
Kegiatan ranjang mereka telah selesai 1 jam setelah mereka mengawali kegiatan itu. Dimana saat itu, Yola yang kelelahan ia langsung tertidur dengan tubuhnya yang masih polos. Sedangkan Adam, ia tersenyum melihat wajah kelelahan istrinya itu sebelum tangannya kini bergerak untuk menarik selimut yang akan ia gunakan untuk menutupi tubuh polos istrinya itu. Dan setelahnya tangannya beralih kearah pipi Yola, ia belai pipi istrinya itu dengan lembut.
"Terimakasih atas malam ini sayang," ujar Adam diakhiri dengan ia memberikan sebuah kecupan yang cukup lama di kening Yola.
Dimana hal tersebut membuat Yola terusik dari tidurnya yang belum terlalu nyenyak itu.
Adam yang merasa istirnya mengerjabkan matanya, ia menjauhkan wajahnya dari wajah Yola.
"Lho kok bangun?" tanya Adam dengan memberikan usapan lembut di rambut Yola.
"Ini sudah pagi kan?" bukannya menjawab pertanyaan dari Adam tadi, Yola justru bertanya balik kepada suaminya tersebut.
"Belum sayang ini masih jam setengah satu lebih sedikit. Dan kamu baru tidur 15 menit yang lalu. Jadi lebih baik sekarang kamu tidur lagi ya," jawab Adam dengan menepuk-nepuk bokong Yola yang tengah memiringkan tubuhnya menghadap kearahnya itu.
"Ehhh masih jam setengah 1 ya?" Adam menganggukkan kepalanya.
Yola yang melihat anggukan kepala dari sang suami pun ia mengalihkan pandangannya kearah dada bidang Adam yang terekspos dengan keringat yang masih berada di dada tersebut.
"Apa kamu belum mandi?" tanya Yola yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Adam.
"Kenapa belum mandi? ini udah jam setengah 1 dini hari lho."
"Apa kamu lupa sayang, jika kita tadi baru selesai olahraga? Jadi mana sempat aku mandi dulu tadi. Dan baru saja aku mau mandi tapi keburu kamu bangun. Jadi ya di pending dulu mandinya setelah aku menina bobo kamu," ujar Adam.
"Hmmmm iya juga sih. Aku juga gak lupa akan olahraga tadi. Tapi sepertinya aku tidak akan bisa tidur untuk kedua kalinya malam ini." Adam mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
"Kenapa gitu?"
"Karena badan aku lengket banget. Dan aku perlu mandi juga. Gak apa-apa kan kalau aku mandi dua kali untuk malam ini?" tanya Yola penuh harap agar Adam mengizinkan dia untuk mandi lagi.
Dimana permintaan Yola itu justru membuat Adam kini tersenyum penuh arti.
"Boleh, asalkan kita mandi berdua," ujar Adam.
"Lho kenapa harus mandi berdua?"
"Karena kalau kamu kedinginan, kamu bisa langsung mencari kehangatan dengan memeluk tubuhku," jawab Adam.
"Jadi tidak perlu pikir panjang lagi. Ayo kita mandi berdua," sambung Adam sembari beranjak dari atas ranjang tersebut. Dimana hal tersebut membuat wajah Yola bersemu merah kala melihat tubuh Adam yang sama-sama polos seperti dirinya.
"Sayang, apa yang kamu lakukan?" kaget Yola.
"Menggendong kamu menuju ke kamar mandi karena aku yakin kamu akan kesusahan berjalan jika aku tidak menggendongmu seperti ini," ujar Adam sembari mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi.
Saat keduanya telah sampai, Adam menurunkan Yola.
"Kamu tunggu disini sebentar. Jangan banyak gerak. Aku siapin airnya dulu," ujar Adam sebelum dirinya beranjak mendekati bathub di kamar mandi tersebut untuk ia isi air hangat serta sabun yang akan membuat air di bathub itu berbusa nantinya. Dan setelah selesai melakukannya, Adam kembali menghampiri Yola. Dan lagi-lagi laki-laki itu menggendong Yola hingga menurunkannya didalam bathub tersebut. Dimana saat Yola sudah masuk kedalam, Adam juga ikut masuk dan duduk di belakang istrinya tersebut.
Dan tanpa aba-aba, ia memeluk tubuh Yola dari belakang dan menyenderkan kepalanya di bahu istrinya tersebut sembari berkata.
"Terimakasih untuk semuanya," ucap Adam.
