan kembali, bukan dia pergi untuk menghilang seperti Yola," jelas Mommy Della.
"Dan perginya dia tanpa minta bantuan salah satu sopir di rumah ini atau kalau tidak salah satu bodyguard. Dia mengendarai mobil sendiri dalam keadaan dia sakit. Mommy khawatir kalau dijalan dia kenapa-napa," sambungnya.
"Dan sebelum dia menjauh dari sekitar sini. Kalian susul Adam. Mommy tidak mau terjadi apa-apa dengan dia," ujar Mommy Della kembali.
"Mommy tenang. Biar Erland yang coba susulin bang Adam," ucap Erland dan setelah mengucapkan hal tersebut ia berlari menuju ke lemari khusus untuk menyimpan kunci-kunci kendaraan di rumah tersebut dan setelah mengambil kunci motor kesayangannya, ia kembali berlari keluar dari rumah tersebut untuk menyusul kepergian Adam tadi.
__ADS_1