__ADS_1
"Terimakasih karena kamu telah bertahan untuk memperjuangkan cintaku. Terimakasih karena kamu tidak menyerah saat aku terus menolakmu waktu itu. Terimakasih karena sudah memaafkan semua perbuatanku dulu ke kamu. Terimakasih karena sudah menerimaku sebagai pasanganmu yang akan menemani kamu di dunia maupun di surga nantinya. Dan terimakasih karena kamu sudah menjaga mahkotamu untukku. Semoga secepatnya ada malaikat kecil yang tumbuh di rahimmu sebelum bertemu dengan kita di dunia ini sebagai pelengkap rumah tangga kita berdua," sambung Adam dengan tangan yang kini mengelus perut Yola yang masih rata itu.
Ucapan Adam tadi membuat Yola tersentuh namun tak urung sebuah senyuman menghiasi bibirnya. Dan kini tangannya pun bergerak untuk memegang tangan Adam yang masih mengelus perutnya itu.
"Aamiin. Semoga saja Allah langsung memberikan kepercayaan kepada kita berdua untuk mempunyai malaikat kecil itu," timpal Yola.
"Dan aku juga mau mengucapkan terimakasih ke kamu karena kamu mau membuka hatimu yang sudah membeku itu untukku. Dan semoga hubungan kita ini terus langgeng sampai tua, sampai kita memiliki keturunan banyak, cucu dan cicit yang banyak juga. Dan semoga saat kita sudah tiada nanti, kita akan di pertemukan dan di satukan lagi di surganya Allah. Aamiin," sambung Yola.
"Aamiin. Love you my wife," ucap Adam dengan memberikan sebuah kecupan di pipi Yola. Dimana hal tersebut membuat Yola tersenyum sebelum dirinya membalas ungkapan cinta suaminya itu.
"Love you too, my husband."
Adam yang mendengar balasan cinta dari sang istri pun ia kini mengeratkan pelukannya ke tubuh Yola.
Ia benar-benar tak menyangka jika akhir dari kisah cintanya jatuh di pelukan seorang gadis yang memiliki selisih umur 10 tahun lebih muda darinya. Gadis yang dulunya sangat-sangat ia hindari dan sangat ia benci justru sekarang gadis itu sudah menyandang status sebagai istrinya.
Dan dari pengalamannya itu ia kini bisa menyimpulkan jika jangan pernah membenci seseorang terlalu dalam karena antara benci dan cinta itu beda tipis. Tapi Adam sangat-sangat bersyukur karena dirinya tidak terlambat untuk menyadari jika cintanya kepada Yola itu lebih besar dari rasa bencinya yang semakin lama semakin menipis dan hilang itu. Bahkan Adam sekarang sangat takut kehilangan Yola. Dan jika dirinya bisa menentukan sebuah takdir untuknya dan Yola, ia memilih untuk mati terlebih dahulu daripada Yola karena ia tak akan pernah sanggup jika harus di tinggal Yola terlebih dahulu. Dan ia juga yakin, jika Yola ditinggal olehnya, perempuan itu pasti akan tetap tegar dan melanjutkan kehidupannya. Tapi belum tentu dengan Adam jika Yola yang pergi duluan darinya. Adam sudah memastikan jika mungkin dirinya akan ikut mati dengan Yola di hari yang sama saat Yola pergi meninggalkannya. Karena Adam menyadari jika Yola sekarang adalah hidup dan matinya.
...~END~...
Yeyyyyyy akhirnya cerita Mengejar Cinta Dokter Tampan yang penuh dengan kekurangan ini selesai juga. Huh hah.
Dan dengan berakhirnya cerita ini aku ucapkan banyak-banyak terimakasih untuk kalian yang sudah mendukung author apalagi yang sudah bersedia memberikan LIKE, VOTE dan GIFT untuk cerita ini. Terimakasih banyak untuk kalian semua para Reader yang membaca cerita ini. Terimakasih terimakasih terimakasih 🙏
Jangan lupa untuk baca karyaku yang lainnya ya aku tunggu disana. Ahhhh satu lagi, kemungkinan cerita babang Erland bulan ini akan aku rilis dengan tema komedi kayaknya seru deh ya🤔. Doakan saja ya biar otak aku encer buat bikin cerita bang Erland kasihan soalnya kalau dia jomblo terus hehehe. Dan kemungkinan cerita ini juga akan akan Extra Part. Seneng gak dengan dua info ini? Moga aja kalian seneng deh ya wkwkwkwk 😂 Jadi tunggu saja oke. And see you, bye👋
__ADS_1